Anda di halaman 1dari 13

PERAN PERAWAT

DALAM
PELAKSANAAN
DIET

PERAN PERAWAT

Perawat yaitu seseorang yang berperan dalam merawat

atau memelihara, membantu dan melindungi seseorang


karena sakit, injury dan proses penuaan (ANA, 2000)
Perawat Profesional adalah Perawat yang
bertanggungjawab dan berwewenang memberikan
pelayanan Keparawatan secara mandiri dan atau
berkolaborasi dengan tenaga Kesehatan lain sesuai
dengan kewenanganya.(Depkes RI,2002).
Asuhan Keperawatan adalah Kegiatan profesional
Perawat yang dinamis, membutuhkan kreativitas dan
berlaku rentang kehidupan dan keadaan.(Carpenito,
1998)
Tahap dalam malakukan Asuhan Keperawatan yaitu :
Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Rencana,
Implementasi, Evaluasi.

PERAN PERAWAT

Perhatian Perawat Profesional pada waktu

menyelenggarakan pelayananKeperawatan
adalah pada pemenuhan kebutuhan dasar
Manusia
Peran ini di kenal dengan Care Giver,
peran Perawat dalam memberikanAsuhan
Keparawatan secara langsung atau tidak
langsung kepada Klien sebagai Individu,
Keluarga dan Masyarakat, dengan metoda
pendekatan pemecahan masalah yang
disebut proses keperawatan.
Dalam melaksanakan peran ini perawat
bertindak sebagai comforter, protector,
advocate, communicator serta rehabilitator.

PERAN PERAWAT

Comforter: memeberikan rasa aman dan

nyaman
Protector & advocate: melindungi dan
menjamin hak dan kewajiban Klien agar
terlaksana dengan seimbang dalam
memperoleh pelayanan Kesehatan
Communicator: penghubung antara klien
dengan anggota Kesehatan lainya, peran ini
erat kaitanya dengan keberadaan Perawat
mendampingi Klien sebagai pemberi Asuhan
Keperawatan selama 24 jam
Rehabilitator: mengembalikan fungsi organ
atau bagian tubuh agar sembuh dan dapat

Kriteria Rujukan
Pasien ttt mungkin perlu dirujuk ke bagian nutrisi unk

menjalani evaluasi lebih lanjut.


Konsultasi/Rujukan Nutrisi Bagi Rawat Jalan
1. Pasien penyakit kronis unk melengkapi pengobatan,
misal: DM, dislipidemia, Hipertensi, Obesitas,
Osteoporosis, Peny. Kardiovaskuler, malabsorpsi, peny.
Ginjal
2. Pasien dgn peningkatan kebutuha metabolikyg
berhubungan dgn proses penyakitnya atau dgn infeksi yg
kronis, misal: AIDS, deman yg penyebabnya tdk
diketahui, hepatitis, patah tulang, TBC, kanker, luka bakar
3. Permasalahan yg menghambat pencapaian asupan
nutrisi yg memadai, misal: anoreksia, diare, disfagia,
geligi yg buruk, mudah kenyang, sosek rendah,
ketrbatasan jasmani, smebelit, mual

Konsultasi/Rujukan Nutrisi Bagi Rawat Jalan


4. Pasien mendapat beberapa macam obat yg diketahui
memiliki eek samping, misal: antikoagulan(warfarin,
coumadin), antikonvulsan (dilantin), anti inflamasi
(prednison), antituberkulosis (INH), preparat
kemoterapeutik, obat penurun kolesterol, diuretik,
antibiotik pemberian jangka panjang (tetrasiklin,
amfoterisin)
5. Setiap pasien yg melaporkan penggunaan megadosis
suplemen nutrien atau yg menghindari kelompok
nutrien dlm jangka waktu yg lama (>1 bulan)
6. Pasien dgn anemia yg berhubungan dgn diet yg jurang
bergizi (misal, diet kurang folat, zat besi, vitamin B12)

Konsultasi/Rujukan Nutrisi Bagi Rawat Jalan

7. Pasien deplesi simpanan protein viseral


(albumin, transferin) tanpa etiologi medis yg
jelas
8. Penurunan BB yg tdk diinginkan:
> 5% dari berat lazim dlm 1 bulan
> 10% dari berat lazim dlm 6 bulan
9. Setiap pasien dgn permsalahan makan yg
baru terdiagnosis.

Konsultasi/Rujukan Nutrisi Bagi


Rawat Inap
1. Pasien trauma dgn kondisi kritis, misal: luka bakar,

fraktur, infeksi HIV


2. Pasien dgn penyakit kronis shg asuhan nutrisi merupakan
komponen penting dlm perawatannya, misal: gagal
ginjal, DM, dislipidemia, malnutrisi, peny. Arteri koroneria,
penyakit hati, hipertensi baru didiagnosis, kanker dgn
penurunan BB, malnutrisi atau gangguan asupan nutrisi,
penyakit paru obstruktif menahun dgn penurunan BB
3. Pasien yg memerlukan dukungan nutrisi khusus
(parenteral/enteral)
4. Pasien dgn anemia nutrisi

5. Pasien dgn deplesi simpanan protein yg


bermakna (misal, albumin <3,0) yg disertai
dgn defisiensi nutrisi
6. Pasien dgn penurunan BB yg bermakna
sebelum masuk RS
7. Pasien yg melaporkan penggunaan
megadosis suplemen nutrien atau yg
menghindari kelompok nutrien dlm jangka
waktu yg lama (>1 bulan)

PERAN PERAWAT
Perawat
Pasien
anggota

tim lain

Identifikasi kebutuhan gizi


Kolaborasi dg tim kesehatan lain
Motivator pelaksanaan diet
Memberi pendidikan kesehatan ttg nutrisi

& diet

10

PERAN PERAWAT

lanjutan

karena adanya kontak secara terus menerus

dengan pasien.
Perawat melakukan pemesanan makanan atau diet
ke dapur sesuai preskripsi diet yang sudah
ditetapkan.
Perawat mengamati pasien sewaktu makan,
melaporkan tentang penerimaan pasien terhadap
diet yang diberikan, apakah habis dimakan atau
tidak, kemungkinan adanya masalah dengan
defekasi atau hal-hal lain yang berkaitan dengan
makanan atau diet yang diberikan.
Perawat bertanggung jawab dalam pemberian
makanan per oral, enteral, maupun parenteral, &
memberi laporan secara lisan dan/ atau tertulis
tentang kemungkinan akibat yang kurang baik
karena pemberian makanan tersebut.
Perawat memberi penjelasan secara garis besar
kepada pasien & keluarganya tentang makanan

11

PROSES PELAYANAN GIZI


ASESMEN ATAU PENGKAJIAN GIZI
DIAGNOSA KEPERAWATAN
PERENCANAAN PELAYANAN GIZI
IMPLEMENTASI PELAYANAN GIZI

SESUAI RENCANA
MONITORING DAN EVALUASI
PELAYANAN GIZI

12

Ad. 1. ASESMEN ATAU PENGKAJIAN GIZI


Pasien rawat inap/ rawat jalan

lakukan
asesmen awal apakah membutuhkan asuhan
gizi secara khusus
Meliputi ABCD
A: Anthropometric
Measurement, B : Biochemical Data, C :
Clinical Signs, D : Dietary History
Perhatikan ada/ tidaknya riwayat perubahan
berat badan (BB) yang berarti (perubahan BB
> 10 % dalam waktu singkat
lakukan
asesmen lanjut)

13