Anda di halaman 1dari 70

Radiologi Tulang

VIONA APRILIA
030.11.301
Osteomielitis = ( osteo + mielitis ) adalah radang
tulang yang disebabkan oleh organisme piogenik,
walaupun berbagai organ infeksi lain juga dapat
menyebabkannya.
ETIOLOGI
Pada bayi baru lahir : S. aureus, Enterobacter Sp, dan
Stretococcus Sp group A dan B.

Pada anak umur 4 bulan sampai 4 tahun : S. aureus,


Enterobacter Sp, Stretococcus Sp group A dan B dan H
influenzae.
Pada anak-anak dan remaja muda : S. aureus ( 80 % ),
Enterobacter Sp, Stretococcus Sp group A dan B dan H
influenzae.

Pada orang dewasa : S. aureus, dan kadang-kadang


Enterobacter Sp atau Stretococcus Sp group A dan B.
Terjadinya osteomielitis..
Inflammation

SUPPURATION

SEQUESTRUM

INVOLUCRUM
INVOLUCRUM
Excessive bone formation around a space(Involucrum) which
contains a piece of bone(sequestrum).
Diagnosis: Chronic pyogenic osteomyelitis. X-ray left femur
PREDILEKSI

Femur bagian distal, tibia bagian proksimal, humerus, radius,


dan ulna bagian proksimal dan distal, serta vertebra.
Pada tulang lain antara lain adalah tengkorak, mandibula,
pelvis, pada tulang jari kaki dan tangan.
Bayi metafise dan epifise
Anak - metafise
Dewasa epifise dan region
subkondral
GEJALA KLINIS
Demam yang memiliki onset tiba-tiba tinggi
Kelelahan
Rasa tidak nyaman
Keterbatasan gerak
Edema lokal, eritema dan nyeri
KLASIFIKASI OSTEOMIELITIS

Osteomielitis akut

Osteomielitis subakut

Brodies Abscess

Osteomielitis kronik
Osteomielitis Akut

Penyebab terjadinya Osteomyelitis hematogenous akut ini


adalah bakteremia, dimana keadaan ini umum ditemukan pada
anak. Pertumbuhan bakteriologis dalam tulang pada umumnya
terkait dengan beberapa keadaan yaitu trauma, penyakit
kronik, malnutrisi, dan sistem imun yang inadekuat.
Gambaran Radiologis

Gambar 1. Proyeksi lateral pada tibia terlihat Gambar 2. Proyeksi AP pada tibia terlihat gambaran
gambaran sklerotik di diametafisis tibia sklerotik di lateral diametafisis tibia.
Gambar 3. Tampak destruksi tulang pada tibia dengan
pembentukan tulang subperiosteal
Osteomielitis subakut

Osteomielitis hematogen subakut lebih ringan oleh karena


organisme penyebabnya kurang purulen dan penderita lebih
resisten dan memiliki onset yang lebih mendadak dan kurang
memiliki gejala yang jelas, sehingga membuat diagnosis
menjadi sulit.
Brodies Abscess
Gambaran Radiologis

Gambar 6. radiologik dari abses Brodie yang dapat ditemukan pada


osteomielitis sub akut/kronik. Pada gambar terlihat kavitas
yang dikelilingi oleh daerah sclerosis.
Osteomielitis kronik

Osteomielitis kronis umumnya merupakan lanjutan dari


osteomielitis akut yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati
dengan baik. Osteomielitis kronis juga dapat terjadi setelah
fraktur terbuka atau setelah tindakan operasi pada tulang.
Gambaran Radiologis

Gambar 8. Osteomielitis lanjut pada seluruh tibia dan


Gambar 7. Proyeksi AP wrist terlihat gambaran lesi fibula kanan. Ditandai dengan adanya gambaran
osteolitik dan sclerosis extensive dibagian distal sekuestrum (panah).
metafisis pada radius
Osteomielitis pada vertebra
Osteomielitis pada pelvis
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Radiografi
MRI
CT scan
Ultrasonografi
PEMERIKSAAN
RADIOLOGI

sequestrum kecil dengan formasi involucrum minimal. Mungkin lesi awal, mungkin 10-14 hari durasi sejak trauma
sequestrum (panah hitam) agak panjang dan mudah diidentifikasi
karena mempertahankan opasitasnya. Involucrum (panah putih)
berkurangnya opasitas sehinga dan menciptakan rongga agak
besar.
Formation of a sequestrum:
(A), sound bone;
(B), new bone;
(C), granulations lining involucrum;
(D), cloaca;
(E), sequestrum.
Osteomyelitis
Black arrow points to bone
destruction.
White arrow points to
sequestrum.
Arrowhead points to area
of sclerosis indicating
chronicity.
PENATALAKSANAAN

