Anda di halaman 1dari 48

RENCANA TATA RUANG WILAYAH

KABUPATEN SIDOARJO

Berbasis pada Pengendalian Konversi Lahan

Tim Penyusun:

Nurida S. Feranti 3607100003


Ocky Dwi P. 3607100013
Fifit Mirowati 3607100014
Umi Lathifah 3607100015
Fariz Rifky Ihsan 3607100017
Annisaa H. I. 3607100019
Riandita Dwi A. 3607100021
O.u.t.L.i.n.e.

Pendahuluan

Tinjauan terhadap Kebijakan Pembangunan dan Pengembangan Wilayah

Gambaran Umum Wilayah Perencanaan Terkait dengan Pengembangan Kawasan Konversi Lahan

Metodologi Pendekatan Perencanaan dan Teknik Analisa

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penyusunan

Sistematika Laporan Kemajuan Pekerjaan

Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan


PE N DAH U LUAN
Latar Belakang

Kab.Si
doarjo
Tingginya angka
konversi lahan
pertanian menjadi
lahan terbangun

Kawasan Delta
Adanya fasilitas
sebagai potensi
pendukung
utama sektor
seperti PIA pertanian

Dataran Mayoritas
Dataran rendah
rendah yang
yang
rawan
rawan banjir,
banjir, sehingga
sehingga penggunaan
membutuhkan
membutuhkan daerah
daerah lahan adalah
resapan
resapan yang
yang luas
luas lahan pertanian
Tujuan

Menyusun metode kerja dalam penyusunan Rencana Tata Ruang WilayahKabupaten Sidoarjo
dengan menggunakan model serta teori analisis yang dapat membantu proses penyusunan.

Sasaran
Teridentifikasinya potensi, issue, dan masalah terkait penataan ruang
yang berkembang pada wilayah studi.

Tersusunnya analisis kebutuhan pengembangan kecamatan yang


berbasis pada issue pokok dan permasalahan di wilayah studi.

Tersusunnya skenario, konsep, dan strategi pengembangan ruang.

Tersusunnya rencana tata ruang sebagai panduan implementasi


pengembangan ruang.
Penyusunan
Laporan
Persiapan
Pendahuluan Survey
Lingkup Kegiatan

Survey/
Inventarisasi
Kompilasi
Awal Data

Penyusunan
Analisa Konsep
Rencana

Finalisasi
Rencana
Tujuan

Menyusun metode kerja dalam penyusunan Rencana Tata Ruang WilayahKabupaten Sidoarjo
dengan menggunakan model serta teori analisis yang dapat membantu proses penyusunan.

Sasaran
Teridentifikasinya potensi, issue, dan masalah terkait penataan ruang
yang berkembang pada wilayah studi.

Tersusunnya analisis kebutuhan pengembangan kecamatan yang


berbasis pada issue pokok dan permasalahan di wilayah studi.

Tersusunnya skenario, konsep, dan strategi pengembangan ruang.

Tersusunnya rencana tata ruang sebagai panduan implementasi


pengembangan ruang.
Tanggapan terhadap TOR

Term Of Reference (TOR) dinilai masih memiliki kekurangan yaitu kondisi kesesuaian
lahan di wilayah perencanaan (Kabupaten Sidoarjo) terhadap kondisi eksisting
penggunaan lahan di sekitarnya, dalam hal ini adalah gambaran wilayah secara makro
yaitu RTRW kabupaten Sidoarjo 2009-2029 dan Kabupaten lain di sekitarnya, karena
wilayah studi ini berbatasan langsung dengan Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan,
dan Kabupaten Mojokerto. Selain itu, solusi utama mengenai konversi lahan di
Kabupaten Sidoarjo kurang diberikan arahan dan penjelasan daerah mana saja yang
terjadi konversi lahan.

