Anda di halaman 1dari 33

POSITIONING JASA

Hampir setiap orang yang akan memulai


usaha ataupun pengusaha pemula selalu
bertanya kira kira produk apa yang akan
laku untuk dijual?
Sebenarnya secara tak langsung
pertanyaan tersebut telah mengarahkan
kita pada apa yang biasa disebut dengan
positioning produk atau jasa.

DEFENISI POSITIONING
Secara sederhana Positioning berarti menciptakan suatu
tempat khusus di pikiran atau benak calon pelanggan yang
akan kita jadikan target market (pasar sasaran
segmetasi pasar)
Menurut Kotler (1997: 262): positioning adalah suatu
tindakan atau langkah-langkah dari produsen untuk
mendesain citra perusahaan dan penawaran nilai dimana
konsumen didalam suatu segmen tertentu mengerti dan
menghargai apa yang dilakukan suatu segmen tertentu,
mengerti dan menghargai apa yang dilakukan suatu
perusahaan, dibandingkan dengan pesaingnya.

Dengan demikian !!!


Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang
produk dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan
tertentu diingatan konsumen.
Sehingga dengan demikian konsumen segmen memahami
dan menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam
kaitannya dengan para pesaingnya.
Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti atau
mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk
mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau
mencari kesempatan dalam pasar

Arti Pentingnya Posisi


Positioning suatu produk atau jasa sangat penting
dalam menentukan kesuksesan sebuah bisnis baik
yang baru maupun yang sudah eksis.
Menurut Craven (1991:270) bahwa positioning
memegang peran yang sangat besar dalam
strategi pemasaran, setelah melakukan analisis
pasar dan analisis pesaing dalam suatu analisis
internal perusahaan(total situation analysis).

Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi ledakan barang,media, maupun
iklan.
Akibatnya pikiran para prospek menjadi ajang pertempuran.
Oleh karena itu, agar dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi, perusahaan
apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu posisi yang mempertimbangkan tidak hanya
kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan kelemahan pesaingnya
dalam pikiran prospeknya.
Itulah sebabnya, ancangan dasar positioningtidak lagi sekadar menciptakan sesuatu yang baru
dan berbeda dengan yang Lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di dalam
pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang telah ada, hal ini karena pikiran manusia juga
memiliki tempat bagi setiap keping informasi yang telah dipilih untuk disimpan.
Sementara itu, pikiran konsumen sering dianologikan sebagai benteng terakhir pertahanan
melawan riuhnya komunlkasi, sebagai tempat menyaring, menerima atau menolak informasi
yang ditawarkannya.
Apabila ternyata pikiran konsumen telah terbentuk, biasanya produsen lain mengalami kesulitan
untuk merubahnya, apalagi pesaingnya tidak tinggal diam melakukan reposisi.
Konkritnya, satu hal pokok yang perlu dilakukan dalam usaha memaku matipesan di dalam
pikiran seseorang adalah sama sekali bukan yang berhubungan dengan pesannya, tapi justru
pikiran itu sendiri.
Pikiran yang bersih adalah pikiran yang belum dipoles oleh merk lain. Sehingga peranan
positioning merupakan sistem yang terorganisir dalam upaya menemukan suatu hal yang tepat,
pada waktu yang tepat di dalam pikiran seseorang.

Langka-langkah Penyusunan Strategi posisi

Dalam proses positioning selalu dimulai product positioning.


Pendapat ini dikemukakan oleh Regis Mc Kenna (1985: 37), yang
juga mengemukakan definisi product positioning sebagai berikut:
The positioning process should begin with the product themselves.
To gain a strong product positioning, a company must differentiate
its product from all other products on the market. The goal is to give
theproduct a unique position in the market place.

Dari definisi diatas mengandung pengertian bahwa proses


positioning harus dimulai dengan produk itu sendiri. Untuk
mencapai product positioning yang kuat suatu perusahaan perlu
melakukan diferensiasi dalam banyak faktor yaitu: teknologi, harga,
kualitas,

saluran distribusi atau sasaran konsumennya

Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna(1985:37) menjelaskan perusahaan


sewaktu akan melakukan product positioning perlu mempertimbangkan 4
(empat) hal kunci utama, disebut sebagai The Golden Rules of Product. adapun
uraiannya sebagai berikut:
Perusahaan perlu mengkutitrend dan dinamika pasar, seperti trend teknologi,
persaingan, sosial, dan ekonomi.
Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar tertentu
misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau bawah. Karena lebih
baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam
besar (it's better to big fish in a little pond,).

Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru, kemudian


memperhatikan reaksi pasar. Jika pemakai menyarankan perubahan maka
perusahaan harus menyesuaikan strateginya.

Kembali Kotler (1997:265)menjelaskan beberapa cara product positioning yang dapat dilakukan pemasar dalam
memasarkan produk kepada konsumen yang dituju, antara lain:

Penentuan posisi menurut atribut Ini terjadi bila suatu perusahaan memposisikan dengan menonjolkan
atribut produk yang lebih unggul dibanding pesaingnya, seperti ukuran, lama keberadaannya, dan
seterusnya. Misalnya Disneyland dapat mengiklankan din sebagai taman hiburan terbesar di dunia.

Penentuan posisi menurut manfaat Dalam pengertian ini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu
manfaat tertentu. Misalnya Knotts Berry Farm memposisikan diri sebagai taman hiburan untuk orang-orang
yang mencari pengalaman fantasi, seperti hidup di jamankeemasan koboi Old West.

Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau
penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, misal:
Japanese Deer Park memposisikan diri untuk wisatawan yang hanya ingin memperoleh hiburan singkat.

Penentuan posisi menurut pemakai Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah
kelompok pemakai. Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik
dalam arti sempit maupun dalam arti luas. Misalnya Magic Mountain dapat mengiklankan diri sebagai taman
hiburan untuk pencari tantangan

Penentuan posisi menurut pesaing Disini produk secara keseluruhan menonjolkan nama mereknya secara
utuh dan diposisiskan lebih baik daripada pesaing. Misalnya: Lion Country Safari dapat beriklan memilk
lebih banyak macam binatang jika dibandingkan dengan Japanese Deer Park.

Penentuan posisi menurut kategori produkDisini produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori
produk. Misalnya: Marineland of the Pacific dapat memposisikan diri bukan sebagai taman rekreasi tapi
sebagai lembaga pendidikan.

Penentuan posisi harga atau kualitasDisini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Misalnya
Busch Gardens dapat memposisikan din sebagai nilai terbaik untuk harga (dibandingkan penentuan posisi
seperti kualitas tinggi/harga tinggi atau harga termurah.

Dimensi-dimensi Posisi Jasa


C. Dimensi-Dimensi Posisi Jasa
C1. Posisi berdasar karakteristik jasa
Jasa mempunyai karakteristik utama, menurut Philip Kotler (2005:112), karakteristik jasa dapat diuraikan sebagai
berikut :
1. Intangible (tidak berwujud)
Jasa berbeda dengan produksi fisik, dimana jasa tidak berwujud, tidak dapat dilihat, dikecup, dirasakan. Untuk
mengurangi ketidakpastian, konsumen jasa akan mengambil kesimpulan mengenai mutu jasa tersebut melalui
tampilan fisik seperti tempat, orang, peralatan, alat komunikasi, simbol-simbol, dan harga.

2. Inseparabillty (tidak dapat dipisahkan)


Pada umumnya jasa yang diproduksi (dihasilkan) dan dirasakan pada waktu bersamaan dan apabila dikehendaki oleh
seseorang untuk diserahkan kepada pihak lainnya, maka dia akan tetap merupakan bagian dari jasa itu tersebut.
Tidak seperti barang fisik yang diproduksi, disimpan, didistribusikan lewat berbagai penjual, dan kemudian baru
dikonsumsi.
3. Variability (bervariasi)
Jasa senantiasa mengalami perubahan, tergantung dari siapa penyedia jasa, penerima jasa dan kondisi dimana jasa
tersebut diberikan. Kualitas jasa yang dihasilkan berfluktuasi sehingga memberikan ketidaksamaan dalam kepuasan.
Jadi hasil yang didapat dari waktu ke waktu dan hanya dapat dibedakan lebih baik atau lebih buruk.
4. Perishability (tidak tahan lama)
Daya tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan oleh berbagai faktor. Keadaan tidak tahan lamanya
jasa menyebabkan jasa yang tersedia pada saat ini tidak dapat digunakan atau dijual pada masa yang akan datang.

