Anda di halaman 1dari 42

Referat

Tetanus pada Anak

Disusun oleh: Ceria Indah Lestari


NIM: FAA 112 024
Pembimbing: dr Enny Karyani,Sp.A

BAGIAN/SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RSUD dr. DORIS SYLVANUS/ FAKULTAS
KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA
1
RAYA
Pendahuluan
Tetanus penyakit yang disebabkan oleh
tetanospasmin dari Clostridium tetani
spasme otot
Terdapat 1 juta kematian akibat tetanus di
seluruh dunia pada tahun 1992 580 ribu
kematian akibat tetanus neonatorum
(WHO)
Di Indonesia (1990-1993) telah dirawat
rata-rata 3363 kasus tetanus/tahun dengan
case fatalitiy rate (CFR) berkisar antara 9,9-
15,3%.
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M dan
Setiati S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 2009.
2
Pendahuluan....
Tetanus dapat dicegah dengan vaksin Di
Amerika Serikat sebelum penggunaan
vaksin rata-rata kasus tetanus 580 kasus
dan 475 diantaranya meninggal (thn 1947-
1949). Setelah penggunaan vaksin terdapat
29 kasus (2000-2009).

Centre for Disease Control and Prevention (CDC).


3 Tetanus also known as lockjaw. Review artikel,
2013.
Definisi tetanus
Tetanus gangguan neurologis yang
disebabkan oleh tetanospasmin
Clostrodium tetani meningkatnya tonus
otot dan spasme

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M dan


Setiati S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 2009.
4
Toksin C. tetani
merusak jaringan yang
tetanolisin masih hidup yang
mengelilingi sumber
infeksi dan
mengoptimalkan
kondisi yang
C. tetani
memungkinkan
multiplikasi bakteri
Trismus, Kuduk kaku
tetanospas sampai opitotonus,
min Kejang tonik
terutama bila
dirangsang, Risus
sardonikus, Spasme,
Asfiksia dan sianosis
karena spasme pada
Centre for Disease Control and
5 Prevention (CDC). Tetanus. sal pernapasan
2010.
Etiologi
Clostrodium tetani yang akan
menghasilkan toksin tetanospasmin

Brook GF, Carrol KC, Butel JS,


Morse SA dan Mietzner TA.
Mikrobiologi kedokteran jawetz,
6 melnick dan adelberg. 2012.
Patogenesis
Keadaan luka anaerob Clostrodium tetani
menghasilkan tetanolisin dan
tetanospasmin
Tetanospasmin memecah synaptobrevin
transmisi sinaps terganggu mencegah
pelepasan glisin dan GABA kegagalan
menghambat refleks motorik refleks
motorik tidak terkendali, peningkatan tonus
dan rigiditas otot berupa spasme otot

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M dan


Setiati S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 2009.
7
Patogenesi
s....

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I,


Simadibrata M dan Setiati S. Buku
8 ajar ilmu penyakit dalam. 2009.
Manifestasi klinis
Trismus
Kuduk kaku sampai opitotonus
Ketegangan otot dinding perut
Kejang tonik terutama bila dirangsang
Risus sardonikus
opitotonus
Asfiksia dan sianosis

Staf pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI. Buku


9 kuliah Ilmu Kesehatan Anak. 2007.
10
Derajat tetanus (klasifikasi ablett)
Grade I (ringan): Trismus ringan
Grade II (sedang): Trismus sedang,
rigiditas, spasme yg pendek, takipnea,
disfagia ringan.
Grade III A (berat):Trismus berat,
spastisitas, spasme yang lama, distres
pernapasan,apneic spell, disfagia berat dan
takikardia
Grade III B (sangat berat): grade III +
disfungsi otonom berat
Simanjuntak P. penatalaksanaan tetanus pada
pasien anak. Jurnal Medula. Vol 1. No 4; 2013
11 p.85-93
Jenis tetanus
Tetanus general trias:rigiditas, spasme
otot dan apabila berat disfungsi otomik
Tetanus lokal Bentuk tetanus ini berupa
nyeri, kekakuan otototot pada bagian
proksimal dari tempat luka.
Tetanus sefalik bentuk tetanus lokal
yang terjadi akibat trauma kepala atau
infeksi telinga

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M dan


Setiati S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. 2009.
12
Diagnosis
Riwayat adanya luka yang sesuai dengan
masa inkubasi
Gejala klinis
Penderita biasanya belum mendapatkan
imunisasi.
Hasil lab kurang menunjang diagnosis

Ritarwan K. Tetanus. 2004.