Oleh sebab itu, dalam penyusunan makalah ini akan diberikan hasil mengenai
pengendalian konversi lahan dan arahan-arahan zonasi untuk daerah terkonversi.
TINJAUAN TERHADAP KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
DAN PENGEMBANGAN WILAYAH
Tinjauan terhadap Landasan Hukum Terkait

Keputusan Presiden
Keputusan PresidenRepublik
Indonesia No. 33 Tahun 1990
KeputusanIndonesia
Presiden
Republik
Keputusan PresidenRepublik
Tentang Penggunaan
No. 53
Tanah
Indonesia
Tahun 1989No. 33 Tahun
Tentang 1990
Republik Indonesia
bagi Pembang No. 53
unan Kawasan
Tentang
Kawasan Penggunaan
Industri. Tanah
Tahun 1989
Industri.
bagi Pembang Tentang
unan Kawasan
Kawasan Industri.
Industri.

Surat
Surat
Edara
Edara
nn
Mente
Mente
ri
ri
Negar
Negar
aa
Agrar
Agrar
ia/
ia/
Kepal
Kepal
aa
Badan
Badan
Pertan
Pertan
ahan
ahan
Nasio
Nasio
nal
nal
No.
No.
410-
410-
2261
2261
Tangg
Tangg
al
al 2222
Juli
Juli
1994
1994
perih
perih
al
al
Pence
Pence
gahan
gahan
Pengg
Pengg
unaan
unaan
Tanah
Tanah
Sawa
Sawa
hh
Beriri
Beriri
gasi
gasi
Tekni
Tekni
ss
Untuk
Untuk
Pengg
Pengg
unaan
unaan
Non
Non
Pertan
Pertan
ian.
ian.
Tinjauan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN)

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional disebutkan bahwa pengembangan dan
pengelolaan kawasan budidaya diselenggarakan untuk mewujudkan keterpaduan dan
keterkaitan antar kegiatan.

Strategi pengembangan dan pengelolaan kawasan budidaya

Menetapkan kawasan budidaya nasional untuk mewujudkan pemerataan pemanfaatan


ruang di wilayah nasional;

Mengembangkan kegiatan- kegiatan budidaya beserta prasarana penunjangnya baik di


darat maupun di laut secara sinergis; dan

Mengembangkan dan mempertahankan kawasan budidaya pertanian yang merupakan


sentra produksi pangan nasional.
Tinjauan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi (RTRWP) Jawa
Timur

Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur ditetapkan melalui Peraturan Daerah
(Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2006. Beberapa arahan RTRW Provinsi Jawa
Timur yang menjadi perhatian dalam penyusunan RTRW Kabupaten Sidoarjo, adalah sebagai
berikut:

1. Struktur Pemanfaatan Ruang Wilayah


2. Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah
3. Pengembangan Kawasan Prioritas
4. Konsep Pengembangan Gerbangkertosusilo Plus
5. Konsep Surabaya Metropolitan Area
6. Keterkaitan dengan RTRW Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan
7. Konsep Pengembangan EJIIZ (East Java Integrated Industrial Zone)
Gambaran Umum Wilayah Perencanaan Terkait dengan
Pengembangan Kawasan Konversi Lahan
Orientasi Wilayah Perencanaan

Orientasi wilayah perencanaan terdiri dari 18wilayah


Kecamatan, 322 desa, 31 kelurahan.

Batas administrasi sebagai berikut :


• Sebelah Utara : Kota Surabaya dan
Kabupaten Gresik
• Sebelah Timur : Selat Madura
• Sebelah Selatan : Kabupaten Pasuruan
• Sebelah Barat : Kabupaten Mojokerto
Kondisi Fisik

Topografi Bentang Alam


Bentang alam Kabupaten Sidoarjo, merupakan medan dataran dan medan bergelombang.
Kemiringan Lereng daerah penyelidikan berkisar antara 5 - 15 %. Ketinggian topografi
dataran berkisar antara 4-10 meter dari permukaan laut, dengan kemiringan lereng antara 0-10
%.
Hidrologi
Sumber Daya Air Tanah
Akuifer bebas (menghasilkan air melalui sumur-sumur gali yang dangkal), dan akuifer
tertekan (sumur artesis).
Sumber Daya Air Permukaan
Daerah Kabupaten Sidoarjo dilalui oleh beberapa sungai besar dengan bentuk yang berkelok-
kelok seperti yang dapat dilihat pada Kali (K) Brantas - K. Surabaya.
Geologi dan Kemampuan Tanah
Luasan dari masing-masing jenis batuan adalah Jenis lapisan batuan Plistose Fasien Sedimen
dan Jenis lapisan batuan Alluvium
Komponen Kependudukan

• Jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo pada akhir tahun 2006


sebesar 1.480.578 jiwa, terjadi kenaikan 32.185 jiwa
atausebesar 2,66 persen dari akhir tahun 2005 sebesar
1.448.393 jiwa
Kecamatan
Sidoarjo
Laki-laki
71.706
Perempuan
73.932
elements
Jumlah
145.638
www.animationfactory.com
Buduran 32.953 32.906 65.859
Candi 46.348 50.872 97.220
Porong 31.440 32.579 64.019
Krembung 26.077 26.777 52.854
Tulangan 34.334 34.343 68.677
Tanggulangin 44.627 46.057 90.684
Jabon 21.490 22.455 43.945
Krian 43.510 44.987 88.497
Balongbendo 30.210 30.881 61.091
Wonoayu 33.062 34.194 67.256
Tarik 27.937 28.602 56.539
Prambon 29.732 29.812 59.544
Taman 72.882 72.294 145.176
Waru 79.546 80.209 159.755
Gedangan 43.610 42.969 86.579
Sedati 31.594 31.998 63.592
Sukodono 32.017 31.636 63.653
Jumlah/Total 2006 733.075 747.503 1.480.578
Jumlah/Total 2005 717.242 731.151 1.448.393
Jumlah/Total 2004 692.492 704.750 1.397.242
Mata Pencaharian Penduduk

Mata pencaharian terbesar penduduk Kabupaten Sidoarjo adalah sebagai


pekerja swasta yaitu 313.658 jiwa atau sekitar 46,58% dari seluruh tenaga kerja
yang terserap dalam kegiatan ekonomi. Selanjutnya, mata pencaharian
wiraswasta dan buruh tani menempati urutan kedua dan ketiga, masing-masing
sebesar 90.273 dan 75.401 jiwa.
Pengguunaan Lahan
Luas
www.animationfactory.com
Pemukiman Perkebunan Industri Pertanian/sawah Tegal/kebun Tambak/Kolam Fasum Bakau RTH
Kecamatan Wilayah dll (Ha)
(Ha) (Ha) (Ha) irigasi (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
Kecamatan

Sidoarjo 6256 1550,377 210,706 0 733,287 94,385 3394,301 0 172,586 1,92 107,1443
Buduran 4102,5 1704,765 111,742 138,366 29,068 39,371 2211,709 0 110,295 4,718 43,95516
Candi 4066,75 967,295 198,419 0 1628,041 83,309 1361,148 0 43,979 3,645 34,13196
Porong 2982,25 723,565 76,922 0 1504,883 62,704 579,322 0 22,127 0,001 69,7338
Tulangan 3120,5 980,409 340,232 0 1814,18 83,649 0 2,164 0 38,408 15,27921
Krembung 2955 683,536 513,115 0 1540,162 123,99 0 11,802 0 9,026 22,08458

Tanggulangin 3229 685,374 25,576 0 1753,344 13,085 492,687 0 5,945 1,106 17,76218

Jabon 8099,75 445,228 28,213 0 1748,609 223,588 4696,289 0 272,122 8,142 488,9192
Krian 3250 817,418 201,476 159,708 1823,004 172,633 0 23,226 0 36,485 36,91415

Balongbendo 3140 601,74 210,337 18,107 1951,67 357,921 0 4,297 0 20,903 59,20356

Wonoayu 3392 718,756 348,487 57,374 2159,891 195,169 0 10,583 0 19,733 8,244643
Tarik 3606 644,827 236,927 149,254 2195,08 367,198 0 0,888 0 50,46 67,88906
Prambon 3422,5 675,993 229,157 13,573 2246,967 279,478 0 4,362 0 9,31 37,25004
Taman 3153,5 1452,094 217,133 364,156 745,051 100,549 0 19,448 0 117,099 35,87456
Waru 3032 1497,648 53,318 194,835 226,464 127,15 864,26 54,641 55,464 100,226 33,32079
Gedangan 2405,75 1942,845 122,906 110,712 203,502 53,382 0 0 0 6,667 0
Sedati 7943 1193,576 57,108 0 513,427 78,144 5073,08 670,185 328,156 12,253 64,65161
Sukodono 3267,75 1752,541 367,577 47,286 1119,268 125,839 0 0 0 35,092 11,74308