Perawatan dirumah sakit


pengobatan suportif dengan pemberian infus dan
antibiotika
Pemeriksaan biakan darah
antibiotika
Imobilisasi anggota gerak yang terkena
Indikasi dilakukannya pembedahan ialah :
Adanaya sequester
Adanya abses
Rasa sakit yang hebat
Bila mencurigakan adanya perubahan kearah keganasan
NEOPLASMA
TULANG
Tumor tulang atau Neoplasma tulang adalah
neoplasma yang jarang ditemukan
Insidensi neoplasma ini kurang dari 0,2 %
dari keseluruhan neoplasma.
Ada beberapa neoplasma tulang berkaitan
dengan usia, misalnya Osteosarkoma yang
terjadi kebanyakan pada anak dan dewasa.
Lokasi anatomik juga mempunyai
kekhususan, yaitu tersering terjadi pada
daerah metafisis panjang, yaitu femur distal,
tibia proksimal dan humerus proksimal.
Definisi
Adalah pertumbuhan sel baru, abnormal,
progresif, dimana sel-sel tersebut tidak
pernah menjadi dewasa.
Dengan istilah lain yang sering digunakan
Tumor Tulang, yaitu pertumbuhan
abnormal pada tulang yang bisa jinak atau
ganas.
Klasifikasi
berdasarkan asal sel
1.Primer
2.Sekunder/Metastatik
3.Neoplasma Simulating Lesions
Primer
Tumor yang membentuk tulang
(Osteogenik)
Jinak : - Osteoid Osteoma
- Osteoblastoma
- Osteoma
Ganas :- Osteosarkoma
- Parosteal Osteosarkoma
Tumor yang membentuk tulang rawan
(Kondrogenik)
Jinak : - Kondroblastoma
- Kondromiksoid Fibroma
- Enkondroma
- Osteokondroma
Ganas : - Kondrosarkoma
Tumor jaringan ikat (Fibrogenik)
Jinak : - Non Ossifying Fibroma
Ganas : - Fibrosarkoma
Tumor sumsum tulang (Myelogenik)
Ganas : - Multiple Myeloma
- Sarkoma Ewing
- Sarkoma Sel Retikulum
Tumor lain-lain
Jinak : - Giant cell tumor
- Kordoma
Ganas : - Adamantinoma
Klasifikasi menurut TNM
T = Tumor induk
TX tumor tidak dapat dicapai
T0 tidak ditemukan tumor primer
T1 tumor terbatas dalam periost
T2 tumor menembus periost
T3 tumor masuk dalam organ atau struktur sekitar tulang

