Anda di halaman 1dari 40

TUGAS BIOLOGI

KELAS: XI-1 KEPERAWATAN

NAMA KELOMPOK:
1.SYENDY STEPANHY GONI
2.DEWI SULISTIAWATI PARI
3.RANI PATRICIA KINDANGEN
4.JENIFER SAHANGGAMU
5.CHRISTI JULIANA DATU
6.ADOLFIN KALANGIT
Pengertian Polusi
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah
masuknya atau dimasukkannya makhluk
hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke
dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh
proses alam sehingga kualitas lingkungan
turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan menjadi kurang
atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai
dengan peruntukannya (Undang-undang
Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4
Tahun 1982).
Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan
pencemaran disebut polutan. Syarat-syarat
suatu zat disebut polutan bila keberadaannya
dapat menyebabkan kerugian terhadap
makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida
dengan kadar 0,033% di udara berfaedah
bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari
0,033% dapat rnemberikan efek merusak.
Suatu zat dapat disebut polutan apabila:
Jumlahnya melebihi jumlah normal.
Berada pada waktu yang tidak tepat.
Berada di tempat yang tidak tepat.

Sifat polutan adalah :


Merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi dengan zat lingkungan tidak merusak lagi.
Merusak dalam waktu lama.Contohnya Pb tidak merusak bila konsentrasinya rendah. Akan tetapi dalam jangka waktu yang
lama, Pb dapat terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat yang merusak.

Macam-macam
Pencemaran
1) Berdasarkan Tempat Terjadinya
2) Berdasarkan Bahan
Pencemaran
3) Berdasarkan Tingkat
Pencemaran
a. Menurut tempat
terjadinya
1. Pencemaran udara
Pencemaran udara adalah
kehadiran satu atau lebih
substansi fisik, kimia, atau biologi
di atmosfer dalam jumlah yang
dapat membahayakan kesehatan
manusia, hewan, dan tumbuhan,
mengganggu estetika dan
kenyamanan, atau merusak
properti.
Sumber Polusi Udara
Kegiatan manusia
Transportasi
Industri
Pembangkit listrik
Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan
berbagai jenis bahan bakar
Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti
(CFC)
Sumber alami
Gunung berapi
Rawa-rawa
Kebakaran hutan
Sumber-sumber lain
Transportasi amonia
Kebocoran tangki klor
Timbulan gas metana dari lahan uruk /
tempat pembuangan akhir sampah
JENIS-JENIS BAHAN
PENCEMARAN
CO2

Karbon dioksida (C02)


Karbon dioksida (C02) dihasilkan dari pembakaran bahan organik,
seperti minyak bumi, batu bara, kayu, dan Iain-Iain oleh mesin pabrik
dan kendaraan. C02 terbesar dihasilkan dari pembakaran bahan
bakarfosil, seperti minyak bumi dan batu bara.

Karbon monoksida (CO)


Karbon moniksida adalah suatu komponen yang bersifat tidak
berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa, yang terdapat
dalam bentuk gas pada suhu di atas 192C, mempunyai berat
sebesar 96,9% dari berat air dan tidak larut dalam air.

CFC (Khloro Fluoro Karbon)


Gas CFC digunakan sebagai gas pengembang karena tidak bereaksi,
tidak berbau, dan tidak berasa. CFC banyak digunakan untuk
mengembangkan busa (busa kursi), untuk AC (Freon), pendingin
pada lemari es, dan hairspray. CFC akan menyebabkan lubang ozon
di atmosfer.
2
Gas belerang oksida (SO,SO2) di udara dihasilkan oleh
pembakaran fosil (minyak, batubara). Gas tersebut dapat
bereaksi dengan gas nitrogen oksida dan air hujan, yang
menyebabkan air hujan menjadi asam, yang disebut hujan
asam .Hujan asam mengakibatkan tumbuhan dan hewan-
hewan tanah mati, produksi pertanian merosot, besi dan
logam mudah berkarat, bangunan-bangunan kuno, seperti
candi menjadi cepat aus dan rusak, demikian pula
bangunan gedung dan jembatan.

