Anda di halaman 1dari 43

Resty Anissa Damayanti S.Farm.

,Apt

RESEP
Adalah permintaan tertulis dari dokter/drg/drh kepada
Apoteker untuk membuat &/ menyerahkan obat kepada
pasien.
Yg
-

berhak menulis resep :


dokter
dokter gigi
dkter hewan

Yg berhak membuat/meracik obat yg tertulis di resep :


apoteker
asisten apoteker dibawah pengawasan apoteker.

Dalam resep harus tertulis :


1. Nama, alamat, no. ijin praktek dr / drg / drh.
2. Tempat & tanggal penulisan resep.
3. Supersriptio
- tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep.
- R/ = recipe = ambillah!
- falsafah dalam penulisan resep keyakinan &
kekuatan
prescriber.
- sebaiknya ditulis tangan dg penuh keyakinan.

4. Inscriptio / invocatio
nama setiap obat & komposisinya.
tujuan : membantu menyembuhkan & mengurangi
penyakit pasien.
pedoman : 6T1W (tepat pasien, tepat diagnosa,
tepat
indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis
regimen, tepat evaluasi & waspada ES).
nama obat dalam resep :
diawali huruf besar
nomenclatur generik (INN).
ditulis jelas, lengkap, atau dg singkatan resmi.
INH= Isoniazida
HCT
= Hidroklorothiazida
Vas.alb. = vaselin album
paraf.liq. = parafin liqiudum

Lanj
Dosis obat ditulis dg angka bulat diikuti satuan (100
mg; 50 ml).
Sebaiknya dihindari angka pecahan & desimal.
(0,2 g 200 mg ; g 500 mg).
Dosis obat yg tidak lazim, cantumkan qr (quantitum
rectum = jumlahnya sudah tepat) dibelakang nama
obat.
mis : antalgin 650 mg qr.

5. Subscriptio
Perintah untuk dibuatkan bentuk sediaan obat yg
diinginkan & jumlah obat yg diminta.
mfla pulv / sol / susp / emul / caps / cr.
mfla = misce fac lege artis = campur & buatlah
menurut / sesuai dg seninya.
Jika pasien tidak menyukai BSO yg tertulis dalam resep,
konsultasikan dg prescriber.
Jumlah obat yg diminta ditulis dg angka romawi
(I,II,III,IV,V,X,L,C)
Untuk narkotika & psikotropika sebaiknya ditulis dg
huruf.
R/ Braxidin tab no.VI (enam)

6. Signatura
Aturan pemakaian obat yg tertulis dalam resep.
Aturan pemakaian obat harus ditulis dg jelas & mudah
dibaca.
Contoh signatura dg bahasa latin yg lazim ditulis dalam
resep :

ac
ante coenam sebelum makan
ad
auris dextra telinga kanan
bdd
bis de die
sehari dua kali
bddc
bis de die cochlear sehari dua kali satu sendok makan
c cohclear
sendok makan, 15 ml
cth
cochlear these
sendok teh, 5 ml
dc
durante coenam
selagi makan
dtd
da tales dosis berikanlah dg takaran sebanyak itu

7.

Tanda tangan / paraf dokter penulis resep.

8.

Pasien
- nama pasien ditulis lengkap
- anak/lansia : dg umur & BB
- alamat & no. telepon
pelaporan narkotika & psikotropika
pelaporan OWA
nama sama
salah obat melacak
menghindari penyalahgunaan obat
obat titipan

COPIE RESEP / SALINAN RESEP

Adalah salinan tertulis dari suatu resep


Sinonim : apograph, exemplum, afschrift
Ditulis oleh apoteker / AA dg sepengetahuan apoteker.
Ditandatangani oleh apoteker.

