Anda di halaman 1dari 33

MISI

SLOGAN 1.1. MEMBANGUN


MISI
MEMBANGUNJATENG
JATENG
MBOTEN KOROPSI BERBASIS
BERBASISTRISAKTI
TRISAKTIBUNG
BUNG PROGRAM
PROGRAMUNGGULAN
UNGGULAN
KARNO, BERDAULAT
KARNO, BERDAULAT
MBOTEN NGAPUSI DIBID POLITIK, BERDIKARI
DIBID POLITIK, BERDIKARI
1.1. MENINGKATKAN
MENINGKATKANDANDAN
DIBID MEMPER LUAS PENDIDIKAN
DIBIDEKONOMI
EKONOMI DANDAN MEMPER LUAS PENDIDIKAN
POLITIK
BERKEPRIBADIAN
BERKEPRIBADIANDIBID
DIBID POLITIKMASY
MASYUTK
UTK
MEWUJUDKAN
KEBUDAYAAN.
KEBUDAYAAN. MEWUJUDKANDEMOKRASI
DEMOKRASI
YG
2.2. MEWUJUDKAN YGBERKUALITAS.
BERKUALITAS.
MEWUJUDKAN 2.2. MELAKSANAKAN
KESEJAHTERA
KESEJAHTERAAN ANMASY
MASY MELAKSANAKANREFORMASI
REFORMASI
BIROKRASI
YG BERKEADILAN ,
YG BERKEADILAN , BIROKRASIBERBASIS
BERBASIS
MENANGGULANGI KOMPETESI.
MENANGGULANGI KOMPETESI.
KEMISKIN
KEMISKINAN ANDAN
DAN 3.3. MEMPERKUAT
MEMPERKUATSISTEM
SISTEM
PENGANGGURAN. PELAYAN
VISI PENGANGGURAN. PELAYANAN
ANPUBLIK
PUBLIKSCR
SCR
CEPAT,
3.3. MEWUJUDKAN
MEWUJUDKAN CEPAT,MURAH
MURAH
MENUJU JAWA PENYELENGGA
PENYELENGGARAANRAAN
TRANSPARAN
TRANSPARAN DAN
DAN
TERINTEGRASI
TENGAH PEMPROV JATENG YG
PEMPROV JATENG YG TERINTEGRASI. .
BERSIH,
BERSIH,JUJUR,
JUJUR, 4. MEWUJUDKAN DESA
4. MEWUJUDKAN DESA
SEJAHTERA DAN TRANSPARAN
TRANSPARAN MBOTEN
MBOTEN MANDIRI.
MANDIRI.
KORUPSI
KORUPSIMBOTEN
MBOTEN
BERDIKARI NGAPUSI
NGAPUSI. .
5. MENINGKATKAN
5. MENINGKATKAN
KESEJAHTERAAN
4.4. MEMPERKUAT KESEJAHTERAANBURUH.
BURUH.
MEMPERKUAT 6.6. RAKYAT
KELEMBAGAAN SOSIAL
KELEMBAGAAN SOSIAL RAKYATSEHAT
SEHAT
MASY
MASYUTK
UTKMENINGKAT
MENINGKAT 7.7. OPTIMALISASI
OPTIMALISASIFASILITASI
FASILITASI
KAN
KAN PERSATUANDAN
PERSATUAN PENYELENGGARAAN
DAN PENYELENGGARAAN
KESATUAN. PENDIDIKAN
KESATUAN. PENDIDIKANDASAR
DASARDAN
DAN
5.5. MEMPERKUAT MENENGAH.
MEMPERKUATPARTISIPASI
PARTISIPASI MENENGAH.
MASY
MASYDLM
DLMPENGAMBILAN
PENGAMBILAN 8.8. MENINGKATKAN
MENINGKATKANKEADILAN
KEADILAN
KEPUTUSAN DAN PROSES GENDER.
KEPUTUSAN DAN PROSES GENDER.
PEMBERDAYAAN
PEMBERDAYAAN
PEMB
PEMBYG
HAJAT
YGMENYANGKUT
MENYANGKUT 9.9. INFRASTRUKTUR
INFRASTRUKTURDAN
DAN
HAJATHIDUP
HIDUPORANG
ORANG SARANA TRANSPORTASI.
DESA/KELURAHAN
DESA/KELURAHAN
BANYAK.
BANYAK.
SARANA TRANSPORTASI.
10. IJO ROYO-ROYO
6.6. MENINGKATKAN 10. IJO ROYO-ROYO
MENINGKATKANKUALITAS
KUALITAS 11.
PELAYANAN
PELAYANANPUBLIK
PUBLIKUTK
UTK 11. MENINGKATKAN
MENINGKATKANFUNGSI
FUNGSIDAN
DAN
MEME NUHI KEB. DASAR PERAN SENI BUDAYA JAWA.2
MEME NUHI KEB. DASAR PERAN SENI BUDAYA JAWA.
MASY.
a. Meningkatkan fungsi dan peran bahasa jawa.

