Anda di halaman 1dari 29

OM SWASTYASTU

K O N S EP
M TB S /M TB M
O LEH KELO M PO K :

NI MADE DIANA PUSPITASARI ( P07120014038


)
NI MADE DEVI ADNYANI PUTRI
( P07120014049 )
NI KADEK ARTINI (P07120014051)
LUH PUTU EKA PRADNYANI (P07120014044)
Konsep Manajemen Terpadu
Balita Sakit (MTBS)
Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)
merupakan pendekatan keterpaduan dalam
tatalaksana balita sakit yang datang berobat
ke fasilitas rawat jalan pelayanan kesehatan
dasar yang meliputi upaya kuratif terhadap
penyakit pneumonia, diare, campak, malaria,
infeksi telinga, malnutrisi, dan upaya promotif
dan preventif yang meliputi imunisasi,
pemberian vitamin A dan konseling pemberian
makan yang bertujuan untuk menurunkan
angka kematian bayi dan anak balita serta
menekan morbiditas karena penyakit tersebut.
Strategidan Proses M TBS

Komponen I: Meningkatkan
ketrampilan petugas kesehatan
dalam tatalaksana kasus balita sakit
(selain dokter, petugas kesehatan
non-dokter dapat pula memeriksa
dan menangani pasien asalkan
sudah dilatih).
Komponen II: Memperbaiki sistem
kesehatan (utamanya di tingkat
kabupaten/kota).
Lanjutan,

Komponen III: Memperbaiki praktek


keluarga dan masyarakat dalam
perawatan di rumah dan upaya
pencarian pertolongan kasus balita
sakit (meningkatkan pemberdayaan
keluarga dan masyarakat), yang
dikenal sebagai MTBS berbasis
masyarakat.
Proses m anajem en

Menilai anak usia 2-5 bulan atau bayi muda


usia 1 minggu sampai 2 bulan dan
melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Membuat klasifikasi kategori untuk
melaksanakan tindakan.
Mengobati dengan memberikan resep, cara
memberi obat dan tindakan lain yang perlu
dilakuakan.
Memberi konseling bagi ibu.
Memberi pelayanan tidak lanjut.
Konseling M TBS

Materi meliputi kepatuhan


minum obat, cara minum obat,
menasehati cara pemberian
makanan sesuai umur,
memberi nasehat kapan
melakukan kunjungan ulang
atau kapan harus kembali
segera.
Dengan pemberian konseling
diharapkan pengantar atau ibu
pasien mengerti penyakit yang
diderita, cara penanganan anak di
rumah,
Magister Kebijakan dan Manajemen
Pelayanan Kesehatan
memperhatikan perkembangan
penyakit anaknya sehingga mampu
mengenali kapan harus segera
membawa anaknya ke petugas
kesehatan serta diharapkan
memperhatikan tumbuh kembang
Klasifikasi Manajemen Terpadu Balita
Sakit
1. Umur 1 hari 2 bulan
a. Penilaian Tanda dan Gejala
Pertama menilai adanya kejang
Kedua, adanya tanda atau gejala
gangguan nafas seperti adanya henti
nafas lebih dari 20 detik
Ketiga, adanya tanda dan gejala
hipotermia seperti penurunan suhu
tubuh
Keempat, adanya tanda atau gejala
kemungkinan infeksi bakteri seperti
mengantuk atau letargi atau tidak
sadar
Kelima, adanya tanda atau gejala
ikterus
Keenam, adanya tanda atau gejala
gangguan saluran cerna seperti
muntah segera setelah minum
Ketujuh, adanya tanda atau gejala
diare
Kedelapan, adanya tanda atau gejala
kemungkinan berat badan rendah
Penentuan Klasifi
kasiD an Tingkat
Kegaw atdaruratan
Klasifikasi kejang
Gangguan sesak nafas
Klasifikasi hipotermia
Klasifiasi kemungkinan infeksi bakteri
Klasifikasi ikterus
Klasifikasi gangguan cerna
Klasifikasi diare
Klasifikasi BB rendah atau masalah
pemberian ASI
2. Umur 2 bulan 5 tahun
a. Penilaian Tanda dan Gejala

