Anda di halaman 1dari 19

BIOGRAFI

Prof. Dr. Ir. Herman Johannes

Riwayat Hidup

Lahir: Rote, NTT, 28 Mei 1912

Tahun 1955, menikah dengan Annie Marie Gilbertine Amalo,


seorang putri raja di wilayah Leli di pulau Rote

Adalah sepupu Pahlawan nasional Dr. Wilhelmus Zakaria


Johannes

Riwayat Pendidikan
1921

1922

1928

1931

19341935

Sekolah Melayu, Baa, Rote, NTT

Europesche Lagere School (ELS), Kupang, NTT

Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Makassar, Sulawesi Selatan

Algemene Middelbare School (AMS) di Salemba, jakarta, lulus tahun 1934

Melanjutkan pendidikan ke Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS)


Pada 8 Maret 1942, THS Bandung ditutup. Tahun 1944 Jepang membuka sekolah Bandung Kogyo Daigaku (BKD),
berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung tahun 1945, kemudian hijrah ke Yogyakarta
menjadi STT Bandung di Yogyakarta. Tahun 1946, Herman Johannes menyelesaikan studinya.

Pekerjaan
1940, guru Cursus
tot Opleiding van
Middelbare
Bouwkundingen
(COMB), Bandung

1942, guru
Sekolah Menengah
Tinggi (SMT),
jakarta

1943, dosen Fisika,


sekolah Tinggi
Kedokteran,
Salemba, Jakarta

1946-1948, Rektor
Sekolah Tinggi
Teknik (STT)
bandung di
Yogyakarta

Juni 1948,
Mahaguru STT
Bandung di
Yogyakarta

Pekerjaan

1951-1956, Dekan
Fakultas Teknik UGM,
Yogyakarta

1955-1962, Dekan
Fakultas Ilmu
Pengetahuan Alam
(FIPA) UGM,
Yogyakarta

1966-1979,
Koordinator Perguruan
Tinggi (Koperti), DI
Yogyakarta- Jawa
Tengah

1961-1966, Rektor
Universitas Gadjah
Mada

1969, Ketua Regional


Science and
Development Center
(RSDC) Yogyakarta

Karir Pendidikan

Melakukan penelitian yang menghasilkan kompor hemat


energi dengan briket arang biomassa

Mendorong untuk mencari bahan bakar alternatif

Meneliti penggunaan lamtoro gung, nipah, widuri, limbah


pertanian, dan gambut sebagai bahan bakar

Oktober 1946 Beliau menyelesaikan studinya di STT


Bandung di Yogya yang kemudian menjadi cikal bakal Fakultas
Teknik Universitas Gadjah Mada di mana dia termasuk salah
satu perintisnya

Karir Militer
4
November
1946

Menerima Surat Perintah a.n Kepala Staf Umum Kementerian


Keamanan Rakyat Letjen.Urip Sumoharjo, untuk membangun
sebuah laboratorium persenjataan bagi TNI
Dibangun Sekolah Menengah Tinggi (SMT) Kotabaru,
memproduksi bermacam bahan peledak, seperti bom asap dan
granat tangan.

Desember
1948

Diminta oleh Letkol Soeharto sebagai Komandan Resimen XXII


TNI untuk memasang bom di jembatan kereta api Sungai Progo

Januari
1949

Diminta oleh Kolonel GPH Djatikoesoemo untuk bergabung


dengan pasukan Akademi Militer di sektor Sub-Wahrkreise 104
Yogyakarta

Karir Militer

1
Maret
1949
1949

19621965

Ikut serta dalam perang Gerilya


Serangan Umum 1 Maret 1949 di
Yogyakarta

Bersama Letnan Soesilo Soedarman


dan Letnan Djajadi, Mayor Johannes
pernah bertugas ke Wedi, Klaten,
untuk melakukan koordinasi
perjuangan.

Komandan Resimen Mahakarta

Karir Lain
1945-1946
Anggota Komite
Nasional
Indonesia Pusat
(KNIP) RI

1950-1951
Menteri Pekerjaan
Umum dan Tenaga

1954-1957
Anggota Executive
Board UNESCO,
Paris

1957-1958
Anggota Dewan
Nasional

1958-1962
Anggota Dewan
Perancang
Nasional
(Deppernas)

1968-1978
Anggota Dewan
Pertimbangan
Agung RI (DPA RI)

1970 Anggota
Komisi Empat (Tim
Pemberantasan
Korupsi)

1969-1975
Anggota Panitia
Istilah Teknik,
Departemen
Pekerjaan Umum RI

1980-1985
Anggota Pepunas
Ristek

1972-1976
Anggota Majelis
Bahasa IndonesiaMalaysia (MABIM)

1985-1992
Anggota Dewan
Riset Nasional

PENGHARGAAN

1958

Dianugerahi Bintang
Gerilya oleh Pemerintah RI

1961

Satya Lencana Perjuangan


Kemerdekaan

1973

Bintang mahaputra

1975

Doktor Honoris Causa, UGM

1981

Bintang Legiun Veteran RI,


1981

1991
1996
2003
2009

Anugerah Sri Sultan Jamengkubuwono IX

Sesuai Keppres No. 80 tahun 1996, namanya


diabadikan sebagai nama Taman Hutan raya bagi
kelompok hutan Sisinemi-Sanam seluas 1.900
hektare di Kab.Kupang, Prov.NTT

Namanya diabadikan oleh Keluarga Alumni Teknik


Universitas Gadjah Mada (KATGAMA), atas prakarsa
Ketua Airlangga Hartarto, menjadi sebuah
penghargaan bagi karya utama penelitian bidang
ilmu dan teknologi: Herman Johannes Award

Mendapat anugerah gelar Pahlawan


Nasional dari Presiden Yudhoyono dalam
rangka peringatan Hari Pahlawan 2009

Karya Tulis

Zarrah-zarrah Fisika Modern, (Jajasan Fonds Universitit


Negeri Gadjah Mada, 1953)

Pantjasila Seichtisar dalam Kata-kata Bung Karno,


(universitas Gadjah Mada, 1963)

Teknik Squeeze dalam Bridge, (PT Indira, Jakarta, 1970)

Pengantar Matematika untuk Ekonomi, (bersama Budiono Sri


Handoko; Pustaka LP3ES, jakarta 1974)

Gaya Bahasa keilmuan, (universitas Gadjah Mada, 1979)

Membina Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Ilmiah, Indah


dan Lincah, (Universitas Gadjah Mada, 1980)

Kamus Istilah Ilmu dan Teknologi, (PT Indira, Jakarta, 1981)

Aneka Teknik Sepit, (Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1989)

Namanya diabadikan menjadi nama jalan yang menghubungkan


Kampus UGM dengan Jalan Solo dan Jalan Jend. Sudirman di Kota
Yogyakarta.

Sesuai Keputusan Presiden RI, No. 80 Tahun 1996, nama Herman


Johannes diabadikan sebagai nama Taman Hutan Raya bagi
kelompok hutan Sisinemi-Sanam seluas 1.900 hektare di
Kabupaten Kupang NTT.

Pada tanggal 19 Desember 2016, atas jasanya, Pemerintah


Republik Indonesia mengabadikan beliau di pecahan uang logam
rupiah baru, pecahan Rp.100,-

Meninggal: Yogyakarta, 17 Oktober 1992 ( pada umur 80


tahun) karena penyakit kanker prostat, dimakamkan di
Pemakaman Keluarga UGM di Sawitsari, Yogyakarta.

Terimakasih