Anda di halaman 1dari 35

SMILLAHIRRAHMANIRRAHI

PKT56
56
PKT
TAHUNAJARAN
AJARAN2011-2012
2011-2012
TAHUN
Dengan Ridho Allah SWT
Mempersembahkan

Analisis Air Mineral Isi


Ulang di SMAKBO

PKT
56
PKT 56

Ketua
: Reza Ferria Ramdhan
Anggota : Arief Hadi Permana
Galuh Chynintya R. P.
Muthiah Qurrota Ayuni

Pendahuluan

Metode Analisis

Uji Hedonik

Analisis
Organoleptik

Uji
Segitiga

Analisis
Analisis
Gravime
Elektrokimia
tri

Penetapan
Penetapan
pH
Turbiditas
secara
Penetapan
kadar
secara
pH-metri
Turbidimetri
zat terlarut secara
Gravimetri

Analisis
Titrimetri

Penetapan Kadar
Klorida secara
Argentometri

Penetapan Kadar
Zat Organik secara
Permanganatometr
i

Penetapan
Penetapan
Kadar
Kadar
Cemaran
Cemaran
Logam
(Pb,
Cd,
Logam
(Pb,
Cd,
Co,
Cr,Cr,
Cu)
Co,
Cu)

Penetapa
Penetapa
n
n Kadar
Kadar
Besi
Besi
secara
SSA

Analisis
Instrumen

Penetapan
Kadar Sulfat
secara
secara
Spektrofotomet
Spektrofotomet
er
er UV-Vis
UV-Vis

Penetapan
Kadar
Penetapan
Kadar
Nitrat
secara
Nitrat
secara
Spektrofotometri
Spektrofotometri
UV-Vis
UV-Vis

Penetapa
n Bakteri
Coliform
secara
APM

Analisis
Mikrobiologi

Bakteri
Pathogen
Salmonell
a

Hasil Analisis

Hasil praktikum dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 01-35542006

Analisis

Metode

Parameter

Standar

Hasil

Fisika

Organoleptik

Bau

Tidak Berbau

Tidak Berbau

Rasa

Normal

Normal

Kejernihan

Jernih

Jernih

Potensiometri

pH

6 - 8,5

6,68

Turbidimetri

Kekeruhan

Max. 1,5 NTU

2,53 NTU

Gravimetri

Zat terlarut

Max. 500 ppm

17,4 ppm

Titrimetri

Zat organik

Max. 1,0 ppm

Negatif

Spektofotometri

Nitrat

Max. 45 ppm

49,5 ppm

Sulfat

Max. 200 ppm

31,91 ppm

Argentometri

Klorida

Max. 250 ppm

69,69 ppm

AAS

Besi

Max. 0,1 ppm

Negatif

Timbal

Max. 0,005 ppm

Negatif

Kimia

Pembahasan

Penyimpangan
Penyimpangan
Turbiditas

Kadar Nitrat

Kesimpulan dan Saran


Berdasarkan
hasil analisis
air dengan SNI
No. 01-35542006 , air
minum isi
ulang di
SMAKBo
memiliki
penyimpangan
pada
parameter
kekeruhan dan

Dalam proses
analisis
dibutuhkan
instrumen
yang lebih
teliti agar
mendapatkan
hasil yang
akurat dan
alat filtrasi
diperbaiki
kerusakkannya
atau diganti.

TERIMA KASIH

Nitrat

Dimasukkan
dalam buret
Lar. Standar
KNO3 100
ppm

Diencerkan
menjadi 10
ppm

0
Dibaca
ABS pada
220 nm
dan 275
nm

+ 1 ml HCL 1
N ke sampel
dan deret.
Encerkan
himpitkan
homogenkan

Pipet 50
ml contoh
masukkan
ke LU 100
ml

pH

Cek pH

Kalibrasi pH meter

Klorida

100 ml
sampel

Dimasukkan
dalam
erlenmyer

Titrasi dengan
AgNO3
0,1 N
TA: kuning kemerahmerahan

Diatur
pH 7-10

+ 1 ml
K2CrO4

Sulfat

Larutan
induk SO4
100 ppm

+ 2 ml larutan
buffer ke dalam
sampel dan
standar. Diaduk
dengan
magnetic stirrer
selama 1