b. Mengembangkan dan melestarikan seni budaya


jawa.

c. Meningkatkan fungsi dan peran budi pekerti dalam


kehidupan

d. Meningkatkan penyelenggaraan/kualitas mata ajaran


muatan lokal terutama budi pekerti.
LATAR BELAKANG
Pada akhir-akhir ini, keprihatinan bangsa Indonesia terhadap
kelestarian adat istiadat dan nilai-nilai budaya bangsa benar-benar
dapat dirasakan hal ini disebabkan karena adanya pengaruh global dan
perkembangan iptek yang sangat cepat sehingga budaya kita semakin
luntur bahkan mendekati kepunahan.
Bangsa Indonesia pada awal abad 21 ini seperti sedang
kehilangan jati diri bangsa hal ini dapat kita lihat masyarakat bangsa
Indonesia lebih-lebih generasi mudanya telah berpaling dari
kebudayaannya, mereka lebih bangga dan gandrung pada budaya asing
yang dianggap modern sementara budayanya sendiri dianggap kuno.
Adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat merupakan
salah satu modal sosial yang dapat didayagunakan dalam mendukung
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di desa, sehingga
perlu di upayakan pelestarian dan pengembangannya sesuai dengan
karakteristik masyarakat. Kondisi saat ini adat istiadat dan nilai
sosial budaya di masyarakat telah mengalami pergeseran yang
diakibatkan oleh perkembangan jaman dan globalisasi. Pergeseran
tersebut dapak dilihat dan dirasakannya atau diterimanya budaya
asing oleh masyarakat kita, walaupun kurang dan tidak sesuai dengan
budaya masyarakat kita. Realitas tersebut tidak hanya dilaksanakan
oleh generasi muda, namun juga dilakukan oleh sebagian besar
masyarakat Indonesia.
Saat ini banyak karya budaya bangsa kita yang dicuri bangsa
asing seperti pencurian fosil-fosil purbakala di kawasan Sangiran,
pemalsuan patung dan koleksi benda sejarah di musium Radya Pustaka
Surakarta, banyak karya budaya bangsa kita yang diakui karya bangsa
lain, banyak tradisi atau adat istiadat dan budaya kita yang punah,
yang kesemuanya menunjukkan betapa sangat kurangnya kesadaran
kita dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa yang adi luhung.
Kini di alam globalisasi ini sudah saatnya kita saling bahu
membahu, bergandengan tangan untuk bersama-sama menyelamatkan
karya-karya budaya bangsa demi masa depan generasi muda penerus
bangsa.
Sesuai Pasal 7 ayat (1) Permendagri Nomor 52 Tahun 2007
kita diharapkan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya
Masyarakat Tingkat Pusat dan Daerah sebagai upaya menggali,
memelihara dan menumbuhkembangkan adat istiadat dan nilai-nilai
sosial budaya masyarakat yang beraneka ragam dlm mendukung
penyelenggaraan pemerintahan untuk mencapai kualitas ketahanan
nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
DASAR HUKUM
1. UUD Tahun 1945 Pasal 18 b ayat (2) hasil amendemen ke-4.
2. UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
3. UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
4. PP Nomor 38 Tahun 2007 pasal 7 ayat (2) huruf u dan w
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta kebudayaan menjadi
urusan wajib Pemda Prov dan Pemda Kab/Kota.
5. PP Nomor 72 Tahun 2007 tentang Desa. Desa adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang
berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang
diakui dan di hormati dalam sistem Pemerintahan NKRI.
6. Permendagri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan
Lembaga Kemasyarakatan.
7. Permendagri Nomor 52 Tahun 2007 tentang Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat.
8. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 32 Tahun 2016 tentang
Pedoman Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai
Sosial Budaya Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah.
MAKSUD DAN TUJUAN PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA
PELESTARIAN ADAT ISTIADAT DAN NILAI SOSIAL
BUDAYA MASYARAKAT
MAKSUD
Pembentukan Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat
dimaksudkan sebagai wadah aktualisasi dan koordinasi
antar sektor dalam rangka fasilitasi dan pembinaan
Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai
Sosial Budaya Masyarakat.
TUJUAN
Tujuan dibentuknya Pokja Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat
antara lain :
1.Meningkatkan pelaksanaan Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial
Budaya Masyarakat.
2.Meningkatkan pembinaan dlm pelaksanaan kegiatan
fasilitasi Pelestarian dan Pengembangan adat istiadat dan
nilai-nilai sosial buadaya masyarakat.
3. Menciptakan keterpaduan/sinkronisasi jalannya
program-program dan kegiatan Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di antara para anggota Pokja
yang ada di Pusat dan di Daerah.
4. Mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan
dan pembangunan.
PEMBENTUKAN POKJA

