Anda di halaman 1dari 38

HARMONISA PADA SISTEM 3

FASA
Oleh :
Alfis Syah Laili H (1310141002)
Shintia Puspita Sari (13101410 )
Definisi

Harmonisa adalah komponen sinusoid dari sebuah gelombang


dengan frekuensi yang merupakan perkalian integer dari frekuensi
fundamental. (IEEE 1159-1995)

Harmonisa merupakan suatu fenomena yang timbul akibat pengoperasian


beban listrik non linier sehingga terbentuklah gelombang frekuensi tinggi
yang merupakan kelipatan dari frekuensi fundamentalnya

Penyebab Utama : Beban Non Linier


Akibat

Timbul panas yang berlebih dan kegagalan yang prematur dari trafo distribusi
Peningkatan rugi-rugi tembaga
Timbul panas yang berlebih serta osilasi mekanis pada sistem motor
Memproduksi medan magnet yang rotasinya berlawanan dengan fundamental
Timbul panas yang berlebih dan kerusakan pada konduktor neutral.
Pada sistem 3 phasa dengan 4 kawat, distorsi harmonisa pada satu fasanya akan menambah arus
konduktor netral
Kegagalan operasi dari alat-alat kontrol yang sensitif dan relay proteksi.
Tripnya circuit breaker disebabkan kesalahan pengertian, misalnya menganggap arus
berlebih ini merupakan fault.
Kegagalan operasi dari voltage regulator.
Kegagalan koreksi power factor
Impedance Zc dari capacitor bank turun karena frekuensi turun.
Capacitor bank berperan sebagai pengumpul arus harmonisa orde tinggi.
Pentingnya analisa harmonisa

50-60% dari alat-alat kelistrikan yang digunakan merupakan beban


nonlinier
Dapat merusak alat-alat milik konsumen dan sistem tenaga listrik
karena adanya over-current/over-voltage dan distorsi gelombang.
Peningkatan rugi-rugi daya.
Parameter Harmonisa

Total Harmonic Distortion (THD)


Digunakan untuk menghitung kontribusi seluruh harmonisa (dari
semua frekuensi) terhadap frekuensi fundamental. THD terbagi
menjadi 2 yaitu THD tegangan (THD-v) dan THD arus (THD-i)
Individual Harmonic Distortion (IHD)
Digunakan untuk menghitung nilai distorsi pada orde harmonisa
yang diinginkan
Parameter Harmonisa

Total Harmonic Distortion Factor


hmax hmax

h
V 2

h 2
I 2
h

THDv % 100 THDi % h 2


100
V1 I1

Individual Harmonic Distortion Factor


Vi Ii
IHDV IHDi
V1 I1
Contoh permasalahan

Sumber tegangan nonsinus memiliki komponen fundamental dengan nilai


puncak 150 V dan frekuensi 50 Hz, serta harmonisa ke-3 dan ke-5 yang
memiliki nilai puncak berturut-turut 30 V dan 5 V. Sebuah kapasitor 500 F
(110 V rms, 50 Hz) dihubungkan pada sumber tegangan ini. Hitung:
(a) arus efektif komponen fundamental
(b) THD arus kapasitor
(c) THD tegangan kapasitor
(d) jika kapasitor memiliki losses dielektrik 0,6 W pada tegangan sinus rating-
nya, hitunglah losses dielektrik dalam situasi ini.
(e) IHD arus dan tegangan
a. Reaktansi untuk komponen fundamental adalah

Arus effektif untuk komponen fundamental


b. Reaktansi untuk harmonisa ke 3 dan ke 5 berturut turut adalah

Arus efektif harmonisa dan besar THD arus


c. Besar THD tegangan
d. Losses dielektrik dianggap sebanding dengan frekuensi dan
kuadrat tegangan. Pada frekuensi 50 Hz dan tegangan 110 V,
losses adalah 0,6 watt.

