Anda di halaman 1dari 10

PERCOBAAN

GRIFFITH
Kelompok 1
Anggi Kharisma Putri
Dhanial Fahira Yasmin
Nunun Indriani
SEJARAH
Percobaan Griffith, dilakukan pada
tahun 1928 oleh Frederick Griffith ,
adalah salah satu percobaan pertama
yang menunjukkan bahwa bakteri dapat
memindahkan informasi genetik melalui
proses yang disebut transformasi.
Griffith menggunakan dua galur
Pneumococcus (yang menginfeksi tikus),
galur tipe III-S dan tipe II-R.
PERCOBAAN 1 ( GALUR TIPE
III-S)
Galur III-S
memiliki kapsul
polisakarida yang
membuatnya
tahan terhadap
sistem kekebalan
inangnya
sehingga
mengakibatkan
kematian inang.
PERCOBAAN 1 ( GALUR TIPE
III-S)
Pada percobaan
pertama, tikus
disuntikkan dengan
bakteri Tipe III-S yang
mengakibatkan tikus
mati. Kemudian,
bakteri III-S dipanaskan
dan disuntikkan
kembali, akan tetapi
tikus tetap hidup.
PERCOBAAN II ( GALUR TIPE
II-R)
Berbeda dengan
galur tipe III-S,
Galur II-R tidak
memiliki kapsul
pelindung
tersebut.
PERCOBAAN II ( GALUR TIPE
II-R)
Galur II-R
disuntikkan pada
tubuh
tikus/inang.
Setelah beberapa
saat tidak terjadi
apapun pada
tikus, hal ini
dikarenakan
galur II-R kalah
dengan sistem
PERCOBAAN III
Bakteri galur III-S
dipanaskan hingga mati,
dan sisa-sisanya
ditambahkan ke bakteri
galur II-R

sisa-sisa bakteri galur


III-S (yang sudah mati)
ataupun galur II-R
secara terpisah,
gabungan keduanya
mengakibat kematian
tikus inang
PERCOBAAN III
Griffith menyimpulkan
bahwa bakteri tipe II-R
telah tertransformasikan
menjadi galur III-S oleh
sebuah prinsip
transformasi yang entah
bagaimana menjadi
bagian bakteri galur III-S
yang mati.
KESIMPULAN
Prinsip pentransformasi yang diamati oleh Griffith
adalah DNA bakteri galur III-S. Meskipun bakteri itu
telah mati, DNA-nya bertahan dari proses pemanasan
dan diambil oleh bakteri galur II-R. DNA galur III-S
mengandung gen yang membentuk kapsul
perlindungan. Dilengkapi dengan gen ini, bakteri
galur II-R menjadi terlindung dari sistem kekebalan
inang dan dapat membunuhnya.
VIDEO