Anda di halaman 1dari 20

ANTIOKSIDAN

Ajeng Gandila Kusumah


Annisa Nurul Haq Hamzah
Asmiyati
Insan Kamil Gifari
Ikhmal Amaliah S
Nidar Rezaniasapar
Sub pokok bAHASAN

PENGERTIAN

REGULASI

METODE ANALISIS

APLIKASI DALAM JURNAL PENELITIAN


PENGERTIAN
Antioksidan merupakan bahan tambahan pangan untuk
mencegah atau menghambat kerusakan pangan akibat oksidasi.
REGULASI
RegionalPeraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.38 Tahun 2013
Tentang Batasan Maksimal Penggunaan BTP Antioksidan
Internasional Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) , ADI
(Acceptable daily intake)
13 Antioksidan yang diizinkan penggunaannya antaralain:

Asam askorbat (Ascorbic acid); Propil galat (Propyl gallate);


Natrium askorbat (Sodium ascorbate); Asam eritorbat (Erythorbic acid);
Kalsium askorbat (Calcium ascorbate); Natrium eritorbat (Sodium erythorbate);
Kalium askorbat (Potassium ascorbate); Butil hidrokinon tersier/TBHQ (Tertiary butylhydroquinone);
Askorbil palmitat (Ascorbyl palmitate); Butil hidroksi anisol/BHA (Butylated hydroxyanisole); dan
Askorbil stearat (Ascorbyl stearate); Butil hidroksi toluen/BHT (Butylated hydroxytoluene)
Tokoferol (Tocopherol);
METODE ANALISIS

KUALITATIF Uji Warna


Spektrofotometri IR
DPPH (Diphenyl pycril Hidrazil)

KUANTITATIF
Metode ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity)
Iodimetri dan iodometri
UJI WARNA
Merupakan suatu metode kualitatif untuk menentukan keberadaan suatu
antioksidan dengan mereaksikan suatu sampel dengan reaktan tertentu
sehingga menunjukkan sifat fisik berupa perubahan warna tertentu sebagai
indikator.

Asam Askorbat + Perak nitrat (amoniakal ) Hitam


Asam Askorbat + Pereaksi Benedict Merah
Asam Askorbat + Larutan Iodium (coklat ungu )
Warna Hilang (bening)
Spektroskopi IR (Infra Red)
Merupakan metode analisis
suatu gugus fungsi dari
suatu senyawa berdasarkan
serapannya terhadap sinar
infra merah yang diberikan.
Cara kerja alat ini adalah
dengan mengukur serapan
infra merah pada suatu
gugus fungsi, dimana tiap
gugus fungsi mempunyai
daerah serapan yang
berbeda-beda.
Metode ORAC
Digunakan untuk menganalisis kandungan suatu senyawa antioksidan dari suatu benda,
misalnya makanan.
Pada metode ORAC, digunakan fluorescent sebagai bahan uji selain sampel yang
digunakan.
Metode ini menggunakan mesin azo-intitiator, suatu alat yang berfungsi untuk membuat
radikal bebas, peroxyl.
Fluorescent ditembakkan dengan peroxyl, lalu dihitung intensitasnya selama selang waktu
tertentu.
Lalu dibuatlah kurva intensitas vs waktu ( baik ataupun tanpa antioksidan), sehingga kita
dapat menghitung luasan daerah diatara kedua kurva tersebut.
Kadar antioksidan ditentukan dengan standar TE, trolox equivalent, dengan trolox sebagai
standarnya.
Lanjutan.....
Perhitungan nilai ORAC
dilakuakn dengan rumus berikut:

ORAC value (M) = 20k (SSample


- SBlank) / (STrolox - SBlank)

Dimana S merupakan daerah


dibawah kurva dan k adalah
konstanta peluruhan fluoescent.
Metode Iodimetri dan Iodometri
Kandungan Antioksidan (Asam Askorbat) pada Jus
Buah-Buahan Tropis
Jurnal BIOEDUKATIKA Vol. 3 No. 1 Mei 2015
oleh Novi Febrianti, Irfan Yunianto, Risanti Dhaniaputri
Latar belakang
Buah-buahan tropis sebagai sumber antioksidan alami berpotensi untuk memperbaiki
kerusakan sistem pernafasan dan sistem reproduksi.

Febrianti dan Widayati (2014) mendapatkan bahwa pemberian jus buah pepaya pada
mencit yang dipaparkan asap rokok menyebabkan struktur pulmonya kembali
normal.
Penelitian Marianti (2013) serta Imam & Juwono (2006) mendapatkan bahwa jus
tomat juga mempunyai efek positif untuk mencegah kerusakan pulmo dan
meningkatkan motilitas spermatozoa mencit yang dipaparkan asap rokok karena
aktivitas antioksidannya yang tinggi.
Penelitian Ashraff et al (2011) mendapatkan bahwa berbagai
varietas durian lokal yang tumbuh Penang mempunyai potensi
antioksidan yang tinggi.
Nurliyana et al (2010) mendapatkan bahwa daging dan kulit
buah naga juga memiliki aktivitas antioksidan yang cukup
tinggi.
Senyawa antioksidan yang paling berlimpah pada buah-
buahan adalah karotenoid, flavonoid, fenolik, vitamin C,
vitamin E, vitamin A,dan betalain (Nurliyana et al. 2010;
Ashraf et al., 2009).

Maka, dilakukan analisis dari kandungan antioksidan


(asam askorbat) pada buah-buahan tropis
Prinsip
iodium memiliki potensial reduksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan
asam askorbat, sehingga iodium akan mengoksidasi senyawa asam askorbat
dengan membentuk asam dehidroaskorbat. L-diketogulonat memiliki sifat
reduktor yang lemah dibandingkan asam askorbat dan dehidroaskorbat
sehingga tidak dapat dioksidasi oleh iodium. Pengujian dengan metode ini
cukup mudah dan relatih murah, namun kurang efektif untuk mengukur
kandungan asam askorbat, karena dalam bahan pangan terdapat komponen
lain selain asam askorbat yang juga bersifat pereduksi. Senyawa tersebut
mempunyai titik akhir yang sama dengan warna titik akhir titrasi asam
askorbat dengan iodin. Indikator titrasi menggunakan amilum untuk
mengetahui titik akhir titrasi dengan memberikan perubahan warna menjadi
biru kehitaman
Metode

Koleksi buah tropis

Persiapan ekstraksi buah

Uji asam askorbat


Uji Asam Askorbat
a. Ekstrak Sampel
Sebanyak 1 g sampel bubuk buah dimasukkan dalam labu takar 10 ml dan
ditambahkan aquades sampai tera, kemudian disaring.

b. Pembuatan Larutan Iodium


Larutan iodium 0,01 N dibuat dengan cara mencampurkan 2,00 gram KI dan I2,
kemudian dilarutkan sampai volume 1 liter dengan aquades selama semalaman untuk
melarutkan iod secara sempurna.
Penentuan Konsentrasi Asam Askorbat
Encerkan 1 ml
Lalu hitung
filtrat hasil
konsentrasi asam
ekstraksi ke dalam
askorbat.
10 ml aquadest

TAT ditandai
Ambil 2 ml filtrat dengan perubahan
hasil pengenceran warna larutan
menjadi biru

Masukkan ke dlm
erlenmeyer lalu Titrasi dengan
(+) 0,4ml larutan iodium 0,01N
amylum 1%
*larutan iodium 0,01N setara dengan 0,88 mg asam askorbat
Hasil
TERIMA KASIH