Asap Rokok
Asap rokok bisa menyebabkan batuk kronis, kanker paru-
paru, mempengaruhi janin dalam kandungan dan berbagai
gangguan kesehatan lainnya.Perokok dibedakan menjadi
dua yaitu perokok aktif (mereka yang merokok) dan
perokok pasif (orang yang tidak merokok tetapi menghirup
asap rokok). Perokok pasif lebih berbahaya daripada
perokok aktif
Pencemaran Udara
Dampak kesehatan
Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas
atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.
Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Dampak terhadap tanaman


Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat
terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan
bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat
menghambat proses fotosintesis.

Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara
seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan
menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain :
Mempengaruhi kualitas air permukaan
Merusak tanaman
Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga
memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana,


ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas
matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas
terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena
pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global adalah:
Peningkatan suhu rata-rata bumi
Pencairan es di kutub
Perubahan iklim regional dan global
Perubahan siklus hidup flora dan fauna

Kerusakan lapisan ozon


Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km)
merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi
ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-
molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC
yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan
laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari
pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan
ozon.
Solusi Mengatasi
Polusi Udara
Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan
Menghemat Energi yang digunakan.
Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.
Tidak menebang hutan dan melakukan pembakaran
hutan secara liar
Melakukan penanaman pohon dan memeliharanya
dengan baik.
Gunakan kendaraan yang ramah lingkungan
Tidak merokok di dalam ruangan
Larangan penggunaan gas Menempatkan daerah
industri atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau
pemukiman penduduk.
Pencemaran Air

Pengertian pencemaran air


Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di
suatu tempat penampungan air sepertidanau,sungai
,lautandanair tanahakibat aktivitas manusia.
Penyebab pencemaran air
Limbah Pertanian.
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik.
Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian
dimakan hewan atau manusia, orang yang memakannya akan mati. Untuk
mencegahnya, upayakan memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus
membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradable (dapat terurai secara biologi)
dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obat ke
sungai. Pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air
(eutrofikasi), karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur
(blooming). Hal ini akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme
dalam air, karena oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air
terhalang dan tidak dapat masuk ke dalam air, sehingga kadar oksigen dan sinar
matahari berkurang.

Limbah Rumah Tangga


Limbah rumah tangga berupa berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi,
minyak, lemak, air buangan manusia), atau bahan anorganik misalnya plastik,
aluminium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah yang tertimbun
menyumbat saluran air dan mengakibatkan banjir. Pencemar lain bisa berupa
pencemar biologi seperti bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut
dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan, akibatnya kadar oksigen
dalam air turun drastis sehingga biota air akan mati.
Limbah Industri
Limbah industri berupa polutan organik yang berbau busuk,
polutan anorganik yang berbuih dan berwarna, polutan yang
mengandung asam belerang berbau busuk, dan polutan
berupa cairan panas. Kebocoran tanker minyak dapat
menyebabkan minyak menggenangi lautan sampai jarak
ratusan kilometer. Tumpahan minyak mengancam kehidupan
ikan, terumbu karang, burung laut, dan organisme laut lainnya
untuk mengatasinya, genangan minyak dibatasi dengan pipa
mengapung agar tidak tersebar, kemudian ditaburi dengan zat
yang dapat menguraikan minyak.

Penangkapan Ikan Menggunakan racun


Sebagian penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba
(racun dari tumbuhan), potas (racun kimia), atau aliran listrk
untuk menangkap ikan. Akibatnya, yang mati tidak hanya ikan
tangkapan melainkan juga biota air lainnya.
Dampak pencemaran air
Dapat menyebabkan banjir
Terganggunya kehidupan organisme
air karena berkurangnya kandungan
oksigen.
Terjadinya ledakan populasi
ganggang dan tumbuhan air
(eutrofikasi)
Kekurangan sumber air
Dapat membuat sumber penyakit
Kerugian untuk Nelayan
Solusi mengatasi polusi air adalah sbb :

