Anda di halaman 1dari 8

PANCASILA SEBAGAI

SISTEM FILSAFAT DAN


IDEOLOGI

OLEH
KELOMPOK I

ANDRIANSYAH F221 15 061

A.M. MARWAH F221 15 084

DAHLAN F221 15 001

FARADILA PUTRY F221 15 125

SELLI NOVIA F221 15 077

SYAIKHAH NAHDAH DALILAH F221 15 041


Pancasila adalah lima sila yang
merupakan satu kesatuan rangkaian
nilai-nilai luhur yang bersumber dari
nilai-nilai budaya masyarakat
Indonesia yang sangat majemuk
dan beragam dalam
artian BHINNEKA TUNGGAL
IKA. Pancasila berasal dari
kepribadian bangsa Indonesia dan
unsur-unsurnya telah dimiliki oleh
bangsa Indonesia sejak dahulu.
Pancasila sebagai sistem filsafat

Filsafat merupakan ilmu yang berusaha mencari sebab


yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan
pikiran atau rasio. Filsafat merupakan pandangan hidup
seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep
dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan.

Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan


yang saling berhubungan untuk satu tujuan tertentu, dan saling
berkualifikasi yang tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.

Makna dasar pancasila sebagai sistem filsafat adalah


dasar mutlak dalam berpikir dan berkarya sesuai dengan
pedomannya, yang saling berkaitan antara sila yang satu
dengan lainnya.
Indonesia menjadikan pancasila sebagai sistem filsafat bangsa

karena pancasila memiliki nilai - nilai yang merupakan hasil dari pemikiran,

penilaian, dan refleksi filosofis dari bangsa Indonesia sendiri.

Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia menjadi

pedoman bangsa untuk mengatur aspek kehidupan berbangsa dan

bernegara sekaligus menjadi cermin jati diri bangsa yang diyakini sebagai

sumber nilai atas kebenaran, keadilan, kebaikan, dan kebijaksanaan

dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.


Pancasila sebagai ideologi

Ideologi adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide


dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis
dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam
kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.
Pancasila sebagai ideologi merupakan tatanan nilai
yang digali dari nilai-nilai dasar budaya bangsa Indonesia
yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu, yang tumbuh dan
berkembang dalam masyarakat Indonesia. Kelima sila
Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh
sehingga pemahaman dan pengamatannya harus
mencakup semua nilai yang terkandung didalamnya.
.
Nilai-nilai yang terkandung dalam
pancasila sebagai ideologi:
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung arti spiritual,
memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada
semua pemeluk agama dan penganut kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk berkembang di
Indonesia. Nilai ini berfungsi sebagai kekuatan mental
spiritual dalam ketahanan nasional.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung
nilai sama derajat, sama kewajiban dan hak, cinta-
mencintai, hormat-menghormati, keberanian membela
kebenaran dan keadilan, toleransi dan gotong royong.
Sila Persatuan Indonesia, mengandung arti bahwa
pluralisme masyarakat Indonesia memiliki nilai persatuan
bangsa dan kesatuan wilayah yang merupakan faktor
pengikat dan menjamin keutuhan nasional atas dasar
Bhineka Tunggal Ika.
Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan,
mengandung nilai kedaulatan yang berda di tangan
rakyat (demokrasi) yang dijelmakan oleh persatuan
nasional yang riil dan wajar. Nilai ini mengutamakan
kepentingan negara dan bangsa dangan tetap
menghargai kepentingan pribadi dan golongan,
musyawarah untuk mufakat dan menjunjung tinggi
harkat dan martabat serta nilai-nilai kebenaran dan
keadilan.

Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indoneia,


mengandung nilai sikap adil. Menjaga keseimbangan
anatara hak dan kewajiban, menghormati hak orang
lain dan sikap gotong royong, dalam suasana
kekeluargaan, suka memeberi pertolongan kepada
Pancasila sebagai Ideologi terbuka, yaitu cita-cita dasar yang
ingin diwujudkan masyarakat bukan berasal dari luar masyarakat
atau dipaksakan dari elit penguasa tertentu. Pancasila sebagai
ideologi terbuka, terbuka terhadap perubahan-perubahan yang
datang dari luar. Keterbukaan ideologi Pancasila bukan berarti
mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya, namun
menyebarkan wawasannya secara lebih konkrit, sehingga
memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan
masalah-masalah aktual yang selalu berkembang.