N = Kelenjar limf regional


N0 tidak ditemukan tumor di kelenjar limf
N1 tumor di kelenjar limf regional

M = Metastasis jauh
M1 tidak ditemukan metastasis jauh
M2 ditemukan metastasis jauh
Osteoid Osteoma
Terutama pada pria muda berumur antara
10-25 tahun
Keluhan utama : nyeri pada tulang yang
bersangkutan
Nyeri (ringan-berat) bersifat menetap yang
tidak hilang oleh istirahat dan makin terasa
pada malam hari
Dapat hilangkan dengan pengobatan aspirin
Lokasi : biasanya pada tulang panjang
seperti Femur dan Tibia. Caput femur
(tersering).
Radiologi : Tampak sebagai daerah radiolusen yang dikelilingi oleh pinggir
sklerotik. Lesi terletak di bagian tengah dari garis tulang. Ukuran lesi tidak
lebih dari 1-2 cm
Osteoblastoma
Ukuran yang berukuran lebih besar dari osteoid Osteoma,
lebih jarang dan paling sering di tulang vertebra.
Perbedaan dengan osteoid osteoma adalah
osteoblastoma tidak memproduksi
prostaglandin/prostacyclin yang menyebabkan reaksi
jaringan.
Klinis : terutama pada dewasa muda, dengan keluhan
nyeri pada tulang yang bersangkutan tetapi tidak didapat
riwayat keluhan nyeri seperti osteid osteoma.
Lokasi : Dapat mengenai tulang panjang dan pendek
dengan predileksi pada tulang vertebra.
Radiologi : Tampak daerah osteolitik dengan pinggir yang
tidak/sedikit sklerotik. Gambaran mirip dengan abses tulang. Lesi
radiolusen ditemukan matriks tipe radiodensities.Ukuran lesi lebih
besar dari 2 cm.Foto MRI menunjukkan lokasi yang eksentris dan
ekspansi jaringan kortikal.
Osteoma
Merupakan masa tumor tulang jinak, pada
permukaan tulang, tidak mengandung
tulang rawan. Paling banyak ditemukan di
tulang tengkorak. Bila tidak ada keluhan
tidak perlu diobati.
Osteosarkoma/Sarkoma
Osteogenik
- Merupakan neoplasma tulang ganas primer yang paling sering.
- Pria lebih banyak daripada wanita dengan perbandingan 2 : 1
- Didapat terutama pada usia muda, berusia 10-20 tahun
- Bersifat sangat ganas, cepat bermetastase ke paru-paru
dengan melalui aliran darah