13
Pemeriksaan fisik
uji spatula dilakukan dengan menyentuh
dinding posterior faring menggunakan alat
dengan ujung yang lembut dan steril
+ : kontraksi rahang involunter (menggigit
spatula)
- : refleks muntah

Laksmi NKS. Penatalaksanaan tetanus. Jurnal


Continuing Profesional Development. vol. 41 no. 11.
14 2014. p. 823-827.
Tatalaksana
1. Penatalaksanaan umum
Netralisasi dari toksin yang bebas inj.
HTIG 3.000-6.000 IU IM atau ATS 50.000
100.000 IU secara IM dan IV
Menyingkirkan sumber infeksi
pembersihan luka dan antibiotik
(metronidazolesecara iv dengan dosis
inisial 15 mg/kgBB dalam 1 jam dilanjutkan
dosis 30 mg/kgBB/hari setiap 6 jam selama
7-10 hari.)
Tangani rigiditas dan spasme beri
Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M dan
15
diazepam 0,3-0,5Setiati
kgBB/kali pemberian
S. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Ed.5. jilid III.
Jakarta: Interna Publishing; 2009. p.2911-23.
Tatalaksana ....
2. Tatalaksana suportif
meminimalkan risiko spasme paroksismal
Pasien diposisikan dan diubah-ubah
posisinya setiap 3 jam
Sekresi bronkus yang berlebihan
memerlukan tindakan suctioning
Trakeostomi

16
Komplikasi
Pada saluran pernapasan : asfiksia, aspirasi
pneumoni, atelektasis, pneumotoraks dan
mediastinal emfisema.
Pada kardiovaskuler : takikardia, hipertensi,
vasokonstriksi perifer dan rangsangan
miokardium.
Pada tulang dan otot : perdarahan dalam
otot, fraktura columna vertebralis

Simanjuntak P. penatalaksanaan tetanus pada


pasien anak. Jurnal Medula. Vol 1. No 4; 2013
17 p.85-93
Pencegahan
Imunisasi DPT, DT, TT
perawatan luka
pemberian ATS/HTIG profilaksis Dosis
ATS profilaksis 1500-3000 IU. HTIG juga
dapat diberikan sebagai profilaksis luka.
Dosis untuk anak < 5 tahun: 75 IU IM, anak
5-10 tahun: 125 IU IM, sedangkan dosis
untuk anak 10 tahun: 250 IU IM dosis
tunggal

Simanjuntak P. penatalaksanaan tetanus pada


pasien anak. Jurnal Medula. Vol 1. No 4; 2013
18 p.85-93
Prognosis

Dakar score 0-1, severitas ringan dengan mortalitas 10%; 2-3,


severitas sedang dengan mortalitas 10-20%; 4, severitas berat
dengan mortalitas 20-40%; 5-6, severitas sangat berat dengan
mortalitas >50%.
Laksmi NKS. Penatalaksanaan tetanus. Jurnal
Continuing Profesional Development. 2014.
19
Terimakasih

20
21
Phillips
score <9,
severitas
ringan;
9-18,
severitas
sedang;
dan
>18,
severitas
berat
22
Nurul
Tatalaksana tetanus berdasarkan
klasifikasi derajat tetanus
Jawaban :
Klasifikasi ablet tatalaksana harus
diberikan sesegera mungkin apabila gejala
sudah mulai terlihat untuk mencegah
akumulasi dari toksin tetanus
Diberikan antibiotik dan untuk mencegah
agar penyakit tidak memberat diberikan
ATS

23
Trakeostomi kapan dilaksanakan
Jawaban:
Jika didapatkan kesulitan bernapas pada
pasien (spasme laring), klasifikasi ablet
derajat 3-4, tidak bisa bernapas spontan
memudahkan masuknya udara ke dalam
tubuh

24
Ditinia Utami
Apakah ada golden periode untuk
memberikan antitetanus untuk mencegah
infeksi dari bakteri tetanus?
Jawaban:
Lebih baik diberikan minimal 6 jam setelah
terjadi luka yang kemungkinan besar akan
menjadi tetanus, maksimal 24 jam setelah
luka

25
Apakah ada perbedaan gejala klinis tetanus
pada anak dan pada bayi?
Jawaban:
Pada dasarnya gejala klinisnya sama,
khasnya pada anak mulut mencucu (seperti
mulut ikan)

26
Jene
Apa yang menyebabkan masa inkubasi dari
tetanus berlangsung lama (sekitar 5-10
hari)?
Jawaban:
Diakibatkan jarak letak dari luka ke jaras
akson
Berdasarkan prognosis : inkubasi cepat
lebih berbahaya dikarenakan dakar skor
memiliki nilai yang besar

