Anda di halaman 1dari 39

Keseimbangan Asam Basa

Presentan :
Dr. Ahmad Triadi
Dr. Ali Ridho
Dr. Rahmad Hidayat

Supervisor :
Dr. Awan Nurtjahyo, SpOG(K)
KESEIMBANGAN ASAM BASA

- Keseimbangan asam basa penting


pengharui fungsi organ vital.
- Gangguan keseimbangan asam basa
dapat mengancam kelangsungan hidup
pasien.
- Tingkat keasaman (pH) untuk hidup
berkisar 6,7 7,9
Asidosis :pH darah asam pH < 7,35,
Alkalosis bila pH basa >7,45
Mekanisme pengaturan pH (3)

Sistem Dapar/Buffer Kimia


- Sistem buffer bikarbonat-asam karbonat (HCO 3-
H2CO3)
Henderson dan Hesselbach:
pH = 6,1 + log HCO3 / H2CO3
Sistem buffer fosfat
Sistem dapar protein
Sistem buffer hemoglobin
Mekanisme Kompensasi Respirasi
Mekanisme Kompensasi oleh Ginjal
GANGGUAN KESEIMBANGAN CAIRAN
DAN ELEKTROLIT
Gangguan Keseimbangan Cairan
Berupa : Dehidrasi & Overhidrasi
Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Berupa :
- Hiponatremia dan hipernatremia
- Hipokalemia dan hiperkalemia
- Hipokalsemia
Hiponatremia
Kadar natrium plasma < 135 mEq/L
Gejala bila natrium plasma < 118 mEq/L
Hiponatremia berat < 110 mEq/L: gawat
darurat harus segera dikoreksi secara
cepat dan tepat ----oedema otak
(kejang,koma) selanjutnya kerusakan
otak yang bersifat reversible
Penyebab hiponatremia adalah:
Faktor renal dan faktor ekstrarenal
Hiponatremia ringan cukup berikan garam
retriksi cairan atau cairan NaCl fisiologis
Hiponatremia sedang sampai berat < 120
mEq/L diberi NaCl 3 %
Dosis NaCl yang harus diberikan dapat
dihitung dari rumus berikut :
NaCl = 0,6 (N-n) x BB
Hipernatremia
Natrium > 160 mEq/L timbul gejala :
perubahan mentak, letargi, kejang
koma dan lemah
Terapi : kelebihan na : (x-140)xBBx
0,6 mEq/L
Defisit cairan : I(x-140) x BB x 0,6)I :
140 = liter, berikan dlm infus
Dekstros 5%
Hipokalemia
Normal didalam plasma berkisar antara
3,5- 4,5 mEq/L. (bila < 2 mEq/L : fatal)
Hipokalemia kalium plasma < 3,5 mEq/L
Akibatkan aritmia jantung, otot lemah
/paralise, kram perut & mual muntah
Terapi : Berikan KCL
K > 3 mEq/L : oral/NGT 20-40 mmol
K < 3 mEq/L : (4,5-x) x BB x 0,3 = mEq
Kecepatan : 0,5 mEq/kg/jam
1 FLS KCL (25 ml) = 25 mEq/L
Hiperkalemia
Hiperkalemia bila kadar kalium dalam plasma lebih
dari 5 mEq/L
K > 6 mEq/L : aritmia, bklok jantung, bradicardi,
lemah otot
K > 7 mEq/L : fatal
Bila kalium < 6,5 mEq/L diberikan :
- Diuretika , Natrium bikarbonat memasukkan kalium
kedalam sel
- Glukonas insulin, memasukkan kalium ke dalam sel
Bila dlm 6 jam belum perbaikan : hemodialisis.
Bila kalium > 6,5 mEq/L segera dilakukan dialisis.
Hipokalsemia
Hipokalsemia dapat terjadi pada pasien
yang hipoalbuminemia
Penyebab defisiensi vitamin D, defisiensi
125 (OH)2D3 pada GGK, hiperposfatemia
Gawat darurat karena dapat akibatkan
kejang umum dan henti jantung
Terapi : Kalsium glukonas 10% 20-30 ml
atau CaCL 10%, dapat diulang 30
sampai 60 menit kemudian
Mekanisme Regulasi
Keseimbangan Asam-Basa

Sistem dapar hanya mengatasi


ketidakseimbangan asam-basa sementara
Ginjal: meregulasi keseimbangan ion H+
dengan menghilangkan ketidakseimbangan
kadar H+ secara lambat; terdapat sistem
dapar fosfat & amonia
Paru-paru: berespons scr cepat thd
perubahan kadar H+ dalam darah &
mempertahankan kadarnya sampai ginjal
menhilangkan ketidakseimbangan tersebut

