Anda di halaman 1dari 26

OLEH

FEBBY ARIZA RAMADHANI, S.KED.


I4A011074
I. DEFINISI
Penyakit Parkinson atau sindrom Parkinson (Parkinsonismus)
merupakan suatu penyakit neurodegeneratif/ sindrom karena
gangguan pada ganglia basalis akibat penurunan atau tidak
adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus
palidus/ neostriatum (striatal dopamine deficiency).
Penyakit Parkinson (Parkinson desease) adalah bagian dari
Parkinsonism, yang secara patologis ditandai oleh degenerasi
ganglia basalis terutama di substansia nigra pars kompakta (SNC)
yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy Bodies)
PARKINSONISM

Adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor waktu istirahat,


rigiditasi, bradikinesia dan hilangnya refleks postural, akibat penurunan
kadar dopamin dengan berbagai macam sebab
II. ETIOLOGI
Usia lanjut tidak dapat
Genetik diabaikan
Faktor limgkungan
Faktor resiko:
Usia : Meningkat pada usia lanjut,
jarang pada usia < 30th
Ras : kulit putih lebih sering dari pada
orang Asia dan Afrika
Genetik : diduga mempunyai peranan
Faktor resiko:
Lingkungan :
Toksin : - MPTP
- Terpapar penggunaan herbisida dan
pestisida, beresiko berkembang jadi Parkinson
III. PATOFISIOLOGI
Penyakit Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamin akibat
kematian neuron di pars kompakta substansia nigra sebesar 40 50 %
yang disertai adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies) akibat
multifaktorial
IV. EPIDEMIOLOGI
Digambarkan oleh James Parkinson pada 1817
Dikenal sebagai kelainan system Extrapyramidal oleh Kinnier Wilson pada
tahun 1912
Penyakit parkinson > 80% Parkinsonism
Pria : Wanita = 3 : 2
Biasanya mulai timbul pada usia 40 70 thn; puncaknya pada dekade ke
enam
Mulai < 20 thn ~ di kenal sebagai Juvenile Parkinsonism
Prevalensi 160 per 100.000 populasi
Incidence 20 per 100.000 populasi
Kematian biasanya disebabkan infeksi sekunder
V. KLASIFIKASI
A. Idiopatik (Primer)
Bentuk sindrom parkinson yang kronis yang paling sering
dijumpai yang disebut juga paralisis agitans. Kira-kira 7-8 kasus
parkinson termasuk jenis ini.
B. Simptomatik (Sekunder)
Penyebabnya belum diketahui. Beragam kelainan atau penyakit
dapat menyebabkan sindrom parkinson diantaranya
arteriosklerosis, anoksia, obat-obatan, zat toksik, penyakit infeksi
diotak.
C. Parkinsonism Plus (Multiple system degeneration)
Gejala parkinson hanya merupakan sebagian dari
gambaran penyakit keseluruhan.
VI. GEJALA
KLINIS
PARKINSON
Gejala yang di
dapatkan :
1. Resting tremor 9. Disfungsi autonom
2. Rigiditas 10. Demensia
3. Bradikinesia
4. Deformitas Postural
5. Wajah Parkinsons
6. Mikrografia
7. Posis
8. Bicara
VII. DIAGNOSIS
Kriteria Diagnostik (Kriteria Hughes)
Possible : terdapat salah satu dari gejala utama
Tremor saat istirahat
Rigiditas
Bradikinesia
Kegagalan refleks postural
Kriteria Diagnostik (Kriteria Hughes)
Probable
Terdapat kombinasi dua gejala utama atau satu gejala
dari tiga gejala utama
Definite
Terdapat tiga kombinasi dari empat gejala atau dua
gejala dengan satu gejala lain yang tidak simetris
Bila semua tanda-tanda tidak jelas periksa
ulang beberapa bulan kemudian
Mask-like,expressionless face,
often with drooling

Bent posture- chasing


centre of gravity

Pil rolling tremor of


hands

Stiff, shuffing gait


Tanda Khusus:
Meyerson Sign = tidak dapat mencegah kedip mata bila
daerah glabela diketuk berulang-ulang 2X/detik
Pemeriksaan Penunjang
Neuroimaging
- CT- Scan
- MRI
- PET
Laboratorium (penyakit parkinson sekunder)
- Patologi Anatomi
- Pemeriksaan kadar Cu (Wilsonis Disease) prion (Bovine spongiform
encephalopathy)
VIII. PENATALAKSANAAN
Umum (Suportive)
Pendidikan (education)
Penunjang (support)
- Penilaian kebutuhan emosional
- Rekreasi dan kegiatan kelompok
- Konsultasi profesional
- Konseling hukum
- Konseling pekerjaan
Latihan fisik
Nutrisi
Medikamentosa
a. Levodopa
b. Anti kholinergik
Benztropin mesylate
Biperiden
Trihexyphenidyl
c. Dopamin agonis
Bromocriptine mesylate
Pergolide mesylate
Cabergoline
Pramipexole (non ergot)
Ropinirole (non ergot)
Apomorphine
d. Amantadin
e. MAO-B (Mono Amine Oxidase B) inhibitor
Selegiline
f. Antioksidan
Asam askorbat (vit.C)
Betacaroten (pro vit. A)
Rehabilitasi Medik
Tujuan rehabilitasi medik adalah untuk meningkatkan
kualitas hidup penderita dan menghambat bertambah
beratnya gejala penyakit serta mengatasi masalah-masalah
sebagai berikut
a. Abnormalitas gerakan
b. Kecenderungan postur tubuh yang salah
c. Gejala otonom
d. Gangguan perawatan diri (activity of daily living-
ADL)
e. Perubahan psikologik
Untuk mencapai tujuan tersebut diatas dapat dilakukan tindakan sebagai
berikut :
a. Terapi fisik : ROM (range of motion)
- Peregangan
- Koreksi postur tubuh
- Latihan koordinasi
- Latihan jalan (gait training)
- Latihan buli-buli dan rectum
- Latihan kebugaran kardiopulmonar
- Edukasi dan program latihan di rumah
b. Terapi okupasi
c. Terapi bicara
d. Psikoterapi
e. Terapi sosial medik
IX. KOMPLIKASI
Hipokinesia
Gangguan fungsi luhur
Gangguan postural
Gangguan Metal
Gangguan Vegetatif
Gangguan akibat efek samping obat
TERIMA KASIH