Anda di halaman 1dari 76

DETEKSI DAN PENGUKURAN

RADIASI NUKLIR

Dosen Matakuliah: Prof. Dr. Prabowo, M.Pd


Oleh

L/O/G/O

IWAN WICAKSONO
SALLY EDOXIANA UNTAJANA
IRHAM

127795011
127795018
127795022

Ghoshal, S.N CHAPTER REPORT 7

Radiasi yang keluar dari inti

sinar

sinar

sinar

dalam bentuk transformasi spontan atau dalam berbagai jenis


partikel subatomik (baik partikel bermuatan dan partikel tak
bermuatan) dalam bentuk yang diubah berupa sinyal dimana
sinyal-sinyal ini membawa informasi tentang sifat-sifat inti.

Prinsip-prinsip dasar dalam deteksi radiasi nuklir


1. Metode berdasarkan deteksi pembawa muatan bebas
Deteksi partikel bermuatan dan partikel tak bermuatan
meliputi: ruang ionisasi, pencacah proporsional, pencacah
Geiger-Muller dan detektor semikonduktor
2. Metode berdasarkan penginderaan cahaya
Deteksi radiasi partikel bermuatan dan deteksi radiasi partikel
tak bermuatan. Instrumen berbasis metode ini termasuk
pencacah kilauan (scintillation counter) dan detektor
Cherenkov
3. Metode berdasarkan visualisasi jejak radiasi
Mendeteksi partikel bermuatan dan meliputi beberapa
instrumen, misalnya ruang kabut Wilson (Wilson cloud
chamber), ruang gelembung (bubble chamber), plat emulsi
nuklir, ruang percikan (spark chamber) dan detektor jejak
bentuk padat (solid state track detector)

7.2 Metode untuk Mendeteksi Pembawa


Muatan Bebas
Partikel berenergi tinggi bergerak melalui suatu bahan,
kehilangan energi karena terjadi tumbukan dengan atom
elektron dalam bahan menghasilkan ion positif dan negatif
Elektroda positif dan negatif yang ditempatkan dalam
sebuah detektor menarik ion-ion tersebut yang
menyebabkan munculnya arus ionisasi
Perbedaan potensial antara elektroda menghasilkan
pasangan ion lain yang bergerak menuju elektroda yang
berlawanan dan ionisasi yang disebabkan tumbukan. Semua
ion sekunder yang diproduksi akan meningkat bersama
dengan ion primer dan dengan demikian arus yang
diperkuat dapat direkam oleh detektor (amplifikasi gas)

Metode ionisasi dapat digunakan untuk mendeteksi foton


dan neutron yang bermuatan listrik netral:
1.Foton dapat melepaskan elektron dari bahan dalam detektor
2.Neutron dapat mengeluarkan inti bermuatan positif
(a)hamburan elastis antara neutron dengan inti atom dalam
medium, inti atom akan dihamburkan dan dikeluarkan,
(b)reaksi nuklir dipengaruhi oleh neutron, maka akan
dipancarkan sebuah partikel bermuatan, misalnya, proton,
deuteron, partikel

7.3 Ruang ionisasi


Ruang ionisasi merupakan sebuah tempat seperti bejana
yang tertutup dan diisi dengan gas tertentu yang
didalamnya memiliki dua elektroda dengan beda potensial
beberapa ratus hingga beberapa ribu volt dan tekanan gas
bernilai satu atm atau lebih sehingga tidak ada amplifikasi
gas dalam ruang ionisasi dan faktor amplifikasi A = 1.
Pada keadaan awalnya arus ion mengalami kenaikan
terhadap kenaikan tegangan yang diberikan dan pada
akhirnya mencapai nilai saturasi Is ketika tegangan cukup
tinggi.

kecepatan yang dicapai ion diantara tumbukan beruntun


s f 2 Xe Xe
v

2
2m 2mc

atau

v kX

e
k
2mc

k dikenal sebagai mobilitas ion


Kerapatan arus ion dapat
V
I ke ki Xne ke ki ne
d
Sebuah ruang ionisasi dapat dioperasikan baik dalam mode dc
atau dalam mode pulsa
Daya ionisasi yang berbeda, tidak terdapat amplifikasi gas
partikel , sebuah jendela tipis harus disediakan untuk partikel
agar dapat memasuki gas.
partikel , jendela dibuat tidak terlalu tipis, karena mereka
lebih kuat dalam melakukan penetrasi.
sinar memiliki penetrasi sangat tinggi, tidak ada jendela yang
diperlukan dan dapat masuk ke ruang dinding yang kasar.

Gabungan Ruang Ion


B katoda dan A adalah anoda dimana
diantara keduanya terdapat suatu beda
potensial melalui hambatan R, C
menunjukkan semua kapasitas
didistribusikan dalam rangkaian
Elektrometer adalah instrumen yang sangat sensitif untuk
pengukuran kuantitas dari muatan tiap menit.
Ruang ionisasi kebanyakan menggunakan cincin pelindung (guard
ring) yang mengelilingi suatu bagian dari elektroda pengumpul, yang
biasanya disimpan pada potensial ditanahkan. Cincin berfungsi
menghentikan fluktuasi akibat polarisasi dielektrik dan menjadi
pelindung untuk kolektor.

Ruang pulsa dapat menghitung pulsa individual yang


dihasilkan oleh partikel ionisasi yang melewati ruangan

Dengan menganggap n pasangan ionelektron terbentuk pada jarak x dari


katoda B, anoda-katoda terpisah sejauh d
Persamaan keseimbangan energi
1
1
CV0 2 CV 2 Xnq ve vi t
2
2
Potensial kolektor
Vc ti

nq
Vc max
C

Vc Vc 0

e RC

Setelah muatan dikumpulkan pada kolektor A, muatan


tersebut mulai bocor melalui resistor R dengan waktu yang
konstan RC. Setelah mencapai nilai maksimum jatuh secara
eksponensial
Pulsa output dari ruang ionisasi harus diperkuat secara
benar. Untuk memastikan bahwa pulsa proporsional secara
linear terhadap ionisasi yang dihasilkan, digunakan penguat
linier
Penguat ini memiliki beberapa kelemahan, termasuk
keterbatasan dalam menghitung nilai maksimum, gangguan
amplifikasi pada frekuensi rendah dan kemiringan pulsa
yang dihasilkan kurang tepat

7.4 Pencacah Proporsional


medan listrik antara elektroda cukup tinggi untuk
menyebabkan amplifikasi gas.

