Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

SKABIES
Pembimbing :
dr. Sri Katon Sulistyaningrum, Sp. KK
Oleh :
Gisni Luthviatul Zachra (2012730128)
IDENTITAS

Nama : Tn. A
Usia : 17 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Utan Panjang
Tanggal Pemeriksaan : 21 Januari 2017
ANAMNESIS

Keluhan Utama :

Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSIJ


Cempaka Putih dengan keluhan bruntus-bruntus
dan gatal di kedua tangan dan kaki kiri sejak 2 bulan
sebelum masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang :

Pasien datang ke RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan bruntus-


bruntus disertai gatal di kedua tangan dan kaki sejak 2 bulan
sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Awalnya timbul bruntus
kemerahan sebesar jarum pentul di sela-sela jari tangan tangan
kanan dan kiri yang dirasakan gatal dan digaruk
Gatal dirasakan pada malam hari, dan karena gatal,
pasien mengaku kadang tidak bisa tidur. Pasien
mengatakan teman pasien mengalami hal serupa,
pasien mengatakan sering menginap dan tidur
dengan temanya. Pasien juga mengaku sering
menggunakan handuk secara bergantian dengan
temannya.
Pasien tidak pernah kontak dengan hewan.
Riwayat Penyaklit Dahulu :
- Pasien belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya
- Riwayat asma dan rhinitis disangkal

Riwayat Penyaklit Keluarga :


Teman-teman pasien mengalami keluhan yang sama.

Riwayat Pengobatan :
Pasien belum pernah berobat sebelumnya dan tidak sedang
mengkonsumsi obat-obatan jangka panjang.
Riwayat alergi :
Alergi makanan dan obat disangkal. Alergi debu dan cuaca
dingin disangkal.

Riwayat Psikososial :

Pasien tinggal bersama kedua orang tua dan kedua


kakaknya. Lingkungan rumah pasien bersih, ventilasi
baik. Pasien sering bermain dirumah temanya, dan
sering
menginap dan tidur bersama temannya. Pasien sering
mandi dirumah temannya dengan menggunakan
handuk secara bergantian. Biasanya mandi 1 kali
sehari. Pasien jarang ganti baju dan menggunakan baju
yang
sama sampai 2 hari. Kondisi rumah teman pasien kotor
dan berdebu, banyak bantal-bantal yang tidak di
bungkus kain bersih.
PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum:Tampak Sakit Ringan


Kesadaran :Compos Mentis
Tanda-tanda vital
Nadi :82 x/menit
Respirasi :20 x/menit
Suhu :36,9OC
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
STATUS GENERALIS

Normocephal, warna rambut hitam,


distribusi rambut merata dan lurus,
rambut tidak mudah rontok

Mata cekung (-/-), konjungtiva anemis


(-/-),
sklera ikterik (-/-).

Simetris, deviasi septum (-), Sekret (-)


STATUS GENERALIS

Normotia, sekret (-)

mukosa oral basah, faring hiperemis (-)

Tidak ada pembesaran KGB


Paru
PALPASI simetris,
INSPEKSI simetris vocal fremitus sama
dextra-sinistra, tidak dextra-sinistra, tidak
ada bagian dada ada bagian dada
yang tertinggal saat yang tertinggal saat
bernapas, retraksi bernapas, nyeri
dinding dada (-) tekan (-)
AUSKULTASI suara
PERKUSI sonor pada napas vesikuler (+/
semua lapang paru +), ronkhi (-/-),
wheezing(-/-)
Jantung

INSPEKSI ictus cordis PALPASI ictus cordis


tidak terlihat tidak teraba

AUSKULTASI bunyi
PERKUSI batas jantung I dan II
jantung dalam batas regular, bising
normal jantung (-), gallop
(-), murmur (-)
Abdomen
Inspeksi : tampak datar
Auskultasi : bising usus (+)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-),
Perkusi: timpani di seluruh
region abdomen

Ekstremitas: akral hangat, CRT<2


detik, sianosis (-), edema (-)
STATUS DERMATOLOGI

Regio interdigitalis manus dextra


Tampak papul multiple
Hipopigmentosa, difus dengan
penyebaran diskret disertai skuama.
STATUS DERMATOLOGI

