Anda di halaman 1dari 53

A Portofolio

Penatalaksanaan
Hipertensi
Pendahuluan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah penyakit kelainan jantung
atau pembuluh darah yang ditandai dengan peningkatan tekanan
pembuluh darah > 140/90 mmHg secara kronis. Berdasarkan klasifikasi
JNC VII, hipertensi dikategorikan menjadi prehipertensi, hipertensi
derajat I dan derajat II.

Berdasarkan etiologinya, hipertensi diklasifikasikan menjadi:


Hipertensi primer (insidens 80-95%): hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.
Hipertensi sekunder : akibat suatu penyakit atau kelainan mendasari seperti
stenosis arteri renalis, penyakit parenkim ginjal, hiperaldesteronisme, dan
sebagainya
JNC - VII
Klasifikasi TD sistolik (mmHg) TD diastolic (mmHg)

Normal <120 <80

Prehipertensi 120 139 80 - 89

Hipertensi derajat 1 140 - 159 90. 99

Hipertensi derajat 2 160 100


Gejala hipertensi pada umumnya tidak nyata

Resiko besar bukan hanya jantung

Penyakit saraf
Ginjal
Vaskular

Gaya hidup sehat

Mengidealkan berat badan


Diet gizi seimbang
Olah raga teratur
Mengurangi konsumsi garam
ILUSTRASI KASUS
Identitas Pasien
Nama : Tn LF
Jenis kelamin : laki-laki
Umur: 63 th
Alamat : Helebeik, Lobalain
Status pernikahan : Menikah
Agama : Kristen
Rekam Medis : 046529
Tanggal MRS : 23 11 - 2016
Tanggal KRS : 25 11 - 2016
Anamnesis
Keluhan Utama : Sakit
kepala

Keluhan Tambahan : Lemas


Riwayat Penyakit Sekarang
Pasien dengan keluhan sakit kepala sejak 2 hari SMRS. Sakit kepala
yang dirasakan pasien seperti ditusuk-tusuk dan terus menerus, sakit
dirasakan ditungkuk dan tidak menyebar, diperberat dengan aktivitas
dan membaik setelah minum obat dan istirahat.
Pasien juga mengeluh lemas sejak 2 hari SMRS. Lemas yang
dirasakan pasien terus menerus sepanjang hari. Namun, pasien
mengaku tidak merasakan adanya kelemahan anggota gerak. Pasien
masih bisa berjalan dan menggerakkan kedua tangannya dengan baik,
hanya saja pasien jadi tidak dapat beraktivitas seperti biasa.
Kemarin pasien datang dengan penurunan kesadaran 3
jam SMRS. Keluarga pasien mengatakan pasien tiba-tiba
saja tidak sadar, pasien sebelumnya mengeluh sakit
kepala dan lemas. Pasien belum pernah hilang kesadaran
sebelumnya
Pasien mengatakan memiliki riwayat sakit darah tinggi
sejak 5 tahun yang lalu namun tidak terkontrol. Pasien
masih merokok dan mengonsumsi alcohol. Bicara pelo,
pandangan kabur, jalan menyeret, batuk, pilek, mual dan
muntah disangkal. Makan, minum, BAB dan BAK tidak ada
keluhan.
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Status Neurologis
Sikap tubuh : dalam batas normal
Cara berjalan : dalam batas normal
Gerakan abnormal : Tidak ada
Tanda Rangsang Meningeal
Kaku kuduk : -/-
Brudzinski I : -/-
Brudzinski II: - / -
Laseque : <70 / <70
Kernig : <135 / <135
Nervus cranialis
Motorik
Gerakan : dalam batas normal
Bentuk : eutrofi / eutrofi
Kekuatan : 5555 I 5555
5555 I 5555
Tonus : normotonus / normotonus
Sensorik
Eksteroseptif
Nyeri : Baik
Suhu : Tidak dilakukan
Taktil : Baik


Proprioseptif
Vibrasi : Tidak dilakukan
Posisi : Baik
Tekan dalam : Baik
Pemeriksaan Penunjang
Jenis pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan
Hb 13,8 13 16 g/dL

LED 22 10 mm/jam

Eritrosit 4,2 4,5 5,5 jt/mm2

Leukosit 8000 4000 10000 m/uL

Trombosit 264000 200000 500000 m/uL

WIDAL
Ag O 1/80
Ag AO 1/80 < 1/60
BO 1/160
H 1/80
Jenis pemeriksaan
Urinalisis sedimen
Glukosa : (-) Eritrosit : (-)

Leukosit : 3- 6
Keton : (-)
Epitel

Berat jenis : 1.020 Squamous : 3 - 6


Transisional : (-)
PH : 6.0
Tubulus : (-)