Variasi tinggi pulsa output


terhadap tegangan yang
bekerja dalam detektor
berbentuk silinder yang diisi
gas. C merupakan
permulaan dari wilayah
proposional

Produksi ion sekunder dalam gas terjadi pengurangan tekanan


oleh J.S Townsend atau longsoran ionisasi (avalanche
ionization)
Pencacah proporsional tipe aliran, sampel dimasukkan ke
dalam volume sensitif sehingga tidak ada jendela penyerapan
radiasi yang akan dideteksi. Bersama dengan sampel dalam
posisinya, gas mengalir dengan cepat melalui pencacah selama
beberapa saat di bagian dalam
Dalam tabung pencacah medan listrik pada jarak r dari sumbu
V
r
r ln c
ra
pencacah proporsional,
longsoran diproduksi pada titik dimana
ionisasi primer terjadi dan tidak menyebar secara menyeluruh
di sepanjang kawat anoda
r

Faktor amplikasi

n
exp
n0

dx

p 2

X
p

7.5 Pencacah Geiger-Muller


Dalam bentuk yang paling sederhana, pencacah G-M terdiri
dari tabung kaca berbentuk silinder tertutup B dengan radius
2 sampai 3 cm ditutupi silinder logam koaksial C berperan
sebagai katoda. Sepanjang sumbu silinder dilengkapi dengan
kawat logam yang sangat tipis, biasanya tungsten (diameter
0,1 mm) yang berfungsi sebagai anoda

Tabung B diisi dengan gas inert seperti Argon dicampur


dengan senyawa-senyawa yang mudah menguap seperti etil
alkohol (pendingin uap) dengan rasio 10 : 1 pada tekanan
total 10 cm air raksa

radiasi ionisasi harus masuk ke dalam gas yang dihitung


agar dapat dideteksi, hanya gas-gas yang mampu
menembus dinding kaca pencacah (ketebalan 1 mm) yang
dapat dideteksi dan dicatat oleh tipe pencacah di atas
misalnya sinar , muon berenergi tinggi dalam sinar kosmik.
Longsoran Townsend dihasilkan pada medan yang tinggi ini
di dekat pusat kawat oleh sebuah elektron tunggal yang
dapat memicu longsoran kedua di beberapa titik lain dalam
tabung G-M (pelepasan Geiger)
menghitung penetrasi radiasi yang kecil, sinar dan sinar ,
sebuah jendela elektroda W tipis yang terbuat dari mika
atau bahan lainnya harus disediakan di salah satu ujung
agar masuk pencacah gas

tabung pencacah GM dikenai sumber dengan intensitas


radiasi konstan dan laju penghitungan dicatat sebagai fungsi
dari tegangan pada tabung pencacah (kurva karakteristik
untuk pencacah)

Ketika tegangan rendah, pencacah beroperasi di wilayah


ruang ionisasi di mana tidak ada amplifikasi gas tidak akan
dapat merekam dan menghitung pulsa.
C menunjukkan awal wilayah Geiger di mana semua
peristiwa utama dihasilkan dalam pencacah direkam, tanpa
memperhatikan energi (dataran tinggi pencacah).

Dead time didefinisikan sebagai interval waktu antara


produksi dari pulsa pertama dan dimulainya pelepasan
Geiger kedua. Hal ini biasanya 50 sampai 100 mikrodetik.
Dengan demikian ada batas untuk tingkat di mana
pencacah dapat merekam kedatangan partikel ionisasi, yang
kurang dari beberapa ribu per detik.
Waktu pemulihan pencacah menentukan interval waktu
setelah pencacah kembali ke kondisi semula untuk
menghasilkan pulsa berukuran penuh lagi.

Jumlah partikel yang tidak terekam oleh pencacah per detik.

Nn N n

n1 n2 nt

2n1n2

Efisiensi intrinsik adalah sama dengan probabilitas bahwa


setidaknya satu pasangan ion akan diproduksi oleh partikel
ionisasi memasuki volume aktif pencacah.

1 exp slp

sinar energi rendah diisi dengan gas dengan Z tinggi


(misalnya Kr atau Xe) ke tekanan yang cukup tinggi untuk
meningkatkan kemungkinan pelepasan elektron.

7.6 Detektor Semikonduktor


Isolator kristal permata atau kadmium sulfida, diletakkan
diantara dua elektroda yang memiliki beda potensial besar,
maka susunan seperti ini dapat digunakan sebagai sebuah
detektor energi radiasi tinggi.
Suatu radiasi berenergi tinggi melewati kristal maka akan
menghasilkan pasangan lubang-elektron. Elektron-elektron ini
bebas bergerak di dalam kristal di bawah pengaruh aksi medan
listrik. Pada kondisi tersebut terjadi perubahan seketika dari
potensial pada elektroda yang muncul sebagai sebuah pulsa
listrik yang bisa direkam dan dihitung dengan rangkaian listrik
yang sesuai.
Detektor semikonduktor merupakan sambungan bias mundur
dari dioda, memiliki resolusi energi yang lebih baik, respon linier
sepanjang rentang energi radiasi datang dan respon cepat.

Difusi pada sambungan detektor


Jika wilayah p dihubungkan
dengan terminal negatif dari
sebuah baterai dan wilayah n
dihubungkan pada terminal
positif, susunan ini disebut bias
mundur (reverse-biased)
Sebagai hasil, elektron-elektron
dan lubang ditarik lebih jauh dari
daerah sambungan dan sebuah
daerah pengosongan (depletion
layer) dibentuk pada sambungan
yang tidak memiliki pembawa
muatan
Karena bias mundur, tidak ada arus yang
mengalir melalui sambungan dan dioda
mengalami cut off

Amplitudo pulsa listrik yang dihasilkan di output pada


detektor semikonduktor bergantung pada energi yang
disimpan oleh radiasi yang datang dalam daerah
pengosongan.
Ketebalan d dari daerah pengosongan, k adalah
perbandingan dari permitivitas bahan dan vakum.
Untuk silikon
V0 = 0,7 volt, k = 11,8
Untuk germanium

V0 = 0,2 volt, k = 16

2k 0 Vb V0
d

e na nd

Radiasi ionisasi umumnya memasuki detektor melalui


sebuah daerah yang dikenal sebagai jendela (window).
Jendela ini merupakan sebuah daerah yang tidak sensitif
(dead layer).

1
2

Detektor Penghalang Permukaan (Surface barrier detectors)


Detektor terbuat dari silikon tipe n. Pada saat ini silikon tipe p dengan
resistivitas tinggi telah digunakan untuk menghasilkan detektor
penghalang permukaan yang tipis.
Detektor ini tidak terlalu berat dan harus dirawat dengan baik. Sensitivitas
cahaya sangat tinggi sehingga sebaiknya disediakan pelindung cahaya.
Karakteristik dari detektor:
Respon energi linear pada energi yang berbeda untuk berbagai jenis
partikel yang berbeda.
Resolusi energi tinggi yang menyebabkan kemunculan pulsa yang
mengecil.
Respon waktu sangat cepat dalam daerah nano-detik
ketidakmampuan detektor untuk mendeteksi neutron dan foton
Efisiensi konversi yang tinggi

Detektor Si (Li)
Detektor seperti ini dikenal sebagai detektor silikon yang
ditimbuni litium.
Penimbunan litium membentuk pencapaian tingkat
tegangan bias yang tinggi.
Detektor Si(Li) biasanya dioperasikan pada pada suhu
ruangan. Untuk foton, detektor harus didinginkan untuk
mencapai resolusi energi yang tinggi.

Detektor Ge (Li)
Spektroskopi sinar X and sinar , detektor germanium yang
dilapisi litium Ge (Li) disiapkan karena nomor atom
germanium lebih tinggi (Z = 32) daripada silikon (Z = 14)
Detektor Ge (Li) harus didinginkan pada temperatur
nitrogen cair, baik selama operasi dan perawatan, untuk
mengurangi kebocoran arus termal. Perawatan harus
dilakukan untuk menjaga suhu tetap rendah, karena
temperatur yang tinggi akan merusak detektor secara
permanen.