C2. Posisi Pada Lima Dimensi Kualitas Jasa


Ada lima dimensi dalam menentukan posisi jasa, yaitu:
C2.1. Kehandalan
1. Reliability
Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan janji yang ditawarkan.
C.2.2 Tanggapan
2. Responsiveness
Respon atau kesigapan karyawan dalam membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang meliputi: kesigapan karyawan dalam melayani pelanggan,
kecepatan karyawan dalam menangani transaksi, dan penanganan keluhan pelanggan/ pasien.
C.2.3 Assurance
3. Assurance
Meliputi kemampuan karyawan atas: pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas keramahtamahan, perhatian dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan
dalam memberikan informasi, kemampuan dalam memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan, dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan
pelanggan terhadap perusahaan
Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan gabungan dari dimensi:
* Kompetensi (competence), artinya keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para karyawan untuk
melakukan pelayanan.
* Kesopanan (courtesy), yang meliputi keramahan, perhatian dan sikap para karyawan.
* Kredibilitas (credibility), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.
C.2.4 Empati
4. Emphaty
Perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan, kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan
pelanggan, dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan pelanggannya.
Dimensi emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi:
* Akses (access), meliputi kemudahan untuk memanfaatkan jasa yang ditawarkan perusahaan.
* Komunikasi (communication), merupakan kemampuan melakukan komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada pelanggan atau memperoleh masukan dari pelanggan.
* Pemahaman pada pelanggan (Understanding the customer), meliputi usaha perusahaan untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan.
C.2.5 Tanggibel
5. Tangibles
Meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan
komunikasi dan penampilan karyawan.

Peran Design Jasa dlm Posisi


D. Peran Design Jasa Dalam Posisi
Perkembangan bisnis jasa sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya
pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure. Pertumbuhan
sektor jasa di dalam negeri masih relatif kecil sekitar 5% dan masih jauh di bawah pertumbuhan sektor
transportasi yang mencapai 13% atau perdagangan 9%. Sehingga potensinya untuk terus dikembangkan
cukup besar. Apalagi dalam perkembangan global saat ini negara-negara di kawasan regional justru
menjadikan sektor jasa sebagai pendorong pembangunan perekonomian. Misalnya perekonomian
Malaysia, Singapura dan Thailand, secara struktural kini mulai bertumpu di sektor jasa. Bagi Indonesia,
sektor jasa dapat menjadi pendorong perekonomian daerah.
Perkembangan bisnis yang sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya
pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure. Dan bisnis jasa ini
tidak mengandalkan alat sebagai investasi utama karena peranan alat hanyalah sebagai penunjang.
Seperti misalnya bidang jasa konsultasi untuk pembanguan suatu gedung. Bisnis konsultasi itu menjual
orang yang dibayar berdasarkan billing rate, dengan acuan berdasarkan persentase dari harga bangunan.
Sepeti arsitektur misalnya, untuk desain interior persentasenya 2-5 %-nya. Kalau di bidang pengawasan
dan manajemen konstruksi besarnya 3-6 %, karena yang dikerahkan adalah keahlian.
Seorang service konsultan misalnya, peralatan yang dipakai hanya satu buah komputer, tetapi perannya
untuk mengawasi pekerjaan kontraktor tergantung pengalamannya di bidang itu sehingga ia dibayar
berdasarkan pengalamannya. Di bidang desain juga berdasarkan persentase, orang, dan bahan produksi
yang dihabiskan seperti kertas, tinta, komputer, dan masa penyusutannya, sedangkan untuk jasa cleaning
service dihitung berdasarkan luas area pengerjaan.

