Anda di halaman 1dari 11

COST ANALYSIS

BENEFIT
(CBA)

K ELO M P O K 2

D EFIN ISI
Cost Benefi
t Analysis (CBA)
CBA
adalah
tipe
analisis
yang
mengukur biaya dan manfaat suatu
intervensi dengan beberapa ukuran
moneter dan pengaruhnya terhadap
hasil perawatan kesehatan.
Tipe analisis ini sangat cocok untuk
alokasi bahan-bahan jika keuntungan
ditinjau dari perspektif masyarakat.
Analisis ini sangat bermanfaat
pada kondisi antara manfaat dan
biaya mudah dikonversi ke dalam
bentuk rupiah (Orion, 1997).

CostBenefi
tAnalysis sebagaitipe analisis yang m engukurbiaya dan m anfaatsuatu intervensidengan
beberapa ukuran m oneter.CBA m erupakan tipe penelitian farm akoekonom iyang kom prehensifdan sulit
dilakukan karena m engkonversibenefi
tatau m anfaatke dalam nilaiuang(Vogenberg,2001).

COST BENEFIT
ANALYSISMENDIRIKAN
LABORATORIUM KLINIK
SEDERHANA MANDIRI DIBANDING
KERJASAMA OPERASIONAL
LABORATORIUM LUAR DI PLK- UA

Pendahuluan
Pusat
Layanan
Kesehatan
Universitas
Airlangga
(PLK-UA)
adalah salah satu klinik yang
berencana bekerjasama dengan
BPJS Kesehatan. Salah satu syarat
dalam kerjasama dengan BPJS
Kesehatan,PLK-UA
diwajibkan
memiliki
layanan
penunjang
berupa pemeriksaan laboratorium.
Layanan laboratorium tersebut
dapat diselenggarakan dengan
mendirikan
laboratorium
klinik
sederhana secara mandiri atau
KSO
dengan
laboratorium
luar.Guna mendukung penegakkan
diagnosa,
PLK-UA
memberikan
pelayanan
pemeriksaan

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan


untuk menganalisis dua program yang paling
memberikan manfaat (benefit)bagi PLK-UA
dalam penyelenggaraan laboratorium klinik
sederhana. Dengan menggunakan metode
cost benefit analysis.Penelitian ini diharapkan
bisa
dijadikan
rekomendasi
upaya
penyelenggaraan
laboratorium
klinik
sederhana di PLK-UA.

M ETO D E PEN ELITIAN


Studi
penelitian
bersifat
observasional
deskriptif,
dengan
membandingkan biaya (cost) dengan
manfaat
(benefit)
dari
penyelenggaraan
laboratorium
sederhana
antara
mendirikan
laboratorium
Data yangsederhana
diperoleh dari secara
pihak
mandiri
dan
kerjasama
secara
PLK-UA berupa
informasi
gaji pegawai,
operasional
(KSO).
biaya fasilitas
dan biaya pemeliharaan
fasilitas. Macam alat, harga dan
barang
penunjang
layanan
laboratorium (reagen) diperoleh dari
pihak
vendor
suplier
alat
laboratorium.
Jenis
pemeriksaan,
sistem kerjasama, pembagian revenue
sharing
diperoleh
dari
penyedia
(Provider) layanan laboratorium klinik.
Data yang diperoleh dianalisis dengan
analisis biaya manfaat (cost benefit
analysis

H A SIL P EN G A M ATA N

KESIMPULA
N
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan laboratorium
klinik sederhana secara mandiri lebih memberikan manfaat dan layak untuk
dilaksanakan. Hal tersebut didasarkan atas pertimbangan B/C Penyelenggaraan
laboratorium klinik sederhana secara mandiri memiliki nilai > 1 dan nilai NPV
Penyelenggaraan laboratorium klinik sederhana secara mandiri menunjukkan hasil
yang positif. Pada penyelenggaraan laboratorium klinik sederhana secara mandiri,
dalam 10 tahun diperoleh nilai PV benefit sebesar Rp. 1.224.009.050 dengan PV cost
sebesar Rp. 171.517.673, Pada penyelenggaraan laboratorium sederhana secara KSO
diperoleh PV benefit sebesar Rp.649.186.483 dan PV cost sebesar Rp. 147.850.099.Rasio
B/C penyelenggaraan laboratorium sederhana secara mandiri sebesar 7,14 dan rasio
B/C pada penyelenggaraan laboratorium sederhana secara KSO sebesar 4,39.