Anda di halaman 1dari 27

GANGGUAN SARAF

PERIFER
Oleh:

Bayu robie w 012065146


Rifqi nury 012096003
Ullya nor r 012106289

Pembimbing:
Dr. Ken Wirastuti Sp.S
SARAF TEPI
Sistem saraf tepi dinamakan pula sistem
saraf perifer. Sistem saraf tepi
merupakan bagian dari sistem saraf tubuh
yang meneruskan rangsangan (impuls)
menuju dan dari system saraf pusat.
Berdasarkan cara kerjanya sistem saraf
tepi dibedakan menjadi dua yaitu saraf
sadar dan saraf tidak sadar (otonom).
SEL SARAF
Gangguan pada saraf
Sel tubuh, akson & myelin
Ukuran serat: besar, kecil
Motorik, sensorik, otonom
Distribusi: focal, multifokal, umum.
Tentu saja: akut, subakut, kronis, seumur
hidup
Etiologi: genetik, beracun, metabolik,
autoimun, trauma, pembuluh darah, infeksi
Kasus-kasus Kelainan Saraf
Tepi
Bells palsypenyebab paralisis
fasialis yang paling sering
ditemukan, yaitu sekitar 75%
dan seluruh paralisis fasialis
Bells palsy datang secara
tiba-tiba dan umumnya kondisi
ini akan membaik dalam
hitungan minggu
terapi
1. Istirahat terutama pada keadaan akut
2. Medikamentosa
a. Pemberian kortikosteroid (perdnison dengan dosis 40 -60 mg/hari per oral atau 1
mg/kgBB/hari selama 3 hari, diturunkan perlahan-lahan selama 7 hari kemudian), dimana
pemberiannya dimulai pada hari kelima setelah onset penyakit, gunanya untuk meningkatkan
peluang kesembuhan pasien. b. Penggunaan obat- obat antivirus . Acyclovir (400 mg
selama 10 hari) dapat digunakan dalam penatalaksanaan Bells palsy yang dikombinasikan
dengan prednison atau dapat juga diberikan sebagai dosis tunggal untuk penderita yang tidak
dapat mengkonsumsi prednison.Penggunaan Acyclovir akan berguna jika diberikan pada 3 hari
pertama dari onset penyakit untuk mencegah replikasi virus.c. Perawatan mata:
3. Fisioterapi
Sering dikerjakan bersama-sama pemberian prednison, dapat dianjurkan pada stadium akut.
Tujuan fisioterapi untuk mempertahankan tonus otot yang lumpuh. Cara yang sering digunakan
yaitu : mengurut/massage otot wajah selama 5 menit pagi-sore atau dengan faradisasi.
4. Operasi
Tindakan operatif umumnya tidak dianjurkan pada anak-anak karena dapat menimbulkan
komplikasi lokal maupun intracranial.
Tindakan operatif dilakukan apabila :
tidak terdapat penyembuhan spontan
tidak terdapat perbaikan dengan pengobatan prednison
Lesi pada plexus Brachialis
Trauma Fleksus Brachialis/ Brachial Palsy ada 2 jenis, yaitu :
1. Paralisis Erb-Ducheve
2.Paralisis Klumpke
Paralisis Erb-Ducheve
Kerusakan cabang-cabang C5 C6
kelemahan dan kelumpuhan lengan untuk
fleksi, abduksi, dan memutar lengan
keluar serta hilangnya refleks biseps dan
moro
Lengan berada dalam posisi abduksi,
putaran ke dalam, lengan bawah dalam
pranasi, dan telapak tangan ke dorsal
Paralisis Klumpke

