Anda di halaman 1dari 29

DASAR PROTEKSI/PENGAMAN

Jaringan DISTRIBUSI 20 kv

HUBUNGAN PARALEL ANTAR PUSAT LISTRIK


V < 20 kV

PLTD A

V<20 kV

6
3

PLTD B

SAAT TERJADI GANGGUAN DI SALAH SATU FEEDER,


ADA SUMBANGAN ARUS DARI PLTD A DAN PLTD B KETITIK GANGGUAN.
RELE DI 3 DAN 5 AKAN TRIP
RELE DI 1 & 6 AKAN PICK UP

JIKA SETELAN RELE ANTARA KEDUA PUSAT LISTRIK TIDAK SESUAI, AKAN TER
BLACK OUT (SELURUH PUSAT LISTRIK PADAM)
CATATAN: SETIAP TITIK GANGGUAN DIMISALKAN BUS BARU

PENGARUH ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT

TRAFO DAYA

51

51

51G

51G

3 FASA
1 FASA-TANAH

51N

1. TEGANGAN DI BUS 20 KV TURUN


2. PENGARUH TEGANGAN TURUN DIRASAKAN OLEH SEMUA FEEDER
YANG TERSAMBUNG PADA BUS BERSAMA.
3.

SAAT TERJADI GANGGUAN HS TRAFO TENAGA TERJADI STRES PADA BELITA

4. SAAT PMT TERBUKA TEGANGAN NAIK.

5. GANGGUAN HS 1 FASA KETANAH DAPAT MENAIKAN TEG PADA FASA YANG S

GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


dengan pengaman fco

IF

PLTD A

FCO

Gangguan HS

20 kV

IF>>

Saat terjadi gangguan hubung singkat dijaringan 20 kV di salah satu feed


Yang mempunyai FCO--- FCO trip.
Saat FCO trip dalam tabung terjadi arcing yang waktunya melebihi waktu
Yang dapat tripkan Rele di outgoing.

GANGGUAN YANG TERJADI:


1. GANGGUAN 3 : bisa terjadi
pada fasa R , S dan T terhubung singkat
2. GANGGUAN 2 FASA : bisa terjadi antara

fasa R & S,

fasa T & S atau

R & T terhubung singkat

3. GANGGUAN 2 FASA-KETANAH :

fasa R& S ketanah

fasa T & S ketanah atau

fasa R & T ketanah

4. GANGGUAN 1 FASA-KETANAH :

fasa R - ketanah

fasa S - ketanah atau

fasa T - ketanah

bisa terjadi antara

bisa terjadi antara

PERALATAN PENGAMAN PADA JARINGAN 20 kV

1. Pengaman Gangguan Antar Fasa (OCR)


2. Pengaman Gangguan Satu Fasa Ketanah (GFR)
Cara kerja:

CT
Penyulang
Gangguan
CT mentransfer besaran primer
ke besaran sekunder
+
-

Rele detektor hanya bekerjadengan arus kecil akurat


Perlu sumber Volt DC untuk tripping PMT
Karakteristik bisa dipilih
Definite, Inverse, `
Very-Inverse atau Extreemely
Inverse.

Rele Arus Lebih Sekunder


Elektromekanis
Sederhana Definite, (instant)
Rele definite hanya menyetel waktu
Saat terjadi gangguan hubung singkat arus
dari CT masuk ke kumparan Rele
Setelan
waktu

Selenoid yang dililit kumparan akan menjad


magnit dan kontak akan ditarik kebawah

lamanya kontak menyentuh switch tergantu


setting waktunya

Rele Arus Lebih Sekunder


Elektromekanis
Karakteristik Inverse

Rele inverse menyetel waktu & arus

Saat terjadi gangguan hubung singkat aru

dari CT masuk ke kumparan Rele

Selenoid yang dililit kumparan akan mem


bentuk , fluks terpotong oleh piringan,
piringan berputar.

Lamanya kontak menyentuh switch terga


setting waktunya

Elektrostatik

CT

Rect

Kontak
Output
Comp
Set timer

Set I (arus)

Arus gangguan hubung singkat masuk ke CT


Arus ini di searah kan di Rectifier dan arus searah di teruskan ke comp
Kapasitor digunakan menambah arus yang masuk coil tripping

WIRING DIAGRAM OVER CURRENT RELAY & GROUND FAULT


RELAY
TRAFO
150/20 KV

NGR

TRAFO 150/20 KV

PMT

CT

Jaringan distribusi

OCR/GFR

PMT

CT

ON
NGR

OCR

OCR OCR

RELAY
GFR

CARA KERJA OCR


PADA SAAT HUBUNG SINGKAT 3 FASA
TRAFO 150/20 KV

PMT

CT

HUBUNG
SINGKAT
3 FASA

ON
OFF
NGR

OCR

OCR

OCR

GFR

Gangguan terjadi pada fasa R,S dan T


Arus gangguan hubung singkat mengalir di jaringan,
Karena arus tersebut > dari ratio CT pada sekunder CT mengalir arus
Masuk ke OCR -- OCR memasok arus ke PMT-- PMT trip.

