Anda di halaman 1dari 36

WOUND CARE UPDATE SERIES

DIABETIC ULCER
COMPLEXITIES AND
MANAGEMENT

WOCARE CLINIC, BOGOR


DIABETIC FACTS ( IDF 2005 )

Setiap 30 detik terjadi amputasi pada kaki


diabetik di seluruh dunia

60-80 % amputasi kaki non traumatik


disebabkan oleh diabetes

80 % amputasi kaki diabetes didahului oleh ulkus

STOP AMPUTASI,
cegah sejak dini( WOCARE 2008 )
TUJUAN PEMBELAJARAN

TPU TPK
Peserta mampu memahami
Asuhan Keperawatan Luka
Diabetes:
Peserta mampu melakukan Pengkajian
Asuhan Keperawatan Luka Analisa Data
Akut.
Pemeriksaan Penunjang
Implementasi Senam kaki
dengan koran
Pemetaan kaki dan
pemilihan alas kaki yang
benar
DEFINISI

Luka : gangguan integritas kulit


Penyebab : simple/kompleks / multi faktor
Prinsip penyebab luka kaki: Venous
Insufiensi, gangguan Arterial atau
gabungan dari gangguan vena dan arteri
Neuropati ulcer hilangnya sensasi proteksi
(biasa terkait dgn Diabetes)
PEMERIKSAAN BENTUK KAKI : FOOT DEFORMITIES

Pes Covus : Flat foot

Hammer toes : Claw


PRE - ULCER
Simple Think for DFU
Simple Think for DFU
EXTREEM
Karakteristik luka diabet

Perubahan kondisi kulit


Kedalaman luka bervariasi
Exudat jumlah bervariasi
Edema
Kulit sekitar hangat
Infeksi
Reflek berkurang/kurang
sensitif
Gangguan saat berjalan
Periperal pulse teraba
Capilary refill normal
Lokasi biasanya terdapat
pada : tumit, jari, plantar,
phalangeal, metatarsal
PENGKAJIAN

HEAD TO TOE : KURATIF ATAU PALIATIF


GULA DARAH
WOUND
LOKASI, LUAS, STAGE
INFEKSI atau KONTAMINASI
SUDAH BERAPA LAMA
PENYEBAB LUKA
BALUTAN SEBELUMNYA
FOOT SCREENING

SENSATION
(NEUROLOGIC)
Sensation vibration
SWME : Semmes
Weinstein (10g)
Monifilament Examination
PULSES (VASCULAR)
Doopler
FOOT DEFORMITIES
SELF ASSESSMENT
Pemeriksaan pada kaki

Inspeksi
status vaskuler; tanda iskemik, kulit pada
bagian dorsum kaki dan jari-jari, pucat,
dependent rubor atau reaksi hiperemi,
kulit tampak mengkilat, atrofi, pada
umumnya adanya luka pada bagian
superficial.

Inspeksi adanya maserasi, fisura, kalus,


area yang tertekan, dan depormitas
Pemeriksaan pada kaki

Palpasi; femoral, popliteal, dorsal pedis, nadi


pada posterior tibia, suhu; perabaan dingin
atau hangat.
Pemeriksaan pada kaki
Pemeriksaan sensori; vibrasi, monofilaments
test, test suhu.
FOOT RISK CLASSIFICATION
SYSTEM, Driver et al 2005
Sensation (-)
(neurologic)
Pulses (-)
(vascular)
Foot deformities (-) / (+)

DIABETES

Sensation (+) Sensation (+)


(neurologic) (neurologic)
Pulses (+) Pulses (+)
(vascular) (vascular)
Foot deformities (-) Foot deformities (+)
DIAGNOSTIK

LABORATORIUM : HEMATOLOGI RUTIN,


PROTEIN TOTAL ALBUMIN, ELEKTROLIT
GULA DARAH
KULTUR INFEKSI

ABPI = USG DOPLER

X RAY : OSTEOMYLITIS
MANAGEMENT DIABETIC :
WOCARE

Perawatan luka optimal : 12 minggu


2 - 4 minggu : WBP
3 minggu : support proliferasi
2 minggu : support epitelisasi
3 minggu : Perbaikan sistemik
Kontrol gula darah ( > 200 konsultasi untuk
pemberian insulin )
Agresive treatment untuk kontrol infeksi : KULTUR
dan pemberian AB dan Cilostazol
Support Nutrisi : Pemberian protein ( COLAGEN )
Kontrol edema
Pemakaian alas kaki orthopedic
Bed rest / aktivitas sesuai
Edukasi
Case study
8.3.06 22.3.06
27.03.09 09.06.09
11.7.09 18.11.09
UPAYA PENCEGAHAN
KAMPANYE LUKA KAKI DIABETES
THE GOLDENS CARE
Periksa kaki setiap hari
SENAM KAKI
Beri perlindungan EXTRA
PERAWATAN KUKU
KAKI atau FOOT SPA
MEDIC
MEMAKAI ALAS KAKI
MENGGUNAKAN KAOS
KAKI DAN SEPATU YANG
TEPAT
PERIKSA GULA DARAH
STOP MEROKOK
SELF ASSESSMENT

Skin lesion check


with mirror : Xerosis,
Challus or chorn
(hyperkeratotic)
Between toes
Pulse
Inside your shoes
SENAM KAKI : KORAN

ATAU
FOOT WEAR EVALUATION
Foot map with size
Kind of shoes
Pressure are
Mapping your foot

Make your own shoes


size
Minimize complications
Pactice: Steps for foot
mapping
SENAM KAKI : KARET
POTONG KUKU DAN
PEMIJATAN
SEPATU YANG BAIK

Alas kaki yang lembut dan tebal berfungsi Untuk melindungi


kaki neurophaty dari terinjak benda tajam. Bentuknya lebar
sehingga terhindar dari gesekan sepatu yang sempit.
LEBIH BAIK MERAWAT KAKI
SEBELUM TERLAMBAT
KESIMPULAN

PENTING UPAYA PENCEGAHAN


PERAWATAN LUKA DIABETES : KURATIF ATAU
PALIATIF
ADA PERTANYAAN ?