A. KEDUDUKAN
1. Pokja Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya
Masyarakat berkedudukan di Pusat, Provinsi
dan Kabupaten/Kota.
2. Satuan Tugas (Satgas) Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai
Sosial Budaya Masyarakat berkedudukan di
Kecamatan dan Desa/Kelurahan.
B. DASAR PEMIKIRAN
1. Pokja Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial
Budaya Masyarakat dibentuk dengan
Keputusan Menteri Dalam Negeri untuk
Tingkat Pusat, Keputusan Gubernur untuk
Provinsi, Keputusan Bupati/Walikota untuk
Kabupaten/Kota.
2. Satuan Tugas (Satgas) di Kecamatan
dibentuk berdasarkan Keputusan Camat
dan Satgas di Desa/Kelurahan, dibentuk
berdasarkan Keputusan Kepala
Desa/Kelurahan.
3. Pembentukan Pokja dan Satgas
Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya
Masyarakat, dengan memperhatikan prinsip :
a. Musyawarah mufakat.
b. Struktur organisasi sederhana, namun kaya
fungsi.
c. Keanggotaannya fungsional berdasarkan
kompetensi masing-masing unsur sehingga
ada kejelasan fungsi dan peran masing-
masing dlm pengorganisasian Pokja.
d. Memanfaatkan sumberdaya yang ada di
masyarakat.
C. TUGAS DAN FUNGSI
1. Tugas
Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat
dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat baik di
Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Satgas di
Kecamatan dan Desa/Kelurahan, mempunyai tugas :
a. Merumuskan pedoman pelaksanaan tugas pokja
dalam pelestarian dan pengembangan adat istiadat
dan nilai sosial budaya masyarakat.
b. Menyiapkan dan menganalisa data dan informasi
tentang keadaan maupun perkembangan berbagai
kegiatan yang diberikan dengan pelestarian dan
pengembangan adat dan nilai sosial budaya
masyarakat, untuk penyelesaian tindak lanjut.
c. Menyusun program kerja tahunan Pokja
pelestarian dan pengembangan adat
istiadat dan nilai sosial budaya
masyarakat.
d. Mengkoordinasikan seluruh pemangku
kepentingan Pemerintah Pusat, Provinsi,
Kab/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kel
dalam bidang pelestarian dan
pengembangan adat istiadat dan nilai
sosial budaya masyarakat.
e. Melakukan bimbingan, pembinaan,
fasilitasi, monitoring dan evaluasi
kegiatan pelestarian dan pengembangan
ada istiadat dan nilai sosial budaya
masyarakat.
f. Merekomendasikan tentang upaya pelestarian
adat istiadat sekaligus menginformasikan
kepada Lembaga Internasional tentang Adat
Istiadat dan Budaya Milik Bangsa Indonesia
g. Mengembangkan kegiatan lain sesuai dengan
kebutuhan.
h. Mengupayakan sumber-sumber pendanaan
dalam mendukung kegiatan pelestarian adat
istiadat dan pengembangan nilai sosial budaya
masyarakat.
i. Melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada
Menteri Dalam Negeri (pokja Pusat), Gubernur
(Pokja Provinsi), Bupati/Walikota (Pokja
Kabupaten/Kota), Camat (Satgas Kecamatan)
dan Kepala Desa/Lurah (Satgas
Desa/Kelurahan).
2. Fungsi
Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya
Masyarakat baik di Pusat, Provinsi dan
Kabupaten/Kota serta Satgas di Kecamatan dan
Desa/Kelurahan, mempunyai fungsi:
a. Wadah penyaluran aspirasi masyarakat dalam
pelestarian adat istiadat dan pengembangan
nilai sosial budaya masyarakat
b. Melaksanakan kebijakan pemerintah dalam
pelestarian adat istiadat dan pengembangan
nilai sosial budaya masyarakat.
c. Mengkoordinasikan program yang berkaitan
dengan pelestarian adat istiadat dan
pengembangan nilai sosial budaya
D. STRUKTUR POKJA

