Anda di halaman 1dari 15

DYSMENORRHEA

DI SUSUN OLEH KELOMPOK


8
1. Hj. HARTATI
2. M. HAFIT
Definisi
Dismenore (dysmenorrheu) berasal dari bahasa
yunani. Kata dys yang berarti sulit, nyeri,
abnormal : meno yang berarti bulan ; dan rrhea
yang berarti aliran. Dismenore adalah kondisi
medis yang terjadi sewaktu haid/menntruasi yang
dapat mengganggu aktivitas dan memerlukan
pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa
sakit di daerah perut maupun pinggul.

Menurut kamus kesehatan, dismenore adalah


nyeri mentruasi yang mungkin disertai kram
perut, kejang (spasme), dan nyeri punggung.
Klasifikasi Disminore Berdasarkan
Jenis Nyeri
1.Dismenore spasmodik
Dismenore spamosdik adalah nyeri yang dirasakan
di bagian bawah perut dan terjadi sebelum atau
segera setelah haid dimulai. Dismenore spasmodic
dapat dialami oleh wanita muda maupun wanita
berusai 40 tahun ke atas. Sebagian wanita yang
mengalami dismenore spasmodik tidak dapat
melakukan aktivitas. Adapun tanda dismenore
spamodik antara lain sebagai berikut :
Pingsan
Mual
Muntah
Next
2.Dismenore Kongestif
Dismenore kongestif dapat diketahui beberapa hari sebelum
haid dating. Gejala yang ditimbulkan berlangsung 2 dan 3 hari
sampai kurang dari 2 minggu. Pada saat haid dating, tidak
terlalu menimbulkan nyeri, bahkan setelah hari pertama haid.
Penderita dismenore kongestif akan merasa lebih baik di
bandingkan dengan dismenore spasmodik. Adapun gejala yang
ditimbulkan pada dismenore kongestif antara lain :
Pegal (pegal pada paha)
Sakit pada payudara
Lelah
Mudah tersinggung
Kehilangan keseimbangan
Ceroboh
Gangguan tidur dan timbul memar dipaha dan lengan atas
Klasifikasi Disminore Berdasarkan
ada tidaknya kelainan/Penyebab
1.Dismenore
Primer
Dismenore primer biasanya dimulai dalam 6 hingga
12 bulan setelahmenarche(pertama kali
menstruasi). Saat menstruasi, pelepasan sel-sel
endometrium akan diikuti dengan dikeluarkannya
prostaglandin yang akan menyebabkan timbulnya
iskemia, kontraksi miometrium dan vasokonstriksi.
Ternyata dari penelitian tersebut menunjukkan
bahwa wanita dengan dismenorhea berat, terjadi
peningkatan prostaglandin pada darah
menstruasinya.
Next
2. Dismenore Sekunder
Dismenorhea sekunder bisa terjadi kapanpun
setelahmenarche, tetapi paling sering ketika
wanita berumur 20an atau 30an tahun, setelah
beberapa tahun mengalami siklus normal
tanpa rasa nyeri. Peningkatan prostaglandin
juga ikut berperan di sini, akan tetapi disertai
adanya kelainan atau penyakit pada pelvic
(panggul). Penyebab tersering adalah
endometriosis, leiomioma, adenomiosis, polip
endometrial,chronic pelvic inflammatory
disease(PID), dan pemakaian IUD.
Etiologi atau penyebab dari
dismenore primer
1.Faktor Psikologis
Biasanya terjadi pada remaja dengan emosi
yang tidak stabil, mempunyai ambang nyeri
yang rendah, sehingga sangat sedikit rasa nyeri
dapat merasakan kesakitan
2.Factor Endokrin
Pada umumnya hal ini di hubungkan dengan
kontraksi usus yang tidak baik. Hal ini sangat
erat kaintannya dengan pengeruh hormonal.
Peningkatan produksi prostaglandin akan
menyebabkan terjadinya kontraksi uterus yang
tidak terkoordinasi sehingga menimbulkan nyeri.
Etiologi atau penyebab dari
dismenore sekunder
1.Factor Konstitusi Seperti Anemia
Pemakaian kontrasepsi IUD, benjolan yang
menyebabkan penderahan, tumor atau fibroid.
2.Anomali Uterus kongenital
Anomali Uterus kongenital,Seperti rahim yang terbalik,
peradangan selaput lender rahim.
3.Endometriosis
Penyakit yang diatandai dengan adanya pertumbuhan
jaringan endometrium diluar rongga rahim. Endometrium
adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Saat
siklus metruasi, lapisan endometrium ini akan bertambah
sebagai lapisan terjadinya kehamilan. Bila kehamilan tidak
terjadi, maka lapisan ini akan terlepas dan di keluarkan
sebagai mentruasi.
Tanda dan Gejala Dismenore
Dismenore dapat di tandai dengan gajala
nyeri pada perut bagian bawah, nyeri yang
dirasakan sebagai kram yang timbul hilang
atau sebagai nyeri tumpul yang terus
menerus ada. Nyeri mulai timbul sesaat
sesudah atau selama haid, mencapai
puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2
hari akan menghilang. Dismenore juga sering
disertai dengan sakit kepala, mual, sembelit
atau diare dan sering berkemih, dan kadang
sampai menjadi muntah.
Cara Mengatasi Dismenore
Obat-obatan
Istirahatcukup
Olah raga teratur (terutama jalan)
Pemijatan
Mengalami orgasme (bagi yang telah menikah)
Kompres hangat diarea sekitar perut
Banyak mengkonsumsi air putih, hindari konsumsi garam
berlebihan serta kafein untuk mencegah pembengkakan
dan retensi cairan
Makan makanan kaya zat besi, kalsium, vitamin B kompleks
seperti susu, sayuran hijau
Tinggikan posisi pinggul melebihi bahu ketika tidur
telentang untuk membantu meredakan dismenore.
Konsep asuhan keperawatan
1. PENGKAJIAN
Hal-hal yang perlu dikaji pada klien dengan dismenore adalah
sebagai berikut ;
a.Karakteristik nyeri
b.Gejala yang mengikutinya.
Selain pemeriksaan tersebut dikaji juga :
a.Riwayat menstruasi
b.Riwayat kontrasepsi

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.Nyeri akut b/d vasospasmeuterus
b.Koping individu tidak efektif b/d metode koping tidak adekuat
c.Resiko kekurangan volume cairan b/d perangsangan muntah
sendiri terus-menerus
INTERVENSI

DX 1 :Nyeri akut b/d vasospasmeuterus


No INTERVENSI RASIONAL
1 Kaji keluhan nyeri,perhatikan lokasi, lamanya,dan Menbantu dalam mengidentifikasi derajat
intensitas (skala 0-10).Perhatiakan petunjuk ketidak nyamanan dan
verbal dan non verbal kebutuhan/keefektifan analgesik

2 Bantu dalam memberikan posisi yang nyaman Penimhkatan lengan ,ukuran baju dan
adanya drain mempengaruhi kemampuan
pasien untuk rileks dan tidur/istirahat secara
efektif.
3 Berikan kompres dingin pada perut Meningkatkan rasa nyaman dengan
menurunkan vasodilatasi.
4 Berikan kompres hangat pada perut Meningkatkan sirkulasi pada otot yang
meningatkan relaksasi dan mengurangi
ketegangan
5 Berikan obat nyeri yang tepat pada jadwal yang Mempertahankan tingkat kenyamanan dan
teratur sebelum nyeri berat dan sebelum aktivitas memungkinkan pasien utuk latihan lengan
di jadwalkan atau ambulasi tanpa nyeri yang menyertai
upaya tersebut.

6 Berikan obat sesuai dengan indikasi ; analgetik Memberikan pereda


ataupenghilang, ketidak nyamanan /nyeri.
DX 2 : Koping individu tidak efektif b/d metode
koping tidak adekuat
No INTERVENSI RASIONAL

1 Kaji kapasitas fisiologis yang bersifat umum Nyeri dapat menurangi kemampuan koping.

2 Diskusikan mengenai metode koping seperti Tingkah laku maladaptif mungkin digunakan
strategi relaksasi mental/ fisik untuk mengatasi nyeri yang menetap atau
mungkin berperan dalam berlanjutnya nyeri
tersebut.
3 Sarankan pasien untuk mengekspresikan Pasien mampu mengenali perasaannya yang
perasaannya dan diskusi mengenai berhubungan dengan nyeri yang terjadi.
bagaimana nyeri disminore itu mengganggu
kerja dan kesenangan dari hidup ini
4 Berikan informasi mengenai penyebab sakit, Pemahaman terhadap informasi ini dapat
penanganan, dan hasil yang diharapkan membantu pasien dalam menentukan pilihan,
belajar mengatasi masalah, dan mendapatkan
satu sensasi dari pengendalian atas keadaan
yang meningkatkan harga diri.
DX 3: Resiko kekurangan volume cairan b/d
perangsangan muntah sendiri terus-menerus
No INTERVENSI RASIONAL

1 Kaji tanda vital, pengisian Untuk melihat indicator


kapiler, status membrane keadekuatan volume
mukosa, turgor kulit sirkulasi.
2 Diskusikan strategi untuk Membantu pasien
menghentikan muntah menerima persaan bahwa
akibat muntah mencegah
kehilangan cairan lanjut.
3 Kolaborasi dalam memberikan Untuk memperbaiki
hiperalimentasi IV keseimbangan
cairan/elektrolit.
EVALUASI
Evaluasi keperawatan merupakan hasil
perkembangan klien dengan berpedoman
kepada hasil dan tujuan yang hendak dicapai.
Evaluasi yang hendaknya dicapai dari asuhan
keperawatan disminor ini adalah :
a)Nyeri pasien hilang /terkontrol dengan
b)Koping pasien efektif
c) Mempertahankan keseimbangan cairan