71424,25 19037,987 3549,351 1253,371 23935,898 2581,544 18672,796 801,596 1010,674 475,194 1154,10188
Total
Potensi Pengembangan Wilayah

1) Karena penggunaan lahan di Kabupaten Sidoarjo mayoritas adalah lahan


pertanian yang masih banyak memiliki potensi-potensi produksi yang
didukung dengan potensi sumber daya manusianya serta sumber daya
lainnya yang bisa meningkatkan sektor perekonomian di Kabupaten
Sidoarjo sendiri;
2) Wilayah Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah delta yang sangat subur
tanahnya untuk budidaya pertanian dan diharapkan mampu memenuhi
kebutuhan pangan wilayah pada khususnya, dan daerah sekitarnya;
3) Adanya fasilitas pendukung seperti Pasar Induk Agribisnis yang berlokasi
di wilayah Sidoarjo sehingga keberdaanya memiliki pengaruh bagi
pertanian di Sidoarjo;
4) Dengan potensi produksinya, Kabupaten Sidoarjo pernah ditetapkan
sebagai salah satu wilayah lumbung beras di Propinsi Jawa Timur.
Permasalahan Konversi Lahan

Karakteristik Konversi Lahan

Konversi lahan di Kabupaten Sidoarjo umumnya terjadi pada


lahan pertanian yang mengalami penurunan,hal ini disebabkan
oleh adanya alih fungsi lahan seiring dengan perkembangan
perumahan dan industri.
Pola Konversi Lahan

Pola konversi lahan atau alih fungsi lahan di Kabupaten


Sidoarjo dapat dilihat dari peningkatan deviasi
penggunaan lahan.
Permukiman

RTRW 2003/2004 rekomendasi lahan untuk permukiman seluas


25.029,68Ha

Kondisi faktual sampai tahun 2001 seluas 17.639,55 Ha

Jadi, perkembangan kawasan permukiman di Kabupaten Sidoarjo belum


mencapai angka yang telah direncanakan,kondisi tersebut dapat dikatakan
telah terjadi deviasi sebesar 7.390,12 Ha atau 29,53% dari rencana RTRW
Deviasi Permukiman
NO  KECAMATAN RTRW 2003/2004 www.animationfactory.com
EKSISTING2001 DEVIASI(ha)
1 Sidoarjo 1179,2 1698,47 519,27
2 Buduran 1306,25 764,63 541,62
3 Candi 2385,97 1130,77 1255,2
4 Porong 1881,38 845,37 1036,01
5 Krembung 966,62 712,81 253,81
6 Tulangan 1374,35 877,98 496,37
7 Tanggulangin 1503,66 790,28 713,38
8 Jabon 1442,58 423,73 1018,85
9 Krian 2372,42 915,77 1456,65
10 Balongbendo 1651,32 737,21 914,11
11 Wonoayu 1368,35 926,23 442,12
12 Tarik 1587,2 829,53 757,67
13 Prambon 1339,37 841,71 497,66
14 Taman 857,5 1355,69 498,19
15 Waru 644,85 1290,06 645,21
16 Gedangan 965,26 766,4 198,86
17 Sedati 692,01 1718,66 1026,65
18 Sukodono 1511,39 1014,25 497,14
  JUMLAH 25029,68 17639,55 7390,13
Lahan Pertanian

Akibat konversi lahan tersebut, lahan pertanian untuk


komoditi padi atau beras di Kabupaten Sidoarjo berkurang.

 Pada tahun 2007, luas lahan tanam seluas 31.147 Ha dan pada
tahun 2008 menjadi 29.952 Ha.

