Anda di halaman 1dari 40

Your subtitle goes here

SEKSOLOGI: ilmu yang mempelajari berbagai


aspek seksualitas, yang bukan hanya sekedar
informasi yang enak didengar dan bersifat erotik,
yang dapat disampaikan oleh setiap orang tanpa
dasar ilmiah. Seksologi mempelajari berbagai
aspek seksualitas, seperti aspek sosial budaya,
klinis, psikososial, dan perilaku
KESEHATAN SEKSUAL: suatu keadaan
kesehatan baik fisik maupun mental dalam
melakukan hubungan seksual antara pria dan
wanita yang diikat dalam tali perkawinan yang
sah, sehingga kedua belah pihak dapat
mencapai kepuasan.
HUBUNGAN SEKSUAL YANG SEHAT:
hubungan seksual antara suami dan
istri dalam ikatan tali pernikahan yang
sah sebagai ungkapan rasa kasih
sayang dua insan untuk tujuan
mendapatkan keturunan yang
berkualitas serta sebagai pemenuhan
kebutuhan biologis baik bagi pria
maupun wanita
Seksualitas diekspresikan
dalam bentuk perilaku
seksual, yang di
dalamnya tercakup fungsi
seksual
PERILAK
U
SEKSUA
L
Pengetahuan seksual yang
benar dapat memimpin seseorang
ke arah perilaku seksual yang
rasional dan bertanggung
jawab serta dapat membantu
membuat keputusan pribadi yang
penting tentang seksualitas
mempunyai pengertian yang benar tentang
seksualitas
mampu meluruskan berbagai mitos dan
informasi yang salah tentang seks,
membentuk perilaku seksual yang benar dan
sehat,
mampu mencegah masalah seksual yang terjadi
di masyarakat,
mampu mengatasi berbagai masalah seksual,
dan
lebih peka dan sadar dalam hubungan
antarmanusia.
Pasangan Seksual Kesehatan Seksual

Jumlah pasangan Perlindungan dari IMS

Waktu dan lama hubungan Perlindungan dari praktek berbahaya dan


tindak kekerasan
Identitas sosial pasangan
Otonomi menentukan akses seksual
Kondisi: pilihan/paksaan
Sama-sama suka
Kecepatan berganti pasangan
Informasi tentang seksualitas

Tindakan Seksual

Naluri Alami
Kesehatan Reproduksi
Frekuensi

Kondisi: pilihan/paksaan
Perspektif
Tidak ada IMS, KTD, aborsi tidak aman
Makna Seksual
Gender
Tidak terjadi praktek berbahaya
Kejantanan/keibuan
Tingkat kepuasan KB tinggi karena pilihan
Persepsi tentang pasangan sendiri

Arti tindakan seksual Informasi KB dan KR

Semaua kehamilan dan persalinan aman


Dorongan dan Kenikmatan Seksual Kemandulan bisa diatasi
Pembentukan identitas seksual

Kondisi sosial yg membentuk dorongan


seksual

Persepsi tentang kenikmatan seksual


SEXUAL DESIRE
(LIBIDO)
SEXUAL DESIRE
(LIBIDO)
Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa
faktor, seperti: (1) hormon seks, khususnya
testosteron dimana hormon ini mulai aktif
pada masa remaja, (2) rangsangan seksual
yang diterima, (3) kondisi tubuh, (4) faktor
psikososial, dan (5) pengalaman seksual
sebelumnya.
Jika faktor-faktor tersebut mendukung,
dorongan seksual akan tetap baik. Sebaliknya,
bila tidak mendukung, dorongan seksual ini
akan menurun, bahkan lenyap sama sekali.
Pada umumnya selalu
merasakan bahwa
hubungan seksual adalah
sesuatu yang selalu
menyenangkan sejak
pertama kali walaupun
barangkali masih di luar
harapannya. Pria tidak Bagi perempuan,
pernah merasa nyeri hubungan seksual tidak
seperti yang mungkin selalu berarti sesuatu
dialami perempuan yang menyenangkan.
ketika untuk pertama Paling tidak pada
kalinya melakukan pengalaman yang
hubungan seksual. Selain pertama kali, mungkin
itu, laki-laki tidak akan perempuan mengalami
merasakan akibat yang rasa sakit, apalagi jika
timbul dari hubungan belum berada dalam
seksual yaitu kehamilan keadaan siap dan
terangsang, sementara
pihak laki-laki tidak
memahami keadaan ini
Secara
budaya,
hubungan
seksual yang
pertama kali
bagi
perempuan
berarti
mengubah
status
keperawana
Waspada terhadap DURJANA
n PEMETIK
BUNGA!
Tahap 1 : Fase Rangsangan
(excitement phase)
Tahap 2 : Fase Datar (plateau phase)
Tahap 3 : Fase Orgasme (orgasm
phase)
Tahap 4 : Fase Resolusi (resolution
phase)
Fase Rangsangan (Excitement
Phase)
Fase Pendataran (Plateau
Phase)
Fase Pendataran (Plateau
Phase)
Fase Orgasme (Orgasm
Phase)
Fase Orgasme (Orgasm
Phase)
Fase Peredaan (Resolution
Phase)
Fase Peredaan (Resolution
Phase)
ORGASME

