Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PELANGGARAN KODE ETIK

AKUNTAN PUBLIK

SUGIYANTO (160251100024)
RAHMAD (160251100029)
PENDAHULUAN

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat


memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya, termasuk
jasa akuntan. Seiring dengan meningkatnya perekonomian yang saat
ini mengarah pada globalisasi, maka kebutuhan akan laporan
keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan pun semakin
meningkat. Pengaruh globalisasi juga membawa dampak negatif pada
jasa audit, pelaku profesi auditor independen atau akuntan publik
dituntut untuk menunjukan profesionalismenya. Akuntan atau auditor
harus dapat memberikan jasa kualitas terbaik dengan bertanggung
jawab dan menjaga kepercayaan masyarakat.
LANDASAN TEORI

Kode Etik Profesi


Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh
suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam
norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sanksi yang agak berat,
maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman
etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan
pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik
agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau
nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak
professional.
Prinsip Etika Profesi Akuntansi (Mulyadi, 2001: 53)
1. Tanggung Jawab profesi
2. Kepentingan Publik
3. Integritas
4. Obyektivitas
5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
6. Kerahasiaan
7. Perilaku Profesional
8. Standar Teknis
CONTOH KASUS 1

PT Great River International Tbk (Great River) tahun 2003


BAPEPAM menemukan adanya indikasi konspirasi dalam penyajian laporan
keuangan pada Great River. Tidak menutup kemungkinan, Akuntan Publik
yang menyajikan laporan keuangan Great River itu ikut menjadi tersangka.
Menteri Keuangan (Menkeu) RI terhitung sejak tanggal 28 Nopember 2006
telah membekukan izin Akuntan Publik (AP) Justinus Aditya Sidharta selama
dua tahun. Sanksi tersebut diberikan karena Justinus terbukti melakukan
pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan
dengan Laporan Audit atas Laporan Keuangan Konsolidasi PT Great River
International Tbk (Great River) tahun 2003.
CONTOH KASUS 2

PT. KIMIA FARMA TBK Tahun 2001


Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus
dugaan penggelembungan (mark up) laba bersih di laporan keuangan perusahaan milik
negara untuk tahun buku 2001. Kantor Menteri BUMN meminta agar kantor akuntan itu
menyatakan kembali (restated) hasil sesungguhnya dari laporan keuangan Kimia Farma
tahun buku 2001. Sementara itu, direksi lama yang terlibat akan diminta
pertanggungjawabannya. Seperti diketahui, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia itu
telah mencatatkan laba bersih 2001 sebesar Rp 132,3 miliar. Namun kemudian Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menilai, pencatatan tersebut mengandung unsur
rekayasa dan telah terjadi penggelembungan. Terbukti setelah dilakukan audit ulang, laba
bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga diperlukan lagi audit ulang
laporan keuangan per 31 Desember 2001 dan laporan keuangan per 30 Juni 2002 yang
nantinya akan dipublikasikan kepada publik.
CONTOH JURNAL

Etika dan moralitas dalam Pendekatan epistemologis Akuntansi


Skandal keuangan besar dan krisis sistem keuangan, telah dikaitkan secara langsung atau tidak langsung,
dengan ide Fraud, palsu atau tidak adanya etika dalam akuntansi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
membuat serbuan ke dalam sejarah etika dan moralitas dalam akuntansi, serta menyoroti pentingnya konsep-
konsep ini dalam kehidupan ekonomi perusahaan. Selain itu, mengingat pentingnya etika dan moralitas dalam
lingkungan saat ini, untuk menyoroti hubungan etika dan efisien antara banyak daerah yang bertindak, serta
untuk menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini telah muncul dan berkembang. Kegagalan mematuhi prinsip-
prinsip dan norma-norma dunia kontemporer moral, memunculkan ide kekacauan dan kurangnya ketentuan
dalam rencana ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan kami pada hubungan antara bisnis,etika, moralitas,
profesionalisme dan akuntabilitas sesuai. Di antara tujuan akuntansi dan moralitas dalam bisnis adalah saling
ketergantungan yang serius. Kurangnya etika dan moral prinsip akuntansi akan menciptakan prakondisi untuk
mencapai beberapa Kecurangan hukum, belum tentu terkait dengan kreativitas, melainkan untuk kelemahan
sistem akuntansi tanpa aturan dan etika prinsip, mengurangi kualitas informasi keuangan. Metodologi
penelitian yang digunakan dalam mengembangkan penelitian memperhitungkan metode kualitatif. Literatur
yang relevan adalah dilengkapi dengan analisis komparatif kritis.
PENUTUP

Dari uraian yang telah dipaparkan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kode
etik sangat penting bagi akuntan publik. Akuntan public sebagai profesi yang
mengembangkan kepercanyaan masyarakat public harus bekerja dalam
peraturan perudangan , kode etik Profesi.
Demikianlah bahwa salah satu hal yang membedakan profesi akuntan public
dengan profesi lainnya adalah tanggung jawab public untuk melindungi
kepentingan public.Oleh karena itu, tanggung jawab profesi akuntan public
tidak hanya terbatas pada kepentingan klien dan pemberi kerja. Ketika
bertindak untuk kepentingan public, setiap akuntan public harus mematuhi dan
menerapkan kode etik .Kode etik yang dijalankan dengan benar menjadikan
sebuah profesi menjadi terarah dan jauh dari skandal.