 Penurunan luas lahan tanam tersebut mempengaruhi hasil


produksi, yang pada tahun 2007 mencapai 18.536 ton, dan
pada tahun 2008 menjadi 18.435 ton (Sidoarjo Dalam Angka,
2009).
Deviasi Pertanian
NO  KECAMATAN RTRW 2003/2004 www.animationfactory.com
EKSISTING2001 DEVIASI(ha)

1 Sidoarjo 58 683,9305 625,9305

2 Buduran 0 1053,4067 1053,4067

3 Candi 540 1302,8111 762,8111

4 Porong 782 1287,2376 505,2376

5 Krembung 2281,93 1855,2272 426,7028


6 Tulangan 2177,2 1979,2606 197,9394
7 Tanggulangin 498,1 1522,0519 1023,9519

8 Jabon 654 1826,2126 1172,2126

9 Krian 1251,4 1795,0889 543,6889

10 Balongbendo 1939 1933,8446 5,1554

11 Wonoayu 2592,25 2168,3679 423,8821

12 Tarik 2483,94 2077,6868 406,2532

13 Prambon 2655,61 2159,0032 496,6068

14 Taman 0 992,8807 992,8807

15 Waru 0 156,432 156,432

16 Gedangan 0 1036,4758 1036,4758

17 Sedati 0 864,812 864,812

18 Sukodono 258 1901,8498 1643,8498


JUMLAH 18171,43 26596,5799 8425,1499
 
Kawasan Perindustrian

Sebagai Contoh:
Kecamatan Wonoayu berdasarkan RTRW 2003/2004 luasan
lahan perindustriannya sebesar 21 Ha

kondisi eksistingnya sebesar 42,7075 Ha.

Deviasi penggunaan lahan perindustrian sebesar 21,7075 Ha


Deviasi Perindustrian
NO  KECAMATAN RTRW 2003/2004 www.animationfactory.com
EKSISTING 2001 DEVIASI (ha)
1 Sidoarjo 12 46,1492 34,1492
2 Buduran 59,5 134,4619 74,9619
3 Candi 20 63,75 43,75
4 Porong 17,75 24,6348 6,8848
5 Krembung 16 14,2115 1,7885
6 Tulangan 13,75 12,1212 1,6288
7 Tanggulangin 12 36,4273 24,4273
8 Jabon 652,11 0,4 651,71
9 Krian 45 213,7573 168,7573
10 Balongbendo 12 49,246 37,246
11 Wonoayu 21 42,7075 21,7075
12 Tarik 46 171,1695 125,1695
13 Prambon 12 26,054 14,054
14 Taman 454,75 477,087 22,337
15 Waru 1247 273,0684 274,3154
16 Gedangan 358 256,3543 101,6457
17 Sedati 301,66 27,5809 274,0791
18 Sukodono 20 32,5552 12,5552
  JUMLAH 3320,52 1901,736 173,031
Metodologi Pendekatan Perencanaan dan Teknik Analisa
METODE INVENTARISASI DATA

1. Identifikasi Pemanfaatan Ruang

Pembandingan dengan
Melalui observasi dokumen rencana yang
kondisi eksisting di telah ada
lapangan
2. Identifikasi Intensitas Pemanfaatan
Lahan

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah


survey primer berupa observasi menyeluruh pada
kawasan studi. Outputnya meliputi penentuan
koefisian dasar bangunan, koefisian lantai
bangunan dan garis sempadan bangunan
3. Identifikasi Kependudukan dan Karakteristik
Sosial

Jenis dan sumber data diperoleh melalui berikut ini


: a. Editing,
a. Data primer yaitu data yang diperoleh
langsung melalui survey primer
b. Data sekunder yaitu data berupa studi
literatur dan studi pustaka.
b. Pengolahan
c. Wawancara dengan masyarakat yang
mengetahui seluk beluk di Kabupaten data
Sidoarjo.
 
4. Identifikasi Karakter Ekonomi

Kondisi Dokume
Eksisti n
ng Survey Survey Rencana
Primer Sekunder

Identifikasi Sektor
Ekonomi

·Struktur ekonomi wilayah


·Pola persebaran ekonomi
·Pertumbuhan dan potensi investasi
·Sektor dan komoditas potensial
·Profil sistem koleksi dan distribusi barang
dan jasa.
·Economic linkage
·Pendapatan masyarakat
METODE ANALISIS

1. Metode Analisis Pemanfaatan Ruang

Dapat dilihat dari kecenderungan penggunaannya pada saat


ini, yaitu permukiman, industri, perkantoran, fasilitas umum dan
perdagangan dan jasa sehingga dalam perkembangannya
harus ditentukan prioritasnya