Sensasi erotis yang


tercapai pada saat
orgasme ditambah dengan
kesenangan psikis inilah
yang sebenarnya disebut
Kepuasan Seksual.
ORGASME
Orgasme (orgasm) merupakan puncak reaksi
seksual yang hanya bisa tercapai bila orang
menerima rangsangan seksual yang efektif,
baik melalui hubungan seksual maupun cara
aktivitas seksual lainnya.
Peristiwa orgasme bervariasi pada setiap
waktu yang berbeda dan juga bervariasi
antara satu individu dengan individu yang lain.
Orgasme dapat merupakan sensasi yang
sangat eksplosif dan luar biasa pada
seseorang, tetapi bagi orang lain mungkin
hanya merupakan sesuatu yang terjadi
dengan tenang dan kurang dramatis
Fase apakah ini????
Fase apakah ini????
ORGASME PADA
WANITA
Perempuan pada dasarnya memiliki potensi untuk
mencapai orgasme beberapa kali (multiple orgasm) bila
tetap menerima rangsangan yang efektif seperti ketika
mencapai orgasme pertama.
Pada perempuan orgasme ditandai dengan kontraksi
ritmis pada 1/3 bagian luar vagina, rahim, dan otot
sekitar anus. Namun, sebenarnya reaksi ini bersifat
total di seluruh tubuh, bukan hanya di daerah genitalia
saja.
Pada dinding depan vagina bagian luar terdapat suatu
daerah yang disebut G Spot atau Titik G. Rangsangan
pada daerah ini akan menimbulkan orgasme berbeda
jika dibandingkan dengan rangsangan pada klitoris.
Sebagian perempuan yang mendapat rangsangan G
Spot dapat mencapai orgasme yang disertai ejakulasi.
ORGASME PADA
LAKI-LAKI
Pada pria orgasme mudah dirasakan oleh
pasangannya karena pada pria normal orgasme
terjadi bersama-sama dengan ejakulasi.
Orgasme dan ejakulasi adalah dua peristiwa yang
berbeda, sehingga pada keadaan tertentu
orgasme bisa terjadi tanpa ejakulasi.
Dorongan seksual perempuan lemah
Darah perawan pada malam pertama
Masturbasi/onani dapat menyebabkan
impotensi dan kemandulan
Ukuran penis sangat menentukan
kepuasan seksual saat melakukan
hubungan seksual
Etnik dan seks
Vagina kering lebih memberikan
kepuasan seksual daripada yang
basah
Posisi hubungan seksual
Seks masa menopause
Mitos 1:
Dorongan seksual perempuan
lemah
KELAINAN SEKSUAL
1. SEXUAL PARTNER YANG
ABNORMAL (KELAINAN
ORIENTASI SEKSUAL):
Homoseksual,
Lesbianisme, Pedofilia,
Nekrofilia, dan Zoofilia
KELAINAN SEKSUAL
- CARA YANG ABNORMAL
DARI PEMUASAN
KEINGINAN SEKS
CONTOH: Sadisme,
Masochisme,
Exhibitionisme,
Voyeurisme, Transvetisme
DISFUNGSI SEKSUAL
Disfungsi seksual pada
perempuan terdiri atas 4 (empat)
jenis, yaitu:
(1) gangguan dorongan seksual,
(2) gangguan bangkitan seksual,
(3) gangguan orgasme, dan
(4) gangguan nyeri seksual.
Frigiditas
DISFUNGSI SEKSUAL
Disfungsi seksual pada laki-
laki terdiri atas 4 (empat)
jenis, yaitu:
(1) gangguan dorongan
seksual,
(2) disfungsi ereksi,
(3) gangguan ejakulasi, dan
(4) gangguan orgasme
Disfungsi Ereksi
Perilaku seksual yang sehat
adalah semua bentuk perilaku
seksual yang dapat dinikmati dan
tidak menimbulkan akibat, baik
gangguan fisik maupun mental.
Semua perilaku seksual yang
dinikmati namun menimbulkan
akibat buruk termasuk kategori
perilaku seksual yang tidak
sehat.
Perilaku seksual yang tidak
menimbulkan akibat fisik, namun
tidak dinikmati sehingga
menimbulkan gangguan psikis,
juga termasuk perilaku seksual
yang tidak sehat.
Gangguan fisik akibat
hubungan seksual adalah
nyeri saat melakukan
hubungan seksual
(dispareunia), luka lecet,
perdarahan, kehamilan yang
tidak diinginkan, dan
penularan penyakit menular
seksual, khususnya HIV/AIDS.
Gangguan psikis yang bisa
timbul akibat hubungan
seksual di antaranya
ketidakpuasan seksual,
kecewa, cemas, perasaan
bersalah, dan gejala
psikosomatis lainnya seperti
pusing, cepat marah, dan sulit
tidur.