Regio interdigitalis manus sinistra


Tampak papul multiple hipo, difus
dengan penyebaran diskret disertai
skuama.
STATUS DERMATOLOGI

Regio dorsum pedis sinistra


Tampak papul multiple
hiperpigementosa, dengan
penyebaran diskret, disertai krusta
hiperpigmentasi, berukuran miliar,
disertai skuama.
Resume

Laki-laki 17 tahun datang ke RSIJ Cempaka Putih dengan keluhan


Bruntus-bruntus dan gatal di tangan dan kaki sejak 2 bulan
sebelum masuk rumah sakit. Gatal dirasakan pada malam hari.
Awalnya pasien mengaku teman pasien mengalami hal serupa, pasien
mengataklan sering menginap dan tidur dengan temanya. Pasein
sering menggunakan handuk secara bergantian. Riwayat alergi
disangkal.
Pemeriksaan fisik dan status generalis dalam batas normal.
Status dermatologis, Regio interdigiti manus dextra dan sinistra,
regio
dorsum pedis sinistra tampak papul multipel hiperpigmentosa
disertai skuama dan likenifikasi.
Diagnosis

Diagnosis Kerja :
Skabies
PENATALAKSANAAN

Non-medikamentosa

Menjelaskan kepada keluarga pasien mengenai penyakit yang diderita


oleh pasien dan cara penggunaan obat yang diberikan.
Pengobatan yang diberikan dioleskan di kulit dan sebaiknya dilakukan
pada malam hari sebelum tidur.
Ganti pakaian, handuk, sprei, yang digunakan, selalu cuci dengan
teratur dan direndam dengan air panas
PENATALAKSANAAN

Non-medikamentosa

Alat-alat yang tidak bisa direndam dengan air panas seperti karpet,
kasur, sofa dapat dijemur.
Setiap anggota keluarga serumah atau dilingkungan pasien tinggal
sebaiknya mendapatkan pengobatan yang sama dan ikut menjaga
kebersihan
Medikamentosa

Topikal
Permethrin 5% cream sebelum tidur dioleskan hanya
sekali pada kulit seluruh tubuh kecuali kulit muka dan
luka, gunakan 8 14 jam, kemudian bilas
dengan air. Bila belum sembuh diulangi setelah 7 hari.

Sistemik
Antihistamin : Cetirizine tablet 1 x 10 mg/ malam hari
PROGNOSIS

-Qua ad Vitam : Bonam

-Qua ad Fungtionam : Bonam

-Qua ad Sanationam : Bonam


TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi
Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh
infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei varian
hominis dan produknya

Epidemiologi
Skabies terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan,
di semua geografi daerah, semua kelompok usia, ras dan
kelas sosial.

Namun menjadi masalah utama pada daerah yang padat


dengan gangguan sosial, sanitasi yang buruk, dan negara
dengan keadaan perekonomian yang kurang.
ETIOLOGI

1. Sarcoptes scabiei varian hominis


2. filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarima, superfamili Sarcopte

Morfologi Ukuran Bentuk dewasa


1. Tungau kecil 1. betina berkisar antara 330 4 pasang kaki, 2 pasang
2. Berbentuk oval 450 mikron x 250 350 didepan sebagai alat untuk
3. punggungnya mikron melekat dan 2 pasang kaki
cembung 2. Jantan 200 240 mikron kedua pada betina
4. Bagian perutnya x 150 200 mikron berakhir dengan rambut,
rata sedangkan pada jantan
5. Tidak bermata pasangan kaki ketiga
berakhir dengan rambut
dan keempat dengan alat
perekat
PATOGENESIS
Manifestasi Klinis

Cardinal Sign
Dapat didiagnosis jika ditemukan 2 dari 4

1. Pruritus nocturna
2. Sekelompok orang
3. Adanya terowongan
4. Menemukan Sarcoptes scabiei
Pemeriksaan Penunjang

1. Apusan Kulit
2. Kerokan Kulit
3. Mengambil tungau dengan jarum
4. Test tinta pada terowongan
5. Biopsi ringan
6. Uji tetrasiklin
Differensial Diagnosis