Detektor HPGe
Silikon dan germanium tersedia dengan konsentrasi
pengotor yang tidak dapat dikurangi dibawah 1016 atom per
m3
Germanium dengan kemurnian tinggi telah tersedia, dimana
konsentrasi pengotor cukup rendah 1015 atom per m3
Dapat ditempatkan pada temperatur ruang. Namun,
detektor ini harus dioperasikan pada temperatur nitrogen
cair

Spektoskopi Partikel bermuatan


tipe spektrum alfa dicapai dengan
detektor penghalang permukaan
resolusi tinggi dengan luas 25 mm2
pada suhu ruang
Kalibrasi dari spektrometer
menggunakan sumber terstandar
sangat penting untuk menciptakan
hubungan antara energi dengan
jumlah channel dari MCA (multi
channel analyzer)
Resolusi energi bergantung pada sejumlah faktor,
termasuk statistik dari proses ionisasi, penguraian energi
di jendela dan tumbukan nuklir akibat proses
rekombinasi lubang-elektron, arus bocor detektor, noise
elektronik

Identifikasi Partikel
Metode yang umum dipelajari menggunakan perhitungan E
(energi total) dan E (kehilangan sebagian energi) pada
teleskop

Pencacah E (yang seluruhnya dikosongkan) umumya tipis,


sehingga partikel hanya kehilangan sebagian energi saat
melaluinya dan kemudian kehilangan energi totalnya di
dalam penghitung E
M.W. Sachs, C. Chasman dan D .A. Bromley

E E E Mz 2

Metode kedua mengacu pada S. Goulding hubungan rentang


energi empirik
1
b
R a E E E b 2
Mz

Tipe spektrum partikel

Spektroskopi Sinar Gamma


Detektor yang bekerja dengan ini termasuk detektor tipe p
dan tipe n serta detektor HPGe dan Ge(Li)

Spektrum sinar gamma


dari sebuah sumber 60Co
diukur dengan detektor
germanium yang
dibandingkan dengan
spektrum yang diperoleh
dengan detektor kilauan
NaI(TI)

7.7 Metode Berdasarkan Penginderaan


Cahaya
Partikel bermuatan melewati detektor menghasilkan kilatan
cahaya (tampak atau ultraviolet) yang dapat dideteksi
dengan tabung foto cahaya khusus yang sensitif yang
mengubah sinyal cahaya menjadi sinyal listrik dapat
diperkuat dan dideteksi oleh rangkaian elektronik.
Mendeteksi radiasi netral seperti sinar atau neutron.

7.8 Detektor Kilauan (Scintillation


Detector)
kilatan sesaat dari cahaya tampak dihasilkan oleh radiasi
datang yang diamati melalui sebuah mikroskop yang
dilengkapi sebuah layar (seng sulfida ZnS) dari beberapa
bahan berkilau seperti fosfor dan jumlahnya dihitung secara
manual.
Mendeteksi partikel bermuatan seperti sinar atau sinar ,
proton berkecepatan tinggi, deuteron. metode ini telah
digunakan secara khusus untuk deteksi sinarr dengan
efisiensi tinggi. Metode ini juga dapat digunakan untuk
mendeteksi neutron.
Partikel

Skintilator

ZnS

Anthracene, slilbene

NaI(Tl), CsI(Tl)

Model Transfer Energi


Ketika partikel bermuatan dengan kecepatan tinggi
melewati kisi kristal, partikel tersebut akan mentransfer
sedikit energi kepada elektron di pita valensi dimana pada
akhirnya akan mengisi pita konduksi yang biasanya kosong.
Elektron yang terperangkap di dalam pita konduksi
kemudian kembali ke pita valensi terbawah.
cahaya diemisikan dalam bentuk radiasi fluoresensi
(fluorescence radiation). Kehadiran dari aktivator (seperti
thallium dalam Nal) mengubah spektrum emisi menjadi
daerah tampak dalam proses deeksitasi.

Deteksi sinar
iodida (misalnya NaI) lebih cocok karena nilai Z yang besar
untuk iodin (Z = 53). Untuk alasan yang sama CsI(Na) dan
CsI(Tl) berguna sebagai detektor setelah NaI(TI). Cs
memiliki Z = 55.
tabung photomultiplier
T tutup tabung yang terbuat dari kaca atau kuarsa pada
salah satu ujung dilapisi sebuah lapisan semitransparan dari
semacam bahan photosensitive seperti Cs3Sb dimana
merupakan sebuah senyawa sejenis logam caesium dan
antimony, fotokatoda yang dilambangkan dengan C
Di depan fotokatoda C, ada serangkaian elektron sekunder
yang memancar dipermukaan D1, D2, D3 dan seterusnya
dikenal sebagai dynode. Kehadiran dynode menimbulkan
penggandaan jumlah elektron akhir yang dikumpulkan pada
anoda A untuk masing-masing elektron yang dipancarkan
dari fotokatoda yang diakibatkan kilauan foton sebelumnya.

Rancangan Penghitungan Kilauan:


Sebuah detektor kilauan harus digandengkan dengan
photomultiplier dalam upaya untuk mengubah pulsa cahaya
yang dihasilkan menjadi bentuk pulsa listrik yang kemudian
dapat diperkuat dan direkam oleh alat elektronik.
pulsa yang diperkuat diberikan ke penganalisa ketinggian
pulsa elektronik yang dapat berupa tipe multichanel (MCA)
atau tipe chanel tunggal
Dalam MCA modern ada pengaturan untuk merekam
grafik/gambar otomatik yang juga diperlihatkan pada layar
oskiloskop katoda dimana amplitudo pulsa dalam rentang
yang berbeda

Sebuah tipe susunan untuk


menggandeng skintilator
dengan tabung
photomultiplie
reflektor aluminium foil
mengelilingi skintilator
membantu meminimalkan
cahaya yang mencapai
fotokatoda.

Bentuk Pulsa Listrik:

susunan untuk bagian


tegangan untuk dynodes
yang berbeda, ketinggian
pulsa V menjadi
Q

Q dapat dikorelasikan dengan


energi partikel bermuatan
yang datang dari sinar yang
melewati fosfor.

I. Metode untuk Visualisasi Jejak


Radiasi Ion

Partikel berenergi tinggi meninggalkan jejak berupa Ion sepanjang


lintasan geraknya dalam sebuah medium, dan dalam keadaan
tersebut ion-ion dapat diamati
Dipelajari
Jarak Partikel
Dapat
untuk
Kerapatan ion sepanjang
difoto
membuat
jejak
suatu
Hamburan
pengukuran
Jika medan magnetik
bekerja, maka jejak akan mengalami
kelengkungan
Detektor pada metode
1. Ruang awan Wilson
ini :
2. Ruang gelembung
3. Ruang berpijar
Bagaimana dengan detektor
lainnya?

Partikel ioninsasi melintasi


suatu medium sepanjang
lintasannya dan
menghasilkan bayangan
tersembunyi dari jejak

Proses kimia, bayangan


terlihat

1.
2.

Detektor
Detektor
padat

emulsi nuklir
bentuk jejak

Keuntungan : memberikan rekaman permanen dari


suatu peristiwa.

