Anda di halaman 1dari 71

ARTRITIS

Dr.Ferdian Subhan
Pendahuluan

Merupakan penyakit degeneratif yang


dapat menyerang sendi, kartilago, dan
tulang didekatnya.
Terkadang sulit dibedakan antara
osteoartritis, reumatoid artritis,
osteoporosis, gout artritis sehingga
sering salah penanganan.
OSTEOARTRITIS
OSTEOARTRITIS

Osteoartritis adalah suatu penyakit sendi menahun yang


ditandai oleh adanya kelainan pada tulang rawan (kartilago)
sendi dan tulang di dekatnya. Tulang rawan (kartilago) adalah
bagian dari sendi yang melapisi ujung dari tulang, yang
memudahkan pergerakan dari sendi. Kelainan pada kartilago
dapat menyebabkan tulang bergesekan satu sama lain, yang
menyebabkan kekakuan, nyeri dan pembatasan gerakan pada
sendi.

Osteoarthritis, atau kadang juga disebut penyakit sendi


degeneratif atau osteoarthrosis, adalah penyakit sendi yang
paling sering terjadi.
OA
OA is a disease of joints
that affects all of the
weight-bearing
components of the joint:

Articular
cartilage
Menisci
Bone
OA Articular Cartilage
A) Normal articular cartilage
from 21-year old adult
(3000X)
B) Osteoarthritic cartilage
(3000X)

The surface
changes alter
the distribution
of
biomechanical
forces further
triggering active
changes by the
tissue
EPIDEMIOLOGI

Prevalensi dari osteoarthritis + 2% pada orang yang


berusia < 45 thn, 30% pada orang berusia 45-64 thn,
dan 63-85% pada orang berusia > 65 thn.

Berdasarkan NADW prevalensi ostearthritis


meningkat seiring dengan bertambahnya usia, dengan
perbandingan wanita : pria = 2:1.

Berdasarkan NHANES I gambaran radiologi


osteoarthritis pada lutut & panggul meningkat seiring
dgn bertambahnya usia. Gambaran radiologis
osteoarthritis pada lutut > didapatkan pada wanita,
sedangkan laki-laki > di panggul
2.3. Patofisiologi

Secara normal, ketika sendi synovial dalam


keadaan istirahat, cartilago dikelilingi oleh
cairan (cairan synovial) bergerak, cairan
tersebut keluar berlangsung ratusan kali/hari.

karena sebagian besar berat tubuh akan


bertumpu di lutut bagian itulah yang pertama
mengalami kerusakan.

Pada keadaan ini akan terjadi kekakuan atau


nyeri setempat yang makin lama akan
bertambah berat.
Pada saat synovium mengalami
inflamasi ujung saraf dan reseptor
nyeri mengirim sinyal ke otak otak
mengirim sinyal balik synovium akan
memproduksi banyak cairan area
tersebut akan dibanjiri oleh cairan
timbul rasa sakit dan bengkak
cartilago mulai menjadi lunak dan
pecah menimbulkan fisura yang
memanjang (fibrilasi).
Pada keadaan lebih lanjut osteofit, eburnasi, dan
cairan akan mengisi tulang terbentuk kista
subkondral.

Tekanan yang dihasilkan kista tersebut + isinya


menekan cavitas synovial memecahkan
persendian cartilago kerusakan pd persendian
shg cartilago akan dilapisi oleh osteofit yang tumbuh
dibawah tulang. Tonjolan ini tampak seperti tulang
dalam ukuran yang besar hingga yang kecil yang
disebut sendi tikus, tersebar dalam kavitas synovial.

Fragmen-fragmen tersebut dapat menyebabkan iritasi


mengakibatkan inflamasi dan akumulasi cairan
yang tidak diinginkan (efusi sendi) siklus berulang
Heberdens node
Joint Space Narrowing
Faktor Risiko

beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang untuk


menderita osteoartritis, yaitu :

Umur
Berat badan
Trauma pada sendi atau penggunaan sendi secara berlebihan
Kelemahan pada otot
Penyakit lain
Gejala Klinis

Osteoarthritis dapat mengenai sendi manapun di tubuh kita

Sering sendi lutut, sendi panggul, sendi-sendi tangan, dan


tulang belakang.
Jarang dagu, bahu, siku, pergelangan tangan, ankle

Hanya mengenai 1sendi


Tetapi pada beberapa kasus (pada tangan) mengenai
beberapa sendi.
Osteoarthritis semakin memburuk secara bertahap seiring
dengan berjalannya waktu
Gejala osteoarthritis muncul bertahap
Lambat laun semakin memburuk
GK/ yang sering ditemukan :

Nyeri sendi
Hambatan gerakan sendi
Kaku pagi (morning stiffness)
Krepitasi
deformitas
Perubahan gaya berjalan
Diagnosis dan Penatalaksanaan

Diagnosis osteoartritis berdasarkan gejala penyakit dan


pemeriksaan tambahan :
Pemeriksaan darah (untuk mengetahui adanya inflamasi)
LED & CRP.
Hasilnya sedikit meningkat / normal pada penderita
osteoarthritis

