Anda di halaman 1dari 12

MANAJEMEN INDUSTRI PAKAN

Alur Proses Produksi


Pakan
Desen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Nuraini, MS.,

November 3, 2016
KELOMPOK: I

TERI SELVI YENI 1410612094


TERI SELVI
ANGGI DWI PUTRA
YENI
1410611030
1410612094
YULIGA SUCI RAHMI
1410611134
NOFIRI ARIYANTI 1410611100
November 3, 2016
Pendahuluan
Industri pakan ternak merupakan bagian dari suatu mata rantai pada sektor
peternakan. Keberhasilan sektor peternakan salah satunya ditentukan oleh
ketersediaan pakan ternak. Pakan ternak yang tersedia bukan hanya dari segi
kuantitas saja tetapi juga dari segi kualitas. Produsen pakan ternak wajib
menghasilkan dan mempertahankan kualitas ransum yang sesuai dengan
kebutuhan ternak. Produsen harus menjamin bahwa ransum yang dihasilkan
tidak membahayakan kesehatan ternak dan manusia sebagai konsumen produk
peternakan.
Produsen harus menjamin bahwa semua bahan baku telah memenuhi
standar kualitas, tidak terdapat benda asing pada bahan baku dan ransum,
butiran dan bahan lain mempunyai ukuran dan bentuk yang sesuai, ransum
diproduksi sesuai dengan formulasi, pellet dan crumble mempunyai ukuran yang
sempurna dan ketahanan yang sesuai dengan standar, tidak terjadi kontaminasi
silang antara ransum dengan bahan lain, tidak ada kehilangan vitamin atau
bahan baku mikro lainnya, tidak terdapat bahan atau mikroorganisme
berbahaya, segregasi yang minimum, pembungkus bersih, rapi dan kualitas
ransum sesuai dengan permintaan konsumen.
November 3, 2016
Proses Produksi Pakan

Proses produksi adalah metode atau teknik untuk


membuat atau memproduksi suatu barang atau jasa
dengan tujuan meningkat kan nilai produk atau
bertambah nilainya dengan memanfaatkan sumber
tenaga kerja, peralatan dan mesin, bahan baku, bahan
penolong dan dana yang ada.

November 3, 2016
Alur Proses Produksi Pakan

November 3, 2016
Alur Proses Produksi Pakan:

November 3, 2016
Alur Proses Pengolahan Pakan
ada beberapa tahapanan, yaitu :

1. Penerimaan Bahan pakan


Pengamatan fisik bahan dan konsistensi mutu
bahan
2. Sortasi
untuk memisahkan bahan mana yang layak
diolah atau yang tidak layak di olah.
3. Pembersihan/ Penyaringan (Screening)
Pembersihan secara fisik dengan cara
pengayakan.
4. Pengecilan Ukuran (grinding) dan pengayakan
(Sieving)
bertujuan untuk menghancurkan, menggilingNovember 3, 2016
Lanjutan...

5. Penimbangan (Weighing)
Penimbangan bahan baku dilakukan setelah perhitungan
formulasi. Untuk bahan pakan makro, seperti : t. jagung, t.
Bkl. kedele, bekatul padi digunakan timbangan kasar (skala
ratusan kilogram).
untuk bahan pakan mikro/additives, seperti : methionin,
minyak ikan, vitamin, mineral mix, premix, antioksidan, anti
jamur digunakan timbangan analitis atau elektronik.
6. Pencampuran/ pengadukan (Mixing)
Proses pencampuran atau pengadukan bertujuan agar
bahan tercampur secara merata(homogen) dan seluruh
komponen bahan pakan yang di formulasi dapat tersebar
secara seimbang
7. Pemberian Uap Panas (steaming)
Pemberian uap panas bertujuan untuk menimbulkan aroma
November 3, 2016
Lanjutan...
8. Pembentukan pelet (pelletizing/pelleting)
Bertujuan untuk membentuk suatu kesatuan pakan, atau pemadatan
sehingga tidak mudah tercecer.
9. Pembentukan Crumble (crumbling)
Bertujuan untuk memotong atau memecah pellet hasil pengolahan
pelletizer menjadi beberapa bagian.
10. Pendinginan atau Penganginan (Cooling )
Bertujuan untuk menghilangkan uap air yang terdapat pada
permukaan luar pelet hasil palletizing. Proses cooling ini hanya
berlangsung selama 5-15 menit.
11. Pengemasan/pengepakan (Packaging)
Bertujuan untuk memudahkan pengangkutan hasil produk, dan untuk
menjaga agar pakan tidak cepat mengalami penurunan mutu.
12. Penjahit kemasan (sewing)
hal ini dilakukan agar produk pakan terlindung, juga mencegah
kontaminasi atau tercampurnya bahan dengan benda asing.
13. Penyimpanan (Storage)
Penyimpanan pakan sebaiknya ditempatkan pada tempat yang tidak
terlalu gelap, hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya proses November 3, 2016
Sumber:

Baker, S. and T. Herrman. 2002. Evaluating Particle Size. MF2051. Kansas State
University, Research and Extension, Manhattan.
Chase, R.B, Aquilano, N.J, dan Jacobs, F.R, (2001), Operation Management For
Competitive Advantage, 9 th edition, McGraw-Hill/Irwin.
Goodband, R.D., M.d. Tokach dan J.L. Nelssen. 2002. The Effects of Diet Particle
Size on Animal Performance. MF2050. Kansas State University, Research and
Extension, Manhattan.
Herrman, T. 2002. Statistical Process Control: Technique for Feed Manufacturing.
MF2507. Kansas State University Research and Extension, Manhattan.
Koch, K. 2002. Hammer mills and Roller Mills. MF2048. Kansas State University
Research andExtension, Manhattan.
Mc Ellhiney, Robert R., (1993), Feed Manufacturing Technology IV, 4 edition,
American Feed Industry Association.
Standar Nasional Indonesia (SNI). Pakan Ayam Petelur. 2006.
Suparjo. 2010. Pengawasan mutu pada pabrik pakan ternak. Jambi: Universitas
Jambi Press
Yuli R.,. (2011). Proses produksi pakan ternak . Bogor: Ghalia indonesia.
November 3, 2016
Terimakasih
^^
November 3, 2016
Pertanyaan:
Ira: masalah yg terjadi pada proses produksi dan
pencegahannya?
Jawba: Anggi + teri

Rima: menjamin mutu produk thp pemalsuan pada


distribus? Dan Penambahan obat, vitamin dan pengawet
pada alur mana ?
Jawab: Nifiri + teri

Khalil: hubungan proses enzimatis pada pakan saat


penyimpanan?
Jawab: Teri

Fadilla: pengamatan fisik, pengamatan lainya?


Jawab: yuliga

Aris: rentang waktu dari bahan baku-produk?