Anda di halaman 1dari 30

LIFE CYCLE COST

ANALYSIS (LCCA)
Bagus Hario Setiadji
Program Magister Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas
Diponegoro
Definisi
LCCA merupakan konsep kunci dari manajemen
aset, berupa suatu metode analisis secara teknis
yang dikembangkan berdasarkan konsep ekonomi
untuk mengevaluasi efisiensi jangka panjang dari
beberapa alternatif investasi yang tersedia. LCCA
merupakan salah satu tool yang sangat penting
untuk membantu dalam pengambilan keputusan.
LCCA bertujuan untuk melihat alternatif investasi
mana (yang memenuhi persyaratan kinerja yang
ditetapkan) yang dapat memberikan
harga/pembiayaan jangka panjang yang terbaik.
Periode Analisis dari LCCA
Untuk memungkinkan analisis yang dilakukan
memberikan hasil yang cukup reasonable, federal
highway administration (FHWA) menetapkan
bahwa periode analisis untuk LCCA di pekerjaan
di bidang jalan harus cukup panjang, setidaknya
selama 35 40 tahun.
Dengan menetapkan periode analisis yang cukup
panjang, maka akan lebih banyak alternatif
investasi yang bisa digunakan di dalam analisis
LCCA.
Periode Analisis dari LCCA
Di dalam periode analisis ini mencakup semua
pekerjaan, mulai dari pekerjaan pembangunan,
pemeliharaan, peningkatan dan sampai dengan
pekerjaan rekonstruksi atau pada saat kondisi
akhir dari perkerasan jalan (dinyatakan sebagai
indeks pelayanan akhir dari jalan atau pt) =
failure.

pt
Indikator Ekonomi
Indikator akan efisiensi ekonomi yang umumnya
digunakan dalam analisis LCCA adalah net
present value (NPV), yang dapat diilustrasikan
dalam diagram alir berikut.
Indikator Ekonomi
Persamaan NPV:

1
- Salvage nK
value 1 i
i = discount factor
n = tahun pelaksanaan kegiatan
Indikator Ekonomi
Indikator Ekonomi
Contoh penggunaan diagram alir dalam analisis
NPV:

