Anda di halaman 1dari 13

Highlight

UU Kesehatan No. 36
Tahun 2014
Azmi Ikhsan Azhary
Pasal 1
Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan
diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan
dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan
kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Surat Izin Praktek (SIP) hanya boleh digunakan untuk 1
tempat praktek saja.
Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia adalah lembaga yang
melaksanakan tugas secara independen yang terdiri atas
konsil masing-masing tenaga kesehatan.
Pasal 9 dan 10
Tenaga Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
huruf a harus memiliki kualifikasi minimum Diploma Tiga.
Asisten Tenaga Kesehatan harus memiliki kualifikasi
minimum pendidikan menengah di bidang kesehatan.
Pasal 14 ayat 2
Pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjenjang
mulai dari Kabupaten sampai nasional.
Pasal 18, 19, 20, 21
Dalam rangka penjaminan mutu lulusan, penyelenggara
pendidikan tinggi bidang kesehatan hanya dapat
menerima mahasiswa sesuai dengan kuota nasional.
Penyelenggaraan pendidikan tinggi bidang kesehatan
harus memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tenaga
Kesehatan.
Mahasiswa bidang kesehatan pada akhir masa pendidikan
harus mengikuti ujian kompetensi.
Pasal 23
Dalam rangka pemerataan tenaga kesehatan, pemerintah
pusat dan pemerintah daerah wajib melakukan
pemerataan tenaga kesehatan melalui proses seleksi.
Tenaga kesehatan yang dapat melalui seleksi ini harus
mempunyai status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS),
Pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, Pegawai
pemerintah dengan penugasan khusus atau TNI/Polri.
Pasal 27 ayat 1 dan 2
Menjelaskan bahwa tenaga kesehatan yang sebagaimana
disebutkan pada Pasal 23, dapat dipindahtugaskan oleh
pemerintah sesuai kebutuhan.
Menjelaskan bahwa tenaga kesehatan yang ditempatkan
di daerah perbatasan berhak mendapat kenaikan pangkat
istimewa dan perlindungan khusus dalam menjalankan
tugasnya.
Pasal 34 ayat 3, 90 ayat 1, 94
Menjelaskan bahwa Konsil Kedokteran Indonesia (KKI)
dan Konsil Kedokteran Gigi Indonesia (KKGI) menjadi
berada di bawah Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia.
Sebuah konsil yang didirikan pemerintah untuk
membawahi organisasi profesi.
Menjelaskan bahwa Standar Kompetensi Dokter Indonesia
tidak lagi ditentukan oleh Konsil Kedokteran Indonesia,
melainkan ditentukan oleh Konsil Tenaga Kesehatan
Indonesia.
Pasal 48
Untuk menciptakan tenaga kesehatan yang berkualitas,
perlu dilakukan pembinaan dan pengayaan.
Pembinaan dan pengayaan dapat berupa pelatihan,
seminar, atau workshop.
Pasal 68 ayat 1 dan 2
Mengatur tentang informed consent.
Semua tindakan harus mendapat persetujuan pasien
setelah mendapat penjelasan yang cukup.
Pasal 73
Semua tenaga kesehatan harus menjaga rahasia Penerima
Pelayanan Kesehatan.
Rahasia pasien dapat dibuka hanya untuk kepentingan
kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan, pemenuhan
permintaan aparatur penegak hukum, permintaan
Penerima Pelayanan Kesehatan sendiri, atau pemenuhan
ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.
Pasal 74 dan 75
Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilarang
mengizinkan Tenaga Kesehatan yang tidak memiliki STR
dan izin untuk menjalankan praktik di Fasilitas Pelayanan
Kesehatan.
Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik berhak
mendapatkan pelindungan hukum sesuai dengan
ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
TERIMA KASIH