Anda di halaman 1dari 51

Oleh :

BETHA NURVIA (1102010048)

Preseptor :
dr. Sofie Minawati,
Sp.S
Sebelumnya pasien pernah mengalami
keluhan yang sama 4 tahun yang lalu
dan sempat dirawat. Sensitif terhadap
cahaya (-) , telinga berdenging (-),
penurunan pendengaran (-), pingsan
(-), lemah separuh badan (-) demam
(-), bicara pelo (-).

Riwayat Penyakit Dahulu : hipertensi


disangkal, DM disangkal, Stroke
disangkal, kolesterol tinggi disangkal.
Px. nervus cranial
Nervus cranial Kanan Kiri
N. Olfaktorius Dbn dbn
N. Optikus
Daya penglihatan dbn dbn
Warna Dbn dbn
N. Oculomotor
Ptosis - -
Gerakan bola mata Dbn Dbn
Pupil 3mm, bulat, reflek 3mm, bulat, reflek
cahaya reaktif(+) cahaya reaktif(+)
N. Trochlearis
Gerakan bola mata Dbn dbn
lateral bawah
N. Trigeminus
Sensibilitas Dbn Dbn
Menggigit + +
Buka mulut + +
N. Abducen
Gerakan mata ke lateral + +
Nervus cranial Kanan Kiri
N. Facialis
Kedipan mata + +
Kerut dahi + +
Kerut alis + +
Tutup mata + +
Senyum + +
Sensorik 2/3 lidah + +
N. Vestibulokoklear Dbn
Daya dengar (s) Dbn
N. Glossofaringeus
Sengau - -
uvula Ditengah ditengah
N. Vagus
Bersuara + +
menelan + +
N. Abducen Dbn dbn
N. Hipoglossus
Sikap lidah N N
Tremor - -
Menjulurkan lidah + +
Px. ekstremitas
Ekstremitas superior Extremitas inferior

Sensibilitas N/N N/N

Power 5/5 5/5

Tonus N/N N/N

Trofi Eutrof eutrof


Biseps Triseps Radius Ulna Patella Achilles

Reflek N/N N/N N/N N/N N/N N/N

Fisiologis
Reflek Patologis Kanan Kiri

Babinski (-) (-)


Gonda (-) (-)
Chaddock (-) (-)
Bing (-) (-)
Oppenheim (-) (-)
Rossolimo (-) (-)
Gordon (-) (-)
Mendel-Becterew (-) (-)
Tes Lasegue (-) (-)
Tes patrik (-) (-)
Tes kontra patrik (-) (-)
Tes Kernig (-) (-)
TINJAUAN
PUSTAKA
KLASIFIKA
SI
Ciri-ciri Vertigo perifer Vertigo sentral
Lesi Sistem vestibuler (telinga Sistem vertebrobasiler dan
dalam, saraf perifer) gangguan vaskular (otak,
batang otak, serebelum)
Penyebab Vertigo posisional paroksismal iskemik batang otak,
jinak (BPPV), penyakit maniere, vertebrobasiler insufsiensi,
neuronitis vestibuler, labirintis, neoplasma, migren basiler
neuroma akustik, trauma

Gejala gangguan Tidak ada Diantaranya :diplopia,


SSP parestesi, gangguan
sensibilitas dan fungsi
motorik, disartria, gangguan
serebelar
Masa laten 3-40 detik Tidak ada
Habituasi Ya Tidak
Jadi cape Ya Tidak
Intensitas Berat Ringan
vertigo
Telinga Kadang-kadang Tidak ada
berdenging dan
atau tuli
Nistagmus + -
spontan
Perifer Sentral

Bangkitan vertigo Mendadak Lambat

Derajat vertigo Berat Ringan

Pengaruh gerakan (+) (-)


kepala

Gejala otonom (++) (-)

Gangguan (+) (-)


pendengaran
No. Nystagmus Vertigo Sentral Vertigo Perifer

1. Arah Berubah-ubah Horizontal /


horizontal rotatoar

1. Sifat Unilateral / bilateral Bilateral

1. Test Posisional
-Latensi Singkat Lebih lama
-Durasi Lama Singkat
-Intensitas Sedang Larut/sedang
-Sifat Susah ditimbulkan Mudah ditimbulkan

1. Test dengan rangsang (kursi Dominasi arah Sering ditemukan


putar, irigasi telinga) jarang ditemukan

1. Fiksasi mata Tidak terpengaruh Terhambat


Gangguan keseimbangan yang sering dijumpai
Idiopatik, proses degeneratif
Wanita : pria = 2 : 1
Dicetuskan perubahan posisi
Amerika Serikat 20% dari kasus vertigo
10-100 : 100.000 penduduk
meningkat pertambahan usia
usia rata-rata: usia 54 tahun
Fungsi keseimbangan dikelola 3 sistem:
1.Sistem somatosensoris
Proprioseptif di medula spinalis
Informasi posisi tubuh, sendi, dan
gerakan
2.Sistem visual
Informasi pandangan
3.Sistem vestibular
Labirin di telinga dalam
Informasi gerakan anguler dan linier
Labiri Kanalis Organ
n semisirkul otolit
anteri
or
aris