Use
r
cos
t
Indikator Ekonomi
Harus diingat: identifikasi komponen-komponen
kegiatan harus cermat, karena akan
menyebabkan hasil NPV menjadi under-estimate
atau over-estimate.
Indikator benefit cost ratio (B/C) umumnya tidak
direkomendasikan karena sulitnya memilah-milah
komponen-komponen mana yang termasuk ke
dalam benefit dan cost.
Contoh: keuntungan dari hasil modal yang
berasal dari pinjaman, akan masuk kemana?
Software LCCA dan Nilai
Awal
LCCA dapat dilakukan secara manual (misalnya
menggunakan software Microsoft ExcelTM) atau
software yang secara khusus didesain untuk
kebutuhan LCCA (misalnya LCCAExpress2).
Nilai awal yang dijadikan input untuk menjalankan
analisis LCCA sebisa mungkin merupakan nilai
yang berlaku saat ini (bisa diperoleh dengan
survei sekunder, misalnya ke instansi-instansi).
Atau kalau nilai yang berlaku saat ini tidak bisa
diperoleh, maka acuan berikut bisa diambil:
berdasarkan justifikasi atau perkiraan teknis dari pakar
perkiraan nilai yang berlaku berdasarkan data historis
gunakan nilai default yang disediakan oleh software
khusus LCCA (apabila ada)
Akurasi dari Analisis LCCA
Hasil perhitungan dalam analisis LCCA sangat
menggantungkan pada prediksi yang akurat dari
umur layan perkerasan, perkiraan biaya masing-
masing komponen, dan interval dari setiap
kegiatan pemeliharaan yang dibutuhkan oleh
perkerasan. Hal ini sangat tergantung dari
engineering judgment dan akurasi data historis.
Umur layan sangat tergantung dari berbagai faktor
seperti besarnya beban lalu lintas yang akan lewat
dan ini seringkali sulit untuk diprediksi. Begitu juga
dengan batasan tingkat layanan dimana
perkerasan perlu direhabilitasi. Nilai p t (indeks
pelayanan jalan akhir) = 2,5 sering digunakan
untuk jalan dalam kota/jalan tol, sedangkan p t =
Biaya-biaya dalam LCCA
Biasanya LCCA mencakup dua jenis biaya (cost),
yaitu agency cost dan user cost.
Agency cost biaya untuk perencanaan,
konstruksi dan operasional infrastruktur.
Biaya-biaya dalam LCCA
Komponen dari agency cost
Preliminary engineering: planning dan design cost
Contract administration: bidding dan contract
Initial construction: seluruh biaya yang harus
dikeluarkan untuk konstruksi infrastruktur
Construction supervision: construction management,
inspection
Maintenance: seluruh biaya untuk pemeliharaan
infrastruktur, baik rutin atau berkala
Rehabilitation: seluruh biaya untuk peningkatan
infrastruktur
Salvage value: perkiraan nilai infrastruktur di akhir umur
layan.
Biaya-biaya dalam LCCA
User cost merupakan biaya yang harus dibayar oleh
user (pengguna) pada saat menggunakan infrastruktur,
baik pada saat infrastruktur tersebut beroperasi,
maupun pada saat periode konstruksi dalam rangka
pemeliharaan/peningkatan jalan (contoh: waktu,
keselamatan/safety, BOK dan lain-lain).
Komponen dari user cost
Normal operation: kadangkala diabaikan dalam analisis LCCA,
karena ada kemungkinan komponen ini sama untuk semua
alternatif. Namun harus dipertimbangkan apabila terdapat
perbedaan mendasar dalam alternatif, misalkan antara
perkerasan kaku dan lentur (karena biaya operasi kendaraan
pada jalan beton dan aspal berbeda)
Work zone: biaya yang harus dibayarkan oleh user dikarenakan
adanya tundaan (delay) pada area kerja (work zone)
Biaya-biaya dalam LCCA
Ilustrasi tundaan pada area kerja (work zone)
Biaya-biaya dalam LCCA
Ada kemungkinan untuk memasukkan biaya yang
harus dikeluarkan bukan oleh pengguna (non-
user cost), seperti: biaya polusi terhadap
lingkungan (emisi udara alat berat, emisi udara
kendaraan, kebisingan, gangguan visual, dan
sebagainya) dan gangguan terhadap lingkungan
sekitar.
Non-user cost ini sulit dikuantifikasi, dan biasanya
tidak dimasukkan ke dalam analisis LCCA kecuali
pada lingkungan perkotaan atau area
metropolitan dengan lalu lintas padat dan rawan
kemacetan.
Biaya-biaya dalam LCCA
LCCA mengasumsikan bahwa benefit adalah
sama untuk semua alternatif, jadi LCCA hanya
melakukan evaluasi terhadap semua biaya (cost).
Namun apabila ada perbedaan dari benefit dari
setiap alternatif, maka hasil analisis yang akan
diperoleh menjadi lebih komprehensif.
Apabila digunakan indikator NPV dan hanya cost
saja yang diperhitungkan, maka NPV yang
bernilai negatif terkecil yang menunjukkan bahwa
alternatif tersebut lebih layak untuk dipilih.
Contoh Sederhana LCCA (1)
Suatu jalan hendak dibangun dengan menggunakan 2
alternatif konstruksi:
(a) Perkerasan lentur
Biaya konstruksi (C) = Rp 25 M
Biaya pemeliharaan rutin (RM)
selama 5 tahun @ Rp 2 M
Biaya pelapisan ulang (R)
pada tahun ke-6 = Rp 15 M

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

C RM RM RM RM RM R
Contoh Sederhana LCCA (1)
Contoh: Suatu jalan hendak dibangun dengan
menggunakan 2 alternatif konstruksi (lanjutan):

(b) Perkerasan kaku


Biaya konstruksi (C) = Rp 50 M
Biaya pemeliharaan berkala
pada tahun ke-5 (PM) = Rp 1 M

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

C PM
Contoh Sederhana LCCA (1)
Penyelesaian (dengan perkerasan lentur):
PW (present worth atau nilai sekarang) dari biaya
konstruksi (C) = Rp 25.000.000.000,-
PW dari biaya pemeliharan rutin (RM)
1
1 0.055
= Rp 2.000.000.000,- *