Tidak membuang sampah ke selokan


Tidak membuang limbah cair ke selokan/sungai. Industri
di haruskan membuat kolam pengolah limbah cair
sehingga limbah cair yang di buang ke sungai tidak
membahayakan ekosistem air. Seharusnya limbah
pemukiman tidak langsung dibuang ke sungai melainkan
di masukkan terlebih dahulu ke kolam pengolah limbah
Tidak membuang sampah di sembarang tempat, yang
akan terbawa aliran air hujan ke selokan atau sungai
Tidak membuang sisa obat/pestisida ke selokan atau
sungai
Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah kerusakan lapisan


tipis bumi yang bermanfaat yaitu tanah
produktif
untuk menumbuhkan tanaman sebagai
sumber bahan makanan
Pencemaran tanah dapat
disebabkan oleh :
hasil pembuangan limbah yang
mengandung bahan-bahan anorganik
yang sukar terurai seperti Sampah
plastik, pecahan kaca, logam maupun
karet yang di timbun dalam tanah
Sisa pestisida dari kegiatan pertanian
yang meresap ke dalam tanah
Limbah deterjen yang dibuang ke
tanah.
Dampak pencemaran tanah
Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang
tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung diantaranya tempat pembuangan
limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit
Dampak lain-lain antara lain :
Sampah plastik, pecahan kaca, logam dan karet yang
ditimbun dalam tanah sulit diuraikan pengurai dalam tanah.
Keberadaannya dalam tanah dapat menurunkan kesuburan
tanah.
Pembuangan limbah deterjen dan kandungan
pestisida dalam tanah dapat membunuh organisme pengurai
dalam tanah sehingga mengganggu proses penguraian
senyawa organisasi
Terkikisnya lapisan humus dari permukaan tanahdapat menurunkan produktivitas
tanah, tanah menjadi kurang subur. Deposit senyawa asam dari hujan asam
dapat menyebabkan perubahan derajat keasaman (pH)
tanah, hal ini berdampak pada aktivitas organisme pengurai
dalam tanah. Perubahan keasaman tanah ini juga
berpengaruh tidak baik terhadap penyerapan zat hara dari
tanah oleh tumbuhan.

Cara Menanggulangi
Pencemaran Tanah
Remediasi , yaitu kegiatan membersihkan permukaan
tanah yang tercemar
Bioremedias , yaitu proses pembersihan dengan
menggunakan mikroorganisme
Daur ulang sampah anorganik
Pembuatan kompos untuk sampah organik
Menjadikan sisa-sisa makanan sebagai makanan ternak
Limbah deterjen sebaiknya jangan dibuang ke tanah,
tetapi ditampung ke dalam bak penampungan untuk
selanjutnya dilakukan pengendapan, penyaringan, dan
penjernihan.
Memperluas gerakan penghijauan.
Pencemaran Suara

Pengertian Pencemaran Suara


Polusi suaraataupencemaran suaraadalah
gangguan pada lingkungan yang diakibatkan oleh
bunyiatausuarayang mengakibatkan
ketidaktentraman makhluk hidup di sekitarnya.
Pencemaran suara diakibatkan suara-suara
bervolume tinggi , suara kendaraan , suara manusia ,
yang membuat daerah sekitarnya menjadi bising
yang menyebabkan sulit tidur, tuli, gangguan
kejiwaan, penyakit jantung, gangguan janin dalam
kandungan, dan stress .

Berdasarkan Macam Bahan Pencemar

, Menurut macam bahan


pencemarnyapencemaran dibedakan
menjadi berikut ini :

Pencemaran kimia : CO2, logam berat (Hg, Pb,


As, Cd, Cr, Ni), bahan radioaktif, pestisida,
detergen, minyak, pupuk anorganik.
Pencemaran biologi : mikroorganisme seperti
Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella
thyposa.
Pencemaran fisik : logam, kaleng, botol, kaca,
plastik, karet.
Berdasarkan Tingkat Pencemaran

Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran dibedakan menjadi


sebagai berikut:

Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi (gangguan) ringan


pada
panca indra dan tubuh serta telah menimbulkan kerusakan pada
ekosistem lain. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan mata pedih.
Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada faal tubuh dan
menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya pencemaran Hg (air raksa)
di Minamata Jepang yang menyebabkan kanker dan lahirnya bayi
cacat.
Pencemaran yang kadar zat-zat pencemarnya demikian besarnya
sehingga menimbulkan gangguan dan sakit atau kematian dalam
lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.
PARAMETER PENCEMARAN LINGKUNGAN

Pengertian Parameter Lingkungan


Untuk mengukur tingkat pencemaran
disuatu tempat digunakan parameter
pencemaran. Parameter pencemaran
digunakan sebagai indikator (petunjuk)
terjadinya pencemaran dan tingkat
pencemaran yang telah terjadi.
MACAM MACAM
PARAMETER
Meliputi pengukuran tentang warna, rasa, bau, suhu,
kekeruhan, dan radioaktivitas.

