Anda di halaman 1dari 24

| 



 |
` 




  






 



 








 




` | 
 
 

  !




 
!" 


 
#$
 %&|&
'$ 

(



  


) 

*
 

#
(


 


*


+ *  
!*

 

!
$
,$ 

(





 


-$ !
 

(


 (

 





.$  

/$ ( 

 




 

 




0$ 



+ 






1$ (
 
+ 
23 *— —— —

+


 (

 
# 
(


$
4$ !
 (
(


5$ 




MEKANISME TERJADINYA
EPILEPSI
` Otak ialah rangkaian berjuta-juta neuron
yang berhubungan satu dengan yang lain
melalui sinaps. Dalam sinaps terdapat zat
yang dinamakan nerotransmiter.
Acetylcholine dan norepinerprine ialah
nerotransmiter eksitatif, sedangkan zat
lain yakni GABA bersifat inhibitif
terhadap penyaluran aktivitas listrik
sarafi dalam sinaps.
` Dalam keadaan istirahat, membran neuron mempunyai
potensial listrik tertentu dan berada dalam keadaan polarisasi.
Aksi potensial akan mencetuskan depolarisasi membran
neuron dan seluruh sel akan melepas muatan listrik.

` Oleh berbagai faktor, diantaranya keadaan patologik, dapat


merubah atau mengganggu fungsi membran neuron sehingga
membran mudah dilampaui oleh ion Ca dan Na dari ruangan
ekstra ke intra seluler. Influks Ca akan mencetuskan letupan
depolarisasi membran dan lepas muatan listrik berlebihan,
tidak teratur dan terkendali. Lepas muatan listrik demikian
oleh sejumlah besar neuron secara sinkron merupakan dasar
suatu serangan epilepsi. Suatu sifat khas serangan epilepsi
ialah bahwa beberapa saat serangan berhenti akibat pengaruh
proses inhibisi. Keadaan lain yang dapat menyebabkan suatu
serangan epilepsi terhenti ialah kelelahan neuron-neuron
akibat habisnya zat-zat yang penting untuk fungsi otak.
3|23|&| 3| 
'$ &
 
    ,$&
 


)
-$&
 

#

  2
)



$&
 
 # 
$&
 



$ 3




 

 






-+
6+
 *+
 þ&



 *
+

!
+

$
 

 þ&





þ|
$&
 

 þ  

) —
— *



!

$&
 





$   * 
(

  

!$&
 

(
 !$&
 




 
 
(!
 (
  


! * 

 


 +
  
MEKANISME KERJA OBAT
ANTIEPILEPSI
1. Inhibisi kanal Na+ pada membran sel akson
Contoh : fenitoin dan karbamazepin (pada dosis terapi), fenobarbital
dan asam valproat (pada dosis tinggi), lamotrigin
2. Inhibisi kanal Ca2+ tipe T pada neuron talamus (yang berperan
sebagai pacemaker untuk membangkitkan cetusan listrik umum di
korteks)
Contoh : etosuksimid, asam valproat, dan klonazepam
3. Peningkatan inhibisi GABA
a. Langsung pada komppleks GABA dan kompleks Cl-
Contoh : benzodiazepin, barbiturat
b. Menghambat degradasi GABA, yaitu dengan mempengaruhi re-
uptake dan metabolisme GABA
Contoh : asam valproat dan gabapentin
4. Penutun eksitasi glutamat, yakni melalui :
a. blok reseptor NMDA, misalnya lamotrigin
b. blok reseptor AMPA, misalnya fenobarbital
$ 
 2

$&

 2


 

$7 
"  


$     




7


3


"

9
"
*3
"
*
$&"
"

"

|
8



|


*

ÖENITOIN
MEKANISME KERJA
Menstabilkan membran sel saraf terhadap depolarisasi dengan cara
mengurangi masuknya ion-ion natrium dalam neuron pada keadaan
istirahat atau selama depolarisasi. Öenitoin juga menekan dan
mengurangi influks ion kalsium selama depolarisasi dan menekan
perangsang sel saraf yang berulang-ulang.

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Efektif untuk semua serangan parsial (yang sederhana dan
kompleks) untuk serangan tonik-klonik da untuk mengobati status
epileptikus yang disebabkan oleh serangan tonik-klonik yang
berulang.
Tidak efektif untuk serangan absence

EÖEK SAMPING
Depresi SSP terutama dalam serebelum dan sistem vestibular,
masalah gastrointestinal (mual, muntah), hiperplasia gusi
menyebabkan gusi tumbuh dan melampaui gigi terutama pada anak-
anak
ÖENOBARBITAL
MEKANISME KERJA
Memiliki aktivitas antiepilepsi, membatasi penyebaran
lepasan kejang di dalam otak dan meningkatkan ambang
serangan epilepsi. Mekanisme kerjanya melibatkan
potensiasi efek inhibisi dari neuro-neuron yang diperantarai
oleh GABA.

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Memberikan 50% respons untuk serangan-serangan parsial
sederhana tetapi kurang efektif untuk serangan parsial
kompleks. Obat pilihan utama mengobati serangan epilepsi
berulang terutama pada anak-anak termasuk kejang
demam.