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 11
Regulasi Pernapasan dlm
Keseimbangan Asam-Basa
Kadar CO2 meningkat pH menurun
Kadar CO2 menurun pH meningkat
Kadar CO2 & pH merangsang
kemoreseptor yg kemudian akan
mempengaruhi pusat pernapasan
hipoventilasi meningkatkan kadar CO2

dlm darah
hiperventilasi menurunkan kadar CO2
dlm darah

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 12
Regulasi Pernapasan dlm
Keseimbangan Asam-Basa

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 13
Regulasi Ginjal dlm
Keseimbangan Asam-Basa
Sekresi H+ ke dalam filtrat &
reabsorpsi HCO3- ke CES
menyebabkan pH ekstrasel meningkat
HCO3- di dlm filtrat diabsorbsi
Laju sekresi H+ meningkat akibat
penurunan pH cairan tubuh atau
peningkatan kadar aldosteron
Sekresi H+ dihambat jika pH urin < 4,5

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 14
Gangguan Keseimbangan
Asam-Basa
1. Asidosis respiratori
hipoventilasi retensi CO2 H2CO3H+
2. Alkalosis respiratori
hiperventilasi CO2 banyak yg hilang
H2CO3 H+
3. Asidosis metabolik
Diare, DM HCO3- PCO2 H+
4. Alkalosis metabolik
muntah H+ HCO3- PCO2

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 15
faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 16
Kompensasi Sistem Pernafasan
terhadap Asidosis Metabolik

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 17
Kompensasi Ginjal terhadap
Asidosis Respiratorik

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 18
Nomogram Davenport

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 19
GANGGUAN KESEIMBANGAN
ASAM BASA
1. Asidosis Respiratorik (pH < 7,35 dan PaCO2
> 45 mmHg)
Retensi CO2 terjadi peninggkatan PCO2 >45
mmHg. Menyebabkan rasio HCO3 / H2CO3
turun sehingga pH turun
Akut : ventilasi yg inadekuat obstruksi
jalan nafas, atelektasis, pneumonia, efusi
pleura, nyeri dari insisi abdomen atas,
distensi abdomen dan depresi nafas dan
infeksi SSP
Manajemennya koreksi defek pulmonal,
intubasi endotrakeal, dan ventilasi mekanis
Koreksi hiperkapnia tidak terlalu cepat
Akut beri : oksigen utk cegah hipoksia
jaringan.
Pada retensi CO2 diarahkan tindakan
konservatif : bronkodilator, fisioterapi paru
dan antibiotika
Natrium bikarbonat tdk penting
2. Alkalosis Respiratorik (pH > 7,45
dan PaCO2 < 35 mmHg)
CO2 yang rendah : hiperventilasi.
Alkalosis respiratorik disebabkan oleh
ketakutan, nyeri, hipoksia serebri, cedera
SSP, ensefalopati metabolik, penyakit paru
Gejala dan tanda (akut) : kepala terasa
ringan, mual-muntah, parestesi sirkumoral
dan digiti serta tetani
Bikarbonat serum normal, dan alkalosis
hasil dari penurunan PaCO2 yang cepat
3. Asidosis Metabolik (pH <7,35 dan
bikarbonat <21 mEq/L)
Ginjal ekskresi asam yang dihasilkan dan
secara simultan akan mensintesa HCO 3
Penyebab umum : gagal ginjal, diare,
fistula usus kecil, diabetik ketoasidosis,
dan asidosis laktat
Kompensasi awal adalah peningkatan
ventilasi dan depresi PaCO2
Th/ bikarbonat utk asidosis berat dan
setelah kompens alkalosis respirasi
4. Alkalosis Metabolik (pH >7,45 dan
bikarbonat >27 mEq/L)

Hiperkarbonatremia tanda dari alkalosis


metabolik diperberat hipokalemia
Penyebab : kehilangan HCl dlm jumlah besar
akibat muntah, hisapan lambung, penggunaan
antasida
Hilang K akibat diare, muntah dan peny.hati
Terapi : Natrium klorida isotonik dan ganti
Kalium dengan cairan yang menggandung NaCl
dan KCl selama 24 jam ukuran pH, PaCO 2 dan
serum elektrolit
GAS DARAH DAN INTERPRETASINYA

Analisis gas darah : pemeriksaan pH,


tekanan parsial CO2 dan tekanan
parsial O2 dalam darah
Tujuan pem. analisis gas darah menilai
fungsi sisitem respirasi menyediakan
oksigen tubuh dan keluarkan CO 2 dari
dalam tubuh, juga
menilai status asam-basa cairan tubuh
Cara Pemeriksaan dan Pengambilan Gas
Darah

Saat pengambilan contoh darah :