Parameter Biologi
Di alam terdapat hewan-hewan, tumbuhan, dan
mikroorganisme yang peka dan ada pula yang tahan
terhadap kondisi lingkungan tertentu. Organisme yang
tahan akan tetap hidup. Siput air dan Planaria merupakan
contoh hewan yang peka pencemaran. Sungai yang
mengandung siput air dan planaria menunjukkan sungai
tersebut belum mangalami pencemaran. Sebaliknya
cacing Tubifex (cacing merah) merupakan cacing yang
tahan hidup dan bahkan berkembang baik di lingkungan
yang kaya bahan organik, meskipun species hewan yang
lain telah mati. Ini berarti keberadaan cacing tersebut
dapat dijadikan indikator adanya pencemaran zat
organik. Organisme yang dapat dijadikan petunjuk
pencemaran dikenal sebagai indikator biologis.

rendah dari 6,5 atau lebih tinggi dari 8,5. Bahan-bahan organik organik
biasanya menyebabkan kondisi air menjadi lebih asam. Kapur
menyebabkan kondisi air menjadi lebih alkali (basa). Jadi, perubahan pH
air tergantung kepada bahan pencemarnya.
Pengukuran Kadar CO2
Gas CO2 juga dapat larut ke dalam air. Kadar CO2 terlarut sangat
dipengaruhi oleh suhu, pH, dan banyaknya organisme yang hidup
dalam air. Semakin banyak organisme di dalam air, semakin tinggi
kadar karbon dioksida terlarut (kecuali jika di dalam air terdapat
tumbuhan air yang berfotosintesis). Kadar gas CO dapat diukur dengan
cara titrimetri.
Pengukuran Kadar Oksigen Terlarut
Kadar oksigen terlarut dalam air yang alami berkisar 5 7 ppm (part
per million atau satu per sejuta; 1 ml oksigen yang larut dalam 1 liter
air dikatakan memiliki kadar oksigen 1 ppm).
Penurunan kadar oksigen terlarut dapat disebabkan oleh tiga hal :
1. Proses oksidasi (pembokaran) bahan-bahan organik.
2. Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan bakteri anaerob dari
dasar perairan.
3. Proses pernapasan organisme yang hidup di dalam air, terutama
pada malam hari.
Parameter kimia yang dilakukan melalui kegiatan pernapasan jasad
renik dikenal sebagai parameter biokimia, contohnya adalah
pengukuran BOD atau KOB
Pengukuran BOD
Bahan pencemar organik (daun, bangkai, karbohidrat, protein)
dapat diuraikan oleh bakteri air. Bakteri memerlukan oksigen
untuk mengoksidasikan zat-zat organik tersebut, akibatnya
kadar oksigen terlarut di air semakin berkurang. Semakin
banyak bahan pencemar organik yang ada diperairan, semakin
banyak oksigen yang digunakan, sehingga mengakibatkan
semakin kecil kadar oksigen terlarut.
Banyaknya oksigen terlarut yang diperlukan bakteri untuk
mengoksidasi bahan organik disebut sebagai Konsumsi Oksigen
Biologis (KOB / COD) atau Biological Oksigen Demand, yang
biasa disingkat BOD.
Angka BOD ditetapkan dengan menghitung selisih antara
oksigen terlarut awal dan oksigen terlarut setelah air sampel
disimpan selama 5 hari pada suhu 200C. Karenanya BOD ditulis
secara lengkap BOD205 atau BOD5 saja.
Parameter Biologi

Di alam terdapat hewan-hewan, tumbuhan, dan


mikroorganisme yang peka dan ada pula yang
tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu.
Organisme yang tahan akan tetap hidup. Siput air
dan Planaria merupakan contoh hewan yang peka
pencemaran. Sungai yang mengandung siput air
dan planaria menunjukkan sungai tersebut belum
mangalami pencemaran. Sebaliknya cacing Tubifex
(cacing merah) merupakan cacing yang tahan hidup
dan bahkan berkembang baik di lingkungan yang
kaya bahan organik, meskipun species hewan yang
lain telah mati. Ini berarti keberadaan cacing
tersebut dapat dijadikan indikator adanya
pencemaran zat organik. Organisme yang dapat
dijadikan petunjuk pencemaran dikenal sebagai
indikator biologis
TERIMA KASIH