Salinan resep selain memuat semua keterangan yg termuat dalam


R/ asli, harus memuat :
1. Nama & alamat apotek
2. nama & no. SP / SIK APA (Apoteker Pengelolah Apotek)
3. tanda tangan / paraf APA (bagian bawah sebelah kanan)
4. tanda det = detur (untuk obat yg sudah diserahkan)
tanda nedet = ne detur (untuk obat yg belum diserahkan)
tanda det orig = detur originalae (sudah diberikan sesuai dg
resep
aslinya), untuk resep asli dg tanda iter (diulang).
5. no.resep & tanggal pembuatan
6. pada bagian bawah R/ sebelah kanan ditulis :
- P.C.C. = Pro Copie Conform = sesuai dg aslinya
- cap / stempel apotek

ETIKET
Label yg berisi petunjuk atau aturan penggunaan obat yg harus
disertakan / ditempel pada kemasan / wadah obat (yg dibeli dg
resep) pada saat dispensing.
Warna etiket :
1. Putih untuk obat dalam : obat yg digunakan melalui
mulut masuk
kerongkongan perut .
2. Biru untuk obat luar : obat yg digunakan melalui mata,
hidung,
telinga, vagina, rektum, sediaan parenteral,
obat kumur,
dan
topikal.
Etiket Putih / Obat Dalam, dicantumkan :
a. Nama & alamat apotek
b. Nama & no. SP/SIK APA
c. No. R/ & tanggal pembuatan R/
d. Nama pasien
e. Aturan pemakaian
f.
Tanda lain : kocok dulu, harus habis, tidak boleh diulang tanpa
R/ dr.
g. paraf pembuat.

Etiket Biru / Obat Luar, dicantumkan :


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

nama & alamat apotek


nama & no SP/SIK APA
no. R/ & tanggal pembuatan
nama pasien
nama & jumlah obat
aturan pemakaian
tulisan obat luar
tanda lain : obat gosok, obat kumur, kocok dulu

Dosis .. ?

DOSIS
Dosis obat adalah jumlah obat yang diberikan
kepada penderita dalam satuan berat (gram,
miligram, mikrogram) atau satuan isi (mililiter,
liter) atau unit-unit lainnya (Unit Internasional).

DOSIS LAZIM
Kecuali dinyatakan lain, maka yang dimaksud
dengan dosis obat ialah sejumlah obat yang
memberikan efek terapeutik pada penderita
dewasa /anak
disebut dozis lazim atau dosis medicinalis atau
dosis terapi.

DOSIS MAKSIMUM
Dosis maksimum adalah dosis optimum yang
masih dapat diberikan kepada seorang manusia
dewasa sehat tanpa menimbulkan efek
keracunan.

DOSIS TOXICA
Bila dosis obat yang diberikan melebihi dosis
maksimum, terutama obat yang tergolong racun,
ada kemungkinan terjadi keracunan, dinyatakan
sebagai dosis toxica.(tanpa kematian )

DOSIS LETALIS
Bila Dosis toxica ini dilewati maka dapat
mengakibatkan kematian, disebut sebagai dosis
letalis.

DOSIS
Dosis terapetik < Dosis maksimum < Dosis toxica
< Dosis letalis

DOSIS AWAL
Obat-obat tertentu memerlukan dosis permulaan
(initial dose) , dosis awal (loading dose) , dosis
pemeliharaan (maintenance dose).
Dengan memberikan dosis permulaan yang lebih
tinggi dari dosis pemeliharaan, misalnya dua kali,
kadar obat yang dikehendaki dalam darah dapat
dicapai lebih awal.

CARA PEMBERIAN OBAT


1.
2.
3.
4.
5.

Enteral (oral ): dimakan atau diminum


Parenteral : subkutan, intramuskuler, intravena,
dan sebagainya.
Rektal, vaginal, uretral
Lokal, topikal
Lain-lain : implantasi, sublingual, intrabukal, dan
sebagainya.

DOSIS UNTUK ANAK


Bagaimana menghitung dosis untuk anak ?

Berdasar perbandingan dosis dengan orang


dewasa

Berdasar kondisi fisik masing-masing anak

PERBANDINGAN DOSIS
Berdasar umur (orang dewasa : 20 24 tahun)
Berdasar berat badan
(orang dewasa : 70 kg)
Berdasar luas permukaan tubuh (LPT) . luas
permukaan tubuh orang dewasa : 1.73 m

Rumus DM
1.

Rumus Dilling (dosis untuk pasien usia 8-12)


Umur (tahun) X DM dewasa
20

2. Rumus Young (dosis untuk pasien usia 1-8)


Umur (tahun) X DM dewasa
Umur + 12

Rumus DM
3.