J. Ruang Kabut
Wilson

CTR Wilson dari Laboratorium Cavendish di Cambridge,


Inggris (1911)
Alatnya bernama ruang ekspansi/Ruang
Cara
kabut wilson
kerjanya
Ion-ion bermuatan dapat berperan seperti inti kondensasi air
yang dimasukkan kedalam debu atmosfer bebas yang berasal
dari pencampuran udara dan uap air di bawah pengaruh
kondisi super jenuh Diagram skematik menggambarkan prinsip kerja

Gambar 18

ruang, adalah ruang tertutup sempit yang berisi


udara atau sejenis gas yang dicampur dengan
uap dari cairan-cairan yang mudah menguap.
Bagian depan dan dan samping sisi ruangan
terbuat dari kaca. Gas di dalam ruang dapat
dikompres atau diperluas dengan bantuan piston
P. permukaan piston mumnya dilapisi dengan
bahan berwarna hitam sehingga tidak ada cahaya
yang dipantulkan dari permukaan menuju kamera
yang menghadap bagian depan ruang

Hasil pemikiran termodinamika menunjukkan tekanan uap jenuh


(saturation vapour pressure/S.V.P) pada permukaan melengkung lebih
besar dari permukaan datar, (Lord Kelvin, 1870)
2 M
pr p exp

r MT
dimana r; jari-jari dari kelengkungan (dianggap berbentuk sferik), adalah
tegangan permukaan zat cair, M dan ; molekul-molekul ringan dan
kerapatan zat cair. R; konstanta gas

Gambar
19 log P /P
Gambaran dari
r

Terhadap penurunan ukuran


log r, jika penurunan
bertambah besar, tekanan uap

Hal lain dari ruang kabut Wilson: ruang


difusi kabut
Ada kondensasi
uap yang
berdifusi karena
gradien
temperatur.
Pada daerah
hangat uap tidak
dalam ke-adaan
jenuh, dingin uap
mengalami keGambar
jenuhan tinggi.
20
Diagram
Uap dimasukkan
skematik
pada bagian

K. Ruang
Gelembung
Kelemahan Kabut
Wilson
Donald A. Glaser
(1952)
Ruang Gelembung ;
jejak dibentuk dalam
cairan yang memiliki
kerapatan 1000x
lebih tinggi dari gas &
memiliki daya
penghentian yang
cukup tinggi
Didalamnya
menggunakan cairan
super panas

Jejak partikel ionisasi dibentuk


dalam gas yang kerapatannya
rendah, sehingga hanya ada
sebagian jejak yang terlihat dan
peluang mengamati peristiwa nuklir
sangat kecil

Gambar 21. Diagram skematik dari ruang


gelembung

gelembung tumbuh dari ion yang


tertinggal pada jejak patikel
ionisasi ketika lewat cairan

Langkah Siklus Operasional Ruang


Gelembung
a) Cairan dipanaskan sampai temperatur di atas titik didihnya
b) Disimpan dalam bentuk cair, tekanannya lebih besar dari tekanan
uap jenuh cairan
c) Tekanan diturunkan sehingga cairan menjadi sangat panas
d) Ruang jadi sensitif terhadap pembentukan gelembung selama
beberapa detik sampai keadaan mulai normal
e) Dalam praktiknya waktu sensitif dihentikan selama beberapa
milidetik
o Beberapa karakteristik penting dari beberapa cairan ruang gelembung,
f) Siklus diulang lagi
tercantum dalam
tabel 7 .2.

Ruang gelembung digunakan dengan menghubungkannya ke


elektromagnet untuk menentukan tanda dari partikel dan
momentum partikel
Ruang Gelembung telah menjadi alat yang sangat diperlukan
dalam penelitian fisika partikel. Untuk penggunaan yang efektif,
jutaan gambar harus di scan cepat dengan metode
semiotomatis. Keluaran dari perangkat pemindaian dimasukkan
dari beberapa
jejak partikel pengion diproduksi dalam
keFoto
komputer
dan dianalisis.
bilik gelembung ditunjukkan pada gambar 7.22.

L. Ruang
Percikan
Setumpuk
kepingan baja sejajar disusun dengan jarak berdekatan &

dikelilingi dengan semacam gas mulia, seperti neon pada tekanan


sekitar 1 atmosfer
Pada 0.1 s, sebuah longsoran elektron
terbentuk di sepanjang jejak ionisasi yang
dihasilkan oleh ke-datangan partikel
pengion. Denyut tegangan tinggi
terpotong tiba-tiba oleh pelepasan yang
menghilang
di bunga
sekitarapi
0,1dapat
s. dianalisis,

Foto-foto dari
seperti dalam kasus ruang gelembung.
Koordinat lintasan dapat didigitalkan
Gambar 23 Diagram
dengan melihat lintasan dengan bantuan
skematik ruang percikan
sebuah tabung foto.
Cara lain untuk menentukan jalur
koordinat adalah dengan menggunakan
transduser untuk mengambil suara
Dua ilmuwan Jepang Fukui dan Miyamoto
percikan
di tepi ruangan.
telah menu-jukkan bahwa dengan gas mulia
yang digunakan sebagai pengisi ruang
percikan, adalah mungkin untuk mencatat
beberapa jejak sejak pelepasan percikan
Gambar 7.24 Jejak partikel
mengikuti lintasan partikel yang sebenarnya
dalam ruang percikan

M. Teknik Emulsi
Nuklir
Emulsi
fotografi

Teknik
awal

Mendeteksi radiasi
nuklir

Becquer
Radioaktivi
el
tas
Keping fotografi terkena radiasi nuklir, butir perak bromida
menjadi berkembang

Beberapa teknik berbeda yang dapat digunakan


Pertama : berdasarkan penghitaman emulsi yang terkena radiasi.
Hanya dapat mendeteksi keberadaan radiasi, tidak ada pengukuran
secara kuantitatif.
Kedua : Autoradiografi, menunjukkan distribusi bahan radioaktif
dalam jaringan biologi dan bahan-bahan lain.
Pencatatan Jejak partikel
pengion individu dalam
Teknik emulsi
Spesial bagi
emulsi fotografi
nuklir
fisikawan
Bahan fotosensitif (AgBr) hadir dalam konsentrasi yang jauh lebih besar
dibandingkan dengan pelat fotografi biasa. Emulsi juga dibuat lebih tebal
dibandingkan dengan plat biasa.

Partikel
ionisasi
berenergi
tinggi
Efek butir
AgBr

Emuls
i

Jejak berupa
ion sepanjang
lintasan
Perkembanga
n keping

Bayangan
jejak
tersembuny
i
Tabel 3. sifat penting dari emulsi nuklir dibandingkan
emulsi optikal

Jejak partikel-partikel yang dihasilkan dalam emulsi sangat pendek,


maka harus dilihat menggunakan mikroskop berdaya tinggi (tipe imersi
- minyak).
Emulsi nuklir yang cukup tebal, membutuhkan waktu lama untuk
pengembangan.
Teknik emulsi nuklir berguna untuk mendeteksi partikel-partikel bermuatan.
Namun, dapat disesuaikan untuk mempelajari neutron. Energi tinggi neutron
dapat menurunkan emulsi proton. Proton ini menghasilkan jejak dalam
emulsi. Energi sinar gamma lebih besar dari 2.7 MeV dapat dideteksi melalui
reaksi foto disintegrasi pada emulsi deuteron yang menggunakan emulsi
yang dimuati senyawa deuterium.
Pengukuran dilakukan pada jejak partikel ionisasi
dalam rentang emulsi, dari pengukuran ini kita
dapat memperoleh informasi tentang muatan,
massa, dan energi partikel.
variasi kerapatan butir sepanjang jejak, dn/dx, dihubungkan terhadap
energi yang hilang dari partikel dE/dx, oleh persamaan

dn
dE

A 1 exp z
dx
dx

dimana A, , dan merupakan


konstanta dan ze muatan pada
partikel.