2. Metode Analisis Intensitas Pemanfaatan Lahan

Metode Analisis yang dipergunkan dalam intensitas


pemanfaatan lahan yaitu KDB dan KLB dan garis
sempadan bangunan
3. Metode Analisis Kependudukan dan Karakter
Sosial

Data yang dibutuhkan adalah:


Dokumen 1. Jumlah Penduduk
Rencana 2. Kepadatan penduduk
3. Pertumbuhan penduduk
4. Penduduk menurut mata
pencaharian
Survey Survey Sekunder 5. Penduduk menurut struktur usia
Primer 6. Penduduk menurut struktur agama
7. Penduduk menurut jenis kelamin
8. Penduduk menurut struktur
Identifikasi Kependudukan
pendapatan
9. Jumlah kepala keluarga
10.Angka kelahiran dan angka
kematian

Kompilasi
Data
4. Metode Analisis Karakter Ekonomi

Analisis mengenai struktur ekonomi wilayah kabupaten tersedia melalui PDRB Kabupaten Sidoarjo

Analisis mengenai peluang pertumbuhan ekonomi.

Analisis pergerakan barang dan jasa intra dan inter wilayah perencanaan.

Analisis pola persebaran ekonomi dalam wilayah perencanaan.

Analisis mengenai potensi investasi.


ALAT ANALISIS

1. Alat Analisis Pemanfaatan Ruang

Standar dan pedoman yang digunakan untuk


memperkirakan kebutuhan ruang:
1. Petunjuk Perencanaan Kawasan Perumahan Kota
Tahun 1987 (oleh Departemen Pekerjaan Umum).
2. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2004 tentang
Jalan.
3. Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 11
Tahun 1991 Tentang Penetapan Kawasan Lindung
di Propinsi Dati I Jawa Timur.
2. Alat Analisis Intensitas Pemanfaatan Lahan

Koefisien Dasar Koefisien Lantai Analisis Sempadan


Bangunan Bangunan Bangunan

KLB 10 % ( 1
lantai) untuk
ruang terbuka

LB (m2) LB1+LB2+LB3
+...LBn (m2)
KLB 60 – 120 %
( 1-2 lantai)
LT (m2) LT (m2)

KLB 120 –
1060% ( 2 – 33
lantai)
3. Alat Analisis Kependudukan

Exponential Model Bunga


Model Linier Growth Model Berganda


Pn = PO + n.a ●
Pn = Po(1+r)n ●
Pt = PO (1+r)t
4. Alat Analisis Karakter Ekonomi

Analisa Analisa
SWOT Stakeholders

Analisa Analisa
Kebijakan Cluster
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan Penyusunan
Jadwal Pelaksanaan
Sistematika Laporan Kemajuan Pekerjaan
Sistematika Pelaporan
elements
www.animationfactory.com

Laporan Laporan Laporan


Pendahuluan Antara Rencana
Laporan Pendahuluan Buku Laporan Merupakan Rencana
merupakan laporan Antara menampung Program
yang berisikan
hasil kegiatan Pengembangan
keseluruhan konsep,
metoda survey, dan survey, kompilasi Wilayah Kabupaten
rencana kerja dalam data, serta analisa. Sidoarjo
penyusunan Rencana Materinya (Pengembangan
Program Pengembangan merupakan laporan Kawasan Konversi
Wilayah Kabupaten
kemajuan setelah Lahan) yang akan
Sidoarjo
(Pengembangan mendapatkan fakta- diterapkan pada
Kawasan Konversi fakta dari hasil kawasan
Lahan). survey di lapangan. perencanaan.
Penugasan Personil Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Sidoarjo (TIM)

Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV Bulan V


No Tenaga Ahli Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke- Minggu Ke-

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Team Leader

2. Ahli Planologi
Ahli
Sipil/Transportasi
3.

Ahli Geodesi
4. Pertanahan

Ahli Lingkungan
5.

Ahli
Geologi/Dalam
6.
Bumi

Ahli Ekonomi
7. Pembangunan
Struktur Organisasi Pelaksana Pekerjaan
Struktur Organisasi
S.E.K.I.A.N.
D.A.N.
T.E.R.I.M.A.K.A.S.I.H.

Anda mungkin juga menyukai