1
1
1 0.055
101.055 3 101.055 4 101.055 5
2

= Rp 8.540.568.951,-
PW dari biaya pelapisan ulang (R)
101.055 6
= Rp 15.000.000.000,- *
= Rp 10.878.687.500,-
Jadi nilai proyek tersebut adalah Rp 44.419.256.451,-
Contoh Sederhana LCCA (1)
Penyelesaian (dengan perkerasan kaku):
PW dari biaya konstruksi (C) = Rp 50.000.000.000,-
PW dari biaya pemeliharaan berkala (PM)


= Rp 1.000.000.000,-
1
1 0*
.055
5

= Rp 765.134.350,-

Jadi nilai proyek tersebut adalah Rp 50.765.134.350,-

Kesimpulan: konstruksi perkerasan lentur lebih bisa


diterima (dari sisi pembiayaan)
Contoh Sederhana LCCA (1)
Contoh tersebut sangat menyederhanakan
analisis LCCA. Dalam hal apa?
Periode analisis terlalu pendek
Hanya mempertimbangkan agency cost
Apakah nilai dari masing-masing kegiatan
konstruksi sudah sesuai?
User cost apa saja yang harus diperhatikan?
Bagaimana komposisi kendaraan yang melalui
segmen jalan tersebut?
Contoh Sederhana LCCA (1)
Bagaimana seharusnya?
Silakan didiskusikan dalam kelompok!
Contoh Sederhana LCCA (2)
Suatu segmen jalan tol akan dibangun melewati
daerah perbukitan, oleh karena itu dipilih 2
alternatif rute.
Rute (1) langsung melalui perbukitan
Rute (2) memutar perbukitan, walaupun akan
menyebabkan jarak tempuh bertambah 5 km.
A Bagaimana anda
merencanakan komponen-
komponen kegiatan LCCA
untuk kedua rute tersebut?
Apa saja yang harus
dipertimbangkan?
B
Silakan didiskusikan dalam
kelompok!
Contoh Sederhana LCCA (2)
Pertimbangan-pertimbangan yang harus diambil:
Hal-hal yang Rute 1 Rute 2
dipertimbangkan
Periode analisis 40 tahun 40 tahun
Kecepatan rencana 60 km 80 km
Kemiringan medan 6% - 8% 2% - 3%
Kondisi tanah dan geologi ??? ???
Jenis perkerasan Lentur Kaku
Panjang rute 10 km 15 km
Light vehicle Light vehicle,
Komposisi kendaraan
heavy vehicle
Contoh Sederhana LCCA (2)
Pertimbangan-pertimbangan yang harus diambil:
Hal-hal yang Rute 1 Rute 2
dipertimbangkan
Biaya operasi kendaraan Relatif tinggi Rendah
Rendah Tinggi
Biaya konstruksi
sedang
Frekuensi pemeliharaan Tinggi Rendah
Tarif tol Relatif tinggi Sedang
Tingkat kesulitan Tinggi Rendah
konstruksi


Analisis Resiko (Risk
Analysis)
Analisis resiko biasanya dilakukan untuk memprediksi
kemungkinan yang timbul selama infrastruktur
tersebut beroperasi.
Contoh resiko yang mungkin timbul: pada jalan tol
Jalan yang cepat rusak
Pergerakan tanah
Demand yang tidak tercapai
Kenapa analisis resiko dibutuhkan di dalam analisis
LCCA?
Karena setiap input di dalam LCCA umumnya
mempunyai ketidakpastian dalam nilainya (ini dapat
terlihat bahwa nilai input tersebut selalu bervariasi
terhadap waktu).
Analisis Resiko (Risk
Analysis)
Cara paling mudah untuk menerapkan analisis
resiko dalam LCCA adalah dengan
memberlakukan analisis sensitivitas terhadap
semua input LCCA. Misalkan: biaya konstruksi
adalah sebesar C + 20%.
Cara yang lebih kompleks dengan menggunakan
simulasi Monte Carlo berdasarkan distribusi
probabilistik.
Analisis Resiko (Risk
Analysis)
Dengan simulasi Monte Carlo, ribuan sampel dari
nilai initial cost, future cost, nilai i dan n dapat
diambil dari distribusinya masing-masing untuk
menghitung setiap kemungkinan skenario what-if.
Dengan simulasi ini, dapat ditentukan pilihan
terbaik dari setiap input yang ada.
Referensi utama:
Federal Highway Administration, (1998), Life-
cycle cost analysis in pavement design.

End of Class.

Thank You.