Anda di halaman 1dari 35

HERNIA

INGUINAL
IS
DISUSUN OLEH :
MARHARA SIP PASARIBU
YOANDA HUTABARAT
DEFENISI
Hernia merupakan protusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui
defek atau bagian yang lemah dari
dinding rongga bersangkutan.
Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi
hernia.
KLASIFIKASI

Berdasarkan Klinis :
1. Hernia Rerponibilis
2. Hernia Irreponibilis
3. Hernia Strangulata
4. Hernia Inkarserata
Berdasarkan Arah Hernia :
1. Hernia inguinalis medialis (15%) dan
lateralis (60%)
2. Hernia femoralis
3. Hernia umbilicalis
4. Hernia epigastrika
HERNIA INGUINALIS
Defenisi
Hernia inguinalis adalah hernia yang paling
sering kita temui.
Menurut patogenesisnya hernia ini dibagi
menjadi dua, yaitu hernia inguinalis lateralis
(HIL) dan hernia inguinalis medialis (HIM).
Ada juga yang membagi menjadi hernia
inguinalis direk dan hernia inguinalis
indirek.
Etiologi
Penyebab hernia pada orang dewasa ialah
sering mengangkat barang berat, juga bisa oleh
karena kegemukan, atau karena pola makan
yang tinggi lemak dan rendah serat sehingga
sering mengedan pada saat BAB.
Hernia pada orang tua terjadi karena faktor
usia yang mengakibatkan semakin lemahnya
tempat defek.
Biasanya pada orang tua terjadi hernia medialis
karena kelemahan trigonum Hesselbach.
Namun dapat juga disebabkan karena penyakit-
penyakit seperti batuk kronis atau hipertrofi
prostat.
Diagnosis
Anamnesis
Keluhan biasanya berupa benjolan di
lipat paha yang hilang timbul, muncul
terutama pada waktu melakukan
kegiatan yang dapat meningkatkan
tekanan intra-abdomen seperti
mengangkat barang atau batuk, benjolan
ini hilang pada waktu berbaring atau
dimasukkan dengan tangan (manual).
Pemeriksaan Fisik
Ditemukan benjolan lunak di lipat paha
di bawah ligamentum inguinale di
medial vena femoralis dan lateral
tuberkulum pubikum.
Benjolan tersebut berbatas atas tidak
jelas, bising usus (+).
Pemeriksaan Finger Test :
Menggunakan jari ke 2 atau jari ke 5.
Dimasukkan lewat skrortum melalui
anulus eksternus ke kanal inguinal.
Penderita disuruh batuk:
Bila impuls diujung jari berarti Hernia
Inguinalis Lateralis.
Bila impuls disamping jari Hernia
Inguinnalis Medialis.
Pemeriksaan Ziemen Test :
Posisi berbaring, bila ada benjolan
masukkan dulu (biasanya oleh penderita).
Hernia kanan diperiksa dengan tangan
kanan.
Penderita disuruh batuk bila rangsangan
pada :
jari ke 2 : Hernia Inguinalis Lateralis.
jari ke 3 : hernia Ingunalis Medialis.
jari ke 4 : Hernia Femoralis.
Pemeriksaan Thumb Test :
Anulus internus ditekan dengan ibu jari
dan penderita disuruh mengejan
Bila keluar benjolan berarti Hernia
Inguinalis medialis.
Bila tidak keluar benjolan berarti Hernia
Inguinalis Lateralis.
Diagnosis Banding
Limfadenitis yang disertai tanda radang lokal umum
dengan sumber infeksi di tungkai bawah, perineum,
anus, atau kulit tubuh kaudal dari tingkat umbilikus.
Lipoma kadang tidak dapat dibedakan dari benjolan
jaringan lemak preperitoneal pada hernia femoralis.
Abses yang berasal dari spondilitis torakolumbalis
dapat menonjol di fosa ovalis.
Untuk membedakannya perlu diketahui bahwa
munculnya hernia erat hubungannya dengan aktivitas
seperti mengedan, batuk, dan gerak lain yang disertai
dengan peninggian tekanan intra-abdomen,
sedangkan penyakit lain seperti limfadenitis femoralis
tidak berhubungan dengan aktivitas demikian
Penatalaksanaan
Konservatif
Posisi Tredelenburg