CARA KERJA OCR


PADA SAAT HUBUNG SINGKAT 1 FASA - KETANAH
PMT

TRAFO 150/20 KV

CT

R
HUBUNG
SINGKAT
1 FASA

3Io

S
T

ON
OFF
NGR

OCR

OCR

OCR

GFR

Gangguan HS terjadi pada fasa T, arus mengalir masuk ke GFR - PMT trip

KARAKTERISTIK INSTANT = MOMENT


T (detik)

t SET
I SET MOMENT

I (ampere)

PADA KARAKTERISTIK INSTANT MEMPUNYAI WAKTU


MINIMUM: 40 s/d 80 milisecond DENGAN ARUS YANG BESAR
Digunakan: untuk back up pada pengaman distribusi

KARAKTERISTIK TUNDA WAKTU


TERTENTU ( DEFINITE TIME )
t (detik)

t SET

I SET

I (ampere)

Karakteristik definite time: bisa di setting arus besar setting waktu

KARAKTERISTIK KOMBINASI INSTANT


DENGAN TUNDA WAKTU INVERSE
t (detik)

I SET

I SET MOMENT

I (ampere)

Digunakan untuk setting inverse dan moment

PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


JARINGAN RADIAL SINGLE
KOORDINASI DENGAN O.C INVERSE

SUMBER
KIT

TRAFO UNIT,
TRAFO DAYA

51

51

51

51

51G

51G

51G

51G

51N

PERHITUNGAN KOORDINASI SELALU DIMULAI DARI RELAI


PALING HILIR, DAN BERGERAK KE HULU

CONTOH

SISTEM PENGAMAN PADA SISTEM DISTRIBUSI

1. Differential Relay Pengaman Utama Trafo


2. Over Current Relay Trafo sisi 150 kV Pengaman Cadangan Lokal Trafo Pengaman
Cadangan Jauh Bus B
3. OCR dan GFR Trafo sisi 20 kV Pengaman Utama Bus B1
saluran BC

Pengaman Cadangan Jauh

4. OCR dan GFR di B2 Pengaman Utama saluran BC Pengaman Cadangan Jauh saluran
5.

OCR dan GFR di C Pengaman Utama saluran CD Pengaman Cadangan Jauh seksi be

PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT


UNTUK : GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 3 FASA
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 2 FASA
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT 2 FASA KETANAH
GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SATU FASA KETANAH
RUMUS DASAR YANG DIGUNAKAN ADALAH

I=

V
Z

HUKUM OHM

I = ARUS GANGGUAN H.S


V = TEGANGAN SUMBER
Z = IMPEDANSI DARI SUMBER
KETITIK GANGGUAN,
IMPEDANSI EKIVALENT

BIASANYA

NILAI IMPEDANSI EKIVALENT INI YANG


MEMBINGUNGKAN PARA PEMULA.

DARI KETIGA JENIS GANGGUAN, PERBEDAANNYA ADA PADA


UNTUK GANGGUAN 3 FASA IMPEDANSI
:
YANG DIGUNAKAN
ADALAH IMPEDANSI URUTAN
POSITIF NILAI EKIVALEN Z1
TEGANGANNYA ADALAH E FASA
UNTUK GANGGUAN 2 FASA I:MPEDANSI YANG DIGUNAKAN
ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG.
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2
UNTUK GANGGUAN 2 FASA KETANAHTEGANGANNYA
:
ADALAH E FASA-FASA
IMPEDANSI YANG DIGUNAKAN
ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG. +
URUTAN NOL
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2 * Z0
Z2 + Z0
YANG DIGUNAKAN
UNTUK GANGGUAN 1 FASA KETANAHIMPEDANSI
:
ADALAH JUMLAH IMPEDANSI
URUTAN POS. + URUTAN NEG. +
URUTAN NOL
NILAI EKIVALEN Z1 + Z2 + Z0
TEGANGANNYA ADALAH

FASA

PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN :

1.GANGGUAN TIGA FASA :

RUMUSNYA :

I =

V
Z

V = TEGANGAN FASA - NETRAL


Z = IMPEDANSI Z1 ekivalen

2. GANGGUAN DUA FASA :

RUMUSNYA :

I =

V
Z

V = TEGANGAN FASA - FASA


Z = IMPEDANSI ( Z1 + Z2 ) ekivalen

RUMUSNYA :

PERHITUNGAN ARUS GANGGUAN :

3. GANGGUAN DUA FASA - KETANAH :

I =

V
Z

V = TEGANGAN FASA - FASA


Z = IMPEDANSI Z1 + Z2 * Z0 ekivalen
Z2 + Z0

4. GANGGUAN SATU FASA KETANAH :


RUMUSNYA :