- catat waktu pengambilan
- suhu tubuh pasien
- aliran oksigen udara inspirasi/fraksi
oksigen inspirasi dan
- pola nafas pasien dengan atau
tanpa alat bantu nafas mekanik
Ukuran Ukuran Dalam Analisis Gas Darah

Analisis gas darah ada 2 jenis :


- ukuran yang langsung diperiksa
dengan analyzer
- ukuran yang dihitung dengan komputer
mikro dengan menambah darah suhu
tubuh dan kadar hemoglobin.
* Ukuran yang diperiksa yaitu : pH,
Tekanan Parsial CO2 (PCO2), Tekanan
Parsial O2 (PO2)
Ukuran ukuran yang dihitung
Total CO2 (TCO2) adalah jumlah total CO2
yang terdapat dalam plasma
Aktual Bikarbonat (ABC) Nilai normal = 24
mEq/L
Standar Bikarbonat (SBC) :konsentrasi ion
bikarbonat plasma pada PCO2 40 mmHg,
suhu 38 derajat celcius dan hb teroksidasi
penuh. Nilainya adalah 22-26 mEq/l
Base Akses (BE) Nilai normal BE berkisar
antara (+3) (-3)
Parameter guna sebagai pedoman koreksi
asidosis metabolik, yaitu :
Kebutuhan basa = BE x Berat Badan x 0,3
mEq
Kandungan Oksigen (Oxygen content = O2
Ct)
Persentase Saturasi Oksigen Hemoglobin
(sat Oksi-Hb). Nilai normal adalah > 95 %.

Cat : Meylon 84 (25 ml): Sod. Bicarbonat 84


mg/ml = bicarbonat 1 mEq / 1 ml
Interpretasi Hasil Pemeriksaan Analisis
Gas Darah
Jenis gangguan pH TCO2 PCO2
asam basa
Asd Resp tdk terkompensasi Rendah Tinggi Tinggi
Alk Resp tdk terkompensasi Tinggi Rendah Rendah
Asd Met tdk terkompensasi Rendah Rendah Normal
Alk Met tdk terkompensasi Tinggi Tinggi Normal
Asd Resp kompensasi alk met N Tinggi N
Alk Resp kompensasi asd met N Rendah N
Asd Met kompensasi alk resp N Rendah Rendah
Alk Met kompensasi asd resp N Tinggi Tinggi
faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 31
INTERPRETASI AGD
Lihat pH darah

pH < 7,35 pH > 7,45

ASIDOSIS ALKALOSIS

Lihat pCO2 Lihat HCO3-

< 40mmHg > 40 mmHg < 24 mM > 24 mM

METABOLIK RESPIRATORIK RESPIRATORIK METABOLIK

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 32
TERKOMPENSASI atau
TIDAK?
Lihat pH kembali
- jika mendekati kadar normal (7,35-7,45)
terkompensasi
- jika belum mendekati normal
tidak terkompensasi atau terkompensasi
sebagian
Jika asidosis respiratorik dgn HCO3- < 24 mM
terkompensasi sebagian
Jika asidosis metabolik dgn pCO2 < 40 mmHg
terkompensasi sebagian
Jika alkalosis respiratorik dgn HCO3- > 24 mM
terkompensasi sebagian
Jika alkalosis metabolik dgn pCO2 > 40 mmHg
terkompensasi sebagian

faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 33
LATIHAN
Asidosis metabolik
pH 7.32, PCO2 40, HCO3 19 tdk terkompensasi

pH 7.55, PCO2 20, HCO3 22 Alkalosis respiratorik


tdk terkompensasi
pH 7.55, PCO2 37, HCO3 30 Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
pH 7.49, PCO2 35, HCO3 29 Alkalosis metabolik
tdk terkompensasi
pH 7.30, PCO2 50, HCO3 29 Asidosis respiratorik
terkompensasi sebagian
pH 7.43, PCO2 53, HCO3 30
Alkalosis metabolik
pH 7.44, PCO2 38, HCO3 26 terkompensasi
normal
pH 7.43, PCO2 32, HCO3 20
Alkalosis respiratorik
terkompensasi
faal_cairan-asam-basa/ikun/2006 34
Contoh hasil AGD
Jamilah/27 th/sampel blood
Baro : 761,9 mmHg, Temp :37,4 C, adult
PO2 : 224,6 mmHg
PCO2 : 25,4 mmHg
pH : 7,643 (++)
T Hb : 9,1 g/dl
SO2 : 99,7 %
Na : 152,4 mmol/L
Cl : 111,2 mmol/L
Ca : 1,043 mmol/L
K : 2,98 mmol/L
BE : 6,3 mmol/L
cHCO3 st : 29,7 mmol/L
ct O2 : 13,4 vol %
Kesimpulan : Alkalosis repiratorik + alkalosis metabolik
TERIMA KASIH