Anda di halaman 1dari 17

PERDARAHAN

AKIBAT DEFISIENSI
VITAMIN K

PENDAHULUAN
Vitamin K

Koenzim untuk kerja enzim y-glumatyl


carboxylase berfungsi pada jalur
pembekuan darah
Kekurangan vitamin K ?

Gangguan proses koagulasi cenderung


terjadi perdarahan

Vitamin K deficiency bleeding (VKDB) atau


Perdarahan Akibat Defisiensi Vitamin K
(PDVK)

Permasalahan akibat PDVK adalah terjadinya perdarahan otak dengan


angka kematian 10% sampai 50% yang umumnya terjadi pda bayi
dalam rentang umur 2 minggu sampai 6 bulan, dengan angka
kecacatan 30 % - 50%.

DEFINISI
PDVK

Perdarahan dapat terjadi spontan


atau akibat proses lain (pengambilan
darah vena atau pada operasi) yang
disebabkan
berkurangnya
faktor
koagulasi yang tergantung vitamin K
Faktor koagulasi
yang tergantung
vitamin K ?

Faktor II, VII, IX, X

KLASIFIKASI PDVK
PDVK dini

PDVK klasik

PDVK lambat

< 24 jam

1-7 hari (terbanyak


2-5 hari)

2 minggu - 6 bulan
(terutama 2 - 8
minggu)

Penyebab dan
faktor risiko

Obat yang diminum


selama kehamilan

Asupan vitamin K
tidak adekuat,
kadar vitamin K
rendah pada ASI,
tidak mendapat
profilaksis vitamin
K

Asupan vitamin K
tidak adekuat,
kadar vitamin K
rendah pada ASI,
tidak mendapat
profilaksis vitamin
K

Frekuensi

<5% kelompok
risiko tinggi

0,01% - 1%

4 - 10 per 100.000
kelahiran (terutama
di Asia Tenggara)

Usia

Lokasi pendarahan

Sefalhematom,
umbilikus,
intrakranial,
intraabdominal,

Saluran cerna,
umbilikus, hidung,
tempat suntikan,
intrakranial

Intrakranial (30% 60%), kulit, hidung,


saluran cerna,
tempat suntikan,

EPIDEMIOLOGI
Angka kejadian PDVK berkisar antara 1 :
200 sampai 1 : 400 kelahiran bayi yang
tidak mendapat vitamin K profilaksis

Angka tersebut
dengan adanya
profilaksis pada

turun menjadi 1 : 10.000


pemberian vitamin K1
bayi baru lahir

Di Indonesia, data mengenai kejadian PDVK


secara nasional belum tersedia. Hingga tahun
2004 didapatkan 21 kasus di RSCM Jakarta,
dengan 17 (81%) di antaranya mengalami
komplikasi perdarahan intrakranial

PATOFISIOLOGI
BBL

Kadar vit. K dan


cadangan
vit.
K
dalam hati relatif
rendah

Defisiensi
vitamin K

Simpanan vit. K rendah saat lahir


Sedikitnya transfer vit. K melalui plasenta
Rendahnya kadar vit. K pada asi
Sterilisasi saluran cerna

Faktor risiko PDVK


1. Obat-obatan yang mengganggu metabolisme
vit. K yang dikomsumsi ibu selama masa
kehamilan, seperti :
a) Obat
antikonvulsan
(carbamazepin,
phenytoin, phenobarbital)
b) Obat antibiotik gol. Cephalosporin
c) Obat
antituberkulastik
(INH
dan
rifampisin)
d) Obat antikoagulan (warfarin)
2.
3.
4.
5.

Pemakaian antibiotik berlebihan pada bayi


sintesis vit. K oleh bakteri usus jadi berkurang
Gangguan fungsi hati
Kurang asupan vit. K pada bayi yang dapat ASI
ekslusif
Malabsorbsi vit. K karna kelainan saluran cerna
(kolestasis, cystic fibrosis, atresia bilier.

PATOFISIOLOGI
Defisiensi
vitamin K

Rantai polipeptida dari faktor


koagulasi tergantung vit. K tetap
terbentuk normal, namun fase
karboksilasi
(proses
gamma
karboksilasi dari amino terminal
glutamic acid) tidak terjadi

Bentuk akarboksi dari faktor


kompleks protrombin tidak mampu
berikatan dengan ion kalsium dan
tidak dapat berubah menjadi
bentuk aktif yang diperlukan dalam
proses koagulasi

PDV
K

DIAGNOSIS
Anamnesis

Dijumpai faktor risiko baik mternal


maupun post natal
1.

