Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN KERJA PRAKTEK

PEKERJAAN STRUKTUR PONDASI PADA


PROYEK PEMBANGUNAN
GEDUNG BCA KCP PURI BEGAWAN
B0GOR
Jln. Otto Iskandar Dinata, Kota Bogor

Disusun Oleh:
Muhammad Eki Juliansyah ( 0531 13
052 )
Vansya Pratama Lubis ( 0531 13 094
)
PENDAHULUAN
Latar Belakang Proyek
Demi menciptakan pelayan nasabah yang terbaik, PT. Bank Central Asia, Tbk, memperkuat
jaringan tiap daerah dengan menambah armada kantor cabang pembantu di kawasan Kota
Bogor. Dengan menambahnya armada baru, kantor ini diharapkan dapat
mempermudah akses perbankan khusunya nasabah di Kota Bogor.

Maksud dan Tujuan Proyek


Pembangunan proyek ini ditujukan untuk :
Menghadirkan fasilitasi kegiatan transaksi keuangan/ perbakan di Kota Bogor.
Menciptakan lapangan kerja baru baik selama dan setelah pengerjaan proyek.

Lokasi Proyek
Lokasi proyek pembangunan Gedung BCA Kantor Cabang
Pembantu (KCP) di Jl. Otto Iskandardinata (OTISTA) Bogor,
Jawa Barat.
LOKASI PROYEK
BATAS BATAS
PROYEK
DATA UMUM & TEKNIS PRO
YEK
Data Umum
Nama Proyek : BCA KCP Puri Begawan
Lokasi Proyek : Jl. Otto Iskandardinata, Bogor
Fungsi Bangunan : Gedung Perkantoran
Pemilik Proyek : PT. BCA Tbk
Konsultan Perencana Struktur : PT. Mitratalenta Konsultindo
Manajemen Proyek : PT. Mitratalenta Konsultindo
Kontraktor Pelaksana : PT. Inti Indah
Nilai Kontrak -PPN : Rp. 12.000.000.000
Jenis Kontrak : Fix Lump sum
Jenis Lelang : Penunjukan Langsung
Waktu Pelaksanaan : 25 Agustus 2016 30 April 2017
Cara Pembayaran : Monthly Progress Payment
Sumber dana : PT. Bank Central Asia Tbk.
DATA UMUM & TEKNIS PRO
YEK
Data Teknis
Luas Lahan : 2.294m2
Luas Bangunan Total : 966 m2
Jumlah Lantai : 4 Lantai
Luas Lantai 1 s/d 4 : 3.864 m2
Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan K
erja Praktek
Latar Belakang Kerja
Praktek
Kerja praktek merupakan proses akademik untuk mendukung proses bela
jar di perguruan tinggi yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai
salah satu syarat untuk meraih gelar strata 1 ( S1 ).

Maksud Kerja Praktek


Kerja praktek merupakan proses perpaduan sebagai komponen pengetahuan teoritis
dengan praktek sehingga materi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan da
n memperluas wawasan penerapan teori dan pengetahuan yang telah diterima di dal
am perkuliahan.
Latar Belakang, Maksud, dan Tujuan K
erja Praktek
Tujuan Kerja Praktek
Tujuan diadakannya kerja praktek adalah sebagai berikut:
Mengaplikasi dan membandingkan teori yang telah didapat di per
kuliahan dengan aplikasinya di lapangan.
Mengetahui pelaksanaan proyek konstruksi dan melihat pro
sesnya secara langsung di lapangan.
Memahami struktur organisasi proyek konstruksi secara la
ngsung.
Melengkapi persyaratan akademis Strata Satu Program Studi Te
knik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor.
BAGAN - BAGAN

Kerangka Pemikiran
Kerja Praktek
PEMBAHASAN
Pembatasan Masalah
Pekerjaan lapangan yang dibahas pada laporan ini tidak me
ncakup seluruh pekerjaan proyek melainkan pekerjaan yang
diamati selama masa kerja praktek. Adapun pekerjaan yan
g dibahas adalah sebagai berikut :
Pekerjaan Pondasi Pancang
Pekerjaan Tie Beam
Pekerjaan Pile Cap
BAGAN - BAGAN