Pemeriksaan tambahan yang lain dapat berupa :


1. Rntgen tulang
2. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
3. Aspirasi sendi (arthrocentesis)
4. Arthroscopy
OA Radiographic Diagnosis
Asymmetrical
joint space
narrowing

Periarticular
sclerosis

Osteophytes

Sub-chrondral
bone cysts
Penatalaksanaan

Tidak ada pengobatan spesifik untuk osteoarthritis

Th/ untuk rasa sakit & mempertahankan


pergerakan sendi

Pasien dapat melakukan kegiatan sehari-hari

Pengobatan secara konservatif sebelum pengobatan


bedah (operasi pergantian sendi)

Lama-kelamaan nyeri bertambah hebat obat-


obatan & terapi pembedahan diperlukan
Terapi mild osteoarthritis

Rasa nyeri menganggu


Tetapi pasien masih dapat melakukan aktifitas sehari-harinya

Terapi pilihannya dapat berupa :

Istirahat
Latihan fisik
Kurangi BB
Penggunaan pemanasan & pendinginan
Konsultasi dengan ahli terapi fisik
Hindari aktifitas yang menyebabkan tekanan berlebih pada
sendi
Pergunakan cream pengurang rasa sakit
Verban penguat
Terapi moderate osteoarthritis

Nyeri berlangsung terus-menerus i/ untuk pemberian obat-


obatan
Bila masih memungkinkan (+) aktifitas fisik
Istirahat
Pengurangan BB

Terapi yang dapat diberikan antara lain :

Acetaminophen
NSAIDs
Tramadol
Terapi severe osteoarthtritis

Nyeri masih terasa


Mengganggu aktifitas
Sudah diberikan obat-obatan pengurang rasa sakit

Terapi yang dapat diberikan :


Analgetik kuat
Kortikosteroid
Suntikan asam hialuronat ( hyaluronic acid
derivatives (Hyalgan, Synvisc))
Terapi pembedahan osteoarthritis

Pada pasien penderita osteoarthritis berat yang tidak


membaik dengan obat-obatan mengganggu aktifitas
sehari-hari

Terapi pembedahan dapat berupa :

Penggantian sendi (arthroplasy)


Debridement Osteotomy
Osteotomy Arthrodesis
Arthrodesis
Total Knee Replacement
The ends of the femur, tibia, and patella are shaped to accept the
artificial surfaces.
The end result is that all moving surfaces of the knee are metal
against plastic
Total Knee Replacement

Photographs of total knee


components on model bone
OSTEOPOROSIS
PENDAHULUAN
Osteoporosis adalah keadaan
berkurangnya masa tulang dan
berubahnya arsitektur tulang sampai
tingkat ambang batas patah tulang
tanpa keluhan klinis.
Kejadian osteoporosis sangat
dipengaruhi oleh tercapainya puncak
masa tulang pada usia 30 tahunan, pada
lelaki lebih tinggi puncak masa tulang.
Remodeling atau regulasi tulang terjadi
oleh karena aktifitas osteoblas dan
osteoklas, yang berlangsung secara
siklik dalam waktu 3 s/d 6 bulan.
Dalam keadaan normal mekanisme
resorbsi kalsium tulang oleh osteoklas
dan mekanisme penggantian kemabli
oleh osteoblas berjalan secara simultan
dan seimbang
Pada wanita di usia 30 mencapai puncaknya
pertumbuhan pada tulang trabekular .
Tulang kortikal mencapai puncaknya pada
usi 35-40 thn.
Setelah pematangan tulang selesai, maka
proses kehilangan kepadatan tulang mulai
berlangsung terus sampai usia 90 tahun.
Seorang wanita selama hidupnya akan
kehilangan masa tulang sebanyak 40-50%,
sedang pria 20-30 %
Osteoporosis: Defined

Osteoporosis is a skeletal disorder


characterized by compromised bone
strength predisposing to an increased
risk of fracture.
NIH Consensus Development Conference, March 2000

16000185-2
Normal Bone Osteoporotic Bone
Osteoporosis:
A Public Health Problem

More
common than
diabetes,
strokes, and
heart disease
combined

1.5 million
osteoporotic
fractures
annually in U.S.
16000185-2
Impact of Osteoporosis

Age 50 Age 16000185-2


National Osteoporosis Foundation
Who has osteoporosis?
The bone remodelling cycle: Breaking down and rebuilding

Osteoclasts begin the


remodeling process
by resorbing bone
Osteoblasts move into
the area and
produce bone
matrix, which
calcifies
In osteoporotic
patients: bone
resorption exceeds
bone formation,
resulting in a net loss
of bone
Hip Fracture

15% of women and


5% of men by 80
years of age
High proportion are
permanently unable
to walk independently
Increased mortality
rate of 20% one year
from fracture
What is osteoporosis?
Normal Osteoporosis

Osteoporosis is a disease of
bone where there is a
decrease in bone density
Changes in bone
resulting in
osteoporosis
42
43
Pathogenesis of Osteoporotic Fracture

Postmenopausal bone Age related


Low peak loss (oestrogen) bone loss
bone mass
Genetic factors
Exercise
Alcohol
Smoking
Dietary calcium
Low bone
mass Other risk Factors
Smoking
Alcohol
Chronic diseases
Low Vit D/High PTH
Nonskeletal
risk factors
(Falls) Fracture
Principal sites of osteoporotic
fractures

45
Peak bone mass
amount of bone that can be accumulated by
early to mid adult life

Age related changes in bone mass in men and women


Why is bone density
important?

