Anda di halaman 1dari 20

Yuliana Marbun

103307031
Telinga Luar
Daun telinga

Liang telinga

Telinga Tengah
Membram Timpani

Tulang pendengaran

Tuba Eustachius

Telinga Dalam
Koklea

Vestibular (3 canalis semisirkularis)


Definisi

Otitis media supuratif kronik (OMSK)


adalah otitis media yg berlangsung lebih
dari 2 bulan karena infeksi bakteri
piogenik dan ditandai oleh perforasi
membran timpani dan pengeluaran
sekret, sekret yg keluar dari telinga
tengah ke telinga luar dapat berlangsung
terus-menerus atau hilang timbul.
GEJALA KLINIS
ETIOLOGI
Telinga Berair
Terapi OMA yang
(Otorrhoe) terlambat diberikan
Gangguan Virulensi kuman tinggi
Pendengaran Daya tahan tubuh
Otalgia (Nyeri rendah
Telinga)
Vertigo
Perjalanan Penyakit

Jk gejala > 2 bln


OMA OMSK

Higiene
Terapi yg terlambat
Terapi tdk adekuat
Daya tahan tubuh yg
kurang baik
1. Perforasi sentral.
Letak perforasi di pars tensa,
Seluruh tepi perforasi masih
mengandung sisa membran
timpani.

2. Perforasi marginal.
Sebagian tepi perforasi langsung
berhubungan dengan anulus atau
sulkus timpanikum.

3. Perforasi atik.
Letak perforasi di pars flaksida,
berhubungan dg primary acquired
cholesteatoma.
Jenis OMSK
1. Otitis media supuratif kronik
(OMSK) benigna / mukosa / aman.
2. Otitis media supuratif kronik
(OMSK) maligna / tulang / bahaya.
Berdasarkan aktivitas sekret yg
keluar :
OMSK aktif Sekret keluar dari
kavum timpani
OMSK tenangKavum timpani
basah atau kering.
Kolesteatoma
Kolesteatoma adalah suatu kista epiterial
yang berisi deskuamasi epitel (keratin).
Deskuamasi terbentuk terus lalu menumpuk
sehingga kolesteatoma bertambah besar.
Istilah kolesteatoma mulai diperkenalkan
oleh Johanes Muller pada tahun 1838 karena
disangka kolesteatoma merupakan suatu
tumor, yang ternyata bukan.
DIAGNOSIS

Diagnosis OMSK berpedoman atas hasil


dari pemeriksaan klinis (anamnesis dan
pemeriksaan fisik) serta dapat dibantu
dengan pemeriksaan penunjang lain. Dari
anamnesis didapatkan riwayat otorea
menetap atau berulang lebih dari 2 bulan.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan audiometri
Pada pemeriksaan audiometri penderita OMSK biasanya didapati
tuli konduktif. Tapi dapat pula dijumpai adanya tuli sensorineural,
beratnya ketulian tergantung besar dan letak perforasi membran
timpani serta keutuhan dan mobilitas.
Pemeriksaan radiologi
Radiologi konvensional, foto polos radiologi, posisi Schller
berguna untuk menilai kasus kolesteatoma, sedangkan
pemeriksaan CT scan dapat lebih efektif menunjukkan anatomi
tulang temporal dan kolesteatoma
Bakteriologi

Bakteri yang sering dijumpai pada OMSK adl


Pseudomonas aeruginosa, Stafilokokus aureus
dan Proteus. Bakteri lain yang dijumpai pada
OMSK E. Coli, Difteroid, Klebsiella, dan bakteri
anaerob adalah Bacteriodes sp.
PENATALAKSANAAN
3 cara terapi konservatif (medikamentosa) OMSK
benigna :
1. Obat pencuci telingaH2O2 3%. Berikan selama
3-5 hari, diberikan bila sekret telinga keluar
terus-menerus.
2. Obat tetes telinga yg mengandung antibiotik &
kortikosteroid stlh sekret yg keluar telah
berkurang. Jangan diberikan > 1-2 minggu scr
berturut-turut. Juga hindari pemberiannya pada
otitis media supuratif kronik OMSK) tenang. Hal
ini disebabkan semua antibiotik tetes telinga
bersifat ototoksik.
3. Obat antibiotik. Berikan antibiotik oral golongan
ampisilin atau eritromisin sebelum hasil tes
resistensi obat kita terima.
Selain terapi konservatif
(medikamentosa), tindakan pembedahan
dapat pula kita lakukan pada otitis media
supuratif kronik (OMSK) benigna.
Prinsip Terapi OMSK maligna adalah
pembedahan yaitu mastoidektomi dengan
atau tanpa timpanoplasti

Terapi konservatif dengan medikamentosa


hanyalah, merupakan terapi sementara
sebelum dilakukan pembedahan.

Bila terdapat abses subperiosteal


retroaurikuler, maka insisi abses dilakukan
tersendiri sebelum melakukan
mastoidektomi
Pembedahan
Jenis pembedahan OMSK dg
mastoiditis kronis, baik
tipe benigna atau
maligna, antara lain:
Mastoidektomi sederhana
( simple mastoidectomy)
Mastoidektomi radikal
Mastoidektomi radikal
dengan modifikasi
Miringoplasti
Timpanoplasti
Pendekatan ganda
timpanoplasti ( Combined
approach tympanoplasty)
KOMPLIKASI
A. Komplikasi di telinga tengah :
1. Perforasi persisten
2. Erosi tulang pendengaran
3. Paralisis nervus fasial
B. Komplikasi telinga dalam
1. Fistel labirin
2. Labirinitis supuratif
3. Tuli saraf ( sensorineural)
C. Komplikasi ekstradural
1. Abses ekstradural
2. Trombosis sinus lateralis
3. Petrositis
D. Komplikasi ke susunan saraf pusat
1. Meningitis
2. Abses otak
3. Hindrosefalus otitis
Prognosis

Prognosis pada OMSK tipe benigna dapat


diobati dengan pengobatan lokal dan otorea
dapat mengering sedangkan OMSK tipe
maligna dengan kolesteatoma yang tidak
diobati akan berkembang menjadi
meningitis, abses otak, dll yang merupakan
komplikasi yang fatal.