Anda di halaman 1dari 16

PENILAIAN KINERJA

Sukma Awalun Nafi14510007


Mardiyatul Janna 14510010
Dewi Ani Safitri 14510016
Ummi Maghfuroh 14510021
Pengertian Penilaian
Kinerja
Menurut Rivai dan Basri, penilaian kinerja merupakan kajian
sistematis tentang kondisi kerja karyawan yang dilaksanakan secara
formal yang dikaitkan dengan standar kinerja yang yang telah
ditentukan oleh perusahaan.

Menurut Dessler berpendapat bahwa penilaian kinerja adalah


mengevaluasi dari seorang karyawan baik saat ini maupun dimasa lalu
dihubungkan dengan standar kinerja dari karyawan tersebut. Hasil
penilaian kinerja dapat menunjukkan apakah SDM telah memenuhi
tuntutan yang dikehendaki perusahaan, baik dilihat dari sisi kualitas
maupun kuantitas.
Kajian Alquran
Ayat yang terkait dengan penilaian kinerja terdapat pada Surah At-
Taubah : 105




( )

Terjemahan:
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta
orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan
dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan
yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
Penilaian kinerja terdapat pula pada Surah An-Nahl : 97








()



Terjemahan:
Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-
laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka
sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya balasan
kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami berikan
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik
dari apa yang yang telah mereka kerjakan.
Keterkaitan Ayat dengan Penilaian
Kinerja

Kesimpulan dari teori yang dikemukakan oleh Rivai dan Basri serta Dessler
bahwa kesuksesan seseorang di dalam melaksanakan pekerjaan diukur sejauh
mana keberhasilan seseorang atau organisasi dalam menyelesaikan
pekerjaannya. Biasanya orang yang berada pada level tinggi disebut orang
yang produktif, dan sebaliknya orang yang levelnya tidak mencapai standart
dikatakan sebagai tidak produktif atau ber performance rendah.

Sedangkan dari ayat tersebut bahwasanya Allah pasti akan membalas setiap
amal perbuatan manusia berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan. Artinya
jika seseorang melaksanakan pekerjaan dengan baik dan menunjukkan kinerja
yang baik pula bagi organisasinya maka ia akan mendapat hasil yang baik pula
dari kerjaannya dan akan memberikan keuntungan bagi organisasinya. Bukan
hanya mendapat berkah di dunia tetapi di akhirat juga.
Kajian Hadist HR. Muslim
1305
Di antara keunggulan suatu amalan dari amalan lainnya adalah amalan
yang rutin (kontinu) dilakukan. Amalan yang kontinu walaupun
sedikit- itu akan mengungguli amalan yang tidak rutin meskipun
jumlahnya banyak-. Amalan inilah yang lebih dicintai oleh Allah
Taala. Di antara dasar dari hal ini adalah dalil-dalil berikut.
Dari Aisyah radhiyallahu anha-, beliau mengatakan bahwa
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,




Amalan yang paling dicintai oleh Allah Taala adalah amalan yang
kontinu walaupun itu sedikit. (HR. Muslim:1305).
Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras
untuk merutinkannya.
Kajian Sanad HR. Muslim 1305

Kesimpulan:
Dapat dilihat dari keterangan dari keseluruhan perawi di nilai terdapat juga
hubungan antara guru dan murid serta dapat dilihat bahwa dalam rentang waktu
usia masih bisa bertemu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hadist tersebut

Dari tabel ini masing-masing perawi . Para perawi di atas berlaku adil dan
sanad tersebut .
Kajian Matan HR. Muslim 1305
Ghoribul hadist
Terjemahan

Jamiul Matan ()
Perbandingan
Shahih Muslim:
Barangsiapa menyukai ketetapan sebuah amalan, dimanapun dia
berada dia akan melaksanakan sholat dan barangsiapa mendengar
(perintah) sholat maka berdirilah ia untuk melaksanakan sholat
Shahih Bukhari:
Ketika Rasulullah memerintahkan kepada mereka suatu perbuatan,
yang membuat mereka merasa berat melaksanakannya, mereka
berkata kami tidak seperti Engkau Ya Rasulullah, sesungguhnya
Allah telah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas
dosamu yang lalu dan yang akan datang. Maka Rasulullah
marahsampai kemarahan tampak diwajahnya kemudian Rasulullah
bersabda sesungguhnya yang paling takwa diantara kamu dan
yang paling mengetahui diantara kamu tentang Allah adalah aku.
syarah
Kajian Hadist HR. Abu
Daud 362

Dari Ummu Farwah, ia berkata, Rasulullah shallallahu


alaihi wa sallam pernah ditanya, amalan apakah yang
paling afdhol. Beliau pun menjawab, Shalat di awal
waktunya. (HR. Abu Daud no. 362. Syaikh Al Albani
mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Kajian Sanad HR. Abu Daud 362

Kesimpulan:
Dapat dilihat dari keterangan diatas,dari keseluruhan perawi di nilai
,terdapat juga hubungan antara guru dan murid.sehingga dapat
disimpulkan bahwa hadist tersebut .
Dari tabel ini masing-masing perawi pada umumnya dan terdapat
juga . Maka dapat disimpulkan para perawi di atas
berlaku adil dan sanad tersebut .
Kajian Matan HR. Abu Daud 362
Ghoribul Hadist :
Terjemahan
Jamul Matan ()
Perbandingan

Sunan Abu Daud:


Rasululloh SAW ditanya amalan apa yang paling baik? Rasululloh
menjawab shalat pada awal waktu.
Sunan AT-Tirmidzi:
Rasululloh SAW ditanya amalan apa yang paling baik? Rasululloh
menjawab shalat di awal waktu.
Kandungan Syarah ()

Dari kitab Sunan Abu Daud


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah dan Abdullah bin maslimah
berkata telah diceritakan kepada kami Abdullah bin Umar dari Qashim bin Anam dari
beberapa isteri nabi yaitu Ummu Farwah telah bertanya kepada Rasul SAW Amalan apa
yang paling afdhol? beliau menjawab : sholat diawal waktu. Di dalam yang
disampaikan dari para kaumnya bahwasanya Ummu Farwah salah satu orang yang
termasuk ikut serta berbaiat kepada Rasulullah SAW.