27
Nindi
Komplikasi yang paling sering terjadi apa? Dan
bagaimana prognosisnya dari komplikasi tersebut?
Jawaban:
Komplikasi tersering Aspirasi pneumonia
dikarenakan hipersalivasi (hipersekresi bronkus)
mengakibatkan terjadi gangguan pernapasan
Distress pernapasan diakibatkan spasme pada
saluran napas (laring, erector trunki, m.intercostal)
Prognosis tergantung penatalaksaan perlu
tindakan cepat seperti trakeostomi atau ventilator
prognosis baik apabila ditangani cepat

28
Aria
Kejang rangsang pada tetanus bagaimana
bisa terjadi? Rangsang seperti apa yang
bisa menyebabkan pasien tetanus kejang?
Jawaban:
Disebabkan oleh berbagai rangsang seperti
suara, taktil, terjadi gangguan pada jaras
retikulokortikal
Memindahkan posisi pasien harus hati-hati

29
Dian
Tatalaksana : Menghancurkan organisme, netralisasi
toksin, mengurangi efek toksin
Netralisasi toksin dengan ATS hipersensitiv
Jawaban :
Karena berasal dari serum kuda makanya sering
menimbulkan hiperensitif caranya apabila terjadi
perlu dilakukan sensitisasi (diberikan sedikit-sedikit)
0,1 serum+0,5 cc NaCl atau aquaadest diberikan
subkutan liat reaksi selama 30 menit
0,5 cc serum+0,9 cc aquades diberikan subkutan
diliat reaksinya, apabila + tidak usah diberikan,
apabila negatif sisa dari serum tidak diberikan

30
Dr. Arieta, Sp.A
Masukan ppt mewakili makalah, untuk
dosis dimasukkan ke ppt
Halaman 6 gambar diganti ke gambar
anak-anak
Sumber/referensi dari philips score
Tetanus neonatorum pada halaman 9

31
Pertanyaan
Kapan dokter boleh curiga suatu penyakit yang
dihadapi adalah penyakit tetanus?
Jawaban :
Anamnesis riwayat luka, luka bakar, gangren,
infeksi telinga, tali pusat, infeksi pada gigi dan
mulut, riwayat imunisasi
Pemeriksaan fisik gejala klinis (trismus, spasme
dan rigiditas otot, risus sardonicus (wajah
setan/wajah monyet), opitotonus (perut seperti
papan), kejang spontan dan kejang rangsang

32
Tujuan dari uji spatula?
Jawaban:
Positif apabila ada refleks menggigit
spatula

33
Bagaimana tatalaksana pada tetanus,
apakah ada tambahan lagi?
Jawaban:
a

34
Perawatan luka yang dilakukan pada
tetanus itu seperti apa?
Jawaban:
Bersihkan luka dengan cairan H2O2
Diberikan HTIG profilaksis/ATS

35
Dr. Rurin, Sp.A
Slide tulisannya terlalu kecil
Cantumkan sumber tabel maupun gambar,
tabel tidak boleh terpotong

36
Pertanyaan :
Uji spatula itu merupakan pemeriksaan
rutin atau hanya dilakukan saat ada
indikasi tertentu? Apa yang mau dilihat dari
uji ini?
Jawaban:
Uji ini bisa dilakukan jika tidak ada trismus,
+ bila ada refleks mengi

37
Kasus 1: tidak pernah imunisasi, higien
buruk, terkena tetanus, sembuh lalu
pulang, apakah perlu diimunisasi TT, DT?
Kapan diberikan?
Kasus 2: imunisasi lengkap, terkena paku,
apakah perlu diberikan ATS/HTIG untuk
profilaksis atau tidak?

PR

38
Pasien tetanus apakah dipuasakan atau
tidak? Diberi diet apa?
Jawaban:
Diberi nutrisi lewat parenteral infus
glukosa hipertonis
Bila ada perbaikan makanan bisa diberikan
melalui NGT

39
Cara membedakan tetanus dengan
meningoensefalitis?
Jawaban:
Meningoensefalitis tidak ada trismus
Pemeriksaan lab lumbal pungsi (+)
ditemukan kuman pada hasil pemeriksaan
Pada tetanus ada opitotonus

40
Dr.Enny, Sp.A
Referensi gunakan referensi anak (IDAI,
Depkes, Jurnal pediatrik)
Tetanus gangguan di LMN
Meningoensefalitis gangguan di UMN,
disertai defisit neurologis, refleks patologis
Anamnesis tetanus: sumber infeksi (gigi,
mulut telinga, luka tusuk, luka bakar,
riwayat imunisasi, onset)
Pemeriksaan fisik (trismus, uji spatula
(untuk kasus yg dicurigai tetanus)
referensi dicari lagi)
41
Tatalaksana diperbaiki, masukkan nama
dagang, spesifik (bagaimana caranya,
dosis)
Ganti dengan gambar anak
Prognosis pada anak apakah juga mengacu
pada dakar score

42