Kerusakan cabang-cabang C8 Ih1


menyebabkan kelemahan lengan otot-otot
fleksus pergelangan, maka tidak dapat
mengepal
Tanda dan Gejala Gaguan motorik pada
pada Trauma lengan atas
Flaksus Brakialis Lengan atas pada
kedudukan ekstensi dan
abduksi
Jika anak diangkat,
lengan akan tampak
lemasdan menggantung
Refleks moro negative
Refleks meraih gengan
tangan tidak ada
Penatalaksanaan
1.Pembedahan Primer
Pembedahan dengan standart microsurgery dengan tujuan memperbaiki
injury pada plexus serta membantu reinervasi. Teknik yang digunakan
tergantung berat ringan lesi.
1. Neurolysis :Melepaskan constrictive scar tissue disekitar saraf.
2 .Neuroma excision :Bila neuroma besar, harus dieksisi dan saraf
dilekatkan kembali dengan teknik end-to-end atau nerve grafts
3 .Nerve grafting: Bila gap antara saraf terlalu besar, sehingga tidak
mungkin dilakukan tarikan. Saraf yang sering dipakai adalah n suralis, n
lateral dan medial antebrachial cutaneous, dan cabang terminal sensoris
pada n interosseus posterior
4. Intraplexual neurotisation
menggunakan bagian dari root yang masih melekat pada spinal cord
sebagai donor untuk saraf yang avulsi.
2.Pembedahan Sekunder
Tujuan untuk meningkatkan seluruh fungsi
extremitas yang terkena. Ini tergantung
saraf yang terkena. Prosedurnya berupa
tendon transfer, pedicled muscle transfers,
freemuscle transfers, joint fusions and
rotational, wedge or sliding osteotomies.
Kasus-kasus entrapment
Ischialgia
Keluhan yang sering
ditemukan dalam klinik antara
lain : nyeri punggung bawah.,
nyeri daerah pantat, rasa kaku
atau terik pada punggung
bawah, nyeri yang menjalar
atau seperti rasa kesetrum
yang dirasakan dari pantat
menjalar ke daerah paha, betis
bahkan sampai kaki,
tergantung bagian saraf mana
yang terjepit
Pengobatan Ischialgia Secara
Medis
Istirahat
tidur diatas kasur yang keras,
menggunakan obat-obatan analgetik, NSAID, muscle relaxan, obat
pemulihan saraf,
dan mengompres panas dan dingin kemungkinan pengobatan yang
cukup.
Untuk banyak orang, tidur pada sisi mereka dengan lutut ditekuk
dan sebuah bantal diantara lutut menghadirkan keringanan.
Meluruskan otot yang lumpuh secara pelan-pelan setelah
pemanansan bisa membantu.
Operasi Disektomi: dilakukan pada kasus yang berat/ sangat
mengganggu aktifitas dimana dengan obat-obatan dan program
Rehabilitasi Medik tidak dapat membantu.
Tennis Elbow

Penyebabnya adalah kontraksi


berulang-ulang otot lengan
yang digunakan untuk
meluruskan atau mengangkat
pergelangan tangan.
Gerakan berulang dan tekanan
pada jaringan tersebut dapat
menyebabkan peradangan
pada tendon yang melekatkan
antara otot-otot lengan dengan
tonjolan tulang siku bagian
luar.
Carpal Tunnel Syndrome
Kasus entrapment
neuropati yang paling
sering
Bisa terjadi akibat
komplikasi kehamilan,
obesitas, diabetes
melitus, rematik
Perempuan>laki-laki
Phalen's test
Penderita melakukan fleksi tangan secara maksimal.
Bila dalam waktu 60 detik timbul gejala seperti STK, tes
ini menyokong diagnosa. Beberapa penulis berpendapat
bahwa tes ini sangat sensitif untuk menegakkan
diagnosa STK.
Tinel's sign

