Anda di halaman 1dari 23

MODUL JIWA

K H A M R D A N N A PZA
D A LA M IS LA M
KH AM R

Pada mulanya khamr adalah


minuman keras yang terbuat dari
kurma dan anggur. Tetapi karena
dilarangnya itu sebab memabukkan,
maka minuman yang terbuat dari
bahan apasaja (walaupun bukan dari
kurma atau anggur) asal itu
memabukkan, maka hukumnya sama
dengan khamr, yaitu haram
diminum.
Larangan minum khamr, diturunkan secara
bertahap. Sebab minum khamr itu bagi orang
Arab sudah menjadi adat kebiasaan yang
mendarah daging semenjak zaman jahiliyah.
Mula-mula dikatakan bahwa dosanya lebih
besar daripada manfaatnya, kemudian orang
yang sedang mabuk tidak boleh mengerjakan
shalat, dan yang terakhir dikatakan bahwa
minum khamr itu adalah keji dan termasuk
perbuatan syetan.
Begitulah, akhirnya Allah mengharamkan
minum khamr secara tegas
Surat Al-Baqarah [2:219]
[Khamar dan judi, pada keduanya terdapat dosa besar]





yas-aluunaka anialkhamri waalmaysiri qul fiihimaaitsmun
kabiirun wamanaafiu lilnnaasi wa-itsmuhumaaakbaru min
nafihimaawayas-aluunaka maatsaayunfiquuna qulialafwa
kadzaalika yubayyinuallaahu lakumual-aayaati laallakum
tatafakkaruuna
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.
Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan
beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih
besar dari manfaatnya. Dan mereka bertanya kepadamu apa
yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Yang lebih dari keperluan.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu
supaya kamu berfikir,
Mereka memahami dari ayat tersebut bahwa minum khamr
dan berjudi itu tidak diharamkan, tetapi hanya dikatakan
bahwa pada keduanya terdapat dosa yang besar, sehingga
mereka masih terus minum khamr. Ketika waktu shalat
Maghrib, tampillah seorang Muhajirin menjadi imam, lalu dalam
shalat tersebut bacaannya banyak yang salah, karena sedang
mabuk setelah minum khamr. Maka turunlah firman Allah yang
lebih keras dari sebelumnya, yaitu :

43: .





Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati
shalat padahal kamu sedang mabuk sehingga kamu mengerti
apa yang kamu ucapkan. [QS. An-Nisaa' : 43]
Kemudian orang-orang masih tetap minum khamr, sehingga
mereka mengerjakan shalat apabila sudah sadar dari
mabuknya.
Sesudah turun ayat yang tegas ini, maka turun lagi ayat yang lebih
tegas lagi yang menyuruh mereka berhenti sama sekali dari
meminum khamar:




( 90)






91)

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah
adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah
perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum)
khamar dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah
dan salat. Maka maukah kamu berhenti (dan mengerjakan pekerjaan
itu). (Q.S Al Maidah: 90-91)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw
bersabda,
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah
SAW bersabda: Setiap yang
memabukkan adalah khamr
(termasuk khamr) dan setiap khamr
adalah diharamkan.(HR. Ahmad
dan Abu Dawud)
Dari Ibnu Abbas berkata bahwa seorang
laki-laki menghadiahkan sebuah wadah
berisi khamr kepada Rasulullah n. Maka
Rasulullah saw berkata: Tidakkah engkau
mengetahui bahwa khamr telah
diharamkan? Kemudian ada seseorang
yang membisiki laki-laki tersebut untuk
menjualnya. Maka Rasulullah saw bersabda,
Sesungguhnya Dzat Yang mengharamkan
untuk meminumnya juga mengharamkan
untuk menjualnya..(HR. Muslim)
N ARKO BA-N APZA

Narkoba adalah singkatan dari narkotika,


psikotropika dan bahan adiktif lainnya.
Istilah lainnya adalah Napza [narkotika,
psikotropika dan zat adiktif].
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal
dari tanaman atau bukan tanaman baik
sintetis maupun semi sintetis yang dapat
menyebabkan penurunan atau perubahan
kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi
sampai menghilangkan rasa nyeri, dan
dapat menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika adalah zat atau obat,
baik alamiah maupun sintetis bukan
narkotika, yang berkhasiat psikoaktif
melalui pengaruh selektif pada
susunan saraf pusat yang
menyebabkan perubahan khas pada
aktivitas mental dan perilaku. Lebih
sering digunakan oleh dokter untuk
mengobati gangguan jiwa.
Bahan adiktif lainnya adalah zat atau bahan
lain bukan narkotika dan psikotropika yang
berpengaruh pada kerja otak dan dapat
menimbulkan ketergantungan. [UU No.22
Tahun 1997 tentang Narkotika] bahan ini
bisa mengarahkan atau sebagai jalan adiksi
terhadap narkotika.
Dalam istilah para ulama, narkoba ini
masuk dalam pembahasan mufattirot
(pembuat lemah) atau mukhoddirot
(pembuat mati rasa).
Pengaruh narkoba

