Anda di halaman 1dari 11

Oleh: Adani Adilarayani

(08121006060)
MHC merupakan kromosom bagian yang
memberi perintah khusus pada implantasi/
transplantasi untuk menyerang antigen
mengandung 200 gen yang disebut juga
komplek HLA.
Menentukan kemampuan seseorang untuk membeda-
bedakan self-non self
MHC mengatur interaksi antara berbagai sel yang
terlibat dalam respon imun. Tampak pada Sel T yang
hanya bereaksi dengan antigen asing kalau antigen
tersebut ditampilkan pada permukaan sel APC
bersama-sama dengan MHC.
Adanya reaksi penolakan jaringan merupakan
manifestasi kemampuan antigen MHC dalam mengenal
antigen asing, usaha perlindungan diri dari kerusakan.
MHC yang sering di sebut kompleks HLA terdapat
pada lengan pendek kromosom 6 dan menempati
suatu segmen DNA sebesar 3500 kb (4
centimorgan). Sebanyak 7 lokus genetik MHC, yang
ditetapkan sebagai :
Antigen kelas I Antigen kelas II
(MHC I) (MHC II)

HLA-A HLA-D
HLA-B HLA-DR
HLA-C HLA-DQ
HLA-DP
1. Penolakan jaringan transplantasi
2. Antigen sasaran yang dikenal oleh
limfosit T sitotoksik (CD8+)
3. Sitolisis sel yang terinfeksi virus

Antigen virus masuk ke tubuh MHC I menempel


pada antigen MHC I memberi sinyal ke makrofag
dengan mengeluarkan cairan Makrofag mengenali
antigen MHC menempel pada antigen Antigen
diserang
1. Immune response associated antigen
Antigen masuk tubuh Dihadang oleh APC
dilakukan bersama MHC kelas II Limfosit
T helper (CD4+) melalui reseptor TCR
mengenal antigen memberikan sinyal ke
sel B berploriferasi dan berdiferensiasi

2. Imunosupresi

3. Pengenalan sen dan interaksi sel


Mekaniseme Antigen di dalam Tubuh

Protein antigen in cytosol (cytoplasm) --> class I MHC pathway


Protein antigen in vesicles --> class II MHC pathway
FASE AFEREN
Antigen Transplan ke limfe merangsang respon aloreaktif
partikel antigen ditangkap fagosit diproses dan
presentasikan melalui MHC II kepada (CD4+) sensitisasi
limfosit T

FASE SENTRAL
48 jam setelah transplantasi Aktivasi migrasi limfosit
meningkat, ploriferasi sel T, pembentukan limfoid primer.
aktivitas sel T dan sel B dalam limpa dan kelenjar getah
bening muncul T-sitotoksik yang spesifik terhadap antigen

FASE EFEREN
Setelah aktivasi dalam kelenjar limfoid, sel T, sel B monosit
masuk ke dalam jaringan transplan melalui pembuluh darah
merusak jaringan dengan berbagai cara bergantung pada
inkompatibilitas
MHC molecules
MHC class I MHC class II

Peptide

Peptide
binding groove

Cell Membran
Terimakasih