Sabuk Truss
Operatif

Herniotomi
Pada herniotomi dilakukan pembebasan kantong hernia sampai
ke lehernya. Kantong dibuka dan isi hernia dibebaskan kalau
ada perlekatan, kemudian direposisi, kantong hernia dijahit-ikat
setinggi mungkin lalu dipotong.
Indikasi :
1. Hernia Inkarserata / Strangulasi (cito)
2. Hernia Irreponabilis ( urgen, 2 x 24 jam)
3. Hernia Reponabilisdilakukan atas indikasi sosial : pekerjaan
(elektif)
4. Hernia Reponabilis yang mengalami incarserasi
(HIL,Femoralis)
Prinsip semua hernia harus dioperasi, karena dapat
menyebabkan inkarserasi / strangulasi. Herniotomy pada
dewasa lebih dulu faktor-faktor penyebab harus dihilangkan
dulu, misal BPH harus dioperasi sebelumnya.
Hernioplasti
Pada hernioplasti dilakukan tindakan
memperkecil anulus inguinalis internus dan
memperkuat dinding belakang kanalis
inguinalis.
Hernioplasti lebih penting artinya dalam
mencegah terjadinya residif dibandingkan
dengan herniotomi.
Komplikasi
Komplikasi hernia bergantung pada keadaan yang dialami
oleh isi hernia.
Isi hernia dapat tertahan di dalam kantong hernia pada
hernia irreponibilis, hal ini terjadi jika hernia terlalu besar
atau terdiri dari omentum, organ ekstraperitoneal, atau
hernia akreta.
Dapat pula terjadi isi hernia tercekik oleh cincin hernia
sehingga terjadi hernia strangulata yang menimbulkan
obstruksi usus yang sederhana. Jepitan cincin hernia akan
menyebabkan gangguan perfusi jaringan isi hernia.
Hernia inguinalis dapat menjadi inkarserata dan
strangulata.
Hernia strangulata merupakan suatu kondisi yang
mengancam jiwa (gawat darurat) yang membutuhkan
pembedahan segera.
Pronogsis
Prognosisbiasanya cukup baik bila
hernia diterapi dengan baik. Angka
kekambuhan setelah pembedahan
kurang dari 3%.
Kasus
IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.JS
Umur : 24 tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : Sangkar nihuta Balige
Agama : Kristen Protestan
Suku bangsa : Batak
Tanggal MRS : 04 Februari 2016
ANAMNESIS
Keluhan Utama : benjolan di sekitar lipatan dan kantong
kemaluan
Telaah :
Pasien mengatakan kurang lebih 4 bulan yang lalu muncul
benjolan di sekitar lipatan paha dan kantong kemaluan. Awalnya
benjolan tersebut kecil. Jika pasien berdiri dan mengejan benjolan
tersebut keluar, namun saat berbaring dapat masuk lagi.. Benjolan
tidak pernah nyeri dan tidak pernah merah. Nafsu makan pasien
baik, berat badan tidak pernah menurun. Riwayat BAB (+) normal.
RPT : Pasien menyangkal mempunyai riwayat batuk lama,
DM, tumor/kanker. Pasien tidak mempunyai riwayat
hipertensi.
RPK : Disangkal
RPO : -
Riwayat Sosial : pasien sering bermain bola dan latihan angkat
beban
Vital Sign
KU : Baik
Kesadaran : CM
TD : 120/80 x/menit
RR : 20 x/menit
HR : 88 x/menit
T : 36,4C
Pem. Fisik
Kepala:
Mata : konjungtiva anemis (-), sklera
ikterik (-), RC (+/+), Isokor Ka=Ki d 2
mm
Hidung : secret/bau/perdarahan (-)
Telinga : secret/bau/perdarahan (-)
Mulut : bibir sianosis (-)
Thoraks:
I : Simetris, tidak ada retraksi
P : Fremitus raba normal
P : Sonor
A : Vesikuler +/+, Ronkhi -/- Wheezing -/-

