Anda di halaman 1dari 23

Infeksi Saluran Kemih

Bawah pada Dewasa


Kelompok C3
10-2012-009 Vincent Okta
Vidiandika
10-2013-007 Lusia Paramita
10-2013-184 Ahmad Badawi
10-2013-211 Felysia Margaret
G
10-2014-010 Willis
10-2014-061 Lisda Yolanda
10-2014-132 Yoan Carolin
Saron K
Skenario 5

Seorang laki-laki,berusia 50 tahun datang ke


poliklinik dengan keluhan utama nyeri saat
berkemih sejak 5 hari yang lalu.
Identifikasi Istilah yang tidak Diketahui

Tidak ada
Rumusan Masalah

Laki-laki 50 tahun nyeri saat berkemih 5


hari yang lalu
Mindmap
Anamn
esis
Progno Pemer
sis iksaan

Penat
Diagn
alaksa
osis
naan
R
M
Pence Etiolo
gahan gi

Kompl Patog
ikasi Epide enesis
miolo
gi
Hipotesis

Laki-laki tersebut menderita penyakit


Infeksi Saluran Kemih bagian bawah
( Sistitis )
Anamnesis

Identitas : Laki-laki, usia 50 tahun


Keluhan utama : Nyeri saat berkemih sejak 5 hari yang lalu
Keluhan tambahan : demam, sering berkemih tapi hanya
sedikit dan urin berwarna keruh
Riwayat penyakit dahulu (DM +)

Riwayat penyakit keluarga


Riwayat pengobatan
Riwayat sosial
Pemeriksaan Fisik
Tanda-Tanda Vital :
TD : 120/80 mmHg
FN : 100x/menit
S: 380C
P: 20x/menit

Inspeksi

Palpasi Abdomen

Perkusi CVA
Pada pemeriksaan fisik sistem genitourinarius di
dapatkan nyeri tekan suprapubik (+)
Pemeriksaan Penunjang

Urinalisis :
- Leukosuria/piuria
- Hematuria
Bakteri :
- Mikroskopis 1 bakteri /lapangan pandang minyak
emersi.
- Biakan Bakteri 100.000 cfu/mL
Tes Kimiawi tes reduksi griess nitrate (mereduksi
nitrat)
Pemeriksaan Penunjang
Radiologi :
Foto polos abdomen (90% batu opak)
Diagnosa Banding
Diagnosis Sistitis Batu saluran kemih
Gejala Disuria Hematuria
Frekuensi Nyeri
Urgensi Urin menetes
Demam Aliran miksi berhenti
tiba-tiba

Pemeriksaan Fisik Nyeri tekan suprapubik Nyeri tekan (tergantung


dan nyeri ketok CVA lokasi obtruksinya).

Pemeriksaan (Radiologi) : tidak rutin (Radiologi) : hiperechoik


Penunjang (Laboratorium) : piuria, dengan posterior acustic
bakteriuria,leukosit shadow.
esterase (+) nitrit (+), (Laboratorium) :
leukosit > 5/LPB,koloni kenaikan ureum (BUN) &
> 105/mL. kreatinin.
Etiologi

Isk sering disebabkan oleh bakteri :


Enterobacteriaceae
Pseudomonas aeruginosa
Acinetobacter
Enterococcus
Staphylococcus saprophyticus
Epidemiologi
Di seluruh dunia ada sekitar 150 juta kasus ISK simptomatik.
Secara umum 90% cystitis, 10% pielonefritis.
Wanita : Pria = 30:1. 1 dari 5 wanita pernah mengalami ISK, pada pria
lebih sering pada masa neonatus.
Patofisiologi

Dua jalur utama bakteri ke saluran kemih


adalah jalur
hematogen (desendng) dan ascending.
1. Infeksi Hematogen (desending)
. kebanyakkan terjadi pada pasien dengan daya tahan
tubuh rendah
. Pasien yang sementara dapat pengobatan
imunosupresif
2. Infeksi Asending
kolonosisasi uretra dan daerah introitus vagina
adanya perubahan flora normal
berkurangnya antibodi lokal
masuknya mikroorganisme dalam kandung kemih
faktor anatomi
faktor tekanan urin pada waktu miksi
kebersihan alat kelamin
adanya refluks vesikoureter
Tanpa refluks vesikoureter, infeksi biasanya terbatas di
kandung kemih.Oleh karena itu, sebagian besar pasien
dengan kolonisasi bakteri berulang atau menetap di
saluran kemih, menderita sistitis dan uretritis (infeksi
saluran kemih bawah),bukan pielonefriitis.
(1) kolonisasi kuman di sekitar uretra,
(2) masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli,
(3) penempatan kuman pada dinding buli-buli,
(4) masuknya kuman melalui buli-buli ke ginjal.
Gejala Klinis
Sering timbulnya dorongan untuk berkemih
Rasa terbakar dan perih pada saat berkemih
Sering berkemih, tapi urinnya sedikit (oliguria)
Urin warna gelap dan keruh, serta bau yang
menyengat
Rasa sakit pada daerah di atas pubis
Perasaan tertekan pada perut bagian bawah
Demam
Sering berkemih pada malam hari.
Penatalaksanaan
Terapi Farmakologis
Sulfonamid mengobati infeksi pertama kali
Tetrasiklin ISK tahap awal
Trimetropin-sulfametoksazol infeksi dgn komplikasi
160/180 mg selama 12 hari
Penicilin spektrum luas
Cephaloporin untuk yang resisten trimetoprim-sulfametoksazol.
Nitrofurantoin profilaksis ISK berulang
Quinolon untuk infeksi awal E. coli dan enterobacteriaceae, tidak terhadap
Pseudomonas aeruginosa
Terapi Nonfarmakologis
Asupan cairan yang banyak;
Penggantian kateter yang teratur pada pasien yang menggunakannya;
Pencegahan rekurensi ISK : menjaga kebesihan dan higiene daerah
uretra dan sekitarnya.
Komplikasi
Pyelonefritis
Sepsis
Prognosis
Prognosis infeksi saluran kemih bawah biasanya baik dan
dapat sembuh sempurna, kecuali bila terdapat faktor-faktor
predisposisi yang lolos dari pengamatan. Bila terdapat infeksi
yang sering kambuh, harus dicari faktor-factor predisposisi.
ISK simtomatik yang kambuhan dengan uropati obstruktif,
neurogenik kandung kemih, penyakit struktural ginjal atau
diabetes akan berlanjut menjadi penyakit ginjal kronis dengan
frekuensi tinggi.
Pencegahan
Menjaga kebersihan organ intim dan saluran kemih
Pilih toilet umum yang jongkok
Perempuan: bersihkan organ intim dengan sabun khusus
yang memiliki pH seimbang
Jangan membersihkan organ intim di toilet dengan air yang
ditampung
Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap
keringat
Kesimpulan
Pasien Laki-laki usia 50 tahun mengalami ISK. Diagnosis
dipastikan dilihat dari gejala klinis yang dirasakan pasien dan
hasil pemeriksaan penunjang yang sudah dilakukan.
Terapi yang cepat penting agar prognosis baik dan
mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi. Pencegahan
penting dilakukan agar tidak terjadi ISK yang rekurens.