Pokja Pelestarian Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial


Budaya Masyarakat dibentuk di tingkat pusat, provinsi dan
Kabupaten /kota dengan struktur sebagai berikut:
1.Pokja Pusat
Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai
Sosial Budaya Masyarakat Pusat ditetapkan dengan Keputusan
Menteri Dalam Negeri, dengan anggota seluruh sektor dan
kelompok masyarakat terkait, sebagai berikut :
a.Pembina Menteri Dalam Negeri
b.Pengarah Sekretaris Jenderal Depdagri
c.Penanggung Jawab Dirjen PMD Depdagri
d.Sekretaris Direktur Pemberdayaan Adat dan Sosial Budaya
Masyarakat
e. Bidang-bidang, terdiri dari :
- Bidang Kelembagaan
- Bidang Komunikasi, Informasi, dan Edukasi.
- Bidang SDM, dll.
2. Pokja Provinsi

Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai


Sosial Budaya Masyarakat Provinsi ditetapkan dengan Keputusan
Gubernur, dengan anggota SKPD terkait dan kelompok
masyarakat terkait, sebagai berikut :
a.Pembina Gubernur
b.Pengarah Sekretaris Daerah Provinsi
c. Ketua Pimpinan SKPD yang membidangi tugas
Pemberdayaan Masyarakat
d. Sekretaris Pejabat Eselon III yang membidangi tugas
tugas sosial budaya dari SKPD yang mendampingi tugas
Pemberdayaan Masyarakat
e. Bidang-bidang, terdiri dari :
- Bidang Kelembagaan
- Bidang Komunikasi, Informasi, dan Edukasi.
- Bidang SDM
-Bidang Bina Program, dll.
3. Kabupaten/Kota
Pokja Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat Kabupaten/Kota ditetapkan dengan Keputusan
Bupati/Walikota, dengan anggota seluruh SKPD dan kelompok
masyarakat terkait, sebagai berikut :
a.Pembina Bupati/Walikota
b.Pengarah Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota
c. Ketua Pimpinan SKPD yang membidangi tugas Pemberdayaan
Masyarakat
d. Sekretaris Pejabat Eselon III yang membidangi tugas
tugas sosial budaya dari SKPD yang mendampingi tugas
Pemberdayaan Masyarakat
e. Bidang-bidang, terdiri dari :
- Bidang Kelembagaan
- Bidang Komunikasi, Informasi, dan Edukasi.
- Bidang SDM
- Bidang Bina Program
- Bidang Kebijakan dan Rekomendasi.
Dalam pelaksanaan tugas Pokja Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat
Tingkat Kab/Kota dibantu oleh Tim Sekretariat yang berkedudukan
pada SKPD yang membidangi tugas Pemberdayaan Masyarakat
dalam Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat
E. KEGIATAN POKJA

Kelompok Kerja Pelestarian Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai


Sosial Budaya Masyarakat yang didukung oleh Sekretariat Pokja
bertanggungjawab untuk melaksanakan kegiatan antara lain:
1.Melaksanakan rapat-rapat koordinasi/sinkronasi dalam rangka
fasilitasi terhadap kegiatan Pelestarian Pengembangan Adat Istiadat dan
Nilai Sosial Budaya Masyarakat yang dilaksanakan oleh
Departemen/Sektor/Dinas/SKPD terkait di Pusat dan Daerah.
2.Melaksanakan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang upaya
Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial
Budaya Masyarakat.
3.Melaksanakan monitoring dan evaluasi program Pelestarian
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat

Kegiatan-kegiatan pokja tersebut terbagi pada


bidang-bidang dan kegiatan masing-masing bidang disesuaikan dengan
kebutuhan daerah
KONSEP DASAR, PROGRAM DASAR DAN STRATEGI PELAKSANAAN
KEGIATAN

Upayapemberdayaan masyarakat melalui pelestarian dan


Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai-Nilai Sosial Budaya Masyarakat
dalam mendukung Penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan
dilakukan sebagai berikut :