Jika m adalah massa partikel dinyatakan dalam satuan massa


proton, maka energi kinetiknya E dihubungkan terhadap
jangkauan R dengan hubungan

E Cz 2 m1 R

C dan
konstanta

Jumlah akhir total butir yang diamati pada


jejak n adalah
B dan v dua
n Bz 2 v m1 v R v
konstanta

kz t
kz t

pv
W2

k adalah konstanta dan v adalah


kecepatan partikel. <> adalah
pengukuran yang mengikuti sebuah
jejak dan mengukur arahnya pada
interval jarak yang sama

pengukuran kerja energi tinggi dari <> sangat


penting karena memberikan informasi yang
dipercaya tentang energi total partikel yaitu
W = E + m 0c2

mbar 25. Kurva energi untuk keragaman partikel dalam sebuah emulsi C2 Ilford.

keuntungan dari teknik emulsi nuklir adalah:

a.Metode ini sangat sederhana dan murah dan tidak memerlukan


elaborasi elektronik dan mekanika yang rumit.
b.Kesensitifannya permanen.
c.Menjadi medium padat, jejak yang padat dengan variasi energi tinggi
partikel dapat dicapai melalui emulsi nuklir.
d.Jejak dari tipe-tipe partikel berbeda memiliki karakteristik yang
berbeda pula dan dapat dibedakan satu sama lain.
e.Cocok untuk mempelajari sinar kosmik pada ketinggian tertentu

Aplikasi Emulsi Nuklir


Mempelajari eksperimen hamburan
Penelitian sinar kosmik
Mempelajari meson
Studi dalam bidang fisika neutron

Emulsi Nuklir dalam AutoRadiografi


Elemen-elemen dalam studi ini ditandai dengan adanya
radioisotop. Posisi radioisotop di dalam sistem
diindikasikan oleh jejak dalam emulsi nuklir yang
dihubungkan langsung dengan sistem. Auto-radiografi
digunakan dalam bidang botani, biologi, kristalografi,
dan metalurgi.

N. Detektor Nuklir Jejak


Zat Padat
Partikel
ber-muatan
tinggi

Eksitasi
Kerusakan
dan
bahan
ionisasi
atom
Dalam beberapa bahan, daerah kerusakan dapat dilacak
dengan asam yang kuat atau basa yang cocok untuk
memecahkan masalah kerusakan ini sehingga jejak akan
terlihat
Zat
padat

Bahan yang
digunakan
Bahan
pereaksi
yang
digunakan

Zat padat inorganik & organik; mika,


kaca, plastik (nitrat selulosa, selulosa
asetat butirat, polietilen trepalat, dan
polikarbonat)

HF untuk mika dan kaca (pelacakan selama


detik menit)
NaOH dan NaClO untuk plastik (pelacakan
selama be-berapa jam)
Metode pelacakan lain : metode Elektrokimia, yang
membuat jejak di plastik cukup jelas untuk diamati
dengan mata telanjang

Jejak yang diamati dapat dilacak melalui


mikroskop optik
Keuntungan :
Dapat digunakan untuk lingkungan yang
berbeda
Memberikan rekaman peristiwa yang tetap
Harganya murah dan mudah digunakan

O. Nuklir
Elektronik
Output
dari sebagian besar detektor radiasi merupakan sinyal-

sinyal listrik. Didalamnya terdapat rangkaian listrik yang sangat


bervariasi untuk dirangkai dengan detektor radiasi nuklir.
Awalnya, peralatan ini dibuat berdasarkan pada tabung hampa
udara yang sekarang telah digantikan oleh transistor dan dioda
semikonduktor.
Chip mikroprosesor telah diperkenalkan yang melaksanakan fungsi
zat padat dalam rangkaian elektronik
Sinyal keluaran dari hampir semua detektor merupakan sifat dasar
dari pulsa listrik dengan waktu naik (rise time) yang sangat cepat

P. Pembentukan
Pulsa
Pulsa keluaran
(output) dari detektor radiasi bertindak menurut pulsa
masukan (input) pada suatu rangkaian elektronik. Pulsa ini memiliki
waktu naik sangat cepat, diikuti oleh waktu luruh yang lebih lama
Pembentukan pulsa diperlukan untuk mempersingkat waktu
respon pulsa dan untuk mencegah adanya tumpang tindih pada
perhitungan dengan kelajuan tinggi, sehingga efek penimbunan
dapat dikurangi
Metode
pembentukan pulsa
a) Pembentukan pulsa RC: menggunakan sebuah diferensiator
pada ujung input dan sebuah integrator pada ujung output.

Gambar.26 (a) rangkaian


diferien-siasi. (b) rangkaian
integrasi. (c) rangkaian
pelemahan RC (d) pulsa
output sebuah step input
untuk
pembentuk pulsa
RC

Untuk sinyal step input Vo berhubungan dengan pulsa sinyal


input berasal dari muatan CoVo yang ada pada detektor.
Sinyal keluaran adalah

GV0 1
e0
1 2

exp exp

persamaan di atas mengakibatkan konstanta waktu


rangkaian input adalah
o = R0C0 lebih lama dari 1. G
adalah gain
b) Pembentukan pulsa menggunakan delay line: Sifat dasar dari
delay line adalah ketika rangkaian ini dihubungkan dengan
hambatan Ro, sebuah tegangan pulsa diberikan pada salah satu
ujung maka tidak akan terjadi perubahan pada ujung lainnya
setelah waktu LC, dimana L dan C adalah induktansi dan
kapasitansi per satuan panjang dari delay line
Jika terminal luar dihubungkan dengan hambatan R maka sinyal
dipantulkan dengan koefisien r = (R Ro)/(R+Ro) dan akan
muncul kembali pada ujung input.

Pembentukan pulsa menggunakan


delay line tunggal

Gambar 27. Rangkaian pembentukan pulsa


dengan delay line
Dengan menganggap sebuah fungsi step input dikerjakan pada delay line
(DL) melewati Ro dan ujung lain dihubung singkat. Fungsi step input dan
fungsi step yang dipantulkan ditunjukkan di sebelah kanan, T D adalah
waktu delay total. Sinyal yang dihasilkan adalah pulsa kotak (abcd) yang
terjadi karena superposisi input dan fungsi step dipntulkan (abe dan dfg)
Pulsa yang dibentuk delay line berguna ketika sinyal
detektor ada di atas noise penguat. Metode ini sangat
bermanfaat untuk pencacah kilauan

DETEKSI RADIASI NUKLIR DAN PENGUKURA


Pendahul
uan
1. Metode untuk mendeteksi pembawa
muatan bebas
2. Ruang
ionisasi
3. Penghitung/Pencacah
Proporsional
4. Penghitung Geiger
Muller
5. Detektor
semikonduktor
6. Metode berdasarkan
Penginderaan cahaya
7. Deteksi
Kilau
8. Detektor
Cherenkov
9. Metode visualisasi jejak
radiasi pengion
10. Ruang awan
Wilson
11. Ruang
Gelembung
12. Ruang
Percikan

13. Nuklir teknik


emulsi
14.Detektor jejak nuklir
zat padat
15. Nuklir
Elektronik
16. Pembentukan
denyut
17. Penguat
denyut
18. Tegangan
Diskriminator
19. Penganalisa
Tinggi Denyut
20.
Penghitu
21. Rangkaian
ng
Pertepatan
22. Rangkaian elektrometer
arus kecil
23. Perhitungan
statistik
Kesimpu
lan

Metode membentuk denyut :


(a)Pembentukan denyut RC: Pembentuk RC menggunakan
pembedaan pada akhir input dan
integrator pada akhir output. Dasar membedakan dan
mengintegrasikan rangkaian masing-masing ditunjukkan pada
gambar 7.26 a dan 7.26 b. Metode pembentuk denyut RC
diilustrasikan pada Gambar 7.26 c. Pada masukan dari penguat A. RC
membedakan pemotongan rangkaian dari komponen frekuensi
rendah. Nilai R1 dan C1 menentukan pemotongan frekuensi rendah.