EÖEK SAMPING
Sedasi, ataksia, nistagmus, vertigo, dan reaksi psikotik akut
bisa terjadi pada pemakaian kronis.
PRIMIDON

MEKANISME KERJA
Mekanisme kerja primidon menyerupai fenitoin

PENGGUNAAN TERAPETIK
efektif terhadap kejang parsial da kejang tonik-klonik
serta mungkin lebih efektif daripada fenobarbital

EÖEK SAMPING
Memiliki efek samping yang serupa denga fenobarbital,
kecuali mengantuk terjadi lebih awal dan sangat
menonjol
TRIMETADION
MEKANISME KERJA
Meningkatkan nilai ambang untuk letupan kejang akibat
stimulasi berulang. Trimetadion mempunyai efek mengurangi
aliran kalsium tipe-T. Jadi penekanan kejang absence
bergantung pada penghambatan kerja pacemaker saraf
talamus

PENGGUNAAN TERPEUTIK
Obat antiepilepsi tipe absence

EÖEK SAMPING
Sedasi, reaksi idiosinkrasi pada kulit seperti rash dan
dermatitis eksfoliatif, reaksi toksik yang melibatkan organ
pembentuk darah
ETOSUKSIMID
MEKANISME KERJA
Menghambat Na+/K+ ATPase, menekan kecepatan
metabolisme serebral, dan menghambat GABA
aminotransferase. Etosuksimid mempunyai efek penting pada
arus CA2+, menurunkan arus nilai ambang rendah (Tipe T).

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Efektif terhadap kejang absence. Tidak efektif untuk
bangkitan parsial kompleks dan bangkitan tonik-klonik

EÖEK SAMPING
Mual, sakit kepala, kantuk, dan ruam kulit
KARBAMAZEPIN
MEKANISME KERJA
Mengurangi perambatan impuls abnormal di dalam otak dengan cara
menghambat kanal natrium, sehingga menghambat timbulnya
potensial kerja yang berulang-ulang di dalam fokus epilepsi

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Sangat efektif untuk semua serangan epilepsi parsial (sederhana dan
kompleks). Selain itu juga efektif untuk serangan tonik-klonik dan
digunakan untuk mengobati neuralgia trigeminal

EÖEK SAMPING
Pemberian kronik karbamazepin dapat menyebabkan stupor, koma
dan depresi pernapasan, bersamaan dengan rasa pusing, vertigo,
ataksia dan pandangan kabur
DIAZEPAM

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Digunakan untuk terpai konvulsi rekuren, misalnya status
epileptikus. Juga bermanfaat untuk terapi bangkitan parsial
sederhana misalnya bangkitan klonik fokal.

EÖEK SAMPING
Efek samping berat dan berbahaya dan menyertai
penggunaan diazepam IV ialah obstruksi saluran napas oleh
lidah, akibat relaksasi otot. Di samping ini dapat terjadi
depresi napas sampai henti napas, hipotensi, henti jantung
dan kantuk
KLONAZEPAM

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Terapi bangkitan mioklonik, bangkitan akinetik, dan
spasme infantil. Klonazepam efektif untuk terapi
tambahan semua tipe kejang kecuali kejang tonik-klonik

EÖEK SAMPING
Kantuk, ataksia, dan gangguan kepribadian
NITRAZEPAM

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Nitrazepam dapat dimanfaatkan untuk mnegendalikan
hipsaritmia, spasme infantil dan bangkitan mioklinik. Namun
kurang efektif dibandingkan dengan klonazepam

EÖEK SAMPING
Dapat mencetuskan bagkitan tonik-klonik atau memberatkan
bangkitan lena, hipersekresi lendir saluran napas
ASAM VALPROAT
MEKANISME KERJA
Efek anti konvulsi asam valproat berdasarkan atas peningkatan
kadar GABA didalam sel otak, sehingga terjadi hiperpolarisasi
rest potential pada neuron akibat dari peningkatan daya
konduksi membran untuk ion K

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Valproat sangat efektif untuk kejang absence. Meskipun
etosuksimid merupakan obat pilihan, valproat lebih disukai
sebagai obat tunggal untuk pasien dengan serangan tonik-klonik
umum

EÖEK SAMPING
mual dan muntah, sedasi, ataksia, dan tremor
GABAPENTIN
MEKANISME KERJA
Merupakan suatu analog GABA. Gabapentin tidak bekerja
pada reseptor GABA, tetapi berperan dalam metabolisme
GABA

PENGGUNAAN TERAPERUTIK
Sebagai terapi tambahan untuk kejang parsial dan kejang
umum tonik-klonik , biasanya dibutuhkan dalam dosis tinggi

EÖEK SAMPING
Ataksia, pusing, sakit kepala, somnolen, tremor
LAMOTRIGIN
MEKANISME KERJA
Melalui inaktivasi kanal NA+, Ca+, dan mencegah pelepasan
neurotransmitter glutamat dan aspartat

PENGGUNAAN TERAPEUTIK
Terapi bangkitan parsial dan dipakai sebagai terapi
tambahan unutk pengobatan bangkitan lena dan bangkitan
mioklonik

EÖEK SAMPING
Kulit kemerahan, pusing, sakit kepala, diplopia, dan
somnolen
PRINSIP PEMILIHAN
OBAT PADA TERAPI
EPILEPSI
1. Melakukan pengobatan kausal kalau perlu dengan
pembedahan; umpamanya pada tumor serebri

2. Menghindari faktor pencetus suatu bangkitan, umpamanya


minum alkohol, emosi, kelelahan fisik maupun mental

3. Penggunaan antikonvulsi/antiepilepsi
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
` EEG (elektroensefalogram) merupakan pemeriksaan yang
mengukur aktivitas listrik di dalam otak
` Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak
memiliki resiko. Elektroda ditempelkan pada kulit kepala
untuk mengukur impuls listrik di dalam otak. Setelah
terdiagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan lainnya untuk
menentukan penyebab yang biasa diobati