Klinis : Keluhan utama perasaan sakit pada bagian tulang


yang terkena disertai adanya benjolan.
Didapat pula tanda-tanda keganasan umum seperti anemia,
berat badan menurun
Lokasi : Pada metafisis tulang-tulang panjang terutma pada
bagian distal femur, proksimal tibia dan proksimal humerus.
Radiologi :
1. Gambaran osteolitik, dimana proses destruksi merupakan proses utama.
2. Gambaran osteoblastik, yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang.
3. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang.
Osteosarkoma/Sarkoma
Osteogenik
Terapi :
Terapi operatif berupa amputasi. Amputasi dapat
dilakukan melalui tulang daerah proksimal tumor
atau melalui sendi (disartikulasi) proksimal dari
tumor.
Selain terapi operatif, diperlukan juga terapi adjuvan
berupa pemberian kemoterapi atau radio terapi.
Prognosis :
- Dengan terapi adjuvan berupa sitostatik yang
agresif dan intensif yang diberikan prabedah dan
pasca bedah maka Survival Rate menjadi lebih
baik dapat mencapai 60-70%.
Kondroblastoma (Codmans
Tumor)
Tumor jinak yang jarang. 50% dari tumor ini dapat
menjadi ganas dan sering pada umur 10-25 tahun
laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 2:1.
Pertumbuhan tumor ini sangat lambat
Gejala : nyeri khususnya pada sendi.
Lokasi : Kondromablastoma jinak berasal dari daerah
epifisis dan berkembang ke metafisis. Terutama pada
tulang panjang, terutama epifisis tibia proksimal, femur
distal dan humerus proksimal.
Pengobatan : Dilakukan kuretase diikuti bone graft
Pemeriksaan Radiologis : terlihat rekfaksi yang jelas pada tulang kanselosa yang
dapat melebar di luar dari daerah garis epifisis. Bentuknya eksentrik dengan korteks
yang tipis tetapi penetrasi keluar jarang terjadi. Batas-batas tumor bersifat ireguler,
tidak tegas disertai dengan bintik-bintik kalsifikasi sebagai gambaran adanya deposisi
kalsium. Tidak ada bukti adanyanya metastasis, dan korteks intak.
Kondromiksoid Fibroma
Kelainan ini jarang ditemukan dan merupakan suatu tumor
jinak, terutama ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda
usia kurang dari 40 tahun.
Tidak terdapat gejala-gejala yang khas pada tumor dan
biasanya ditemukan secara kebetulan saja. Pertumbuhan
tumor ini sangat lambat tetapi mempunyai potensi untuk
menjadi ganas
Lokasi : Lokasi tumor terutama pada daerah metafsis tulang
panjang atau tulang-tulang kecil pada tarsal dan metatarsal.
Juga terdapat pada daerah lutut dan pelvis.
Pengobatan : Tumor ini berpotensi menjadi ganas sehingga
tidak hanya dilakukan kuretase saja tetapi eksisi lokal
Radiologis : Gambaran radiologik sangat khas berupa daerah
radiolusen yang bulat/oval terletak eksentris pada metafisis dan dapat
meluas sampai ke diafisis tulang panjang, berbatas tegas dan
kadang-kadang dengan pinggiran sklerotik. Korteks sering menipis
akibat ekspansi dari tumor.
Enkondroma
Merupakan neoplasma jinak yang berasal dari dalam rongga
sumsum tulang yang terdiri dari kartilago hialain matur. Tumor
jinak ini didapat pada dewasa muda dan tidak mengakibatkan
keluhan sakit.
Enchondromatosis adalah bentuk multiple daripada
enchondroma disebut juga sebagai Olliers Disease. Bila
enchondromatosis disertai dengan adanya multipel
hemangioma dijaringan lunak disebut sebagai Mafucci
Syndrome.
Lokasi : Tumor ini paling sering mengenai tulang-tulang
tubuler kecil (acral skeleton) pada tangan dan kaki, kadang-
kadang pada tulang yang lebih besar, seperti femur, hemerus,
tibia, fibula, radius dan ulna. Pada tulang panjang ditemukan
pada metafisis dan distal atau proksimal dari diafisis.
Radiologi : Tampak sebagai lesi yang radiolusen pada zona intramedular
dengan kemungkinan adanya bercak-bercak klasifikasi bentuk lingkaran.
Hal ini menunjukkan adanya kartilago hialin yang matur. Tidak ada
pembentukan tulang reaktif baru. Bila ada erosi kortek pada tulang tubuler
yang besar., menandakan terjadinya degenerasi maligna
Osteokondroma/Osteocartilagen
ous Exostosis
Merupakan neoplasma tulang jinak yang paling sering
didapat.
Klinis : Terdapat pada usia dewasa muda dengan
keluhan adanya benjolan yang keras dan tidak terasa
sakit, tumbuh sangat lambat. Keluhan karena menekan
struktur didekatnya seperti tendon, saraf,
Lokasi : Ditemukan pada bagian metafisis tulang
panjang terutama pada bagian distal femur, proksimal
tibia dan proksimal humerus (35 %), pelvis dan scapula.
Terapi : Eksisi
Prognosis : Baik. Komplikasi degenerasi ganas
(menjadi
Kondrosarkoma) lebih kurang 1 %. 4
Radiologi :
1. Bertangkai/pedunculated
2. Mempunyai dasar yang lebar (Sessile)
Gambaran foto plain menunjukkan tulang yang bertangkai diluar pertumbuhan
daerah metafisis. Bentuk lesi yang seragam, kartilago dengan kalsifikasi.
Corteks dan medulla dihubungkan oleh lesi.
Kondrosarkoma
Merupakan tumor ganas tulang rawan yang dapat
tumbuh spontan (Kondrosarkoma primer) atau
merupakan degenerasi maligna lesi jinak seperti
esteokondroma, enkondroma (kondrosarkoma
sekunder). Ditemukan usia antara 30-60 tahun.
Neoplasma tumbuh lambat dan hanya memberikan
sedikit keluhan.Neoplasma ini lambat memberikan
metastase.
Lokasi : Terutama tulang ceper seperti pelvis dan
skapula, tetapi dapat juga didapat pada tulang panjang
seperti femur dan humerus.
Klinis: adanya masa tumor yang menjadi besar secara
perlahan-lahan.
Terapi : Operasi reseksi luas, kalau perlu amputasi
Radiologi : Tampak sebagai lesi osteolitik ditengah metafisis tulang
dengan bercak-bercak kalsifikasi yang berasal dari matriks kartilago
disertai proses destruksi kortek, sehingga tumor dapat dilihat
meluas ke jaringan lunak disekitarnya
Non Ossifying Fibroma/Non
Osteogenik Fibroma

Merupakan lesi jinak. Lesi ini bersifat self limiting didapat pada anak-
anak dan dewasa muda usia antara 5 sampai 20 tahun. Lesi yang
besar mencakup sebagian dari diameter tulang yang ditunjukkan
dengan adanya fraktur patologis.