Beberapa penyakit dapat menyerupai skabies antara


lain prurigo, dermatitis atopik, dermatitis numularis,
dermatitis kontak, dermatitis herpetiformis, erupsi obat
dan insect bite
Penatalaksanaan

Syarat obat yang ideal:


1. Harus efektif terhadap semua stadium
tungau
2. Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak
bersisik
3. Tidak berbau atau kotor serta tidak
merusak atau mewarnai pakaian
4. Mudah diperoleh dan harganya murah
Jenis Obat Dosis Keterangan
Permethrin Dioleskan selama 8-14 jam, Terapi lini pertama di US dan kehamilan
kategori B
5% cream diulangi setelah 7 hari.

Lindane 1% lotion Dioleskan selama 8 jam setelah Tidak dapat diberikan pada anak umur 2
itu dibersihkan, olesan kedua tahun kebawah, wanita selama masa
diberikan 1 minggu kemudian. kehamilan dan laktasi.

Crotamiton Dioleskan selama 2 hari berturut- Memiliki efek anti pruritus tetapi
turut, lalu diulangi dalam 5 hari. efektifitasnya tidak sebaik topikal lainnya.
10% cream

Precipitatum Sulfur Dioleskan selama 3 hari lalu Aman untuk anak kurang dari 2 bulan
dan wanita dalam masa kehamilan dan
5-10% dibersihkan.
laktasi, tetapi tampak kotor dalam
pemakaiannya dan data efisiensi obat
ini masih kurang.

Benzyl Benzoat Dioleskan selama 24 jam lalu Efektif namun dapat menyebabkan
dibersihkan dermatitis pada wajah
10% lotion

Ivermectin Dosis tunggal oral, bisa diulangi Memiliki efektifitas yang tinggi dan aman.
selama 10-14 hari Dapat digunakan bersama bahan topikal
200 g/kg
lainnya. Digunakan pada kasus-kasus
scabies berkrusta dan scabies resisten.
Pencegahan

Orang-orang yang kontak langsung atau dekat dengan


penderita harus diterapi. Mencegah penyebaran scabies
karena seseorang mungkin saja telah mengandung
tungau scabies yang masih dalam periode inkubasi
asimptomatik.

Selain itu untuk mencegah terjadinya reinfeksi melalui


seprei, bantal, handuk dan pakaian yang digunakan dalam
5 hari terakhir, harus dicuci bersih dan dikeringkan
dengan udara panas.
Menjaga Higientitas personal
Komplikasi

Dalam hal ini ialah infeksi yang disebabkan oleh


Streptococcus grup A. Pada beberapa kasus didapati
bahwa infeksi streptokokus dapat berkembang menjadi
glomerulonefritis terutama pada anak-anak. Demam
Rematik akut juga berhubungan dengan skabies terkait
infeksi streptokokus. Sepsis bakteri dalam septikemia
bayi
yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan adanya
ruam kulit, disebabkan oleh skabies, telah dilaporkan
di Gambia
Prognosis

Jika tidak dirawat, kondisi ini bisa menetap untuk

beberapa

tahun. Pada individu yang immunocompetent, jumlah

tungau akan berkurang seiring waktu

Jika diterapi sesuai, pronosisnya menjadi baik.


DAFTAR PUSTAKA

1. Boediardja SA, Handoko RP, Scabies, in : Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu Penyakit
Kulit dan Kelamin Edisi Ketujuh. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2015. 137-
140
2. Craig N. Burkhart, Scabies, Other Mites and Pediculosis.Fitzpatricks Dermatology in General
Medicine, 8th.USA : McGraw Hill; 2012. 2569
3. Centers for Disease Control and Prevention. Parasites Scabies. 2010. Available at:
http://www.cdc.gov/.
4. Kartowigno S. 10 Besar Kelompok Penyakit Kulit. Edisi Pertama. Palembang : Fakultas
Kedokteran Universitas Sriwijaya. 2011 : 167-173.
5. Hay RJ, Steer AC, Engelman D, et al. Scabies in The Developing World - Its Prevalence,
Complications, and Management.Clinical Microbiology and Infection.2012; 18: 313323. From:
www.ncbi.nml.nih.gov/pubmed/22429456
THANK
YOU