Anda di halaman 1dari 15

Telaah Determinan, Deteksi dan

Konsekuensi Fraud di Pasar Modal:


Sudut Pandang Teori Keagenan dan
Teori Ekspektasi Rasional

Rita Yuliana
mak.trunojoyo.ac.id>upload>2014/04
Pendahuluan
Fraud dimaknai sebagai penarikan dana dari
perusahaan melalui cara-cara yang tidak sah dan
berdampak pada kerugian yang ditanggung
organisasi (Vona 2007:3)
Isu tentang fraud menjadi perhatian bagi regulator
pelaku pasar modal(publikasi AAER oleh
SEC)penelitian tentang fraud di pasar modal
Motivasi apa determinan dan konsekuensi fraud
jika dianalisis dengan menggunakan data pasar
modal?
Metode
Sumber referensi
www.sciencedirect.com; www.scholargoogle.com;
Kata kunci
fraud; market; stock; return
Kategori jurnal internasional dengan frase
accounting; finance; dan economic
Identifikasi fraud ex post
Hasil 16 jurnal terpilih
Fraud dalam Tinjauan Teori Keagenan dan Teori Ekspektasi
Rasional serta Relevansinya dengan Penelitian Berbasis
Pasar Modal
Teori keagenan identifikasi motivasi fraud
bonus plan hypothesis & debt covenant
hypothesis good corporate governance (GCG)
Baesley (1996), Fich dan Shivdasani (2007), Cook dan (Grove
2009), Christensen et al. (2010), Perols dan Louge (2011), dan
Dimmock dan Gerker (2012)
Teori ekspektasi rasional konsekuensi fraud
pasar bereaksi negatif atas pengumuman fraud
Brown dan Burdekin (2000), Fich dan Shivdasani (2007), Cook dan
Grove (2009), Christensen et al. (2010), dan Johnson et al. (2014)
Lihat Matriks
Deteksi Fraud
publikasi AAER Beasley (1996), Dechow et al. (1996), Bonner
et al. (1998), Farber (2005), Cook dan Grove (2009), Christensen et
al. (2010), Perols dan Lougee (2011), Lych et al. (2011), Alam dan
Petruska (2011)
publikasi oleh Wall Street Journal Index (WSJ Index) Beasley
(1996)
hasil putusan sengketa Fich dan Shivdasani (2007) Elrod dan
Gorhum (2010), dan Johnson et al. (2014)
peristiwa fraud yang fenomenal (Brown et al. 2000),
rekomendasi analis Dimmock dan Gerken (2012).
peristiwa lain yang perlu diperhatikan:allegation, debt or equity
event, dividend/earning announcement, restatement of financial
statement
Determinan Fraud
pengendalian internal perusahaan (Beasley 1996, Fich
dan Shivdasani 2007 dan Lych et al. 2011)
karakteristik perusahaan (Bonner et al. 1998, Fich dan
Shivdasani 2007, Lych et al. 2011, Dimmock dan Gerken
2012, dan Johnson et al. 2014)
kinerja perusahaan (Cook dan Grove 2009 dan
Christensen et al. 2010)
return pasar (Brown et al. 2000)
perilaku manajemen laba (Perols dan Lougee 2011).
Reaksi Investor atas Peristiwa Fraud
Indikator:
stock return, beginning stock price, dan ending stock price
Bonner et al. (1998)
cumulative abnormal return (CAR) Brown et al. (2000)
Cook dan Grove (2009), Christensen et al. (2010), Johnson
et al. (2014)
Reaksi Investor atas Peristiwa Fraud
Isu Metodologi
Pendekatan Event study tanggal publikasi, market
discovey dan SEC announcement periode (-1,+1),
(-140,+140)
Sampel publikasi berupa AAER, dokumen class action,
atau berbasis situasional klasifikasi: fraud vs. no fraud,
litigation vs. no litigation vs.other litigation, klasifikasi fraud
Definisi operasional dan pengukuran variabel
CARreturn berbasis market model, kecuali penelitian
Brown et al (2000) yang menggunakan multifactor
market model
Peluang Penelitian
Level konstruk: determinan fraud konsekuensi
perhatian penentuan objek penelitian, variabel penelitian,
pengukuran dan alat analisis
Level operasional:
determinan konsisten: proporsi dewan komisaris,
CEO=presdir/pendiri, outside blockholder, ahli keuangan pada komite
audit, penggunaan Big KAP, dll
belum konsisten: komite audit, GCG
konsekuensi konsisten: CAR, COC, kinerja keuangan
lain : litigasi auditor, pendapatan, ERC, perilaku insider trading, bid
ask spread, modifikasi opini audit, turnover CEO, arus kas dari
aktivitas operasi, kekayaan direktur interlocked firms, reputasi direksi
Identifikasi fraud
Amerika:
www.sec.gov
Indonesia:
publikasi resmi oleh badan pengawas pasar
modal di BEI UU no 85 th 1995 ttg
Pasar Modal Penipuan, Manipulasi Pasar,
dan Perdagangan Orang Dalam sanksi
Emiten dinyatakan delisting dan suspensi
1. Unusual Market Activity (UMA)
2. Kesalahan dalam pencatatan laporan keuangan,
atau laporan keuangannya tidak memperoleh
komentar dari auditornya, alias disclaimer
3. Terdapat perbedaan antara pengumuman atas
corporate action dengan kejadian yang
sebenarnya
4. Gagal membayar utang atau obligasi
5. Penyalahgunaan dana hasil IPO atau right
issue, dan sebagainya
Mahkamahagung.go.id
Direktori Putusan MA RI
TUGAS KELOMPOK
(Pertemuan terakhir)
Membuat proposal penelitian tentang
Praktik Fraud di Pasar Modal Indonesia
Masing-masing kelompok dibagi
berdasarkan 3 model penelitian
UAS
Menyusun laporan penelitian tentang
Praktik Fraud di Pasar Modal Indonesia