Rumus Fried (dosis untuk pasien dibawah 1 tahun)


Umur (bulan)
X DM dewasa
150

4.

Rumus Clarks (dosis untuk pasien usia 1-8)


BB anak (pound) X
DM dewasa
150

5.

Perhitungan BSA (body Surface Area)


BSA (m) = TB (cm) x BB (kg)
3600

1kg=2,2pound

Ketentuan Lain
Daftar dosis dewasa berlaku untuk pasien dewasa berumur 2060 tahun, ketentuan Dm untuk pasien lanjut usia :
60 -70 tahun

4/5 x DM

70 80 tahun

x DM

80 90 tahun

2/3 x DM

> 90 tahun

x DM

Perhitungan dosis
Satuan berat

:
1g
1 mg

Satuan volume :

1 L (liter) = 1000 ml (mililiter)

1 kg = 1000 g (gram)
= 1000 mg (miligram)
= 1000 mcg (mikrogram)

Konversi gram ke mg (sebaliknya) :


1g
= 1000 mg
2g
= (2 x 1000) mg
= 2000 mg
1,23 g
= (1,23 x 1000) mg = 1230 mg
1050 mg = 1050 : 1000 g
= 1,05 g
Menyatakan persentase dg istilah kuantitatif
- sediaan padat : gram (mg)
- sediaan cair : ml
- ex : krim 1%
1% = 1 g : 100 g = 0,01 g/g = 0,01 g/g x 1000 mg = 10
mg/g
larutan 1% = 10 mg/ml

Perhitungan Dosis Tablet/kapsul/


Obat Cair/injeksi
I. Tablet / kapsul
Rumus 1.
Jumlah yg diminta = dosis yg diminta

x 1 tablet

dosis yg tersedia

ex : berapa tablet digoxin diperlukan untuk mendapatkan dosis


0,125 mg ? 1 tablet = 62,5 mcg digoksin
jwb : 0,125 mg = (0,125 x 1000) mcg = 125 mcg
= {125 mcg : 62,5 mcg} x 1 = 2 tablet
II.
Obat cair/injeksi
Rumus 2. X = dosis yg diminta

x volume yg tersedia

dosis yg tersedia

ex : seorang perawat diinstruksikan untuk menyuntik 150 mg


penisilin V. tersedia flakon dg label 125 mg/5 ml. berapa ml harus
diberikan?
jwb :
X = {150 mg : 125 mg} x 5 ml = 6 ml

Lanj
Rumus 3.

X = konsentrasi yg diminta x jumlah yg diminta


konsentasi yg tersedia

Contoh :
- Diperlukan larutan bethadine 1 : 2000 dan tersedia larutan 20%.
Berapa banyak larutan bethadine 20% ini diperlukan utk membuat 2 L
bethadine 1: 2000 ?

- Karena konsentrasi dinyatakan sbg rasio dan yg lain sbg persentase,


salah satunya hrs dikonversikan.
- 20% = 20 bagian per seratus = 20 : 100 = 1 : 5

Jawab :
X = 1 : 2000 x 2000 ml
1:5
= 1
x
5
x 2000 ml
2000
1
= 5 ml
Jadi diperlukan 5 ml larutan bethadine 20% untuk membuat 2 L
larutan 1 : 2000

R/ Phenobarbital
40 mg
Lactosum qs
m.f pulv No X
t t d d pulv I
Pro : Shinta (3 tahun )
Dosis Maksimal untuk orang dewasa
Phenobarbital = 300 mg /600 mg
Ket :
300 mg adalah dosis maksimal sekali minum
600 mg adalah dosis maksimal dalam sehari

Perhitungan dosis maksimal Phenobarbital untuk


anak usia 3 tahun adalah :
Sekali minum
Seharinya
Pengujian rasionalisasi dosis dari resep diatas
untuk pasien shinta anak berumur 3 tahun :
Berdasarkan resep dosis sekali minum = 40 mg
< 60 mg tidak over dosis ( T.O.D )
Berdasarkan resep dosis dalam sehari = 3 x 40
mg = 120 mg < 600 mg tidak over dosis
( T.O.D )