Gambar 7.26 (a) rangkaian diferiensiasi.(b) rangkaian terpadu. (c)


pulsa keluaran untuk
bagian
input
untuk pulsa pembentuk
RC dasar dari
(b) Pembentukan
denyut
menggunakan
delay line: Sifat
delay line adalah
bahwa ketika dihentikan pada kedua ujungnya dengan
hambatan Ro, sebuah denyut tegangan yang diberikan pada salah
satu ujungnya akan muncul tidak berubah di ujung lain setelah
waktu LC dimana L dan C adalah induktansi dan kapasitansi yang

Gambar 7.27 Rangkaian untuk pembentuk denyut menggunakan


delay line
Penundaan tunggal pembentukan denyut baris: tipe rangkaian
ditunjukkan ada gambar 7.27. Misalkan fungsi langkah input
diterapkan pada delay line (DL) melalui fungsi yang ditampilkan di
sebelah kanan, TD menjadi waktu tunda total. Sinyal yang dihasilkan
adalah denyut persegi (abcd) yang dihasilkan karena superposisi
dari input dan mencerminkan fungsi tangkah (abe dan dfg) yang
juga ditunjukkan pada gambar.
Q. Pertimbangan Desain: Penguat denyut
Sinyal yang diterima dari detektor harus memiliki penguatan yang
sesuai untuk dapat memfungsikan rangkaian pencacah. Persyaratan
khusus yang diperlukan untuk penguat pulsa adalah pembentukan pulsa,
sinyal tinggi terhadap rasio noise, gain, amplitudo maksimum sinyal output,
polaritas, stabilitas, linearitas, toleransi overload dan susunan fisik alat.
Stabilitas penguat merupakan syarat penting. Balikan negatif umumnya
digunakan untuk mencapai stabilitas. Pengaturan power supply juga sangat
penting dalam menciptakan stabilitas.

Persyaratan utama diperlukan untuk meminimalkan efek kerusakan yang


disebabkan produksi sinyal yang berlebih 100 sampai 1000 kali lebih besar
dari pulsa normal.. Kontrol gain penguat umumnya diletakkan beberapa
bagian di belakang input. Kontrol gain diletakkan antara preamplifier dan
penguat utama. Letak pembentukan pulsa juga sangat penting untuk
dipertimbangkan. Biasanya diletakkan sekitar 100 antara preamplifier dan
penguat
utama.
Rangkaian
Penguat Denyut :
. Penguat denyut adalah amplifier linear. Selalu terdiri dari satu
atau lebih loop umpan balik negatif. Prinsip dasarnya adalah
diilustrasikan pada gambar 7.28.

Gambar 7.28 Lop umpan balik


negatif
Sebuah faktor dari output Vo merupakan balikan untuk menambah
tegangan sinyal input Vs dalam fase berlawanan sehingga tegangan input
bersihnya adalah Vi = Vs V0 dimana V0 = GVi, G adalah gain tanpa balikan.
Oleh karena itu, kita memiliki

GVs GVi G V0 V0 1 G

Maka dengan umpan balik G' = Vo/Vs = G/(I+G). untuk G besar, G'
1/ yang hanya bergantung pada elemen rangkaian pasif dan tidak
bergantung pada nilai ketidakpastian dan ketidaklinieran dari
transkonduktansi tabung atau transistor. Sebagai hasilnya, peningkatan
stabilitas dan linieritas dapat dicapai.
Gambar 7.29 menunjukkan tiga tabung rangkaian balikan untuk penguat
linier. Rangkaian ini tersusun atas dua penguat gandengan RC dengan tabung
T1 dan T2 diikuti oleh penyokong katoda (cathode-follower) T3.
Rangkaian penyokong katoda banyak digunakan dalam penguat
pulsa untuk detektor radiasi nuklir. Penyokong ini memberikan
kesesuaian impedansi alat ketika pulsa dengan waktu naik cepat dipindahkan
dari satu bagian ke bagian lain melalui kabel koaksial yang panjang. Hal ini
juga berfungsi untuk memberikan impedansi masukan tinggi dan
rendahnya kapasitansi masukan untuk denyut kecil waktu naik.

Gambar 7.29 Amplifier linier dengan rangkaian tiga

Preamplifier:
Ada dua tipe rangkaian preamplifier yang digunakan bersama detektor
radiasi, yaitu tipe tegangan sensitif dan tipe muatan sensitif. Preamplifier
tegangan sensitif umumnya digunakan dengan ruang gas ionisasi dan
pencacah proporsional dan juga dengan detektor semikonduktor. Rangkaian
ekivalen ditunjukkan pada gambar 7.30 a.

Gambar 7.30 Rangkaian preamplifier (a) tegangan sensitive, (b)


muatan sensitif
Tegangan output preamplifier adalah sebanding dg tegangan output
Q/Co, Q sebagai muatan induksi dan Co adalah kapasitansi input
preamplifier. Co = Cd+Cr dimana Cd adalah kapasitansi detektor dan Cr
adalah kapasitansi total input yang tersisa.
Preamplifier muatan sensitif ditunjukkan pada gambar 7.30 b, di
sini tegangan keluaran sebanding dengan Q yang merupakan
muatan pada input detektor yang bebas dari kapasitansi .
Tegangan output adalah Q/Cf dimana Cf adalah kapasitansi balikan
yang bebas dari kapasitansi detektor atas berbagai kondisi
kerjanya. Cf adalah urutan dari beberapa Pico farad.

Penghitung kilatan dan Geiger-Muller biasanya menghasilkan sinyal output


dari beberapa volt yang jauh di atas nilai kebisingan /noise penguat. Oleh
karena itu tahap masukan dari penguat tidak perlu dirancang khusus.
Kebanyakan detektor lain memberikan sinyal output yang kecil sehingga
memerlukan noise yang rendah, oleh karena itu harus diletakkan di dekat
detektor.
R. Diskriminator Tegangan :Operasi dari rangkaian tegangan
Dioda diskriminator: denyut
diskriminator didasarkan pada penggunaan rangkaian pemicu.
amplitudo diskriminator
merupakan diskriminator
sederhana, yang
memungkinkan den yut di atas
ambang tertentu untuk me
lewatinya. Ada jenis lain
dikenal seba gai diskriminator
diferensial, yang me miliki
denyut dengan amplitudo
Gambar 7.31 Rangkaian pemicu
terle tak pada dua batas
Eccles-Jordan.
Rangkaian Pemicu: Gambar 7.31a menunjukkan
diagram
tertentu.(Hal
76) skematik
dari pemicu rangkaian Eccles-Jordan menggunakan tabung vakum.
Rangkaian memiliki dua kondisi stabil, pada satu kondisi, tabung T1
adalah terhubung, sementara T2 terputus. Pada keadaan lain,
kebalikannya. (Hal 75)
Prinsip dasar dari proses regeneratif dapat dipahami dengan melihat pada
Gambar 31b. Penguat dengan gain G memiliki faktor pada tegangan output
ditambahkan ke input sehingga membentuk balikan positif.

