Anda di halaman 1dari 12

ABORSI

DEFINISI ABORTUS
Abortus : berakhirnya kehamilan
pd umur kehamilan < 20 minggu
atau berat janin < 500 gram
Kira-kira 70% konsepsi pada
manusia gagal mencapai aterm
50% terjadi sebelum terlambat
menstruasi tidak
dikenali/diketahui
Dengan pemeriksaan hCG : 31%
keluarnya buah kehamilan tjd
setelah implantasi
Dari kehamilan yg
dikenali/diketahui : 15%
KLASIFIKASI
Abortus imminens (abortus
mengancam): perdarahan bercak,
dpt disertai nyeri perut bawah
ringan, buah kehamilan dpt
dipertahankan

Abortus insipien (abortus yg sedang


berlangsung): perdarahan
pervaginam, disertai mules/nyeri
perut (kontraksi rahim) abortus
inkomplit/komplit

Abortus inkomplit: sebagian buah


kehamilan telah keluar
KLASIFIKASI
Abortus komplit : Seluruh buah
kehamilan telah keluar secara lengkap

Abortus tertunda: Tertahannya


konsepsi yg telah mati dalam rahim
slm 8 mgg atau lebih

Abortus habitualis (berulang): Abortus


spontan yg berlangsung sebanyak 3
kali atau lebih secara berurutan
ABORTUS HABITUALIS
Terjadi kira-kira 1 dari 300
kehamilan
Pemeriksaan klinis terhadap
abortus harus dilakukan bila 2
kali abortus spontan terjadi
secara berurutan, terutama
pada keadaan :
telah ditemukan aktivitas
jantung
janin sebelum terjadi
abortus
usia ibu > 35 tahun
Etiologi Abortus Habitualis
Insidensi

Genetik
Anatomis
Endokrin
Infeksi
Imunologis
Lainnya
ETIOLOGIEtiologi

1.Faktor Genetik:
- Kromosomal
- Multifaktor
2. Faktor anatomis :
a. Kongenital : ggn. Fusi dukt, Mulleri, terpapar
dietilstilbestrol,
anomali a. uterina, inkompetensia serviks
b. Didapat : inkompetensia serviks, sinekhia, mioma
uteri,
endometriosis, adenomiosis
3. Faktor endokrin :
Defek fase luteal, Ggn. Tiroid, DM, Ggn. Androgen, Ggn.
Prolaktin
4. Infeksi :
Bakteri, virus, parasit, jamur, protozoa
5. Faktor Imunologi:
a. Sist. Humoral : APS, Antibodi antisperma, antibodi
antitrofoblas,
defisiensi blocking antibody
b. Sist. Seluler
6. Faktor lainnya :
lingkungan, obat2an, kln. plasenta, penyakit pada ibu,
faktor pria, dll
Abortus Provocatus

Abortus Provocatus
Therapeuticus/Medicinalis
Safe Abortion

Abortus Provocatus
Criminalis
Safe or Unsafe Abortion
UU Nomor 36 Tahun 2009
Indonesia telah memiliki UU No. 23 Tahun 1992 ttg
Kesehatan yang kemudian telah diamandemen dengan UU
baru yaitu UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
Terdapat pasal Bab Khusus yang mengatur tentang
Kesehatan Reproduksi
Di dalam Bab tersebut terdapat aturan khusus terkait
pengguguran kandungan (aborsi)`