Anda di halaman 1dari 12

Tutorial

Spondilosis

Pembimbing :
dr. Ratih Ismiranti Murni,
Sp. Rad

Oleh :
Fatimah Zahrah
Inge Dackrisna Daud
Setiani Imaningtias
Identitas Pasien :
- Nama : Ny. Siti
Shana/48thn
- Marker : R
- Jenis dan posisi
foto :
lumbar spine, AP/L
Syarat Foto
1. Identitas
2. Marker
3. Kualitas foto baik
4. Semua bagian
masuk ke foto
5. Tidak Goyang

. foto layak dibaca


Alignment :
Vertebra lumbosakral normal.
Bone :
Tak tampak listesis atau
kompresi
Tampak osteofit pada
vertebrae L1 s/d 5
Pedicle dan discus
intervertebralis normal
Foramen intervertebralis L3-
4,L4-5, L5-S1 sempit.
Densitas tulang menurun
Titik berat badan di depan
promontorium
Soft tissue:
tidak ada pembengkakan

Kesan:
Spondilosis lumbalis
Foramen invertebralis L3-
4,L4-5, L5-S1 sempit.
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi
perubahan pada sendi tulang belakang
dengan ciri khas bertambahnya degenerasi
Spondilos discus intervertebralis yang diikuti
perubahan pada tulang dan jaringan lunak,
is atau dapat berarti pertumbuhan berlebihan
dari tulang (osteofit), yang terutama
lumbalis : terletak di aspek anterior, lateral, dan
kadang-kadang posterior dari tepi superior
dan inferiorvertebra centralis (corpus).

kondisi dimana telah terjadi


spondylo degenerasi pada sendi
intervertebral yaitu antara
sis diskus dan corpus vertebra
Etiologi dan Faktor Resiko
Spondylosis lumbal Faktor-faktor resiko
muncul karena a.Kebiasaan postur yang
jelek
proses penuaan
b.Stress mekanikal
atau perubahan akibat pekerjaan
degeneratif. seperti aktivitas
Spondylosis lumbal pekerjaan yang
banyak pada usia 30 melibatkan gerakan
45 tahun dan mengangkat, twisting
dan
paling banyak pada membawa/memindahk
usia 45 tahun. an barang.
wanita > laki-laki. c.Tipe tubuh
Ada beberapa faktor yang memudahkan terjadinya
progresi degenerasi pada vertebra lumbal yaitu:

Faktor usia , beberapa penelitian pada


osteoarthritis telah menjelaskan bahwa proses
penuaan merupakan faktor resiko yang sangat
kuat untuk degenerasi tulang khususnya pada
tulang vertebra.

b.Stress akibat aktivitas dan pekerjaan,


degenerasi diskus juga berkaitan dengan
aktivitas-aktivitas tertentu.

c.Peran herediter, Faktor genetik mungkin


mempengaruhi formasi osteofit dan degenerasi
diskus.
Patofisiologi
Perubahan patologi yang terjadi pada
diskus intervertebralis antara lain:
a. Annulus fibrosus menjadi kasar, collagen fiber
cenderung melonggar dan muncul retak pada berbagai
sisi.

b. Nucleus pulposus kehilangan cairan

c.Tinggi diskus berkurang

d.Perubahan ini terjadi sebagai bagian dari proses


degenerasi pada diskus dan dapat hadir tanpa
menyebabkan adanya tanda-tanda dan gejala.
Gejala klinis
Rasa sakit yang hilang timbul
Kaku tulang punggung bagian bawah
Rasa sakit yang berkurang dengan
istirahatatau setelah berolahraga
Mati rasa daerah sekitar pinggang atau
punggung bawah
Kelemahan pada punggung bawah
Sering terjadi kesemutan pada kaki
Kesulitan berjalan
Pemeriksaan Pencitraan
Rontgen Foto X-ray polos dengan
- Penyempitan arah AP, lateral dan
oblique
discus
Untuk menunjukkan
intervertebralis lumbalisasi atau
- Osteofit atau Spur sakralisasi, menentukan
formation di bentuk foramina
anterior ataupun intervertebralis dan
posterior vertebrae facet joint, menunjukkan
spondilosis,
- Vertebrae tampak spondiloarthrosis,
seperti bambu spondilolisis,
(Bamboo Spine) spondilolistesis.
Lanjutan ..
MRIdengan jelas
lebih canggih CT scanadalah
daripada CT metode terbaik
dalam visualisasi untuk
struktur non mengevaluasi
osseus dan saat penekanan osseus
ini merupakan dan pada saat
metode terbaik yang sama juga
untuk nampak struktur
mengevaluasi isi yang lainnya
canalis spinalis.