KONSEP DASAR
Penyusunan Konsep Dasar yang meliputi :
1.Pengakomodasian keanekaragaman local untuk memperkokoh kebudayaan
nasional.
2.Penciptaan stabilitas nasional di bidang ideology, politik, ekonomi, sosial
budaya, agama maupun pemerintah dan keamanan nasional.
3.Menjaga, melindungi dan membina adat istiadat dan nilai sosial budaya
masyarakat.
4.Penumbuh kembangan semangat kebersamaan/ kegotongroyongan,
keadilan dan kemandirian masyarakat.
5.Menumbuh kembangkan partisipasi, kreatifitas dan modal sosial
masyarakat.
6.Terbentuknya komitmen dan kepedulian masyarakat yang menjunjung
tinggi nilai sosialo budaya masyarakat.
B. PROGRAM DASAR
Penyusunan program dasar yang meliputi :
1. Penguatan kelembagaan dengan unsure-unsur sebagai berikut :
a. Perencanaan;
b. Pengorganisasian;
c. Administrasi dan Operasional;
d. Pengawasan;
2. Peningkatan Sumber Daya Masyarakat Aparatur dengan unsure-
unsur sebagai berikut:
a. Fasilitasi secara berjenjang kepada aparatur,
b. Pengembangan kapasitas aparatur dalam penyusunan kebijakan
dan program berbasis adat istiadat dan sosial budaya;
c. Sosialisasi kebijakan dan Pogram Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai Sosial budaya;
d. Internalisasi kebijakan dan program berbasis budaya kepada aparat
pemerintah pusat dan daerah.
3. Pemantapan ketatalaksanaan dilaksanakan melalui
pengembangan koordinasi :
a. Metode peningkatan kapasitas kelembagaan,
sumber daya manusia dan tatalaksana Pelestarian
dan Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat;
b. Prosedur dalam Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan NiLAI Sosial Budaya
Masyarakat;
c. Mekanisme koordinasi dalam pelaksanaan
Pelestarian dan Pengembangan Adat Istiadat dan
Nilai Sosial Budaya Masyarakat.
C. STRATEGI PELAKSANAAN
Strategi pelaksanaan kegiatan pelestarian dan
pengembangan Adat Istiadat dan nilai-nilai sosial budaya
masyarakat dilakukan dengan upaya-upaya sebagai
berikut ;
1.Identifikasi nilai-nilai budaya yang masih hidup dan
potensial untuk dilestarikan dan dikembangkan;
2.Penyusunan langkah-langkah prioritas;
3.Pengkajian pranata sosial yang masih ada, diakui dan
diterima oleh masyarakat;
4.Pelembagaan forum-forum aktualisasi adat istiadat dan
nilai sosial budaya masyarakat dalam even-even strategis
daerah dan masyarakat;
5. Pengembangan/ pembentukan jaringan lintas pelaku
melalui penguatan kerjasama antar kelembagaan adat
istiadat di masing-masing daerah maupun lintas daerah
dan pengembangan jaringan kerjasama lintas pelaku;
6. Pengembangan penyebarluasan dan pemanfaatan nilai
sosial budaya masyarakat;
7. Pemeliharaan norma, nilai dan system sosial yang positif
di dalam masyarakat;
8. Internaslisasi nilai sosial budaya esensial yang ada dan
mentransformasikan menjadi nilai sosial budaya kekinian
menuju terciptanya masyarakat madani.
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

A. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN


Pembinaan dan pengawasan kegiatan Pokja Pelestarian dan
Pengembangan Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya Masyarakat,
dilakukan oleh :

1.Menteri Dalam Negeri, mengkoordinasikan pembinaan dan


pengawasan secara nasional atas pelestarian dan pengembangan adat
istiadat dan nilai sosial budaya masyarakat, dengan memberikan
pedoman pelaksanaan kegiatan dan bimbingan, supervise serta
konsultasi.
2.Gubernur, mengkoordinasikan pembinaan dan pengawasa lintas
Kabupaten/Kota atas pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan
nilai sosial buadaya masyarakat, dengan memberikan pedoman
pelaksanaan kagiatan, memberikan bantuan pembiayaan dan
bimbingan, supervise serta konsultasi.
3. Bupati/Walikota, mengkoordinasikan pembinaan dan
pengawasan lintas Kecamatan atas pelestarian dan
pengawasan lintas Kecamatan atas pelestarian dan
pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya
masyarakat, dengan memberikan bantuan pembiayaan
kegiatan, bimbingan, supervise serta konsultasi.
4. Bupati/Walikota dapat melimpah kepada Camat untuk
mengkoordinasikan pembinaan dan pengawasan lintas
Desa/Kelurahan atas pelestarian dan pengembangan
adat istiadat dan nilai sosial buadaya masyarakat,
dengan memberikan bantuan pembiayaan kegiatan
B. PENDANAAN