I =

V = 3 x TEGANGAN FASA

Z = IMPEDANSI ( Z + Z + Z ) eki
1
2
0

Setelan Tms dan waktu pada relay invers

I k
t x fault 1
ISET

Tms
0,14
0,14 Tms

IFAULT

ISET

detik

Faktor k tergantung pada kurva arus waktu, sebagai berikut:


Nama kurva
IEC standard Inverse

k
0,02

IEC very Inverse

IEC Extremely Inverse

IEEE standard Inverse

0.02

IEEE Short Inverse

0.02

IEEE Very Inverse

IEEE inverse

IEEE Extremely Inverse

t
= Waktu trip (detik).
Tms = Time multiple setting.
Ifault =

Besarnya arus gangguan Hub Singkat (amp)


Setelan over current relay (inverse) diambil arus gg hub singkat terbesar.
Setelan ground fault relay (inverse) diambil arus gangguan hub singkat terkecil.

ISET = Besarnya arus setting sisi primer

Setelan over current relay (Invers) diambil 1,05 s/d 1,1 x Ibeban
Setelan ground fault relay (inverse) diambil 0,06 s/d 0,12 x arus gg hub singkat te

KURVA RELAY INVERS

I.D.M.T

Very Inverse

Extremely Inverse

CODE RELAY
RELAY DEVICE

PROTECTION FUNCTION

FUNCTION NO

21

DISTANCE

25

SYNCHONIZING

27

UNDER VOLTAGE

32

DIRECTIONAL POWER

40

LOSS OF EXCITATION (FIELD)

46

PHASE BALANCE (CURRENT BALANCE, NEGATIVE SEQUENCE

CURRENT)
47

PHASE SEQUENCE VOLTAGE (RESERVE PHASE VOLTAGE)

49

THERMAL (GENERALLY THERMAL OVERLOAD)

50

INSTANTANEUS OVERCURRENT

51

TIME-OVERCURRENT

59

OVER VLTAGE

60

VOLTAGE BALANCE (BETWEEN TWO CIRCUIT)

67

DIRECTIONAL OVERCURRENT

81

FREQUENCY (GENERALLY UNDERFREQUNCY)

86

LOCKOUT

87

DIFFRENTIAL

CLASSIFICATION OF PROTECTION RELAY FUNCTION

Type

Relay Application

Alarm Only

Bus Protection

Temperature

Ground-Fault Protection ( Relay CT in a system


Neutral circuit or Generator Protection)

GS

Ground-Fault Protection ( Relay CT is Toroidal or Ground sensor Type)

Line Protection

Motor protection

Ground Fault Protection (Relay Coil Connected in Residual CT Circuit)

Transformer Protection

Voltage

Examples:
87T = Transformer Differential Relay
51G = Time- Over current Relay Used for Ground Fault Protection
49M = Motor winding overload (or Over Temperature) Relay

SCHEME GENERATOR
1. GENERATOR KECIL (sistem isolated)
Daya: 500 s/d 1000 kVA tegangan 600 volt (maksimum)

1- 51V, backup overcurrent relay,


pengendalian tegangan atau kontrol
tegangan
1-51G, backup ground time overcurrent relay

2. GENERATOR SEDANG (sistem isolated/ paralel)


Daya: 500 s/d 12 500 kVA
tegangan 600 volt (maksimum)

3 - 51V, backup overcurrent relay,


pengendalian tegangan atau kontrol
tegangan
1 -51G, backup ground time overcurrent
relay
1 - 87, differential relay
1 - 32, reserve power relay untuk
pengendalian protection

2. GENERATOR SEDANG (pengaman khusus)


Daya: 500 s/d 12 500 kVA, tegangan 600 volt (maksimum)

3 - 51V, backup overcurrent relay,


pengendalian tegangan atau
kontrol tegangan

1 -51G, backup ground time overcurre


relay
1 - 87, differential relay

1 - 32, reserve power relay untuk pen


endalian protection

1 40, impedance relay, untuk penga


kehilangan medan

1 46, Negative phase sequence ove


current relay untuk protection
kondisi unbalanced

4. GENERATOR BESAR
Daya: 50 000 kVA

3 - 51V, backup overcurrent relay,


pengendalian tegangan
atau
kontrol tegangan
1 -51G, backup ground time
overcurrent
relay
1 - 87,

differential relay

1 87G, ground differential relay


1 - 32, reserve power relay untuk
peng
endalian
protection
1 40, impedance relay, untuk
pengaman kehilangan medan
1 46, Negative phase sequence
over
current relay
untuk protection
kondisi unbalanced.
1 49, temp relay untuk monitor
belitan
temp stator
1 64F, generator field relay, hanya
untuk
mesin yg
mempunyai medan
supply slip rings

Terima Kasih

LANJUT:

KE ANALISA SISTEM TENAGA