25 ml
sampel
dan
deret
standar

Dibaca abs pada


= 420 nm

Dimasuk
kan
dalam
labu x

Zat Organik
100
ml
samp
el

Dimas
ukkan
ke
erlen
meyer
1

+beber
apa
tetes
KMNO4
sampai
merah
muda

10 ml
KMNO4
0,001 N

10 ml
(COOH)2
0,001 N

KMNO4
0,01 N
TA: merah
muda
seulas

+5 ml
H2SO4 8 N
bebas zat
organik.
Masukkan
beberapa
butir batu
didih

10

Cemaran logam

Dimasukkan
dalam buret
Lar. Standar
1000 ppm

Diencerkan
menjadi
100 ppm
Dibuat deret sesuai logam

Diukur dengan alat


SSA, dengan lamda
sesuai dengan
logam yang
ditetapkan

Dihimpitkan
dan
dihomogenka
n

Ditambahkan
pengasam
HNO3

Uji Salmonella

Di tuang ke
cawan

Media PDA

Sampel
steril

Sampel dituang ke
dalam cawan yang telah
berisi media

Diinkubasi
370C, 24
jam

Media
diratakan
ke seluruh
bagian
cawan

APM

Tabung ulir
telah diisi
media LB

Pastikan
tabung
durham
dalam
posisi
terbalik
dan tidak
ada
gelembung
udara

Diinkubasi
370C, 24
jam

Organoleptik

Uji organoleptik dilakukan berdasarkan


pada pengamatan dengan menggunakan
panca indra yang meliputi aroma/bau,
warna, dan kejernihan contoh.

Derajat keasaman (pH) metode


potensiometri

Pengukuran ini dilakukan karena adanya


kandungan ion H+ dan OH- dalam sampel
yang dapat diukur dengan menggunakan
pH meter.

Kekeruhan

Pengukuran ini dilakukan untuk


mengetahui tingkat kekeruhan dalam
sampel yang diukur dengan
menggunakan turbidimeter.

Zat yang terlarut metode


Gravimetri

Zat terlarut merupakan zat yang


terkandung dalam air yang lolos setelah
penyaringan dengan ukuran 10m dan
larutan yang lolos diuapkan pada suhu
105C. residu yang tertinggal ditimbang
hingga bobot tetap.

Zat Organik (angka KMnO4)


metode Titrimetri

Penetapan ini dilakukan untuk


mengetahui kadar zat organik yang
terdapat dalam sampel dengan cara
mereduksikan zat organik dalam sampel
dengan asam oksalat berlebih terukur
dan kelebihannya dititar dengan KMnO4
secara titrasi langsung.

Nitrat metode Spektrofotometri

Nitrat dapat ditetapkan dengan


menggunakan spektrofotometri pada
suasana asam dengan panjang
gelombang 220 nm dengan range
konsentrasi antara 0,1 hingga 11mg/l.

Sulfat metode Spektrofotometri

Sulfat direaksikan dengan hablur BaCl2


sehingga membentuk koloid BaSO4 yang
berwarna putih. Koloid distabilkan
dengan larutan kondisi dan larutan diukur
dengan spektrofotometer pada panjang
gelombang 420 nm dengan range
konsentrasi 0 80 mg/l.

Klorida metode
Argentometri

Penetapan ini dilakukan untuk


mengetahui kadar Cl dalam sampel
menggunakan reaksi dengan logam Ag
sehingga membentuk endapan putih
AgCl.

Cemaran Logam metode


AAS

Dengan dasar contoh dijadikan


garamnya, lalu dengan bahan bakar
dibuat aerosol dan atom bebas. Atomatom bebas dapat menyerap energi
cahaya sehingga membentuk atom yang
tereksitasi dan absorbansi sinar dapat
dibaca pada Spektrofotometer Serapan
Atom.

Uji cemaran mikroba


(Escherischia coli) metode APM

Metode ini didasarkan adanya gas yang


terbentuk pada tabung durham setelah
diinkubasi pada suhu 370C selama 24-48
jam. Dengan dibantu tabel yang ada,
jumlah bakteri E.coli dapat diketahui.
Media yang digunakan adalah Lactose
Broth.

Uji adanya Salmonella thyposa

Dalam sampel tidak boleh terdapat


bakteri patogen sedikitpun, bakteri
patogen dapat diketahui dengan
menggunakan media selektif dimana
bakteri patogen dapat terlihat.