Diagnosis

Gejala klinis

Perdarahan terjadi spontan atau


akibat trauma (terutama trauma
lahir).
Lokasi perdarahan :

Perdarahan
di
kulit
kepala,
sefalhematom
yang
besar,
intrakranial (63% - 81%) 80%
perdarahan
subdural
dan
subaraknoid didapati gejala TIK
:

High pitch cry

muntah
Anak irtabel
Ubun-ubun besar menonjol
Kejang
Papil edema
Kesadaran
Perubahan tekanan nadi
Pupil anisokor
Kelainan neurologis fokal
Perdarahan tali pusat
Perdarahan pada bekas suntikan
Kadang perdarahan saluran cerna
2. Pucat
3. Hepatomegali

DIAGNOSIS
Laboratorium
Mendeteksi adanya defisiensi vit. K
Clotting Time (Waktu Pembekuan)
Prothrombin Time (PT)
Partial Thromboplastin Time (PTT)
International Normalized Ratio
(INR)

Memanjang

Jumlah Trombosit
Waktu Perdarahan (Bleeding Time)
Thrombin Time (TT)
Fibrinogen
Faktor V dan VIII
Fragilitas Kapiler

Normal

Penunjang lain

USG, CT-Scan,
MRI

Pemanjangan PT
lebih nyata
dibandingkan APTT

Melihat lokasi perdarahan


bila
dicurigai
adanya
perdarahan intrakranial

DIAGNOSIS BANDING
PDVK merupakan salah satu dari penyakit gangguan darah yang didapat
Harus dibedakan dengan penyakit gangguan pembekuan darah yang lain
(penyakit hati dan disseminated intravascular coagulation (DIC) )
Penyakit hati Gangguan koagulasi terjadi terutama pada penyakit
hati yang berat disertai gejala seperti ikterik dan gagal hati.
DIC Hampir selalu dijumpai penyebab primer dan penderita selalu
pada keadaan sakit berat

TATALAKSANA
3 bentuk vitamin K

1. Vitamin K1 (phylloquinone) terdapat pada


tumbuhan
2. Vitamin K2 (menaquinone) disintesis oleh
flora usus normal
3. Vitmain K3 (menadione) vitamin K sintesis

Sediaan vitamin K yang ada di Indonesia adalah vitamin K 3 dan


vitamin K1. Saat ini direkomendasikan penggunaan Phytonadione
sintesis analogi vit. K1 yang larut lemak.
Dosis bila terdapat perdarahan 1 2 mg/hari selama 3 hari secara
subkutan (absrobsi lebih cepat dan tak menimbulkan hematom) atau
intramuskular
Apabila terjadi perdarahan hebat vit. K + fresh frozen plasma
(FFP) 10 15 mL/kgBB untuk membantu menghentikan perdarahn dan
meningkatkan kadar protein yang tergantung vitamin K
Pemberian komponen darah yang lain konsentrat kompleks
prothrombin (50 U/kg) atau rekombinan faktor VIIa (100
mikrogram/kg) dapat dipertimbangkan jika tersedia.

PENCEGAHAN
Pencegahan terjadinya PDVK dapat dilakukan dengan
pemberian vitamin K profilaksis yang telah direkomendasikan di
Indonesia sejak tahun 2003.

Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics (AAP)


tahun 2003 tentang pemberian vitamin K pada neonatus :
1) Vitamin K1 harus diberikan kepada semua bayi baru lahir
dengan dosis 0,5 1 mg secara IM, dosis tunggal
2) Masih dibutuhkan penelitian tentang efikasi, keamanan dan
bioavailibilitas sediaan dan dosis optimal vitamin K oral untuk
mencegah PDVK awitan lambat
3) Petugas kesehatan harus menimbulkan kesadaran keluarga
dengan faktor risiko tinggi terjadinya PDVK awitan lambat
pada pasien yang mendapat profilaksis oral vitamin K,
terutama pada pasien yang mendapat ASI ekslusif

PENCEGAHAN
Rekomendasi dari Dinas Kesehatan tahun 2011 tentang
pemberian injeksi vitamin K1 profilaksis pada bayi baru lahir
adalah :

Semua bayi harus mendapat profilaksis


vitamin K, dengan regimen vitamin yang
digunakan adalah vitamin K1 dan cara
pemberian secara intramuskular
(rekomendasi A)

PROGNOSIS

Prognosis PDVK ringan umumnya baik,


setelah mendapat injeksi vitamin K1 akan
membaik dalam waktu 24 jam.
Angka kematian pada PDVK dengan
manifestasi perdarahan berat (intrakranial,
intratorakal dan intraabdominal) sangat
tinggi.
Pada perdarahan intrakranial kematian
dapat mencapai 25% dan kecacatan
permanen mencapai 50% - 65%.

KESIMPULAN
PDVK pada neonatus terjadi akibat berkurangnya
faktor pembekuan darah yang tergantung vitamin K.
menurut etiologi onset terjadinya penyakit, PDVK
dibagi menjadi PDVK dini, kalsik dan lambat.
Pemberian vitamin K harus segera dilakukan pada
kasus PDVK, disertai pemberian transfusi komponen
darah jika perdarahan terjadi hebat. Pada kasus
ringan, prognosis bayi dengan PDVK baik. Namun pada
perdarahan berat , angka kematian tinggi.

Terima
Kasih