Anda di halaman 1dari 6

Epidemiologi Syok

Hipovolemik

Kebanyakan syok hipovolemik terjadi karena


kehilangan darah yang cepat (Syok Hemoragik)
2 penyebab paling sering syok hemoragik adalah
luka tusuk dan perdarahan saluran
gastrointestinal
Syok hemoragik juga sering terjadi karena
perdarahan pada rongga abdomen atau rongga
thoraks
Penyebab umum perdarahan pada rongga
thoraks/abdomen adalah ruptur aneurisma aorta
abdominalis dan solid organ injury

Life threatening injuries yang berlangsung selama


perang tahun 1900an mempengaruhi prinsip resusitasi
syok hemoragik
Pada perang dunia 1, W.B. Cannon merekomendasikan
untuk menahan resusitasi cairan sampai penyebab
syok hemoragik dapat diatasi
Kristaloid dan transfusi darah banyak digunakan selama
perang dunia 2 sebagai pengobatan terhadap pasien
dengan kondisi tidak stabil
Berdasarkan perang yang terjadi di Korea dan Vietnam,
resusitasi cairan dan intervensi bedah dini merupakan
hal penting untuk pasien dengan syok hemoragik
karena trauma
Kolecki Paul. Hypovolemic shock. 2014 Feb 07. Available from:
http://emedicine.medscape.com/article/760145-overview

W. B. Cannon berkontribusi pada awal abad 20


untuk dapat mengerti lebih lanjut mengenai
syokk. Ia kemudian memperkenalkan
homeostasis pada tahun 1926
Alfred Blalock memperkenalkan 4 kategori syok
yang dikenal sekarang: hipovolemik, vasogenik,
kardiogenik, dan neurogenik pada tahun 1934

Feliciano DV, Mattox KL, Moore EE, et al. Trauma: Management


of Shock. 6th ed. Mc Graw-Hill. 2006. 213-4 p.

Syok hemoragik bisa menimbulkan manifestasi


berbeda orang dengan usia yang berbeda. Anak
anak dan lansia cenderung lebih mudah
mengalami dekompensasi setelah kehilangan
darah

Udeani John. Hemorrhagic shock. 2012 Dec 06. Available from:


http://emedicine.medscape.com/article/432650-overview#a0199

36% orang yang meninggal di tempat kecelakaan


diakibatkan perdarahan
>80% pasien yang memerlukan tindakan operasi
akibat trauma meninggal akibat perdarahan
Luka tusuk (penetrating) mengakibatkan 49%
kematian akibat trauma
Luka tumpul (blunt) mengakibatkan 60% kematian
akibat trauma
Luka tusuk lebih rawan, kematian biasa terjadi dalam
rentang 72 jam setelah kecelakaan

Kauvar DS, Wade CE. Epidemiology and modern


management of traumatic hemorrhage: US and international
perspective. Critical Care. 2005 Oct 07;Suppl pt 5;9.