Anda di halaman 1dari 19

DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

DITJEN PELAYANAN KESEHATAN


KENDARI 9 AGUSTUS 2016
DASAR HUKUM
1. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 103 TAHUN 2014
TENTANG PELAYAN KESEHATAN TRADISIONA PASAL 70
1) Pemerintah bertanggung jawab memberdayakan dan
mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya
pengembangan kesehatan tradisional.
2) Pemberdayaan masyarakat sebagaimana dimaksud
pada ayat diarahkan agar masyarakat dapat
melakukan perawatan kesehatan secara mandiri
(asuhan mandiri) dan benar.
3) Perawatan kesehatan secara mandiri sebagaimana
dimaksud pada ayat (21 dapat dilaksanakan dengan
pemanfaatan taman obat keluarga dan keterampilan

2. PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 9 TAHUN


2016 TENTANG UPAYA PENGEMBAANGAN KESEHATAN
TRADISIONAL MELALUI ASUHAN MANDIRI
PEMANFAATAN TOGA DAN KETRAMPILAN
1. Kelompok Usia subur
a. Nyeri Haid
b. Mual
c. Demam pada Ibu Nifas
d. ASI sedikit dan tidak lancar
Contoh ramuan nyeri haid
Bahan
a. Empu kunyit 3 jari
b. Asam kawak (asam yang telah dimasak) 2 Sendok teh
c. Gula merah 2 sendok makan
d. Air 3 gelas

Cara pembuatan
Kunyit setelah dikupas, diiris tipis-tipis, rebus hingga air menyusut menjadi
setengahnya, tambahkan asam kawak, gula merah kemudian diaduk-aduk.
Diamkan sampai hangat-hangat kuku.

Cara pemakaian
Minum ramuan kunyit asam diatas 7 hari sebelum haid sampai 3 hari selama
haid. Ramuan ini juga dapat ditambahkan kayu manis 1 jari sebagai
penyedap/pengharum, asam dan gula merah dapat ditambahkan sesuai
selera.

2. Kelompok Usia Balita (1-5


tahun)
a. Kurang/Tidak Nafsu Makan
b. Batuk pilek
c. Sesak Nafas karena Asma pada
Anak
d. Perut Kembung (Dispepsia)
e. Sakit Perut pada Bayi/Anak
f. Sakit Perut Kembung pada anak/bayi
g. Cacingan
CONTOH : BATUK PADA ANAK
Bahan :
Bunga belimbing wuluh segar 1 genggam.
Bawang Merah 1 buah.
Biji Buah Pala 1/4 kelereng.
Gula Batu 1 sendok makan.
Air 1/2 gelas.

Cara pembuatan :
Bawang merah diiris menjadi 4 bagian, biji buah pala
ditumbuk sehingga menjadi seperti batu kerikil. Kemudian
semua bahan dicampur kedalam mangkok kecil dan ditutup,
lalu dikukus selama 1 jam. Selanjutnya dilakukan penyaringan.

Cara pemakaian :
Hasil saringan diminum pada pagi hari dan malam hari
sebelum tidur.
3. KELOMPOK USIA SEKOLAH DAN REMAJA
(6-18 THN)
a.Meningkatkan Sel Darah Merah
b.Sakit Gigi
c.Pingsan
Contoh untuk sakit GIGI
Ramuan:
Bahan :
Cengkeh 2 butir

Cara pembuatan :
Cengkeh dihaluskan

Cara pemakaian :
Cengkeh ditapal pada gigi yang sakit.
4. Kelompok Usia Kerja
a. Sakit Kepala Sebelah (Migren)
b. Nyeri Otot/Pegel Linu

Contoh Ramuan sakit kepala (migren)


Bahan :
Bawang putih 1 siung
Pegagan 1 jumput
Air 1 gelas

Cara pembuatan :
Pegagan dan bawang putih yang sudah digeprek
direbus dengan air selama 10-15 menit.

Cara pemakaian :
Diminum selagi hangat, 3 kali 1 gelas sehari.
5. Kelompok Usia Lansia (>60 thn)

a. Melancarkan Buang Air Besar


(Konstipasi)
b. Nyeri Sendi
c. Susah Tidur (Insomnia)
d. Maag
e. Pemulihan Setelah Sakit
f. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
CONTOH RAMUAN UNTUK SUSAH BUANG AIR

Ramuan
Bahan :
lidah buaya ukuran sedang pelepah
Madu 1 sendok makan
Air gelas

Cara Pembuatan :
Daun lidah buaya dicuci dan dikupas.Isinya dipotong
kecil-kecil, seduh dengan gelas air. Berikan 1 sendok
makan madu. Ramuan dapat juga diblender