Lokasi: mengenai tulang panjang, terutama tulang-tulang


ekstremitas bawah. Biasanya pada metafisis atau metadiafisis dari
tulang panjang, terutama pada distal femur, distal tibia dan fibula

Klinis : Tiada keluhan, ditemukan secara kebetulan

Terapi: Pada usia dewasa tumor ini akan menghilang dengan


sendirinya
Radiologis : nampak sebagai daerah osteolitik dengan trabekulasi,
sehingga memberikan gambaran multikuler dengan tepi yang
sklerotik. Lesi biasanya mengenai tulang bagian lateral dan
mengekspansi bagian cortical secara perlahan.
Sarkoma Ewing
Tumor ganas yang jarang. Disebut juga Small Round Blue Cell.
Kebanyakan enyerang golongan usia muda lingkungan usia 20
tahun, lebih banyak didapat pada kaum pria
Klinis : Penderita mengeluh sakit dengan diseretai adanya
benjolan. Kemungkinan ada suhu badan yang meninggi, berkeringat
berlebih, lekositosis dan laju endap darah meningkat.
Lokasi : Pada diafsisi tulang-tulang panjang, paling sering pada
femur, humerus, tibia, ulna dan fibula, dapat juga mengenai tulang-
tulang tipis.
Diagnosis Banding : Gambaran klinis dan radiologis sarkoma
ewing mirip dengan osteomeilitis, osteosarkoma dan neuroblastoma
metastatik.
Terapi :
- Operasi berupa reaksi luas atau amputasi
- Kemoterapi
- Radioterapi
Prognosis : Buruk. Mortalitas pada tahun-tahun pertama setelah
diagnosis 95%. Akhir-akhir ini dengan terapi kombinasi
radioterapi, kemoterapi dan operasi, prognosis menjadi lebih baik.
Radiologi : Tampak proses destruksi tulang dengan batas yang
tidak jelas. Pembentukan tulang reaktif baru oleh periosteum bisa
berlapis-lapis yang memberikan gambaran Onion Skin atau tegak
lurus yang nampak sebagai Sunbrust.
Giant Cell
Tumor/Osteoklastoma
Bersifat jinak tetapi secara lokal berperangai agresif. Mengenai
golongan umur dewasa muda terutama antara 20-35 tahun. Jarang
terjadi pada anak-anak dan manula.
Lokasi : Didapat pada epifisis tulang panjang yang dapat meluas ke
arah metafisis. Tempat yang paling sering terjadi adalah proksimal
tibia, distal femur dan distal radius. Juga dapat ditemukan di pelvis
dan sacrum.
Klinis: keluhan rasa nyeri yang terus bertambah pada bagian tulang
yang mengalami lesi.
Terapi : Operasi kuret yang diikuti dengan pengisian bone graft atau
bone cement. Dan beberapa terapi adjuvant dengan phenol, insersi
PMMA (polymethylmetacrylate), cryoterapi setelah curetase.4,
Dapat dilakukan reseksi tumor, eksisi luas yang disertai tindakan
rekontruksi. Kadang-kadang juga memerlukan amputasi.
Radiologi : Tampak daerah osteolitik di epifisis dengan batas yang
jelas dan memberikan kesan multilokuler gambaran soap bubble.
Terjadi penipisan kortek
Adamantinoma
Adamantinoma merupakan tulang ganas tulang yang jarang
ditemukan dan sering ditemukan pada umur 20-25 tahun.
Tumor ini termasuk dalam tumor low grade dan bermetastasis
secara lambat.
Lokasi: terutama terletak pada diafisis tulang tibia, juga pada
tulang rahang ( mandibula).
Klinis : nyeri tumpul pada tulang yang kronik, jaringan lunak
disekitarnya terasa nyeri melingkari tulang yang nyeri.
Pengobatan : eksisi lokal yang luas dengan mengambil
bagian-bagian sekitar tulang yang normal. Pemeriksaan CT-
scan diperlukan sebelum operasi untuk melihat dalamnya
penetrasi tumor. Bila lesi meluas sampai ke permukaan
endosteal maka sebaiknya eksisi dilakukan pada seluruh
segmen dan ruang kosong yang tertinggal diisi dengan bone
graft yang bervaskularisasi.
Radiologis : Gambaran radiologik terlihat gelembung khas berupa defek pada
korteks anterior tibia. Mungkin pula ditemukan penebalan dari tulang sekitarnya.
