Anda di halaman 1dari 18

FILSAFAT MODERN

KELOMPOK 7
1. Doddy Ario Siswanto
P.
2. Faisal M. Naufal
3. Hatfina Izzati
4. Rima Mustafa
Sejarah filsafat terdiri dari tiga periode.

Periode pertama, adalah periode klasik,


sebagai kelanjutan era kuno yang dimulai dari
Athena, Alexsanderia, dan pusat-pusat
pemikiran Helenistik dan Roma. Periode
kedua, adalah periode pertengahan dan
periode ketiga, adalah periode modern yang
dilanjutkan dengan periode post-modernisme.
Filsafat Modern adalah pembagian
dalam sejarah Filsafat Barat yang
menjadi tanda berakhirnya era
skolastisisme. Waktu munculnya
filsafat modern adalah abad ke-17
hingga awal abad ke-20 di Eropa
Barat dan Amerika Utara. Filsafat
Modern ini pun dimulai sejak
munculnya rasionalisme lewat
pemikiran Descartes, seorang filsuf
terkemuka di zaman Modern.
Corak utama filsafat Modern yaitu di anutnya kembali
fasionalisme seperti pada masa Yunani Kuno.
Gagasan ini disertai oleh Argumen yang kuat, di
ajukan oleh Descartes.

Gerakan pemikiran Descartes di sebut Renaissnce,


dialah orang pertama di akhir abad pertengahan itu
yang menyusun Argumentasi kuat, yang
menyimpulkan bahwa dasar filsafat haruslah akal
bukan perasaan, bukan iman, bukan ayat suci dan
bukan lainya.
Descartes ingin filsafat dilepaskan dari dominasi
agama Kristen dan di kembalikan kepada semangat
filsafat Yunani yaitu filsafat yang berbasis akal.
Dari sudut pandang sejarah Filsafat Barat
melihat bahwa masa modern merupakan
periode dimana berbagai aliran pemikiran
baru mulai bermunculan dan beradu dalam
kancah pemikiran filosofis Barat. Filsafat Barat
menjadi penggung perdebatan antar filsuf
terkemuka. Setiap filsuf tampil dengan gaya
dan argumentasinya yang khas. Argumentasi
mereka pun tidak jarang yang bersifat kasar
dan sini, kadang tajam dan pragmatis, ada
juga yang sentimental.
Ada beberapa tokoh yang menjadi perintis yang
membuka jalan baru menuju perkembangan ilmiah
yang modern. Mereka adalah :
1. Leonardo da VincI (1452-1519)
2. Nicolaus Coperticus (1473-1543)
3. Johannes Kepler (1571-1630)
4. Galileo Galilei (1564-1643)
Sedangkan Francis Bacon (1561-1623) merupakan
filsuf yang meletakkan dasar filosofisnya untuk
perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Dia
merupakan bangsawan Inggris yang terkenal
dengan karyanya yang bermaksud untuk
menggantikan teori Aristoteleles tentang ilmu
pengetahuan dengan teori baru. 2
Peradaban Eropa modern terbentang mulai dari abad -15 hingga
abad ke-19 dengan watak pemberontakannya terhadap periode
pertengahan. Bertrand Russel, sebagaimana dikutip oleh Rodliyah
Khuzai, mengemukakan lima perbedaan antara periode modern
dibanding periode pertengahan.
1. Pertama, berkurangnya otoritas gereja dan meningkatnya
otoritas ilmu.
2. Kekuasaan gereja yang semula dominan mulai berkurang dan
digantikan fungsinya oleh raja.
3. Jika abad pertengahan manusia berusaha memahami dunia
(theorical science), maka masa modern manusia berusaha
mengubah dunia yaitu (practical Science).
4. Jika pada masa pertengahan manusia yang berusaha memahami
dunia dan tidak sesuai dengan isi kitab suci maka akan dihukum.
Tetapi pada masa modern penolakan terhadap kitab suci dianggap
sah jika menemukan sebuah teori yang dilandasi oleh ilmu
pengetahuan.
5. Kebebasan dari otoritas gereja menimbulkan individualisme atau
bahkan anarkisme. 5
Kebudayaan modern lebih bersifat sekuler daripada
kebudayaan Abad Pertengahan. Sebagai kekuasaan
pemerintah yang menguasai kebudayaan, Negara lebih
menggantikan kedudukan gereja. Kekuasaan gereja ini lambat
laun menjadi lemah, sedang dilain pihak Negara kebangsaan
lebih meningkatkan kekuasaannya.