Penilaian pertama, kleuhan batuk


atau sukar bernafas, tanda bahaya
umum, tarikan dinding dada ke
dalam, stridor, nafas cepat.
Penilaian kedua, keluhan dan tanda
adanya diare, seperti letargis, mata
cekung, tidak bisa minum atau malas
makan, turgor jelek, gelisah, rewel,
haus atau banyak minu.
Penilaian ketiga, tanda demam,
disertai dengan adanya tanda
bahaya umum, kaku kuduk dan
adanya infeksi lokal.
Penilaian keempat, tanda masalah
telinga seperti nyeri pada telinga,
adanya pembengkakkan.
Penilaian kelima, tanda status gizi
seperti badan kelihatan bertambah
kurus, bengkak pada kedua kaki,
telapak tangan pucat dan
sebagainya.
Penentuan Klasifi
kasidan Tingkat
Kegaw atdaruratan
Klasifikasi pneumonia
Klasifikasi dehidrasi
Klasifikasi diare persisten
Klasifikasi disentri
Klasifikasi resiko malaria
Klasifikasi campak
Klasifikasi demam berdarah dengue
Klasifikasi status gizi
Penentuan
Tindakan &
Pengobatan
Pnum onia

Berikan dosis petama antibiotika


Pilihan pertama kontrimoksazol
(Trimetoprim + sulfametoksazol) dan
pilihan kedua adalah amoksilin
Lakukan rujukan segera
D ehidrasi

Berikan cairan intravena secepatnya


berikan 100 ml/kg ringer laktat atau NaCl
Lakukan monitoring setiap 1-2 jam
tentang status dehidrasi
Berikan oralit (kurang dari 5 ml/kg/jam)
segera setelah anak mau minum
Lakukan monitoring kembali sesudah 6
jam pada bayi atau pada anak sesudah 3
jam
Anjurkan untuk tetap memberikan ASI
Klasifi
kasidiare pesisten

Tindakan ditentukan oleh derajat


dehidrasi, kemudian apabila
ditemukan adanya klorea maka
pengobatan yang adapat dianjurkan
adalah : pilihan pertama antibiotika
kotrimokzasol dan pilihan kedua
adalah tetrasiklin.
Klasifi
kasiresiko m alaria

Pemberian kinin (untuk malaria


dengan penyakit berat) secara intra
muskular
Pemberian obat anti malaria oral
Setelah pemberian maka lakukan
pengamatan selama 30 menit
sesudah pemberian klorokuin
Klasifi
kasicam pak

Apabila campak dijumpai dengan


komplikasi berat maka tindakannya
adalah pemberian vitamin A,
antibiotik yang sesuai,
Klasifi
kasidem am berdarah
dengue
Berikan cairan ringer laktak apabila
memungkinkan beri glukosa 5%
kedalam ringer laktak
Apabila tidak ada berikan cairan
NaCL 10-20 ml/kgbb dalam 30 menit
Monitor selama setelah 30 menit
Pada kalsifi
kasistatu gizi

Dapat dilakukan tindakan pemberian


vitamin A apabilaa anak kelihatan
sangat kurus dan bengkak pada
kedua kaki
Apabila dijumpai adanya anemia
maka dapat dilakukan pemberian zat
besi
M TB M (M anajem en
Terpadu B ayi M uda)
Dalam perkembangannya mencakup
Manajemen Terpadu Bayi Muda umur
kurang dari 2 bulan baik dalam
keadaan sehat maupun sakit.
Penyakit yang terjadi pada 1 minggu
pertama kehidupan bayi hampir
selalu terkait dengan masa
kehamilan dan persalinan.
Melalui program KIA (kesehatan ibu
dan anak) bayi baru lahir dapat
dipantau kesehatannya dan
didekteksi dini.
Jika ditemukan masalah petugas
kesehatan dapat menasehati dan
mengajari ibu untuk melakukan
Asuhan Dasar Bayi Muda di rumah,
bila perlu merujuk bayi segera.
1. Pelaksanaan MTBM pada bayi umur
kurang dari 2 bulan

. Penilaian dan klasifikasi


. Tindakan dan Pengobatan
. Konseling bagi ibu
. Pelayanan Tindak lanjut
K em ungkinan P enyakit
B ayi M uda U m ur K urang 2
B ulan
Kejang
Bayi tidak bisa minum dan
memuntahkannya
Gangguan nafas
Hipotermia
Infeksi bakteri lokal
ANY QUESTION?
O m santih,santih,santih om