Anda di halaman 1dari 14

ASPIRASI VAKUM MANUAL

(AVM)
PEMBIMBING : DR. DEAN, SP.OG (K) SOS
OLEH : ANASTASIA WIDHA

PENDAHULUAN
Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberi
dampak pada kesakitan dan kematian ibu. Penatalaksanaan dari
abortus itu sendiri diperlukan untuk membersihkan sisa jaringan yang
tertinggal di dalam rahim agar menghentikan terjadinya perdarahan.
Aspirasi vakum manual (AVM) adalah suatu cara yang cepat dan aman
yang dilakukan untuk mengosongkan uterus menggunakan suatu alat
vakum dan kanul.

DEFINISI

Aspirasi vakum manual (avm) adalah suatu cara yang cepat dan aman yang
dilakukan untuk mengosongkan uterus menggunakan suatu alat vakum dan
kanul.
Tindakan medis ini dilakukan untuk membersihkan sisa kehamilan, kematian
janin usia kehamilan < 20 minggu, janin yang tidak berkembang dan penegakan
diagnose suatu penyakit seperti mioma uteri, kanker endometrium

PROSEDUR AVM
Mengurangi Risiko Infeksi
Menyiapkan Instrumen
AVM

PROSEDUR AVM

Pemeriksaan Panggul

Persiapan Pasien

PASCA AVM
Bercak perdarahan sekitar 2 minggu
Nyeri mengejang beberapa jam pasca tindakan
Reaksi emosional
Tindakan Pasca AVM:
Antibiotika
Asetaminofen atau ibuprofen
Hindari sexual intercourse satu minggu
Segera awali dengan kontrasepsi

EFEK SAMPING
Aspirasi vakum manual yang tidak lengkap
Infeksi
Cedera pada rahim

KLASIFIKASI ABORTUS
Abortus
Provokat
us

Spontan

Imminen
s

Insipien

Komplitu
s

Inkomplit
us

Missed

Medisina
lis

Kriminal
is

CONTOH KASUS : ABORTUS INKOMPLIT

Ny. Rini, 20 th, G3P2A0 hamil 12 minggu datang ke Puskesmas Cengkareng


dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 7 hari yang lalu. Hari pertama
perdarahan hanya berupa bercak-bercak darah seperti akan mengalami menstruasi.
Pada hari ketiga perdarahan bertambah banyak dan disertai dengan kram pada perut
bagian bawah. Ia tidak mendapatkan obat-obatan atau nasehat terhadap gejala yang
dialaminya karena ia dan keluarganya tinggal di daerah terpencil. Walaupun ia segera
dibawa ke Puskesmas tetapi perlu waktu 3 hari untuk mencapai tempat pertolongan.
Ibu datang dalam keadaan sadar tetapi ia harus digotong ke ruang tindakan akibat
kondisinya yang sangat lemah.

PENATALAKSANAAN KASUS
Penatalaksanaan
Pemeriksaan Airway, Breathing, Circulation, Tanda vital
Syok -> Penanganan Syok (Pemasangan iv Line, O2, Posisi Trendelenberg)

Hasil konsepsi yang terperangkap pada serviks yg disertai perdarahan,


dapat dikeluarkan secara digital, atau cunam ovum kemudian dievakuasi
Bila perdarahan berhenti diberi ergometrine 0,2 mg I.M atau misoprostol 400 mg
per oral
Bila perdarahan terus berlangsung, evakuasi sisa konsepsi dengan kuret vakum
(KV)

Bila tidak ada tanda-tanda infeksi, antibiotika prophilaksis


Bila terjadi infeksi beri Ampicillin 1 gr dan Metronidazol 500 mg setiap 8 jam
Bila anemia terapi dengan Fe kalau perlu transfusi darah.