Lesi radiolusen mengelilingi bagian tulang yang sklerosis, dan terdapat juga
lesi-lesi kecil dengan gambaran yang serupa. Dengan pemeriksaan CT-scan
dapat dilihat adanya penyebaran tumor ke dalam medula atau penyebaran di
luar periosteum.
Simple Bone Cyst/Solitary Bone
Cyst/Unicameral Bone Cyst
Bukan suatu neoplasma. Merupakan kista sejati. Lesi ini
dibicarakan karena secara radiologis memberikan gambaran
mirip suatu neoplasma tulang tetapi merupakan tumor non-
neoplakstik. Didapat pada anak-anak dan usia muda,
kebanyakan di bawah usia 15 tahun.
Klinis: Tumbuh lambat dan tidak memberikan rasa sakit
kadang pasien merasa nyeri. Sering mengakibatkan fraktur
patologis. Lesi bersifat self limiting. Sembuh spontan.
Lokasi : Yang paling sering adalah pada proksimal humerus
dan proksimal femur, yaitu pada metafisisnya.
Terapi: sembuh spontan bila terjadi pada saat usia dimana
sudah tidak ada lagi pertumbuhan badan, tetapi jika terdapat
keluhan pada saat masih terdapat pertumbuhan badan, maka
dapat diberi kan terapi berupa operasi kuret dengan pengisian
bone graft atau terapi injeksi dengan kortison.
Radiologi: gambaran plain lesi yang letak pada intramedular, lesi
tumbuh lambat, tidak ada kerusakan cortex
Fibrous Dysplasia
Kelainan ini jarang terjadi, terutama ditemukan pada usia kanak-kanak dan
dewasa muda ( usia 10 sampai 25 tahun) dan lebih sering pada wanita dengan
perbandingan 3 : 1.
Klinis: Gambaran klinis yang dapat ditemukan bervariasi dari rasa nyeri ringan
sampai adanya deformitas dan kecacatan. Bila kelainan terjadi pada daerah lutut
atau daerah panggul maka akan dapat terjadi fraktur patologis.
Lesi poliostotik disertai dengan pigmentasi kulit serta menstruasi prekoks pada
wanita merupakan suatu sindroma yang disebut McCunne-Albright. Pada anak-
anak, kelainan ini dapat menyebabkan anak-anak terlambat berjalan, jalan
pincang atau berjalan seperti bebek (waddling gait).
Pertumbuhan fisik penderita tergangu sehingga penderita menjadi kerdil yang
disebabkan oleh osifikasi dan fusi dari epifisis lebih cepat terjadi. Dilaporkan juga
adanya perubahan ganas dari penyakit displasia fibrosa, tetapi sangat jarang.
Lokasi : Pada lesi monostotik tempat tersering adalah femur, tibia, iga, tulang
rahang dan lesi poliostotik terutama terjadi pada anggota gerak bawah. Pada
tulang panjang dapat terjadi pada metafisis ataupun diafisis.
Radiologis : Pada foto rontgen tumor terlihat opak, jaringan fibrosa
nampak lebih translusen (gambaran ground glass), korteks tulang
menipis dan eksentrik dan dapat terjadi erosi pada tulang sehingga
mudah terjadi fraktur patologis.
Tulang Tumor Sekunder

Merupakan jenis tumor tulang ganas yang sering didapat. Kemungkinan


tumor tulang merupakan tumor metastatik yang harus selalu difikirkan, pada
penderita yang berusia lanjut. Pada usia dewasa/lanjut jenis keganasan
yang sering bermetastase ke tulang ialah karsinoma payudara, paru-paru,
lambung ginjal, usus, prostat dan tiroid.

Sedang pada anak-anak ialah neuroblastoma. Pada penderita dengan


kemungkinan keganasan tulang metastasik, maka harus dilakukan
pemeriksaan pada semua tulang misalnya dengan bone survey atau bone
scan.
Radiologi : Pada umumnya tumor metastatik akan mengakibatkan
gambaran osteolitik, sedang pada metastase Ca prostat nampak gambaran
osteoblatik/osteosklerosis. Kadar Calsium meninggi karena terjadi
pelepasan kalsium ke dalam darah akibat proses resorpsi osteoblastik pada
tulang-tulang. Adanya pembentukan tulang reaktif ditandai oleh kadar
fosfatase alkali yang meningkat. Pada metastase Ca prostat, kadar
fosfatase asam meninggi.