Labirin
posteri
or
Sel rambut terletak dalam kupula
semisirkularis
Peka terhadap rotasi atau gerak angular,
terutama percepatan sudut
Sel rambut memiliki polarisasi struktural
posisi stereosilia terhadap kinosilium
Stereosilia membengkok ke kinosilium eksitasi
Stereosilia menjauh dari kinosilium inhibisi
Kanalis semisirkularis saling tegak lurus
1 tereksitasi, yang lain terinhibisi
Kepala lurus menoleh ke kanan sel rambut
kanalis horizontal kanan tereksitasi
Sel rambut terletak dalam makula organ
otolit
Peka terhadap gerakan linier, terutama
perubahan posisi kepala terhadap
gravitasi
Organ otolit ada 2:
Utrikulus hampir vertikal
kinosilium terletak di samping sel rambut
yang terdekat ke arah sentral (striola)
Sakulus hampir horizontal
Gerak linier 3 dimensi
Propriosep
Girus
tif
postsentralis
Visual
otak
Vestibular
eori kupulolitiasis (Schuknecht, 1962)
Teori kanalitiasis
(Epley, 1980)
Standar untuk pasien BPPV
Dua gerakan yaitu:
Dix-Hallpike kanan bidang kanal anterior kiri dan
kanal posterior kanan dan perasat
Dix- Hallpike kiri bidang posterior kiri.
Dix-Hallpike kanan:
Pasien duduk tegak pada meja pemeriksaan dengan
kepala menoleh 450 ke kanan.
Dengan cepat pasien dibaringkan dengan kepala
tetap miring 450 ke kanan sampai kepala pasien
menggantung 20-300 pada ujung meja
pemeriksaan.
Tunggu 40 detik sampai respon abnormal timbul.
Penilaian respon dilakukan selama 1 menit atau
sampai respon menghilang.
Dilanjutkan canalith
repositioning treatment (CRT)
jika ada respon abnormal.
Respon abnormal
nistagmus yang timbul
lambat, 40 detik,
kemudian nistagmus
menghilang kurang dari 1
menit (kanalitilitasis) / >1
menit (kupololitiasis)
Respon yang abnormal (-)
atau CRT (-) pasien secara
perlahan-lahan didudukkan
kembali.
Terdiri dari 2 gerakan:
Perasat sidelying kanan memposisikan
kepala sehingga kanalis anterior kiri/kanalis
posterior kanan pada bidang tegak lurus
garis horizontal dengan kanal posterior pada
posisi paling bawah
Perasat sidelying kiri memposisikan kepala
sehingga kanalis anterior kanan/kanalis
posterior kiri pada bidang tegak lurus garis
horizontal dengan kanal posterior pada
posisi paling bawah.
Pasien duduk pada meja
pemeriksaan dengan kaki
menggantung di tepi meja,
pasien secara cepat dijatuhkan
ke sisi kanan dengan kepala
ditolehkan 450 ke kiri.
Tunggu 40 detik sampai timbul
respon abnormal.
Pasien kembali ke posisi duduk
untuk untuk dilakukan perasat
sidelying kiri, pasien secara
cepat dijatuhkan ke sisi kiri
dengan kepala ditolehkan 450 ke
kanan.
Tunggu 40 detik sampai timbul
respon abnormal.
Dix-Hallpike respon abnormal kepala
ditahan pada posisi tersebut selama 1-2
menit
Kepala direndahkan dan diputar secara
perlahan ke kiri dan dipertahankan selama
beberapa saat.
Badan pasien dimiringkan dengan kepala
tetap dipertahankan pada posisi
menghadap kekiri dengan sudut 45 0
sehingga kepala menghadap kebawah
melihat lantai .
Kembali ke posisi duduk dengan
menghadap ke depan. Setelah terapi ini
pasien dilengkapi dengan menahan leher.
Tidak merunduk, berbaring,
membungkukkan badan selama satu hari. CRT untuk
Tidur pada posisi yang sehat untuk 5 hari.
kanalis semisirkularis posterio
Duduk pada meja pemeriksaan
dengan kepala diputar menghadap
kekiri 450, kepala menghadap
kekiri.
Secara cepat dibaringkan ke sisi
kanan dengan kepala
menggantung ke bahu kanan.
Setelah 1 menit pasien digerakkan
secara cepat ke posisi duduk awal
dan ke posisi baring ke sisi kiri
dengan kepala menoleh 450 kekiri.
Pertahankan penderita dalam
posisi ini selama 1 menit dan perasat liberatory kanal posterior ka
perlahan-lahan kembali keposisi
duduk.
perasat liberatory kanal anterior kanan
Latihan di rumah tanpa bantuan
terapis.
Pasien melakukan gerakan-gerakan
posisi duduk dengan kepala
menoleh 450 , lalu badan
dibaringkan ke sisi yang
berlawanan, dipertahankan selama
30 detik.
Selanjutnya pasien kembali ke
posisi duduk 30 detik.
Pasien menolehkan kepalanya 450
ke sisi yang lain, lalu badan
dibaringkan ke sisi yang
berlawanan selama 30 detik.
Latihan ini dilakukan secara rutin
10-20 kali sebanyak 3 seri dalam
sehari.
BAB III
PENUTUP
Perlunya pembelajaran lebih lanjut mengenai benign paroxysmal positional vertigo
(BPPV).

Perlunya pembelajaran lebih lanjut


mengenai benign paroxysmal
positional vertigo (BPPV).
Terima Kasih