Work Breakdown
Sturcture (WBS)
BAGAN - BAGAN

Strukture
Organisasi Proyek
TINJAUAN KERJA PRAKTEK
Pelaksanaan Teknis

Pondasi Pancang Tie Bean

Pile Cap
PONDASI PANCANG

Pembersihan Lahan

Penentuan Titik Pancang & Grid Line

Pemancangan dengan alat HSPD

Kontrol Tekanan di Ruang Kontrol pada alat


HSPD

Pemotongan Tiang Pancang


PONDASI PANCANG
Pembersihan Lahan

Penentuan Titik Pancang & Grid Line


1 2 3

Pemancangan dengan alat HSPD

6 5 4
Kontrol Tekanan di Ruang Kontrol pada alat
HSPD

Pemotongan Tiang Pancang

7 8
PILE CAP
Pekerjaan Galian Pile Cap

Pembobokan Tiang Pancang

Pemasangan Bekisting

Pembesian Pile Cap


PILE CAP
Pekerjaan Galian Pile Cap

Pembobokan Tiang Pancang 1 2 3

Pemasangan Bekisting

6 5 4
Pembesian Pile Cap
TIE BEAM

Pekerjaan Galian Tie Beam

Pemasangan Bekisting

Pembesian Bekisting
TIE BEAM
Pekerjaan Galian Tie
Beam

1
2
Pemasangan Bekisting

Pembesian Tie Beam


4 3
PENGECORAN PILE CAP & TIE BEAM

Pekerjaan Persiapan

Pengecekan Elevasi

Pengambilan sample untuk uji


Laboratorium, dan Slump Test

Pengecoran Pile Cap dan Tie Beam


PENGECORAN PILE CAP & TIE BEAM

Pekerjaan Persiapan

1 2 3
Pengecekan Elevasi

Pengambilan sample untuk uji


Laboratorium, dan Slump Test 6 5 4

Pengecoran Pile Cap dan Tie Beam

7
TINJAUAN KERJA PRAKTEK
Pelaksanaan Non
Teknis

Pengendalian Mutu Pengendalian Biaya

Pengendalian Waktu
PENGENDALIAN MUTU
PENGENDALIAN MUTU
Mutu adalah totalitas gambaran dan karakteristik dari produk atau
layanan yang berpengaruh pada kemampuan untuk memenuhi
kebutuhan tertentu atau kebutuhan yang tersirat. Mutu merupakan
kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia, proses
dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan
pelanggan atau penerima manfaat.
Pengujian Beton
Pengawasan Terhadap Gambar Proyek
PENGENDALIAN WAKTU
PENGENDALIAN WAKTU
Cuaca
Material
Peralatan
PENGENDALIAN BIAYA
PENGENDALIAN BIAYA
Pengendalian biaya dilakukan kontraktor dengan membuat rincian
administrasi proyek. Administrasi proyek berisi mengenai laporan
keuangan yang dibuat oleh bagian administrasi setiap satu minggu
sekali dan dikirim kepada kepala bagian administrasi dan keuangan
kantor pusat serta pemilik proyek, yang berisi mengenai:
Daftar pembayaran biaya tidak langsung yang dibuat setiap hari dan
berisi mengenai pengeluaran uang yang dipergunakan setiap
hari.
Bukti kas yang telah dibuat setiap minggu antara lain berisi
mengenai keadaan keuangan proyek perminggu.
KESIMPULAN & SARAN
Kesimpulan
Area proyek sangat dijaga keamanan dan ketertibannya, bagi yang tidak memiliki
kepentingan dengan proyek dihadapkan dengan petugas keamanan terlebih
dahulu.
Proyek Gedung BCA KCP Puri Begawan, mengalami keterlambatan dalam proses
pengerjaannya karena adanya pengaruh dari hujan deras, dan keterlambatan
kedatangan material.
Pada pekerjaan pengecoran, kendala yang dihadapi adalah ramainya lalu lintas
disekitar proyek karena mengingat lokasi proyek yang berada tepat di pusat Kota
Bogor. Dan juga proses pengecoran selalu dimulai selalu larut malam dan melebihi dari
jadwal yang direncanakan, karena harus menunggu kendaraan lewat Presiden RI yang
meharuskan bebas dari gangguan lalu lintas mengingat lokasi proyek juga dekat
dengan kediaman Presiden.
Adanya hasil pekerjaan yang kurang sesuai dengan rencana karena kurangnya
pengawasan pada saat pelaksanaan pekerjaan sehingga menimbulkan kerugian bagi