1. Depresan
Menekan atau memperlambat fungsi
sistem saraf pusat sehingga dapat
mengurangi aktivitas fungsional
tubuh.
Dapat membuat pemakai merasa
tenang, memberikan rasa
melambung tinggi, member rasa
bahagia dan bahkanmembuatnya
tertidur atau tidak sadarkan diri
2. Stimulan
Merangsang sistem saraf pusat
danmeningkatkan kegairahan (segar
dan bersemangat) dan kesadaran.
Obat ini dapat bekerja mengurangi
rasa kantuk karena lelah,
mengurangi nafsu makan,
mempercepat detak jantung,
tekanan darah dan pernafasan.
3. Halusinogen
Dapat mengubah rangsangan indera yang
jelas serta merubah perasaan dan pikiran
sehingga menimbulkan kesan palsu atau
halusinasi.
Seorang pakar kesehatan pernah
mengatakan, Yang namanya narkoba pasti
akan mengantarkan pada hilangnya fungsi
kelima hal yang islam benar-benar
menjaganya, yaitu merusak agama, jiwa,
akal, kehormatan dan harta.
D alilPengharam an N arkoba

Para ulama sepakat haramnya


mengkonsumsi narkoba ketika bukan
dalam keadaan darurat. Ibnu
Taimiyah rahimahullah berkata,
Narkoba sama halnya dengan zat
yang memabukkan diharamkan
berdasarkan kesepakatan para
ulama. Bahkan setiap zat yang dapat
menghilangkan akal, haram untuk
dikonsumsi walau tidak
memabukkan
Pertama: Allah Taala berfirman,






Dan menghalalkan bagi mereka
segala yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala
yang buruk (QS. Al Arof: 157).
Setiap yang khobits terlarang
dengan ayat ini. Di antara makna
khobits adalah yang memberikan
efek negatif.
Kedua: Allah Taala berfirman,



Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke
dalam kebinasaan (QS. Al Baqarah: 195).







Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu (QS. An Nisa:
29).
Dua ayat di atas menunjukkan akan haramnya merusak
diri sendiri atau membinasakan diri sendiri. Yang namanya
narkoba sudah pasti merusak badan dan akal seseorang.
Sehingga dari ayat inilah kita dapat menyatakan bahwa
narkoba itu haram.
Ketiga: Dari Ummu Salamah, ia berkata,
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam
melarang dari segala yang memabukkan
dan mufattir (yang membuat lemah)
(HR. Abu Daud no. 3686 dan Ahmad 6:
309. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini dhoif). Jika khomr itu
haram, maka demikian pula dengan
mufattir atau narkoba.
Keempat: Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa
sallam bersabda,
Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari
gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam
dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam)
neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang
sengaja menenggak racun hingga mati maka racun itu
tetap ditangannya dan dia menenggaknya di dalam
neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama
lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya
dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan
dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam
keadaan kekal selama lamanya (HR Bukhari no. 5778
dan Muslim no. 109).
Hadits ini menunjukkan akan
ancaman yang amat keras bagi
orang yang menyebabkan dirinya
sendiri binasa. Mengkonsumsi
narkoba tentu menjadi sebab yang
bisa mengantarkan pada kebinasaan
karena narkoba hampir sama halnya
dengan racun. Sehingga hadits ini
pun bisa menjadi dalil haramnya
narkoba.
Kelima: Dari Ibnu Abbas, Rasul shallallahu
alaihi wa sallam bersabda,



Tidak boleh memberikan dampak bahaya,
tidak boleh memberikan dampak bahaya
(HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3:
77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata
Syaikh Al Albani hadits ini shahih). Dalam
hadits ini dengan jelas terlarang memberi
mudhorot pada orang lain dan narkoba
termasuk dalam larangan ini.
M engkonsum siN arkoba dalam K eadaan D arurat

Kadang beberapa jenis obat-obatan yang termasuk dalam napza


atau narkoba dibutuhkan bagi orang sakit untuk mengobati luka
atau untuk meredam rasa sakit. Ini adalah keadaan darurat.
Dan dalam keadaan tersebut masih dibolehkan mengingat
kaedah yang sering dikemukakan oleh para ulama,

Keadaan darurat membolehkan sesuatu yang terlarang
Imam Nawawi rahimahullah berkata, Seandainya dibutuhkan
untuk mengkonsumsi sebagian narkoba untuk meredam rasa
sakit ketika mengamputasi tangan, maka ada dua pendapat di
kalangan Syafiiyah. Yang tepat adalah dibolehkan.
Al Khotib Asy Syarbini dari kalangan Syafiiyah berkata, Boleh
menggunakan sejenis napza dalam pengobatan ketika tidak
didapati obat lainnya walau nantinya menimbulkan efek
memabukkan karena kondisi ini adalah kondisi darurat.
S EM O G A B ER M A N FA AT