Anda di halaman 1dari 24

ASSALAMUALAIKUM

Wr.Wb
MUNAKAHAT

HARIS MARDIAN
RAYSAH SUCI PRATIWI

MIA OKTAVIA

NURLINA

ANNISA FADILAH

TIFANY GABRIEL
MENJELASKAN TENTANG
MENJELASKAN TENTANG

1.PENGERTIA
N NIKAH
2.HUKUM
NIKAH
3.TUJUAN
NIKAH
PENGERTIAN NIKAH

Nikah Menurut Bahasa


artinya menggabungkan atau mengumpulkan
dua hal menjadi satu.
Sedangkan

Menurut Istilah
nikah adalah akad perkawinan yang shahih.
Atau akad yang mengakibatkan halalnya
hubungan suami istri.
HAN
IKA
ERN
P
PENGERTIAN NIKAH
Nikah merupakan perbuatan yang dicontohkan
oleh Nabi Muhammad SAW atau sunah Rasul.
Dalam hal ini, disebutkan dalam hadist rasulullah
SAW yang artinya,

Dari Anas bin Malik r.a, bahwasanya Nabi SAW


memuji Allah SWT dan menyanjung_Nya, beliau
bersabda,akan tetapi aku shalat, tidur, berpuasa,
makan, dan menikahi wanita, barang siapa yang
tidak suka dengan perkataanku, maka dia
bukanlah dari golonganku
HUKUM NIKAH

Hukum nikah berbeda-beda sesuai keaadan


manusianya. BIsa jadi nikah itu wajib bagi
seseorang, dan bisa jadi sunnah bagi yang lain.
Dan manusia dibagi menjadi tiga golongan
dalam hukum nikah ini sebagaimana dikatakan
oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, beliau
berkata
"Dalam masalah nikah, manusia dibagi menjadi
tiga golongan yaitu:
PERTAMA

orang yang khawatir jatuh dalam perbuatan


yang dilarang apabila dia tidak menikah, maka
wajib baginya menikah sebagaimana pendapat
kebanyakan ulama fikih, karena wajib baginya
untuk menjaga kehormatran dirinya dan
melindungi dirinya dari keharaman dan jalannya
adalah dengan menikah.
KEDUA

orang yang disunnahkan baginya


menikah, yaitu orang yang mempunyai
syahwat kepada lawan jenis tetapi dia
bisa menjaga diri dari jatuh kedalah hal
yang dilarang. Maka menikah lebih
utama baginya daripada melakukan
ibadah-ibadah sunnah.
KETIGA

orang yang tidak mempunyai syahwat, baik


karena memang dia tercipta tanpa memili
syahwat, seperti orang impoten, lemah syahwat,
atau orang yang dulunya mempunyai syahwat,
tetapi hilang karena sudah tua atau sakit atau
yang lain. Dalam hal ini ada dua sisi, dianjurkan
baginya menikah dan apabila dia tidak menikah
itu lebih utama.
BARANGSIAPA MEMILIKI SYAHWAT, MAKA
DISUNNAHKAN BAGINYA MENIKAH KARENA SYARIAT
ISLAM MEMRINTAHKANNYA. NABI BERSABDA,

Karena didalam
pernikahan terdapat
banyak kebaikan
seperti menjaga
kemaluan suami dan
sitri dari hal-hal
haram, emmperbanyak
keturunan, dan
memperbanyak umat
Islam
Dan diharamkan menikah apabila berada di
darul harb kecuali karena terpaksa. Juga
diharamkan bagi yang tidak mampu secara
materi dan tidak mampu menggauli istrinya.
DIMAKRUHKAN MENIKAH APABILABAGI
MEREKA YANG TIDAK MAMPU SECARA
EKONOMI SEBAGAIMANA
Firman
Pernikahan Yang Mubah Hukumnya
Orang yang berada pada posisi tengah-tengah
antara hal-hal yang mendorong keharusannya
untuk menikah dengan hal-hal yang
mencegahnya untuk menikah, maka bagi
MUBAH hukum menikah itu menjadi mubah atau boleh.
Tidak dianjurkan untuk segera menikah
namun juga tidak ada larangan atau anjuran
untuk mengakhirkannya.
Pada kondisi tengah-tengah seperti ini, maka
hukum nikah baginya adalah mubah.
TU
TUJUAN NIKAH JU
AN
NI
KA
H

TUJUAN PERNIKAHAN
1. UNTUK MEMENUHI TUNTUTAN NALURI
MANUSIA YANG ASASI,RASA CINTA DAN KASIH
SAYANG
Allah berfirman:

ARTINYA:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri
dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya,
dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih
dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-
tanda bagi kaum yang berfikir.
Pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan
yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah
dengan aqad nikah (melalui jenjang pernikahan),
bukan dengan cara yang amat kotor dan
menjijikkan, seperti cara-cara orang sekarang ini;
dengan berpacaran, kumpul kebo, melacur,
berzina, lesbi, homo, dan lain sebagainya yang
telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
2. UNTUK MEMBENTENGI AKHLAQ YANG LUHUR
DAN UNTUK MENUNDUKKAN PANDANGAN.

Sasaran utama dari disyariatkannya pernikahan


dalam Islam di antaranya adalah untuk
membentengi martabat manusia dari perbuatan
kotor dan keji, yang dapat merendahkan dan
merusak martabat manusia yang luhur. Islam
memandang pernikahan dan pem-bentukan
keluarga sebagai sarana efektif untuk me-
melihara pemuda dan pemudi dari kerusakan, dan
melindungi masyarakat dari kekacauan.
ALAIHI WA SALLAM BERSABDA
BAHWA

:
ARTINYA


3.UNTUK MENINGKATKAN IBADAH
KEPADA ALLAH

Menurut konsep Islam, hidup


sepenuhnya untuk mengabdi dan
beribadah hanya kepada Allah Azza
wa Jalla dan berbuat baik kepada
sesama manusia. Dari sudut pandang
ini, rumah tangga adalah salah satu
lahan subur bagi peribadahan dan
amal shalih di samping ibadah dan
amal-amal shalih yang lain, bahkan
berhubungan suami isteri pun
termasuk ibadah (sedekah).
4. UNTUK
MEMPEROLEH KETURUNAN
YANG SHOLEH DAN SHOLEHAH
Allah SWT
Berfirman

Tujuan pernikahan di

antaranya adalah untuk
memperoleh keturunan yang
shalih, untuk melestarikan
dan mengembangkan bani Dan Allah menjadikan bagimu
Adam, pasangan (suami atau isteri)
dari jenis kamu sendiri dan
menjadikan anak dan cucu
bagimu dari pasanganmu, serta
memberimu rizki dari yang
baik. Mengapa mereka beriman
kepada yang bathil dan
mengingkari nikmat Allah?
[An-Nahl: 72]
KESIMPULAN

Jadi Tujuan dari Pernikahan adalah


untuk menjalankan syariat islam yang
hukumnya Wajib,agar suami dan istri
bisa menjalankan rumah tangga yang
sakinah mawadah warohmah,
maka ajaran Islam telah memberikan
beberapa kriteria tentang calon
pasangan yang ideal, yaitu harus kafa-
ah dan shalihah.
Kelompok 1

SEKIAN
THANK YOU.......