JADI PROSES REGENERATIF YANG BERKEMBANG DALAM


RANGKAIAN DITUNJUKKAN SEBAGAI ARUS IB1 YANG
MENINGKAT SEHINGGA ADA TEGANGAN BESAR DI R1 YANG
MENYEBABKAN ARUS IB2 DI T2 MENURUN.
KECENDERUNGAN INI MENAIKKAN TEGANGAN T1 YANG
LEBIH MENINGKATKAN ARUS IB1.

Keakuratan diskriminator ditentukan oleh stabilitas tingkat


bias ambang dari diskriminator atau dalam posisi dari batas
ambang, khususnya perbedaannya dalam diskriminator
diferensial. Tinggi pulsa output pada diskriminator harus
bebas dari tinggi pulsa input.

Sebuah Diskriminator sederhana, berdasarkan reverse-dioda bias,


ditunjukkan pada gambar 7.32. Ketika tidak ada sinyal input, bias
mundur melewati D1 adalah perbedaan antara tegangan bias Va dan
tegangan drop D2 yang tetap konstan karena arus konstan I
mengalir di dalamnya. Jika sinyal input melebihi ambang bias
mundur, maka arus yang mengalir melalui D1 yang menyebabkan
arus di D2 menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan penurunan
tegangan pada masukan dari rangkaian pemicu.

Gambar 7.33 (a) Pemisah pulsa tin


Gambar 7.32 Diodabias terbalik
diskriminator
Diskriminator Schmitt: diilustrasikan pada gambar 7.33a. Operasi
didasarkan pada prinsip kerja penguat yang berbeda. Rangkaian ini
adalah Multivibrator ganda yang telah dimodifikasi. Ini adalah

diskriminator. Rangkaian ini dapat digunakan baik pulsa masukan


positif dan negatif. Jadi jika semua denyut positif dengan
ketinggian diatas 30 volt harus dilalui, maka nilai tegangan
diskriminator ditetapkan pada 30 volt dibawah tegangan kritis
agar tegangannya meningkat. Sebuah rangkaian Diskriminator
dengan transistor yang mirip dengan rangkaian pemicu Schmitt
dalam prinsip kerjanya, ditunjukkan pada gambar 7.33 b.

S. Penganalisis Tinggi Pulsa


a. Penganalisa Saluran Tunggal:
Penganalisis tinggi pulsa digunakan untuk menentukan jumlah total pulsa
dimana ketinggiannya berada pada interval atau chanel tertentu sepanjang
rentangan
tinggi pulsa
yang
menjadi
perhatian.(Hal 78)
Pada penganalisis
chanel
tunggal,
analisis
dibuat dengan membaca pada satu chanel
pada suatu waktu tertentu. Oleh karena
itu, akan memakan waktu yang lebih lama.
Pada penganalisis ini terdapat dua
rangkaian diskriminator yang menyerupai
rangkaian pemicu Schmitt yang memiliki
penyesuaian perbedaan V (jendela) yang
relatif kecil dalam rangkaian pemicunya.
Prinsip dasar diskriminator diferensial
ditunjukkan pada Gambar 7.34.

Gambar 7.34 Prinsip pem


diferensia

b. Analisa Denyut Tinggi Multichannel (MCA):


Dengan bantuan alat analisa multichannel memungkinkan untuk
mengumpulkan data dalam berbagai saluran secara bersamaan. Pada
dasarnya, MCA ekivalen terhadap banyak penganalisis diferensial dengan
jendela yang disusun berdekatan. Chanel MCA umumnya disusun untuk
memindai suatu daerah terpilih dari spektrum pulsa . (Hal 79 )
Kerugian utama dari MCA adalah mempunyai waktu mati yang lebih
lama bila dibandingkan dengan analisa saluran tunggal dan
karenanya memiliki nilai penghitungan yang lebih rendah.
T. Pencacah :
Peristiwa direkam dengan detektor radiasi biasanya dikonversikan
menjadi sinyal-sinyal listrik, yang setelah di amplifikasi dengan
tepat, membentuk dan diskriminasi harus dihitung oleh perangkat
elektronik,
Skala Biner:yang dikenal sebagai penghitung atau skala.
Kebanyakan pencacah elektronik memanfaatkan elemen-elemen yang dapat
bekerja dalam dua bentuk alternatif. Ada beberapa cara dimana jumlah
hitungan dapat dikode dalam bentuk tertentu. Salah satu cara termudah
adalah dengan
menggunakan
kode dalam
ganda lurus
Sebuah
pencacah
yang bekerja
kode biner dapat dirancang dg
memasang sederetan rangkaian ganda yang stabil berdasarkan
Rangkaian Eccles-'Yordania. Tabung hampa udara berdasarkan
rangkaian flip-flop telah sepenuhnya digantikan oleh rangkaian
transistor.

Skala biner bisa dirancang sesuai


dengan setiap denyut kesepuluh
sebagai output. Sejumlah susunan
tersebut dalam kaskade memberikan
rasio skala 10n. Meskipun demikian,
lebih
umum
saat
ini
untuk
menampilkan
penghitung
sebagai
angka desimal dengan menggunakan
perangkat indikator numerik yang
dapat berupa gas tabung katoda
yang diisi gas dingin atau tabung
Gambar 7.35 Pemisah flip-flop bistable
sinar elektron (EIT).
U. Rangkaian Coincidence /Perhitungan Ketepatan :
Dalam banyak percobaan adalah sangat penting untuk mengetahui kapan
dua pulsa terjadi secara bersamaan. Dalam praktiknya, kita hanya bisa
mengatakan bahwa hal itu terjadi dalam satu waktu satu dengan yang
lainnya. dikenal sebagai waktu pemisahan (resolving time) dari rangkaian
coincidence. Dalam pekerjaan fisika nuklir, ketepatan dapat diukur antara
dua sinar yang dipancarkan dalam kaskade (pertepatan -) atau antara
partikel dan sebuah sinar (pertepaatn -) dan sebagainya. Tipe
pencacah coincidence - ditunjukkan pada Gambar 37. (lihat hal 84-85)

Nilai hitung coincidence N12


adalah:

N12 N N ac N cos

dimana N merupakan nilai coincidence sebenarnya, Nac merupakan nilai


peristiwa coincidence dan Ncos merupakan perhitungan coincidence oleh
sinar kosmik. Nilai oleh sinar kosmik ini biasanya kecil dalam eksperimen
fisika nuklir. Nac dapat ditemukan sebagai berikut. Karena nilai
perhitungan rata-rata pencacah 1 adalah N1 dimana suatu perhitungan
tunggal akan terjadi dalam waktu yaitu N1. Karena nilai rata-rata
perhitungan pencacah 2 adalah N2 maka jumlah peristiwa yang terekam
oleh pencacah 2 adalah 2N1N2 per detik, yang memberikan nilai Nac =
2N1N2.
Faktor 2 muncul karena kita harus memperhitungkan jumlah kejadian
yang dicatat oleh penghitung 2 dalam interval dicatat oleh
penghitung 1 (lihat gambar 7.38).

Gambar38.

