Anda di halaman 1dari 19

Mengelola

Kelas
Oleh : Sri Hartini, S.Psi, M.Si
Topik bahasan hari ini
A. Mengapa kelas perlu dikelola secara efektif?
B. Bagaimana mendesaign lingkungan fisik kelas?
C. Bagaimana menciptakan lingkungan yang positif
bagi pembelajaran?
D. Bagaimana cara menjadi komunikator yang baik?
E. Bagaimana menghadapi perilaku yang
bermasalah?
A. Mengapa kelas
perlu dikelola
secara Efektif
1. Manajemen kelas yang efektif akan
memaksimalkan kesempatan
pembelajaran murid.
2. Mengorientasikan murid pada
sikap pasif dan patuh pada aturan.
3. Melemahkan keterlibatan murid
dalam pembelajaran aktif, pemikiran
dan konstruksi pemahaman sosial.
Kelas padat, kompleks dan
berpotensi kacau
Walter Doyle (1986) dalam menganalisis
lingkungan kelas ia mendeskripsikan enam
karakteristik yang merefleksikan kompleksitas dn
potensi problemnya:
Kelas adalah Multidimensional.
Aktivitas Terjadi Secara simultan.
Hal-hal terjadi secara cepat.
Kejadian seringkali tidak dapat di prediksikan.
Hanya ada sedikit privasi.
Kelas punya sejarah bagi murid.
B. Mendesign
Fisik
lingkungan
Kelas
4 Prinsif penataan kelas
Kurangi kepadatan tempat lalu lalang.
Pastikan guru dengan mudah melihat
semua murid-muridnya.
Materi pengajaran dan perlengkapan
murid harus musah diakses.
Pastikan murid dengan mudah terlihat
senua melihat semua persentasikan
didalam lelas.
Gaya Penataan Kelas
Gaya auditorium yaitu penataan kelas tradisional,
semua murid duduk dihadapan gurunya. Penataan ini
membatasi kontak murid tatap muka dan guru bebas
bergerak kemana saja. Gaya auditorium seringkali
dipakai ketika guru presentasi didepan kelas.

Gaya tatap muka (face-to-face) yaitu murid saling


berhadapan. Ganggan dari murid lainnya sangat
besar pada gaya ini.

Gaya Off set, sejumlah murid duduk dibangku tetapi


tidak duduk berhapan langsung satu sama lain.
Lanjutan....
Gaya seminar, sebahagian besar murid duduk
disusunan lingkaran, persegi atau berbentuk U.
Gaya ini sangat efektif ketika guru ingin agar
murid berbicara satu sama lin atau bercakap-
cakap dengan guru.

Gaya klaster, sejumlh murid (biasanya 4-8),


bekerja dalam kelompok kecil. Susunan ini sangat
efektif untuk aktivitas pembelajaran kolaboratif.
C. Menciptakan
Lingkungan yang
Positif Untuk
Pembelajaran
Strategi umum yang digunakan didalam mengajar:

1. Gaya otoritatif : guru yang otoritatif


cenderung memiliki murid yang mandiri, tidak
cepat puas, mau bekerja sama dengan teman
dan menunjukkan penghargaan yang tinggi.
2. Gaya manajemen kelas otoritarian: guru
yang otoriter cenderung memberikan
punisment. Fokus utama guru menjaga
ketertiban kelas. guru mengontrol dan sangat
mengekang murid dan guru tidak banyak
berinteraksi dengan murid. Murid cenderung
pasif, dan tidak mau berbuat inisiatif aktivitas
dan memiliki keterampilan sosial yang buruk.
Lanjutan....
Gaya manajemen kelas Permisif: guru banyak
memberikan otonomi pada murid tetapi tidak
memberikan banyak dukungan untuk
pengembangan keahlian pembelajaran atau
pengelolaan pl murid. Murid cenderung memiliki
keahlian akademik yang tidak memadai serta
kontrol diri murid rendah.
D. Menjadi
Komunikator
yang Baik
Tiga Aspek dari Komunikasi
1.Keterampilan berbicara
2.Keterampilan Mendengar
3.Berkomunikasi secara nonverbal
E. Menghadapi
Perilaku yang
Bermasalah
Intervensi Minor
Strategi Intervensi Minor
a. Gunakan isyarat nonverbal
b. Terus lanjutkan aktivitas Belajar
c. Dekati murid
d. Arahkan perilaku
e. Beri Instruksi yang dibutuhkan
f. Suruh Murid berhenti dengan nada tegas dan
langsung
g. Beri Murid pilihan
Intervensi Moderat
Beberapa intervensi moderat untuk menghadapi
problem siswa adalah:
1. Jangan beri Privilese atau aktivitas yang mereka
inginkan.
2. Buat perjanjian behavioral.
3. Pisahkan atau keluarkan murid anda dari kelas.
4. Kenakan Hukuman atau sanksi
Menghadapi bentuk perilaku
agresi murid
1. Perkelahian
2. Bullying
3. Pembangkangan atau permusuhan pada guru.
Thank You