Perhitungan dosis dewasa (dalam R/)


R/ Ephedrin HCl 40 mg
dalam F.I. dosis max (DM) untuk :
CTM 5 mg Ephedrin HCl : 50 mg/150 mg
Antalgin
250 mg
CTM : 40 mg/hari
Codein HCl 55 mg ! (paraf)
Codein HCl
: 60 mg/300 mg
Sacch. lact.q.s.
Per kuur / pk : sekali pakai
m.f. pulv. dtd. No. XX
per etmoral/pet
: sehari
s.t.dd.pulv.I
pro : Tn. Joyo (dewasa)
Jwb: perhitungan dosis
- pk efedrin Hcl
: 40 mg (sekali) T.O.D
- pet
: 40 x 3 = 120 mg (sehari) T.O.D
- pk CTM
- pet

: 5 mg T.O.D
: 5 x 3 = 15 mg T.O.D

- pk Codein Hcl
: 55 mg T.O.D
- pet
: 3 x 55 = 165 mg T.O.D

Lanj
Penimbangan / perhitungan jumlah tablet yg diambil :
sediaan yg ada :
- efedrin 25 mg
- CTM 4 mg
- antalgin 500 mg
- codein HCl 10 mg
Efedrin Hcl
tablet
CTM
Antalgin
tablet
Codein Hcl
tablet !

= {40 mg : 25 mg} x 20

= 32

= {5 mg : 4 mg} x 20 = 25 tablet
= {250 mg : 500 mg} x 20
= 10
= {55 mg : 10 mg} x 20

= 110

Latihan :
R/ Aminophylin
Rhifampicin
GG

75 mg
100 mg

50 mg SL

qs

m.f.pulv.d.t.d No.X S.3.d.d.pulv.I


Pro : An. Rosa (3Th)

Diketahui :
DM Aminophylin 1 x = 500 mg
DM
sehari = 1500 mg

R/ Acetaminophen
150 mg
Ammm. Clorida
300 mg
Dexamethazon
0,5 mg SL
qs m.f.pulv.d.t.d No.X
S.3.d.d.pulv.I
Pro : An. Rosa (7Th)

Diketahui :
DL Acetaminophen 1 x
DL
sehari
DM Amm.cl

= 500 mg
= 2000 mg

1x =sehari = 10
g

R/ Codein HCl
GG

15 mg
50 mg SL

qs
m.f.pulv.d.t.d No.X S.3.d.d.pulv.I
Pro : An. Rosa (15Th)

Diketahui :
Dosis max 1 x = 60 mg
Dosis max sehari = 300 mg
Dosis untuk An. (15 Th) =
2. Rumus Dilling :

x DM dewasa

20
n adalah umur anak 8 tahun keatas

R/ Atropin sulfas
0,5 mg
Magnesii subcarbonat
Natrii bicarbonat
aa 0,1
SL
qs m.f.da in
caps.dtd.No.X S.m.et.v.caps.I
Pro : An. Iwan (8Th)
Permasalahan :
-Hitung OD tidak

Diketahui :
Dosis max 1 x = 1 mg
Dosis max sehari = 3 mg

Hitung DM anak untuk obat2


berikut untuk ds sekali dan sehari
(jika :
1.

Papaverin HCL (10th)

2.
3.

Papaverin Hcl (7th)


Acetaminophen (9th)

4.
5.

Theophyllinum (13th)
Coffein (10 bln)

Dr. Widodo Saputro, Sp.KK


Sip: 77/d703/89
Alamat : Jl.Sunda 13. Solo
Tgl. 2-9-2009

R/ Paracetamol
Luminal
SL

120 mg
100 mg

qs

m.f.pulv.d.t.d No.X
S.4.d.d.pulv.I

Pro : An. andi (9Th)

Penyelesaian resep 1 :

Dr. Widodo Saputro, Sp.KK


Sip: 77/d703/89
Alamat : Jl.Sunda 13. Solo
Tgl. 1-92009

R/ Extr.Belladon
mg SL
qs
m.f.pulv.No.X
S.4.d.d.pulv.I
Pro : An. Rosa (15Th)

100

43

Sekian
&
Terima Kasih