Protein : (-) Silinder


Hyaline : (-)
Granuler : (-)
Urobilinogen : 0 - 2 Epitel : (-)
Leukosit : (-)

Nitrit : (-) Eritrosit : (-)

Kristal
Leukosit : TRACE Calcium oxalate : (-)
Asam urat : 12 - 18
Triple phosphate : (-)
Lain-lain : (-)
Interpretasi
Sinus rhythm
Irama regular
Rate 75xmnt
Normoaxis
Tidak ditemukan VH
Rr interval 0,8
Pr interval 0,16
Qt interval 0,32
No ST changes
No T inverted
Penatalaksanaan
IVFD RL 24 tpm makro
Captopril 2 x 25 mg PO
Amlodipine 1 x 10 mg PO
Paracetamol 3 x 500 mg PO
Observasi tanda vital dan urine output / 6 jam
VISITE
Tanggal 24 11 - 2016 25 11 - 2016
Subjective Pasien masih mengeluh sakit kepala dan lemas Keluhan (-)

Objective CM, TSS CM, TSS


TD : 160/80 mmHg TD : 160/80 mmHg
N : 100 x/mnt N : 96 x/mnt
RR : 18 x/mnt RR : 18 x/mnt
T : 37,8oC T : 36,6oC

Mata : CA-/-, SI -/- Mata : CA-/-, SI -/-

Thorax : vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/- ; S1 Thorax : vesikuler +/+, ronki -/-, wheezing -/- ; S1
S2 reguler, murmur (-), gallop (-) S2 reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen : supel, timpani, BU (+) normal Abdomen : supel, timpani, BU (+) normal

Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2 Ekstremitas : akral hangat, CRT < 2
Assesment HT stage II HT stage II

Planning - IVFD RL 20 tpm makro - Pasien pulang -> rawat jalan


- Captopril 2 x 25 mg PO - Captopril 2 x 25 mg PO
- Amlodipine 1 x 10 mg PO - Amlodipine 1 x 10 mg PO
- Paracetamol 3 x 500 mg PO - Kontrol Poli Umum
Portofolio

PENATALAKSANAAN
HIPERTENSI
Joint National Committee - 8
Non-medikamentosa
Penurunan berat badan. Target indeks masa tubuh dalam rentang
normal, untuk orang Asia-Pasifik 18,5 22,9 kg/m2
Diet. Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). DASH
mencakup konsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, serta produk
susu rendah lemak jenuh/total.
Penurunan asupan garam. Konsumsi NaCl yang disarankan adalah
<6g/hari.
Aktivitas fisik. Targer aktivitas yang disarankan minimal 30
menit/hari, dilakukan paling tidak 3 hari dalam seminggu
Pembatasan konsumsi alcohol.
National Institute for health
and Clinical Excellence 2013
Kriteria untuk memulai antihipertensi:
Pasien hipertensi derajat 1 dengan minimal salah satu penyerta berikut:
Jejas pada organ target.
Riwayat penyakit kardiovaskular
Penyakit ginjal
Diabetes Melitus
Resiko kardiovaskular dalam 10 tahun >20%

Semua pasien hipertensi derajat 2.


Kelas obat Subkelas Contoh obat Dosis/hari Efek samping
Diuretic Tiazid Hidroclorotiazid (HCT) 12,5 50 mg Hipokalemia, hiperurisemia,
hipoglikemia, peningkatan
kolesterol dan trigliserida.

Loop diuretic Furosemide 20 80 mg Hypokalemia dan


hiperurisemia.

Beta-blocker Propanolol 40 160 mg Bronkospasme, bradikardia,


rasa lelah, peningkatan
trigliserida.
Atenolol 25 100 mg

Bisoprolol 2,5 10 mg
ACE inhibitor Captopril 25 100 mg

Ramipril 2,5 20 mg

Lisinopril 10 40 mg

ARB Valsartan 80 320 mg

Irbesartan 150 300 mg

Losartan 25 100 mg
CCB Nondihidropiridin Verapamil 120-360mg Edema, konstipasi.

Diltiazem 120-540mg

Dihidropiridin Amlodipine 2,5 10 mg Edema, konstipasi,


bradikardia, blok
Nifedipine 30 60 mg jantung.
(lepas lambat)
Agonis alpha-sentral Klonidin 0,1 0,8 mg Mulut kering, pusing,
sedasi ringan,
kelelahan, depresi,
edema.

Reserpine 0,1 -0,25 mg Angina, bradikardia,


sinkop, pusing,
depresi, mimpi
buruk, tardive
dyskinesia, letargi.

Antagonis Aldosterone Spironolakton 25 30 mg Hyperkalemia,


ginekomastia,
hyponatremia, ruam.
TERIMA KASIH