Waktu pemecahan coincidence

Gambar 7.37 Tipe


coidence -

Gambar 7.39 Penggunaan Rangkaian ketepatan Rossi, (a) tabung

Rangkaian Ketepatan Parallel Rossi: Bentuk awal dari rangkaian


pertepatan diciptakan oleh Bruno Rossi. Hal ini dikenal sebagai
rangkaian ketepatan paralel, rangkaian dasar Rossi menggunakan
dua tabung vakum pentodes yang ditunjukkan pada gambar7.39 a.
Ini
adalah
rangkaian
ketepatan
dua kali
lipat.
Tabung
T dan
T biasanya
mengalirkan
arus
i di masing-masing tabung.
1

Sehingga tegangan 2Ri sepanjang keping yang memuat resistor R. Sinyal


input adalah berupa pulsa negatif. Gambar 39b menunjukkan sebuah versi
transistor dengan rangkaian coincidence Rossi lipat tiga. Rangkaian
dilengkapi dengan transistor T1, T2, dan T3. Jika tidak ada pulsa input, ketiga
transistor akan mengalami kondisi saturasi, sehingga hambatan kolektor
sangat rendah. Jika satu atau dua transistor menerima sinyal input positif,
maka rangkaian masih mengalami saturasi. Jika ketiga transistor menerima
sinyal input, maka ketika transistor akan mengalami cut-off sehingga sinyal
output muncul. (Hal 86)

Rangkaian anti ketepatan :


Terkadang menjadi sangat penting untuk merekam kedatangan satu (atau
lebih) pulsa dan melarang beberapa peristiwa yang membuat tabung pada
rangkaian Rossi menerima pulsa input pada masing-masing jaringannya.
Susunan semacam ini dikenal sebagai rangkaian anti coincidence..
Pada rangkaian Rossi lipat dua, susunan semacam ini dapat dicapai jika satu
dari dua tabung (katakanlah T2) pada awalnya cut-off dengan mengerjakan
bias negatif pada jaringan tabung ini. (hal 87)

Peristiwa nuklir seperti transformasi radioaktif bersifat acak dan mematuhi hukumhukum statistik, contohnya: peluruhan atom tertentu dalam suatu zat

radioaktif yang diberikan adalah independen dari kehadiran atom


lain atau kondisi sekitarnya. Jadi tidak diketahui kapan sebuah atom
tertentu akan memisahkan diri. Namun, ada kemungkinan tertentu
atom untuk memisah dalam interval waktu tertentu (periode
observasi) yang berbeda dari satu zat radioaktif dengan yang lain.
Akibatnya, masing-masing zat radioaktif meluruh pada nilai rata-rata
tertentu, yang hanya bisa ditentukan secara pasti dengan
melakukan pengamatan (menghitung peluruhan partikel) untuk
.waktu
Untuk yang
pengamatan
pada waktu yang pendek, angka perhitungan mungkin
tak terbatas/lama.
memiliki penyimpangan nilai rata-rata. Walaupun dalam kasus ini pulsa-pulsa
listrik dalam detektor tidak dipecah-pecah dan dampak integrasi direkam
(seperti pada ruang ionisasi, mengukur arus ionisasi total), perlu diamati
fluktuasi statistiknya. (Hal 92)
Metode ionisasi dapat digunakan untuk mendeteksi foton dan
neutron yang netral secara elektrik. Sebuah ruang pengion adalah
tempat tertutup diisi gas, memiliki dua elektroda di dalamnya
dengan perbedaan potensial urutan beberapa ratus hingga ribuan
volt diantaranya. Sebuah ruang pengion beroperasi dengan produksi
sinyal listrik
dari arus
ionisasi
dihasilkan
dalam
gas yang
di dalam ruangan oleh
perantara ionisasi.

Prinsip-prinsip

dasar dalam deteksi radiasi nuklir secara garis besar


dapat dibagi menjadi tiga kelas, yaitu metode berdasarkan pembawa
muatan bebas, metode berdasarkan penginderaan cahaya, dan
metode berdasarkan visualisasi jejak radiasi.
Metode berdasarkan deteksi pembawa muatan bebas meliputi
instrumen berdasarkan metode ini meliputi ruang ionisasi, pencacah
proporsional, pencacah Geiger-Muller dan detektor semikonduktor.
Metode berdasarkan penginderaan cahaya meliputi pencacah
kilauan (scintillation pencacah) dan detektor Cherenkov.
Metode berdasarkan visualisasi jejak radiasi meliputi beberapa
instrumen, misalnya ruang kabut Wilson (Wilson cloud chamber),
ruang gelembung (bubble chamber), plat emulsi nuklir, ruang
percikan (spark chamber) dan detektor jejak bentuk padat (solid
state track detector).

BAB III KESIMPULAN

Metode

berdasarkan visualisasi jejak radiasi meliputi beberapa


instrumen, misalnya ruang kabut Wilson (Wilson cloud chamber),
ruang gelembung (bubble chamber), plat emulsi nuklir, ruang percikan
(spark chamber) dan detektor jejak bentuk padat (solid state track
detector).
Adapun detektor yang paling sering digunakan dalam pendeteksian
radiasi adalah pencacah Geiger-Muller (G-M), pencacah kilauan,
detektor semikonduktor, ruang kabut Wilson, dan ruang gelembung.
Pencacah Geiger Muller merupakan alat perekam data radiasi dengan
berdasarkan pada prinsip ionisasi atom-atom gas. Detektor ini berisi
gas bertekanan rendah, kawat halus yang berfungsi sebagai anoda dan
selubung silinder sebagai katoda.Tiap-tiap gas yang masuk tabung gas
G-M akan menyebabkan ionisasi dalam waktu singkat.
Pencacah kilauan merupakan pencacah yang berisi zat-zat fluoresensi
dipasang dipermukaan sebuah tabung (photomultiplier) dan terdiri atas
dynode-dynode yang berfungsi menghantarkan electron-elektron yang
nantinya akan mengalir sebagai pulsa arus.

Detektor

semikonduktor merupakan detektor dengan bahan utama


berupa sambungan positif (p) dan negatif (n). Jika detektor tidak
teradiasi maka tidak akan mengalirkan arus listrik, sedangkan bila
ada radiasi yang dapat memberikan lubang (hole) pada sambungan
akan dapat memunculkan arus listrik. Alat ini cukup sederhana,
hanya saja volume aktif yang dimiliki bahan sangat kecil.
Ruang kabut Wilson digunakan untuk mendeteksi radiasi atau
mengamati jejak ion berdasarkan prinsip kondensasi
(pengembunan).
Ruang gelembung serupa dengan ruang kabut hanya saja tekanan
diatur hingga zat cair di dalam ruang berubah menjadi uap.
Hampir semua keluaran (output) dari detektor radiasi berupa sinyal
listrik. Didalamnya terdapat rangkaian listrik yang sangat bervariasi
untuk dirangkai dengan detektor radiasi nuklir. Pada awalnya,
peralatan ini dibuat berdasarkan pada tabung hampa udara yang
sekarang telah digantikan oleh transistor dan dioda semikonduktor.

Kata Hikmah Hari ini : Jangan


pernah meremehkan mimpi, karena
justru mimpi-mimpi itu yang akan
membawa kita pada gerbang
kesuksesan.

MANABIH BEDEH OCA OTABE ULASEN SE


KORANG PAS/KALEROH BADEN KAULEH
NYOONNAH SAPORAH SE BENNYA BEN
MATOR SAKALANGKONG .