Cara pemakaian :
Ramuan diminum 1 kali sehari, sampai BAB normal
CARA PEMBUATAN RAMUAN
1. Higyene sanitasi
a. Bahan Ramuan
Cuci bersih seluruh bahan ramuan dengan air bersih dan
mengalir
Tiriskan bahan ramuan dengan wadah yang bersih
Rajang bahan ramuan sesuai kebutuhan
b. Peralatan
Peralatan yang digunakan harus bersih dan kering
Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
Cuci bersih dan keringkan peralatan setelah digunakan
Simpan di dalam lemari perkakas
c. Peramu
Kondisi fisik peramu harus dalam keadaan sehat
Cuci tangan dengan cara yang benar sebelum meramu
Gunakan masker, tutup kepala dan celemek
Selalu cuci tangan setiap penggantian tahapan proses
pembuatan ramuan
2. Penyiapan Bahan Baku (simplisia)
a.Berwarna cerah.
b.Yang telah tua/masak sempurna dan
dalam keadaan segar, Buah tidak keriput.
Kulit batang tidak retak.
c.Pilih yang masih utuh dan tidak rusak
d.Tidak terserang hama dan yang tidak
bercendawan atau berjamur
e. Tidak memilih buah, daun, bunga, kulit
umbi yang telah berubah warna atau layu.
3. Penyiapan Alat
Jenis peralatan antara lain :
Periuk (kuali) dari tanah liat atau panci
dari bahan gelas/kaca atau stainless
steel.
Pisau atau spatula/pengaduk yang
terbuat dari bahan kayu
Saringan dari bahan plastik atau nilon
4. Cara Pembuatan
Beberapa teknik membuat ramuan,
diantaranya:
Infusa adalah proses penyarian terhadap
bahan ramuan dengan air pada suhu 90C
selama 15 menit. Umumnya untuk bahan
tanaman yang lunak. Contoh: daun, bunga
Dekok adalah proses penyarian terhadap
bahan ramuan dengan air pada suhu 90C
selama 30 menit. Umumnya untuk bahan
tanaman yang keras. Contoh: akar, batang
Ekstraksi adalah proses penarikan suatu zat
yang dapat larut dari simplisia dengan
pelarut yang sesuai.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
pembuatan ramuan, diantaranya:
a.Jika merebus sebaiknya menggunakan api
kecil.
b.Alat-alat yang digunakan harus bersih.
c.Biasanya dalam merebus simplisia herba, air
disisakan menjadi setengahnya.
d.Jika herba berupa teh atau simplisia yang
harus diseduh, maka menggunakan air dengan
suhu 80 derajat.
e.Masukan bahan ramuan yang mengandung
minyak atsiri setelah mau diangkat dan ditutup,
untuk ramuan yang bentuk kayu dapat
dimasukkan di awal agar zat obat dapat keluar
dengan maksimal.
5. Cara Penyajian
Cara penyajian ramuan, diantaranya:
a. Penyajian untuk dikonsumsi
1) Rebusan, disajikan dengan menyaring hasil rebusan
kemudian cairan sari diminum hangat-hangat
2) Seduhan, disajikan dengan mengendapkan bahan ramuan
yang sudah direndam air panas atau menyaringnya kemudian
cairan sari diminum hangat-hangat
3)Perasan, disajikan dengan meminum cairan sari dari bahan
ramuan yang diperas

b. Penyajian untuk penggunaan luar


1) Tapal, disajikan dengan menempelkan bahan ramuan yang
ditumbuk kebagian tubuh yang sakit.
2) Balur, disajikan dengan menggosokkan atau membalurkan
bahan ramuan yang ditumbuk kebagian tubuh yang sakit.
3) Oles, disajikan dengan mengoleskan bahan ramuan dalam
bentuk cair kebagian tubuh yang sakit.
4) Mandi, dilakukan dengan menyiramkan atau merendam
tubuh dengan cairan rebusan bahan ramuan.
c. Penyajian untuk penggunaan
penguapan
1) Ratus, disajikan dengan membakar
bahan ramuan kemudian uapnya
diarahkan kebagian tubuh tertentu.
2) Sauna, disajikan dengan merebus
bahan ramuan kemudian uapnya
diarahkan ke seluruh tubuh dalam
ruangan tertutup.
CARA PENYIMPANAN
Ramuan yang sudah dibuat dapat disimpan sesuai dengan jenis
sediaannya.
a.Ramuan Rebusan/Godogan : Dapat disimpan di dalam kulkas
selama 3 hari menggunakan wadah tertutup
b.Ramuan Seduhan : Dapat disimpan dalam wadah tertutup
maksimal 24 jam
c.Ramuan Perasan : Sebaiknya tidak disimpan
d.Ramuan Tapal : Dapat disimpan dalam wadah tertutup dalam
suhu ruang
e.Ramuan Balur : Dapat disimpan dalam wadah tertutup dalam
suhu ruang
f.Oles : Dapat disimpan dalam wadah tertutup dalam suhu ruang
g.Ramuan Rebusan untuk Mandi : Sebaiknya tidak disimpan
h.Ramuan Ratus: Sebaiknya tidak disimpan
i.Ramuan Sauna : Sebaiknya tidak disimpan