kontraktor.
Koordinasi antar pegawai sangat terjaga karena rutin diadakannya rapat organisasi.
KESIMPULAN & SARAN
Kesimpulan
Proyek pembangunan ini tidak memiliki gudang khusus untuk menyimpan besi
tulangan, hal ini menyebabkan besi sangat cepat berkarat karena terkena air hujan dan
matahari langsung.
Pada saat pekerjaan pengecoran, vibrator dibiarkan menyentuh tulangan balok,
pelat, pile cap, maupun tie beam sehingga memungkinkan bergesernya tulangan.
Namun hal ini diantisipasin dengan dipasangnya beton deking agar tulangan tidak
bergeser.
Pengendalian mutu pada proyek ini sudah dijaga, hal ini dapat dilihat dengan
pengujian yang dilakukan oleh PT. Inti Indah terhadap bahan yang digunakan.
Semua bahan, alat dan perlengkapannya yang diolah atau dipasang pada
bangunan ini, sebelum dipergunakan, dibeli atau dikirim harus telah diuji, diperiksa dan
diluluskan Konsultan Pengawas atas saran Perencana sesuai RKS-BCA BAB 3-
Struktur Halaman 8 (terlampir).
Pemasangan tulangan terkadang tidak sesuai dengan gambar kerja.
Kesadaran pekerja akan pentingnya APD (Alat Pelindung Diri) masih kurang,
dikarenakan tidak ada pihak K3 pada proyek ini.
KESIMPULAN & SARAN
Selama melaksanakan kerja praktek Gedung BCA KCP Puri Begawan, terdapat beberapa
kekurangan pada saat pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Untuk itu pada kesempatan ini,
kiranya penulis dapat memberikan saran-saran dari sudut pandang penulis yang semoga
dapat bermanfaat bagi yang bersangkutan. Adapun beberapa saran dari penulis
seperti:
Sebaiknya tempat penyimpanan besi tulangan dibuatkan gudang ataupun diberi atap
sementara agar besi terlindung dari air hujan dan panas yang dapat
menyebabkan lebih cepatnya korosi. Karena setiap material yang telah terganggu atau
terkontaminasi tidak boleh digunakan untuk pembuatan beton sesuai dengan SNI
2847-2013-stuktur, halaman 28 (terlampir).
Perlu adanya penambahan pekerja ataupun jam kerja untuk menutupi
keterlambatan pekerjaan yang disebabkan oleh curah hujan yang besar.
Pengawasan di lapangan lebih diperhatikan untuk mengurangi kesalahan pada saat
pelaksanaan pekerjaan. Dan juga menambah intensitas pengawasan untuk pihak
Manajemen Konstruksi agar mempermudah pengambilan solusi jika terdapat
kesalahan konstruksi.
KESIMPULAN & SARAN
Pada saat menggunakan concrete vibrator sebaiknya pekerja diawasi sehingga
meminimalisir terjadinya pergeseran tulangan. Serta pihak kontraktor harus
menambah jumlah vibrator di lapangan.
Pengawasan yang dilakukan oleh pihak Manajemen Konstruksi ( MK ) harus sesuai
dengan SOP Manajemen Konstruksi.
Sebelum pemancangan sebaiknya dilakukan pengukuran ulang titik pancang agar
sesuai dengan gambar rencana.
Patok untuk titik pancang seharusnya terbuat dari kaso dengan warna orange atau
warna terang agar mudah terlihat
Kurangnya koordinasi dengan mandor / sub kontraktor pada beberapa pekerjaan yang
mengakibatkan kerugian waktu.
Menegur dan mengingatkan kembali secara langsung pekerja yang tidak melengkapi
alat pelindung diri selama di area proyek, mengingat kesehatan dan
keselamatan proyek merupakan hal yang utama.
Menerapkan K3 dengan baik dan benar.
Saat cuaca mendung seharusnya galian ditutup oleh terpal untuk mengantisipasi
hujan deras, yang dapat mengakibatkan tanah disekitar galian longsor.
TERIMA
SEKIAN DAN
KASIH
TERIMA KASIH