Abdomen:
I : Distensi (-), simetris (+)
A : bising usus (+) normal
P : tympani
P : soepel, H/L tidak teraba, nyeri tekan (-)
Ekstremitas:
Akral hangat (+/+)
Oedem (-/-)

Status Lokalis:
Regio inguinalis :
Inspeksi: terdapat benjolan di bawah
lig.inguinale, diameter 8 cm x 4 cm, permukaan
rata, warna sesuai warna kulit, tidak
kemerahan.
Palpasi: hangat(-), kenyal, batas atas tidak jelas,
tidak dapat dimasukkan, transluminasi (-), tidak
nyeri.
Auskultasi : bising usus (+).
ASSESMENT
Hernia inguinalis lateralis sinistra

PLANNING
Bedrest
Puasa
Infus RL 30 gtt / i
injeksi Ceftriaxon / 12 jam
injeksi Ranitidine / 12 jam
Injeksi ketorolac / 8 jam
Op. herniotomi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Laboratorium :
Hb : 15,2 gr/dl (13,4-17,7 gr/dL)
Lekosit : 12,0 x 109 /L (4,3-10,3 x 109/L)
Hematokrit : 35% (35-42%)
Trombosit : 371 x 109 /L (150-450 x
109/L)
KGDS : 124 mg/dl
05 Februari 2016(H2)
S : flatus (+)
O : KU: BAIK
Kesadaran: CM
TD : 120/70 mmHg RR : 20 x/menit
HR : 92 x/menit T : 36,5C
A : Hernia inguinalis lateralis sinistra
P : - Inf RL 30 gtt/i

- Injeksi cefrtiaxon 2x1 gr


- Injeksi ranitidin 3x1 ampul
- mobilisasi mika miki nanti malam duduk lalu
jalan
- MSS lalu diet bebas
06 Februari 2016 (H3)
S : Perut kembung
O : KU : cukup Kesadaran : CM
TD : 110/80 mmHg RR : 20 x/i
HR : 80 x/i T : 36,4C

A : Hernia inguinalis lateralis Sinistra


P : - Infus RL 30 gtt / i

- Injeksi Ceftriaxon / 12 jam


- Injeksi Ciprofloxacin / 12 jam
- Injeksi Ranitidine / 12 jam
- As.mefenamat / 12 jam
Kasus Pembahasan
1. Laki-laki usia 24 tahun Hal ini sesuai dengan teori
bahwa hernia terdapat 6
kali lebih banyak pada pria
dibandingkan wanita,
2. Benjolan di lipatan paha Hal ini sesuai dengan teori
bahwa pada hernia
inguinalis benjolan di
sekitar paha terjadi karena
terjadinya defek dari
rongga inguinalis
KASUS PEMBAHASAN

Jika pasien berdiri dan Hal ini sesuai dengan teori


mengejan, benjolan keluar bahwa tanda dan gejala
dan ketika tidur, benjolan hernia reponibel adalah
dapat masuk lagi benjolan dapat keluar
masuk
Kesimpulan
Seorang pria berumur 24 tahun datang
dengan keluhan ada penonjolan pada
lipatan paha. Setelah dilakukan
pemeriksaan, pasien didiagnosa hernia
inguinalis lateralis dan telah dilakukan
herniotomy. Pasien juga diberikan terapi
bed rest, dan juga terapi medika mentosa
ceftriaxon, ciprofloxacin sebagai terapi
profilaxis, ranitidine dan asam mefenamat
sebagai terapi simptomatik
Herniaadalah tonjolan keluarnya organ
atau jaringan melalui dinding rongga
dimana organ tersebut seharusnya
berada di dalam. Penanganan pada
hernia adalah herniotomy.