With decreased bone density,


bones are more fragile and are
more likely to break
(Fracture)
Why is bone density
important?

With decreased bone density,


vertebral bones may collapse and
cause excessive curvature of the spine
Age

The older you are, the greater your risk


of osteoporosis.
Your bones start to become weaker and
less dense after the age of 35.
Medications

Steroids (Prednisone,
dexamethasone..)
Excessive thyroid hormones
(Thyroxine)
Anticonvulsants
Antacids containing aluminum
Can osteoporosis be
prevented?
How you can prevent
osteoporosis

Take adequate amounts of


calcium
Low-fat milk
Cheese
Broccoli
Orange juice
Cereals
Breakfast bars
Calcium supplements (Caltrate,
Calci-aid, Calvit..)
How you can prevent osteoporosis
Adequate amounts of Vitamin D

Vitamin D rich foods


Egg yolks
Liver
How you can prevent
osteoporosis
Stop smoking
Drink alcohol in moderation
Exercise!
Bone becomes stronger and denser
when you place demands on it
Environmental measures
and falls reductions

55
Improving bone strength

Physical activity
Main role is to
reduce falls

Drug therapy

56
Bone active drugs
Anti-resorptive drugs
Oestrogen
SERMs (raloxifene)
Bisphosphonates

Anabolic drugs
Teriparatide

Dual Acting Bone Active (DABA)


Strontium ranelate

57
Hormone Replacement Therapy

Oestrogens /
Progestogens

More data available about


long-term benefits and risk

58
GOUT ARTRITIS
Definisi

Gout arthritismerupakan kelompok


penyakit heterogen sebagai
akibatdeposisi kristal monosodium
urat pada jaringan atau akibat
supersaturasi asam urat di dalam
cairan ekstraseluler.
GOUT PRIMER : akibat langsung
pembentukan as. Urat tubuh yang
berlebihan atau akibat penurunan
ekskresias.urat

GOUT SEKUNDER : disebabkan karena


pembentukan as.urat yangberlebihan
atau ekskresi as.urat yang berkurang
akibat prosespenyakit lain atau
pemakaian obat obat tertentu.
Gangguan metabolisme
yang mendasari

Hiperurisemia dimana terjadi


peninggiankadar urat lebih dari 7mg/dl
pada pria atau 6mg/dl pada wanita.
EPIDEMIOLOGI
Lebih banyak terjadi pada laki-laki
dibandingkan perempuan.

Pada perempuan sering terjadi pada


masapramenopause.

Terjadi di seluruh dunia tanpa memandang


ras.

Terjadi secaragenetik
Etiologi
Etiologi yangsebenarnya masih belum diketahui

Terdapat defek pada proses metabolismyang


menghasilkan produksi asamurat yang berlebihan

Juga dapat disebabkan oleh kegagalan atau defek


pada ginjal untuk mengeliminasi asam urat

Ini menyebabkan asam urat terkumpul pada cairan


synovialdan menjadi kristal

MANIFESTASI KLINISGOUT
STADIUM ARTHRITISGOUT AKUT

Radangsendipadastadiuminisangatakutdanyangtimbulkan sangat
cepat dalam waktu singkat, Dimana pasien tidur tanpa gejala apa - apa,
Pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dantidakdapatberjalan.

Biasanyabersifatmonoartikulardengan keluhan utama berupa nyeri,


bengkak, terasa hangat,merah dengan gejala sistemik berupa demam,
menggigil dan merasa lelah.

Lokasi paling sering adalah metatarsophalang I.

Seranganakutdapatsembuhbeberapaharisampaibeberapa minggu
FAKTOR FAKTOR YANG BERPERAN
MEMICU GOUT
Diet tinggi purin

Minuman beralkohol

DM

Obese

Obatobatyang menghambat ekskresias.Urat di ginjal


seperti diuretik

Stress, trauma fisik


Kriteria Diagnosa Gout
Kristal urat pada cairan sendi atau adanyatofus

Terdapat 6dari12kriteria
a. Peradangan maksimum terjadi dalam1 hari
b. Lebih dari satu serangan akut arthritis
c. Serangan terjadi secara monoartritis
d. Kemerahan pada sendi
e. Nyeri/Pembengkakan pada sendi metatarsofalangeal I
f. Serangan unilateral pada metatarsofalangeal I
g. Serangan unilateral padasendi tarsal
h. Adanya tofus
i. Hiperurisemia
j. Pembengkakan asimetris pada sendi
k. Adanya kista subcortical tanpa erosi
L .Kultur bakteri negatif padacairan sendi
Pengobatan

Istirahat sendi terkena


Diet rendah purin
Medikamentosa : NSAID, Allopurinol,
Urikosurik, kortikosteroid
Terima kasih