Masalah Posisi bagi Organisasi yang


Mempunyai Kendala Kapasitas
E. Masalah Posisi Bagi Organisasi Yang Mempunyai Kendala Kapasitas
Tidak melakukan apapun, artinya membiarkan frekuensi dan volume permintaan apa adanya. Risikonya
perusahaan tidak dapat memenuhi semua permintaan saat permintaan puncak, sehingga pelanggan bisa
kecewa dan kesal. Sementara itu saat permintaan sepi, akan banyak kapasitas menganggur.
Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama,
menaik-kan harga sehingga pendapatan dapat ditingkatkan. Kedua, menerapkan differential pricing atau
memberikan insentif dengan tujuan mendorong pemanfaatan pada ke-sempatan lain di luar periode puncak.
Misalnya menentu-kan tarif interlokal pada malarn hari dan hari libur yang lebih murah daripada periode sibuk di
pagi dan siang hari. Ketiga, menerapkan dernarketing, misalnya menggunakan iklan yang menawarkan diskon
khusus apabila konsumen berbelanja jauh-jauh hari sebelum hari Lebaran.
Meningkatkan permintaan pada saat-saat sepi (atau saat kapasitas berlebihan), misalnya dengan menurunkan
harga secara selektif yakni tetap naempertirnbangkan tertutupi-nya biaya relevan. Dapat pula dengan cara
mengembang-kan pemanfaatan jasa untuk keperluan lain. Sebagai contoh, hotel resort dapat pula
dipergunakan sebagai tempat retret.
Menyimpan permintaan dengan sistem reservasi dan janji. Cara ini banyak diterapkan dalam industri
penerbangan, hotel dan motel, restoran, penyewaan mobil, bioskop, dok-ter, pengacara, konsultan, psikolog,
dan lain-lain.
Menerapkan sistem antrian, sehingga pelanggan menung-gu giliran untuk dilayani. Namun bila terlalu lama
menunggu dan belum juga dilayani, pelanggan bisa ke-cewa, bosan, jengkel, dan berbagai perasaan kesal
lainnya.
Mengembangkan jasa atau pelayanan komplementer, misalnya bank menawarkan fasilitas ATM (Automatic
Teller Machine).

b. Melakukan penyesuaian terhadap permintaan dan kapasitas secara simultan


sehingga tercapai kesesuaian antara keduanya (manajemen penawaran). Cara yang
dapat ditempuh di antara-nya:
Menggunakan karyawan paruh-waktu pada periode sibuk sehingga perusahaan
dapat melayani permintaan pelang-gan. Misalnya kantor pos mempekerjakan pelajar
dan mahasiswa pada saat menjelang Lebaran, Natal, dan Tabun Baru.
Menyewa atau berbagi fasilitas dan peraiatan tarnbahan dengan perusahaan lain.
Menjadwalkan aktivitas downtime selama periode perrnin-taan rendah. Artinya
selama periode sibuk, setiap karya-wan hanya melaksanakan tugas-tugas pokok,
sementara aktivitas yang bisa ditunda akan dilaksanakan pada saat permintaan sepi.
Melakukan pelatihan silang (cross-training) kepada para karyawan, sehingga para
karyawan memiliki berbagai keterampilan clan dapat saling membantu apabila di
departemen lain super sibuk, sementara di departemennya sendiri sedang
menganggur.
Meningkatkan partisipasi pelanggan, misalnya di pasar swalayan konsumen memilih
dan membawa sendiri barang belanjaannya.

Mengantisipasi Tanggapan Pesaing


Dasar Strategi Persaingan
Keunggulan Bersaing dimiliki oleh suatu perusahaan bila mereka berhasil melakukan beberapa kegiatan yang mempunyai
nilai lebih kepada pelanggannya secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh para pesaingnya. Menurut Michael Porter,
keunggulan bersaing dapat dikembangkan dengan mengikuti satu dari beberapa strategi dibawah ini :
Strategi Kepemimpinan dalam biaya. Menjadi produsen produk dan jasa dengan biaya yang lebih rendah didalam suatu
industri memungkinkan sebuah perusahaan untuk menurunkan harga jual produknya kepada para pelanggan. Pesaing dengan
biaya yang lebih tinggi tidak bisa bersaing dalam hal harga dengan perusahaan yang lebih unggul dalam hal biaya ini.
Strategi Diferensiasi (Pembedaan). Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa
perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi diferensiasi para pesaingnnya. Hal ini dapat memungkinkan sebuah
perusahaan untuk berfokus pada produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk (niche) tertentu
suatu pasar
Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis. Hal ini dapat mengembangkan berbagai produk dan
jasa yang unik, atau masuk kedalam pasar yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan perubahan radikal atas proses bisnis dalam
memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis dulu dilakukan, hingga dapat
mengubah struktur dasar insdustri
Strategi Pertumbuhan. Secara Signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa,
memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi ke dalam produk dan jasa yang
berhubungan contoh, Intel telah meningkatkan kapasitas-nya (dan menurunkan biaya-biayanya) seperti yang juga dilakukan
pesaingnya, dengan mempertemukan teknologi yang telah dijalankan dengan kegiatan perancangan/disain dan pabrikasi chip
yang terintegrasi.
Strategi Persekutuan/Aliansi. Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan, pemasok, pesaing,
konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Hubungan ini dapat meliputi merger, akuisisi, joint venture, membentuk
perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya

Melakukan Posisi Ulang


(Repositioning)
posisi ulang merupakan kata kunci bagi organisasi yang ingin
tetap bertahan dalam situasi persaiangan yang semakin ketat,
bahkan dapat dijadikan salah satu strategi untuk senantiasa
berada di depan para pesaing. Contoh dari posisi kembali yang
telah berhasil merebut kembali kesetiaan konsumenya yang
pernah hilang adalah yang dilakukan oleh sebuah bank keil di
pinggiran kota new york. Bernam the long island trust company.
Bank tersebut menghadapi meningkatnya persaingan dari
beberapa bank besar di tengah kota new york seperti citibank.
Chemical bank and chase. Pemicu meningkatnya persaingan
itu ialah dikeluarkanya peraturan pemerintah yang mencabut
pelarangan pembatasan pendirian bank-bank cabang diseluruh
negara bagian new york.

PETA POSISI
peta positioning akan sangat membantu organisasi dalam mendiagnosis
kelemahan dan kekuatan posisinya dalam industri, yang pada giliranya sangat
membantu bagi keputusanya apakah perlu melakukan reposisi atau tidak. Peta
posisi, biasa juga disebut sebagai pemetaan perseptual, digunakan untuk
merepsentasikan persepsi konsumen tentang produk-produk yang ada
dalambentuk grafik. Sebuah biasanya hanya mampu mengambarkan suatu obyek
dua dimensi. Apabila lebih dari tiga dimensi diperlukan untuk mengambarkan
performan produk dalam suatu pasar tertentu, maka serangkaian grafik perlu
digambarkan secara terpisah untuk memvisualisasikan atribut dimaksud. Model
komputer akan sangat membantu penggambaran visualisasi obyek dalam banyak
dimensi.
Informasi tentang posisi suatu produk atau organisasi relatif terhadap setiap atribut
dapat diperoleh baik dari data pasar maupun dari rating-rating yang disusun oleh
konsumen yang repesentativ atau keduanya. Apabila persepsi konsumen tentang
karekteristik jasa sangat berada dari realitas yang didevinisikan oleh manejemen ,
maka upaya-upaya pemasaran mungkin diperlukan untuk merubah persepsipersepsi yang dimiliki konsumen tersebut.

Kesimpulan
Hampir setiap orang yang akan memulai usaha ataupun pengusaha
pemula selalu bertanya kira kira produk apa yang akan laku untuk dijual?
Sebenarnya secara tak langsung pertanyaan tersebut telah mengarahkan
kita pada apa yang biasa disebut dengan positioning produk atau jasa.
Positioning suatu produk atau jasa sangat penting dalam menentukan
kesuksesan sebuah bisnis baik yang baru maupun yang sudah eksis.
Secara sederhana Positioning berarti menciptakan suatu tempat khusus di
pikiran atau benak calon pelanggan yang akan kita jadikan target market.
Ingin seperti apa produk atau jasa kita dikenal oleh target market kita.
Positioning yang tepat akan menancapkan image produk atau jasa kita
secara mudah di benak/pikiran target market. Sebagai contoh ketika
diminta untuk menyebutkan nama salah satu sabun kecantikan, orang
akan menyebut nama Sabun Lux secara cepat. Minuman berenergi ya
Extra Joss, Minuman Isotonik ya Pocari Sweat dan seterusnya.

POSITIONING
JASA

PEGERTIAN POSITIONING

Positioning adalah tindakan perusahaan untuk merancang produk


dan bauran pemasaran agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan
konsumen. Sehingga dengan demikian konsumen memahami dan
menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya
dengan para pesaingnya. Bagi perusahaan tindakan untuk meneliti
atau mengindentifikasi posisi pesaing dan memutuskan untuk
mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari
kesempatan dalam pasar.

Menurut Kotler
positioning adalah suatu tindakan atau
langkah-langkah dari produsen untuk
mendesain citra perusahaan dan penawaran
nilai dimana konsumen didalam suatu
segmen tertentu mengerti dan menghargai
apa yang dilakukan suatu segmen tertentu,
mengerti dan menghargai apa yang
dilakukan suatu perusahaan dibandingkan
dengan pesaingnya.

Menurut
(1991:270) bahwa
Arti
DanCraven
Pentingnya
Posisipositioning
Jasa

memegang
peran yang sangat besar dalam strategi pemasaran, setelah
melakukan analisis pasar dan analisis pesaing dalam suatu
analisis
internal
perusahaan(total
situation
analysis).
Alasannya dunia sekarang ini dilanda over komunikasi, terjadi
ledakan barang,media, maupun iklan. Akibatnya pikiran para
prospek menjadi ajang pertempuran. Oleh karena itu, agar
dapat berhasil dalam suatu masyarakat yang over komunikasi,
perusahaan apa pun sebaiknya mampu menciptakan suatu
posisi yang mempertimbangkan tidak hanya kekuatan dan
kelemahan perusahaan sendiri, tetapi juga kekuatan dan
kelemahan pesaingnya dalam pikiran prospeknya. Itulah
sebabnya, ancangan dasar positioningtidak lagi sekadar
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang
Lain, tetapi memanfaatkan dengan cerdik apa yang ada di
dalam pikiran dan mengkaitkan hubungan-hubungan yang
telah ada.

B. Langkah-Langkah Penyusunan Strategi Posisi


Rumusan positioning yang dikemukakan Kenna (1985:37) Menjelaskan
perusahaan sewaktu akan melakukan product positioning perlu
mempertimbangkan 4 (empat) hal yaitu sebagai berikut:
1. Perusahaan perlu mengkuti trend dan dinamika pasar, seperti trend
teknologi, persaingan, sosial, dan ekonomi.
2. Perusahaan harus memfokuskan pada posisi teknologi dan kualitas.
3. Perusahaan harus mentargetkan produknya pada segmen pasar
tertentu misalnya pada segmen masyarakat atas, menengah atau
bawah. Karena lebih baik menjadi ikan besar dalam kolam kecil
daripada menjadi ikan kecil di kolam besar (it's better to big fish in a
little pond,).
4. Perusahaan harus mau bereksperimen dengan tipe produk baru,
kemudian memperhatikan reaksi pasar.

Posisi berdasar karakteristik jasa


Jasa mempunyai karakteristik utama, menurut Philip Kotler
(2005:112), karakteristik jasa dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Intangible (tidak berwujud)

Jasa berbeda dengan produksi fisik, dimana jasa tidak berwujud, tidak dapat
dilihat, dikecup, dirasakan.

2. Inseparabillty (tidak dapat dipisahkan)

Pada umumnya jasa yang diproduksi (dihasilkan) dan dirasakan pada waktu
bersamaan dan apabila dikehendaki oleh seseorang untuk diserahkan
kepada pihak lainnya, maka dia akan tetap merupakan bagian dari jasa
tersebut.

3. Variability (bervariasi)

Jasa senantiasa mengalami perubahan, tergantung dari siapa penyedia jasa,


penerima jasa dan kondisi dimana jasa tersebut diberikan.

4. Perishability (tidak tahan lama)

Daya tahan suatu jasa tergantung suatu situasi yang diciptakan oleh berbagai
faktor. Keadaan tidak tahan lamanya jasa menyebabkan jasa yang tersedia
pada saat ini tidak dapat digunakan atau dijual pada masa yang akan datang.

Posisi Pada Lima Dimensi Kualitas Jasa


Ada lima dimensi dalam menentukan posisi jasa, yaitu:
1. Reliability (kehandalan)

Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang


sesuai dengan janji yang ditawarkan
2. Responsiveness (Tanggapan)

Respon atau kesigapan karyawan dalam membantu


pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat
dan tanggap, yang meliputi: kesigapan karyawan
dalam melayani pelanggan, kecepatan karyawan
dalam menangani transaksi, dan penanganan
keluhan pelanggan/ pasien.

3. Assurance
Meliputi kemampuan karyawan atas: pengetahuan terhadap
produk secara tepat, kualitas, keramahtamahan, perhatian
dan kesopanan dalam memberi pelayanan, keterampilan
dalam

memberikan

informasi,

kemampuan

dalam

memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang


ditawarkan,

dan

kemampuan

dalam

kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan

menanamkan

4. Emphaty

Perhatian secara individual yang diberikan perusahaan kepada


pelanggan seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan,
kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan pelanggan,

dan usaha perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan


pelanggannya.

5. Tangibles

Meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan


ruangan front office, tersedianya tempat parkir, kebersihan,
kerapian dan kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan
komunikasi dan penampilan karyawan.

Masalah Posisi Bagi Organisasi Yang Mempunyai


Kendala Kapasitas

Tidak melakukan apapun, artinya membiarkan frekuensi dan volume permintaan apa
adanya. Risikonya perusahaan tidak dapat memenuhi semua permintaan saat
permintaan puncak, sehingga pelanggan bisa kecewa dan kesal. Sementara itu saat
permintaan sepi, akan banyak kapasitas menganggur.

Mengurangi permintaan pada periode permintaan puncak. Ada beberapa cara yang
bisa dilakukan. Pertama, menaik-kan harga sehingga pendapatan dapat ditingkatkan.
Kedua, menerapkan differential pricing atau memberikan insentif dengan tujuan
mendorong pemanfaatan pada ke-sempatan lain di luar periode puncak. Misalnya
menentu-kan tarif interlokal pada malam hari dan hari libur yang lebih murah daripada
periode sibuk di pagi dan siang hari. Ketiga, menerapkan dernarketing, misalnya
menggunakan iklan yang menawarkan diskon khusus apabila konsumen berbelanja
jauh-jauh hari sebelum hari Lebaran.

Mengantisipasi Tanggapan Pesaing


Dasar Strategi Persaingan
Keunggulan Bersaing dimiliki oleh suatu perusahaan bila mereka berhasil melakukan beberapa kegiatan yang
mempunyai nilai lebih kepada pelanggannya secara lebih baik daripada yang dilakukan oleh para
pesaingnya. Menurut Michael Porter, keunggulan bersaing dapat dikembangkan dengan mengikuti satu dari
beberapa strategi dibawah ini :

Strategi Kepemimpinan dalam biaya. Menjadi produsen produk dan jasa dengan biaya yang lebih rendah
didalam suatu industri memungkinkan sebuah perusahaan untuk menurunkan harga jual produknya kepada
para pelanggan.

Strategi Diferensiasi (Pembedaan). Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk
dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi diferensiasi para pesaingnnya. Hal ini dapat
memungkinkan sebuah perusahaan untuk berfokus pada produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan
dalam segmen pasar

Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis. Hal ini dapat mengembangkan
berbagai produk dan jasa yang unik, atau masuk kedalam pasar yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan
perubahan radikal atas proses bisnis dalam memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang
begitu berbeda dari cara bisnis dulu dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar insdustri

Strategi Pertumbuhan. Secara Signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi


barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau
berintegrasi ke dalam produk dan jasa yang berhubungan.

Strategi Persekutuan/Aliansi. Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan,
pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Hubungan ini dapat meliputi merger,
akuisisi, joint venture, membentuk perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau
distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya

Peta Posisi

peta positioning akan sangat membantu organisasi dalam mendiagnosis kelemahan dan
kekuatan posisinya dalam industri, yang pada giliranya sangat membantu bagi keputusanya
apakah perlu melakukan reposisi atau tidak. Peta posisi, biasa juga disebut sebagai pemetaan
perseptual, digunakan untuk merepsentasikan persepsi konsumen tentang produk-produk yang
ada dalambentuk grafik. Sebuah biasanya hanya mampu mengambarkan suatu obyek dua
dimensi. Apabila lebih dari tiga dimensi diperlukan untuk mengambarkan performan produk
dalam suatu pasar tertentu, maka serangkaian grafik perlu digambarkan secara terpisah untuk
memvisualisasikan atribut dimaksud. Model komputer akan sangat membantu penggambaran
visualisasi obyek dalam banyak dimensi.

Informasi tentang posisi suatu produk atau organisasi relatif terhadap setiap atribut dapat
diperoleh baik dari data pasar maupun dari rating-rating yang disusun oleh konsumen yang
repesentativ atau keduanya. Apabila persepsi konsumen tentang karekteristik jasa sangat
berada dari realitas yang didevinisikan oleh manejemen , maka upaya-upaya pemasaran
mungkin diperlukan untuk merubah persepsi-persepsi yang dimiliki konsumen tersebut.

Terimakasih..!!!!!!!
Terimakasih..!!!!!!
!