Tes ini mendukung diagnosa bila timbul parestesia atau


nyeri pada daerah distribusi nervus medianus kalau
dilakukan perkusi pada terowongan karpal dengan posisi
tangan sedikit dorsofleksi.
TERAPI
a. Terapi konservatif.
o Istirahatkan pergelangan tangan.
o Obat anti inflamasi non steroid.
o Ada juga program latihan pergelangan tangan
dan pemakaian wrist splint sejenis pembungkus
untuk menetralkan posisi pergelangan tangan.
o lnjeksi steroid
b. Terapi operatif.
Poliomyelitis
Poliomyelitis atau penyakit
polio adalah penyakit serius
yang disebabkan oleh
infeksi salah satu dari tiga
jenis virus polio. Virus ini
menyebar melalui kontak
dengan makanan, air atau
tangan yang terkontaminasi
dengan kotoran (tinja) atau
sekresi tenggorokan dari
orang yang terinfeksi
Polio non-paralitik Polio paralitik
Gejala seperti flu yang Gejala polio ini adalah kasus yang
jarang terjadi, namun yang paling
dapat bertahan hingga 10 parah. Gejalanya dapat bervariasi
hari, termasuk: Sakit tergantung bagian tubuh mana yang
terkena misalnya tulang belakang
tenggorokan, demam, atau otak, kadang-kadang
kelelahan, sakit kepala, keduanya. Gejala awal akan mirip
dengan polio non-paralitik, namun
muntah, leher dan gejalany berkembang menjadi parah
punggung nyeri atau sebagai berikut: Nyeri otot parah
kaku, otot lemah dan dan / atau kelemahan Hilangnya
refleks Anggota badan jadi lunglai
nyeri, kaku pada lengan dan mengendur (lemah-lumpuh)
dan kaki.
pasca-Polio Syndrome Pengobatan Polio
Merupakan gejala polio yang dapat Tidak ada obat untuk polio.
membuat seseorang lumpuh selama Pengobatan bertujuan untuk
bertahun-tahun setelah terserang mengelola efek dari penyakit.
polio. Gejala-gejala ini meliputi:
Pilihan terapi suportif meliputi:
Kelelahan setelah aktivitas ringan
Otot-otot mengecil (atrofi) Sendi dan Antibiotik untuk infeksi
otot-otot secara progresif mengalami sekunder Obat penghilang rasa
kelemahan dan nyeri Sleep apnea sakit (analgetik) Ventilator
atau henti nafas saat tidur (baca: portabel untuk membantu
Tidur Ngorok) Depresi Kesulitan pernapasan Obat untuk
menelan Kesulitan bernapas mengurangi kejang otot Latihan
Kesulitan berkonsentrasi atau
atau olahraga ringan-sedang
gangguan Tidak tahan terhadap
cuaca dingin dan suhu rendah Fisioterapi
guillain barre syndrome (GBS)
dan myasthenia gravis (MG)
Gejala awal pasien GBS:
rasa kesemutan yang menjalar mulai
ujung-ujung jari tangan dan kaki, hingga
menyebar ke bagian tubuh lain yang pada
akhirnya menyebabkan kelumpuhan.
MG adalah gangguan autoimun gejala MG secara umum
yang merusak paut saraf otot adalah berupa kelemahan
yang mengakibatkan yang hilang timbul, kelemahan
kelemahan otot. Penyebabnya timbul saat lelah dan membaik
berhubungan dengan gangguan setelah beristirahat atau saat
pada sistem kekebalan tubuh. bangun tidur. Pasien akan
Pada pasien MG, sistem merasakan menurunnya
kekebalannya menghasilkan kelopak mata pada salah satu
antibodi yang menyerang salah mata atau kedua mata dan
satu jenis reseptor pada paut
penglihatan ganda.
saraf otot sehingga terjadi
gangguan pada transmisi saraf-
otot, yang berakibat
terganggunya kontraksi otot.
Terapi
GBS MG
pemberian intra vena MG selain diduga
imunoglobulin (IvIG) dan berhubungan dengan
plasmapharesis penyakit autoimun, juga
(pengambilan antibodi berhubungan dengan
kelenjar thymus yang
yang merusak dengan
seharusnya akan
jalan penggantian plasma
menghilang setelah
darah). melewati masa anak-anak.
Jenis obat yang biasa
diminum adalah
pyridostigmin bromide
Terimakasih