Losses dielektrik total


e. Besar distorsi harmonisa orde 3 dan 5
IHDv3 = = = 0,2
IHDv5 = = = 0,33
IHDi3 = = = 0,59
IHDi5 = = = 0,12
Sistem 3 Fasa

Vf-f = Vf-n
VA-B= VA-n
VB-C= VB-n
VC-A= VC-n
Harmonisa ke-5

Satu siklus fundamental berisi 5 siklus


harmonisa atau satu siklus harmonisa
mempunyai lebar 72o dalam skala
fundamental. Perbedaan fasa antara v5a
dan v5b adalah (2 72o 120o) = 24o
dalam skala fundamental atau 120o
dalam skala harmonisa ke-5; beda fasa
antara v5b dan v5c juga 120o
Sehingga
tegangan pada
harmonisa ke-5
Vf-f= Vf-n
Harmonisa ke-7

Satu siklus fundamental berisi 7 siklus


harmonisa atau satu siklus harmonisa
mempunyai lebar 51,43o dalam skala
fundamental. Perbedaan fasa antara v7a
dan v7b adalah (3 51,43o 120o) =
34,3o dalam skala fundamental atau 240o
dalam skala harmonisa ke-7; beda fasa
antara v7b dan v7c juga 240o
Sehingga
tegangan pada
harmonisa ke-7
Vf-f= Vf-n
Harmonisa ke-7

Perbedaan fasa antara harmonisa V3a


dengan V3b adalah 0 atau sefasa, begitu
pula untuk V3b dengan V3c juga sefasa.
tidak ada perbedaan sudut fasa antara
harmonisa ke-5 di fasa-a, fasa-b, dan fasa-
c.
Sehingga
tegangan pada
harmonisa kelipatan 3
Vf-f =
Relasi Tegangan Fasa-Fasa dan Fasa-Netral

Pada tegangan sinus murni, relasi antara tegangan fasa-fasa dan fasa
netral dalam pembebanan seimbang adalah

Namun pada saat terjadi harmonisa, komponen tegangan pada


harmonisa kelipatan ketiga (3,9,15, dst) tidak muncul pada
tegangan fasa fasanya.
Permasalahan

Tegangan fasa-netral suatu generator 3 fasa terhubung bintang


mengandung komponen fundamental dengan nilai puncak 200 V,
serta harmonisa ke-3, 5, 7, dan 9 dengan nilai puncak berturut-
turut 40, 25, 20, 10 V. Hitung rasio tegangan fasa-fasa terhadap
tegangan fasa-netral.
PENYELESAIAN :
Nilai efektif tegangan fasa-netral fundamental sampai harmonisa
ke-9 berturut-turut adalah nilai puncak dibagi

Nilai effektif tegangan fasa netral total

Nilai effektif tegangan fasa fasa setiap komponen adalah

Nilai effektif tegangan fasa fasa total


Generator Terhubung Bintang

Jika belitan jangkar generator terhubung bintang, harmonisa


kelipatan tiga yang terkandung pada tegangan fasa-netral tidak
muncul pada tegangan fasa-fasa-nya.
Permasalahan

Sebuah generator 3 fasa, 50 Hz, terhubung bintang


membangkitkan tegangan fasa-netral yang berbentuk gelombang
nonsinus yang dinyatakan dengan persamaan

Generator ini mencatu tiga induktor terhubung segi-tiga yang


masing-masing mempunyai resistansi 20 dan induktansi 0,1 H.
Hitung daya nyata yang diserap beban dan faktor daya beban.
PENYELESAIAN :
Nilai efektif komponen tegangan fasa-netral adalah

Nilai effektif tegangan fasa fasa total

Reaktansi beban per fasauntuk tiap komponen


Impedansi beban perfasa untuk tiap komponen

Arus fasa
Daya nyata yang diserap beban

Daya kompleks beban

Faktor daya beban


Generator Terhubung Segitiga

Jika belitan jangkar generator terhubung segitiga, maka tegangan


harmonisa kelipatan tiga akan menyebabkan terjadinya arus
sirkulasi pada belitan jangkar generator tersebut.
Permasalahan

Sebuah generator 3 fasa, 50 Hz, terhubung segitiga. Resistansi dan


induktansi per fasa adalah 0,06 dan 0,9 mH. Dalam keadaan tak
berbeban tegangan fasa-fasa mengandung harmonisa ke- 3, -7, -9,
dan -15 dengan amplitudo berturut-turut 4%, 3%, 2% dan 1% dari
amplitudo tegangan fundamental. Hitunglah arus sirkulasi dalam
keadaan tak berbeban, jika eksitasi diberikan sedemikian rupa
sehingga amplitudo tegangan fundamental 1500 V.
PENYELESAIAN :
Arus sirkulasi pada hubungan segitiga timbul oleh tegangan
harmonisa kelipatan 3

Reaktansi masing masing komponen

Impedansi di setiap fasa untuk komponen harmonisa


Arus sirkulasi
Sistem Empat Kawat

Dalam sistem empat kawat, di mana titik netral sumber terhubung


ke titik netral beban, harmonisa kelipatan tiga akan mengalir
melalui penghantar netral. Arus di penghantar netral ini
merupakan jumlah dari ketiga arus di setiap fasa; jadi besarnya
tiga kali lipat dari arus di setiap fasa.
Permasalahan

Tiga kumparan dihubungkan bintang; masing-masing kumparan


mempunyai resistansi 25 dan induktansi 0,05 H. Beban ini dihubungkan
ke generator 3 fasa, 50Hz, dengan kumparan jangkar terhubung bintang.
Tegangan fasa-netral mempunyai komponen fundamental, harmonisa ke-
3, dan ke-5 dengan nilai puncak berturut-turut 360 V, 60 V, dan 50 V.
Penghantar netral menghubungkan titik netral generator dan beban.
Hitung nilai efektif
(a) arus saluran (fasa)
(b) tegangan fasa-fasa
(c) arus di penghantar netral
(d) daya diserap beban.
PENYELESAIAN :
a) Tegangan fasa netral efektif setiap komponen dan reaktansi/fasa

Impedansi per fasa dan arus saluran


b) Tegangan fasa fasa setiap komponen dan reaktansi/fasa

Arus di penghantar netral ditimbulkan oleh harmonisa ke 3 yang


merupakan arus urutan nol

c) Daya yang diserap beban adalah daya yang diserap elemen resistif
25. Arus beban terhubung bintang sama dengan arus saluran. Jadi
daya yang diserap beban adalah
Sistem Tiga Kawat

Pada sistem ini tidak ada hubungan antara titik netral sumber dan
titik netral beban. Sehingga arus harmonisa kelipatan tiga tidak
mengalir.
Permasalahan

Persoalan seperti pada contoh-9-4 akan tetapi penghantar netral


yang menghubungkan titik netral generator dan beban diputus.
Hitung nilai efektif
(a) arus saluran (fasa)
(b) tegangan fasa-fasa
(c) arus di penghantar netral
(d) daya diserap beban
PENYELESAIAN :
a) Karena penghantar netral diputus, arus nominal ke-3 tidak
mengalir

b) Walaupun arus harmonisa ke-3 tidak mengalir, tegangan


fasanetral harmonisa ke-3 tetap hadir namun tegangan ini tidak
muncul pada tegangan fasa-fasa. Keadaan ini seperti keadaan
sebelum penghantar netral diputus

c) Arus di penghantar netral = 0 A


d) Daya yang diserap beban
Kesimpulan

Parameter untuk mengetahui besar harmonisa adalah THD,


maksimal 5% untuk tegangan dan 3% untuk arus (<68KV)
Arus sirkulasi pada belitan jangkar generator disebabkan oleh arus
harmonisa kelipatan 3
Tegangan harmonisa kelipatan 3 tidak muncul pada tegangan fasa-
fasa dan hanya muncul pada tegangan fasa-netral
Arus harmonisa kelipatan 3 menyebabkan penghantar netral
menjadi panas berlebihan
Daftar Pustaka

1. Sudirham, Sudaryatno, Analisis Rangkaian Listrik Jilid 3,


Bandung, 2010