Kegiatan Pokja Pelestarian dan Pengembangan


Adat Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat, dibiayai dari :
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN);
2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Provinsi dan Kabupaten/Kota;
3. Sumber-sumber lain yang tidak mengikat.
KEPUTUSAN GUBERNUR DAN BUPATI/WALIKOTA
TENTANG PEMBENTUKAN POKJA PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN
ADAT ISTIADAT DAN NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT
No. GUB.KAB/KOTA NO. KEP DAN TGL TENTANG

1. Gub. Jateng 414.4/49/2009 Pembentukan Kelompok Kerja


Tanggal 11 Juni 2009 Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di Provinsi
Jawa Tengah.

2. Kab. Cilacap 414.1/609/29/Tahun Pembentukan Kelompok Kerja


2012 Pelestarian dan Pengembangan
Tgl. 19 Des 2012 Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di
Kabupaten Cilacap.

3. Kab. Klaten 411.4/480/2010 Pembentukan Kelompok Kerja


Tgl. 15 Des 2010 Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di
Kabupaten Klaten.

4. Kab. Demak 414.4/365/2011 Pembentukan Kelompok Kerja


Tgl. 15 Nop. 2011 Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di
Kabupaten Demak.
Kab. 414.4/130- Pembentukan Kelompok Kerja
5.
Pemalang D/BPMKB/2009 Pelestarian dan Pengembangan
Tgl. 15 Mei 2009 Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di Kabupaten
Pemalang.
Kab. Blora 800.22/962/2011 Pembentukan Kelompok Kerja
6.
Tgl. 17 Okt 2011 Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat di Kabupaten Blora.

Kab. Pekalongan 430/250 Tahun Pembentukan Kelompok Kerja


7.
2011 Pelestarian dan Pengembangan Adat
Tgl. 17 Okt 2011 Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat di Kabupaten Pekalongan.

Kab. 430/266 Tahun Pembentukan Kelompok Kerja dan


8.
Purbalingga 2009 Sekretariat Kelompok Kerja
Tgl. 15 Juli 2009 Pengembangan, Pelestarian Adat
Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Kabupaten Purbalingga Tahun 2009.
Kota Magelang 430/06/112 Tahun Pembentukan Kelompok Kerja
9.
2010 Pelestarian dan Pengembangan Adat
Tgl. 25 Peb. 2010 Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat di Kota Magelang.
Kab. Batang 411.4/040/2010 Pembentukan Kelompok Kerja
10.
Tgl. 20 Jan 2010 Pelestarian dan Pengembangan
Adat Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di Kabupaten
Batang.

Kab. 410/320/KEP/2009 Pembentukan Kelompok Kerja


11.
Kebumen Tgl. 22 Juli 2009 Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat di Kabupaten Kebumen.

Kab. 188.4/805/2010 Pembentukan Kelompok Kerja


12.
Purworejo Tgl. 24 Nop. 2010 Pelestarian dan Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai Sosial Budaya
Masyarakat di Kabupaten Purworejo.

Kab. Brebes 431.1/00893/2011 Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja)


13.
Tgl. 4 Mei 2011 Pelestarian Adat Istiadat dan Nilai
Sosial Budaya Masyarakat Kabupaten
Brebes Tahun 2011.
Kab. Banyumas 430/478/2009 Pembentukan
14.
Tgl. 10 Juli 2009 Kelompok Kerja
Pengembangan dan
Pelestarian Adat
Istiadat dan Nilai
Sosial Budaya
Masyarakat Kabupaten
Banyumas.
Kab Temanggung 411.1/508/2009 Pembentukan Kelompok
15.
Tgl. 6 Agts 2009 Kerja Pelestarian dan
Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di
Kabupaten Temanggung.
Kab. Kudus 430/160/2011 Pembentukan Kelompok
16.
Tgl. 13 Juni 2011 Kerja Pelestarian dan
Pengembangan Adat
Istiadat dan Nilai Sosial
Budaya Masyarakat di
Kabupaten Kudus.
33