Renaissance dianggap sebagai masa peralihan dari abad


pertengahan ke Zaman Modern dan dengan demikian ia
memiliki unsure-unsur abad pertengahan dan modern, unsur-
unsur keagamaan dan profane, otoriter dan individualistis.
Bukan pengertian yang mendadak disegala bidang, atau
pembaharuan yang tiba-tiba, melainkan suatu peralihan yang
berangsur-angsur. Tetapi ini semua tak berarti pengingkaran,
bahwa Renaissance umumnya dianggap sebagai suatu titik
peralihan di dalam sejarah kebudayaan barat.
Lambat laun nilai-nilai Kristiani Abad Pertengahan mulai
kehilangan arti. Ide-ide tradisional. 6
RENAISSANCE
Renaissance berasal dari bahasa prancis yang berarti
kebangkitan kembali. Oleh sejarawan, istilah tersebut
digunakan untuk menunjukan berbagai priode kebangkitan
intelektual, khususnya yang terjadi di eropa.
Orang pertama yang menggunakan istilah ini adalah Jules
Michelet, sejarawan Prancis terkenal. Menurutnya,
Renaissance adalah priode penemuan manusia dari dunia
yang bukan sekedar sebagai kebangkitan kembali yang
merupakan penemian kebangkitan modern.
Ciri utama Renaissance ialah humanism, individualism,
lepas dari Agama, Empirisme, dan Renaissance. Hasil yang
diperoleh dari watak ini adalah pengetahuan Rasional
berkembang.
Zaman modern filsafat di dahului oleh zaman Renaissance.
Tokoh pertama filsafat modern adalah RenaDescartes. Ciri-
cirinya yaitu menghidupkan kembali Rasionalisme Yunani
(Renaissance). 7
Descartes diangggap sebagai bapak filsafat
modern. Karena dialah orang pertama di akhir
abad pertengahan itu yang menyusun
Argumentasi yang kuat, yang menyimpulkan
bahwa filsafat haruslah akal, bukan perasaan,
bukan iman, bukan ayat suci, dan bukan
lainnya, ia ingin filsafat di lepaskan dari
dominasi agama Kristen dan di kembalikan
kepada semangat filsafat Yunani kuno, yaitu
filsafat yang berbasis pada Akal.
HUMANISME
Pada Renaissance muncul aliran kebenaran
yang berpusat pada manusia yang kemudian
dikenal dengan Humanisme. Aliran ini lahir
disebabkan gereja yang telah menafikan
berbagai penemuan manusia, bahkan dengan
doktrin dan kekuasannya. Mungkin terjadi
dalam aliran ini bahwa manusia selalu
menjadi hal yang tinggi, lain hal tak ada.
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT MODERN:

1. IDEALISME
Adalah suatu ajaran/faham yang menganggap ahwa
realitas ini terdiri atas ide-ide, pikiran, jiwa. Aliran filsaft
idealisme ini merupakan aliran filsafat yang memiliki
peranan penting dalam perkemangan sejarah pemikiran
manusia. Bagi aliran ini, kenyataan yang sebenar-
benarnya nyata adalah alam pikiran.
aliran ini mulanya berkemmang di abad pertengahan.
Ulama-ulama mengakui bahwa segala apapun yang
berhubungan dengan kerohanian selalu lebih penting
dengan hal-hal bersifat kebendaan. Oleh karena itu,
tidaklah mengherankan jika sampai saat ini aliran filsafat
idelaisme ini lebih banyak diyakini oleh kaum agama.
RASIONALISME
Usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal
sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir
renaisans, masih berlanjut terus sampai abad ke-17. Abad
ke-17 adalah era dimulainya pemikiran-pemikiran
kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya. Semakin lama
manusia semakin menaruh kepercayaan yang besar
terhadap kemampuan akal, bahkan diyakini bahwa dengan
kemampuan akal segala macam persoalan dapat dijelaskan,
semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan
termasuk seluruh masalah kemanusiaan.
Rasionalisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang
berpendirian bahwa sumber pengetahuan yang mencukupi
dan dapat dipercaya adalah akal. Rasionalisme tidak
mengingkari peran pengalaman, tetapi pengalaman
dipandang sebagai perangsang bagi akal atau sebagai
pendukung bagi pengetahuan yang telah ditemukan oleh
akal. Akal dapat menurunkan kebenaran-kebenaran dari
dirinya sendiri melalui metode deduktif.
1
Pada zaman modern filsafat, tokoh pertama
rasionalisme adalah
1. Rene Descartes (1595-1650
2. Baruch Spinoza (1632-1677)
3. Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716).
1
EMPIRISME
Pelopornya adalah David Hume (1711-1776).
Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang
berpendapat bahwa empiri atau pengalamanlah yang
menjadi sumber pengetahuan. Akal bukanlah sumber
pengetahuan, akan tetapi akal berfungsi mengolah data-
data yang diperoleh dari pengalaman.

Sebagai penganut empirisme, pengenalan atau


pengetahuan diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman
adalah awal dari segala pengetahuan, juga awal
pengetahuan tentang asas-asas yang diperoleh dan
diteguhkan oleh pengalaman. Segala pengetahuan
diturunkan dari pengalaman. Dengan demikian, hanya
pengalamanlah yang memberi jaminan kepastian.

Orang pertama pada abad ke-17 yang mengikuti aliran


empirisme di Inggris adalah Thomas Hobbes (1588-1679)
dan Bacon. 1
Kritisisme
Imanuel Kant (1724-1804) mencoba mencari
sintesa dari pertentangan dua aliran filsafat ini.
Kant berpendapat bahwa masing masing aliran
memiliki nilai kebenaran dan kesalahan
separuh. Bagi Kant, kenyataan bahwa
pengetahuan kita tentang dunia berasal dari
indra kita adalah sesuatu hal yang benar.
Namun demikian, kita tidak bisa mengabaikan
aspek akal pikiran yang jadi faktor penentu
tentang bagaimana cara kita memandang dunia
sekitar kita.
KESIMPULAN
Suasana kefilsafatan abad pertengahan yang bercorak teosentris,
dan latar belakang masyarakat Eropa yang terkekang oleh otoritas
geraja, menimbulkan pemberontakan terhadap nilai-nilai (tradisi)
gerejawi, menjadi penyebab lahirnya renaissance dan filsafat
modern.
Karakteristik filsafat modern adalah antroposentrisme, Manusia
melihat, merasakan dan menyadari adanya potensi pada dirinya
untuk menentukan kebenaran (eksistensialisme), tolak ukur dan
validitasnya lewat metode penginderaan-observasi atau eksprimen
terhadap realitas fisik yang melahirkan cara yang selanjutnya
disebut metode ilmiah.
Tokoh pertama rasionalisme adalah Descartes is menyimpulkan
bahwa dasar filsafat haruslah akal, bukan perasaan, bukan iman,
bukan ayat suci, dan bukan yang lainnya.
Menurut analisis kami. Kami setuju dengan pemikiran Descartes
bahwa dasar. Filsafat adalah rasio atau akal karena dengan akal lah
seseorang dapat berfikir dan dapat mengetahui kebenaran. Akan
tetapi tidak akal saia yang dapat dipergunakan, melainkan
perasaan juga dapat digunakan untuk mengetahui sesuatu yang
terjadi.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai